Trains:Bashina Resurrection

Trains:Bashina Resurrection
after Ibachiba city


__ADS_3

Yuko hanya diam di pojok kereta suasana seketika sepi malam itu,


"TIDAK!!!! KENAPA INI TERJADI!!!!! " ucap Kyle yang melihat tangan kananya yang sudah tidak ada,


"tenanglah kak... kau bisa mendapatkan tangan baru nanti, " ucap Mike menyemangati kakaknya


"oke semuanya sudah selesai, lukamu sudah kujahit dan aku turut prihatin akan tangan kananmu" ucap Hannah sambil membereskan kotak medisnya


Kyle lalu melihat Yuko dari kejauhan"Oi Yuko! siapa mereka!? aku melihat kau bicara dengan salah satunya" ucap Kyle


namun Yuko tidak memperdulikanya, ia hanya tetap duduk terdiam diatas sebuah box yang berada dipojok,


"Woy! Yuko!! " panggil Kyle


Yuko tetap saja tidak meladeninya


"dasat bajingan! " Kyle lalu berjalan kearah Yuko dan memukul kepalanