
Mereka berdua terus berjalan menghampiri pintu tersebut, dan dengan keras mendobraknya menggunakan kaki Ryot,
mereka lalu masuk dan disambut oleh peluru yang nyasar mengenai wajah Ryot,
"kau baik baik saja? " tanya Roug
"ya tidak apa apa" Ryot lalu mengambil peluru yang bersemayam didalam kepalanya dan secara perlahan kepalanya teregenerasi dengan sempurna,
secara perlahan kabut puing puing mulai menghilang dan terlihatlau 3 mayat pria yang bunuh diri dan seorang pria berjas,
"kau harusnya menggunakan peluru itu untuk dirimu" ucap Ryot,
pria itu lalu menjatuhkan pistolnya dan berkeringat dingin, ia lalu mengambil sebuah detonator dan mengangkatnya,
"jangan bergerak atau tempat ini akan meledak! " ucap pria itu
"pak walikota, sebaiknya kau buka mulut, atau" Roug lalu berjalan mendekati sebuah komputer dan mencolokan sebuah USB di PC itu, PC itu lalu menyala dan menampilkan sebuah video panggilan,
"kau sudah boleh keluar Matarel" ucap Roug
"oh oke saatnya aku beraksi" jawab Matarel yang muncul didalam panggilan video itu,ia nampak sedang menodong seorang perempuan dengan senapanya,
"ayah! aku takut" ucap perempuan itu
"Olivia! tenanglah ini akan berakhir cepat" ucap Roug
"APA MAU KALIAN!? " tanya pria itu"aku akan memberikan semua informasi tapi tolong..... tolong setelah ini lepaskan anaku"
Roug lalu tersenyum"kau pasti kenal kedua wajah ini , kan? "Roug lalu meletakan dua lembar kertas yang terdapat wajah Aiga dan Toaru yang masih kecil,
" jawab dengan jujur"ucap Ryot
"gawat.... jika aku memberitahu mereka semua keluargaku akan terancam" batin Pria itu"namun keluarga sekarang sudah terancam"
"3..... 2..... 1 kau terlalu lama"
DOR!
"AYAH!!!! " teriak perempuan itu yang kesakitan ketika kakinya ditembak oleh Matarel,
"masih ada satu kaki lagi sebelum ke kepala" ucap Matarel sambil terkekeh
"Baiklah baiklah...... tenang...... aku akan memberitahumu oke,dia ada di Neimos pria ini ada di Neimos" ucap pria itu sambil menunjuk foto Aiga,
"lalu yang satunya"
"aku tidak tahu! jujur aku tidak tahu"
__ADS_1
Roug lalu menghela nafas"Mata-"
"baiklah oke, tenang aku harus mengingatnya sebentar" Pria itu lalu terdiam,
"3..... 2..."
"dia di Houdson! bocah ini berada di lab Houdson"
"nampaknya kau berbohong dengan kami.... pak tua" bisik Roug sambil merobek perut pria dan membuatnya tersungkur dilantai,
"Matarel kita bertemu diatas Dome" ucap Roug
"aiy aiy kapten! " jawab Matarel dengan riang gembira disusul oleh suara tembakan dari panggilan video itu,
"Ryot ayo"
"ka~lian ti-ti-tidak akan keluar hi-dup hi~dup" ucap pria itu ia dengan tenaga terakhirnya mengmabil detonator yang tergeletak denganya dan menekanya hingga memicu sebuah ledakan hebat,
"kakak! " ucap Ryot sambil menggunakan kekuatanya prisai hitamnya untuk melindungi dirinya dan Roug dari ledakan itu,
Menara pengawas bagian selatan Dome
"gempa? " tanya Bima
"iya sepertinya tanahnya bergetar" jawab Samsu atau rekan Bima,
"Lapor markas penghubung.... apa sekarang sedang terjadi gempa? " tanya Samsu,
suara kresek kresek lalu terdengar dari markas pusat,disusul oleh suara sirine yang berbunyi dengan keras disiang itu
"Peringatan! ini kode darurat saya ulangi kode darurat! segera hubungi markas pusat untuk arahan selanjutnya"terdengar suara sistem dari walkie talkie mereka berdua,
mereka berdua lalu kembali berjalan menaiki tangga dan sesampainya diatas Bima memasukan sebuah kunci dan terbukalah sebuah peti berisi dua HT darurat,
" Lapor dengan markas pusat kami pengawas menara bagian selatan menunggu arahan"ucap Bima
"tetap bersiaga dan angkat senjata kalian! terdapat 3 ekor Bashina di Dome ini, " mereka seketika terdiam kaki ketika mendengar kata Bashina"mereka masih dalam pencarian dan walikota menghilang, jika kalian menemuka hal janggal segera lapor ke pusat"
"baik pak"tak berselang lama handphone Bima berdering ia lalu mengangkatnya,
"sayang! ada apa? kenapa suara sirine itu terdengat lagi? " tanya Ayu
"ada beberapa monster yang masuk kau tetaplah dirumah dan kunci pintunya aku akan secepatnya pulang" ucap Bima
"hati hati, jangan terlalu lama"
"akan ku usahakan"
__ADS_1
"bye.... "
"bye bye" Bima lalu menutup panggilanya, ia lalu menggaruk garuk kepalanya yang tidak gatal, sampai Samsu menepuk pundaknya,
"kau temanilah istrimu" ucap Samsu
"tapi bagaimana denganmu? kau menjaga menara sendirian? " tanya Bima
"sudahlah tenang saja.... lagi pula aku belum menikah, jadi aman aman saja, sekarang ambil kunci mobilmu dan datangi istrimu jangan membuatnya khawatir" jawab Samsu
"kau memang sahabat terbaiku semoga kau cepat dipertemukan dengan jodohmu" Bima lalu mengambil jaketnya dan kunci mobilnya setelah itu ia turun dari menara dan memacu mobilnya kearah rumah,
ATAP DINDING DOME
"baiklah tinggal 1 sentuhan lagi" ucap Roug
Matarel lalu membidik senapanya ketengah tengah Dome, ia juga mengeluarkan sayapnya sebagai penahan dirinya agar tidak terpental,
"its showtime! " Matarel lalu menekan pelatuknya dan secara otomatis menembakan sebuah peluru hitam ke tengah tengah Dome, "oke.... sebaiknya kita pergi sekarang"
mereka bertiga lalu melompat pergi dari atas Dome tersebut dan semenit setelah mereka pergi peluru yang ditembakan oleh Matarel membesar menjadi sangat besar hingga menghisap apapun didalam Dome itu dan tak berselang lama peluru itu meledak dan mementalkan semua apapun yang ia hisap, termasuk mobil Bima,
"Ah.... uhuk uhuk" Bima nampak mencoba merangkak keluar dari dalam puing puing mobilnya,
"ayu! " batinya ia lalu berjalan kearah rumahnya dengan dibantu oleh tongkat besi yang ia asal ambil, suasana Dome kacau balau banyak gedung hancur dan beberapa helikopter yang baru terbang dari tempatnya,
sesampainya didepan rumahnya ia merasa terkejut ketika melihat kondisi rumah yang porak poranda,
"ini tidak mungkin" batin Bima ia lalu berlari tanpa memedulikan rasa sakit yang ia derita,
"Ayu! Ayu! " teriak Bima ia lalu mengangkat setiap puing puing rumah berharap dapat menemukan istri tercintanya itu, dan tiba tiba saat ia mengangkat sebuah bongkahan kayu ia melihat mayat istrinya yang telah terbelah sedang memeluk bayinya yang sayangnya tak selamat juga, tubuhnya terbujur kaku ia tak percaya apa yanh telah menimpa rumah tangganya, malam itu menjadi tragedi paling menyeramkan sepanjang sejarah,
Kereta,
"waw..... itu sungguh mengerikan" ucap Eri yang tiba tiba muncul dari belakang Bima,
"kau darimana saja? " tanya Hannah
"Eri tadi habis dari gerbong belakang, dan Eri melihat monster sedang mengejar kita! monster itu menyeramkan makanya Eri pergi kedepan"
Gouki, Kyle, Bima dan Mike yang mendengar hal itu lali tanpa basa basi langsung berlari ke gerbong belakang dengan menyetel senjata mereka,
"Eri sembunyi di pojok seperti biasa oke! " Hannah lalu memberikan jempol kepada Eri
"oke kak," Eri lalu melihat Yuko yang terlihat murung" apa kak Yuko baik baik saja?"
"ya dia baik baik saja, " tiba tiba suara tembakan mulao terdengar dari gerbong belakang"tuh... ayo cepat sembunyi"ucap Hannah sambil menepuk pundak Eri,
__ADS_1
Eri lalu mengangguk dan berlari kebalik box box suplai untuk bersembunyi,sementara Yuko mengeluarkan Katananya dengan penuh putus asa.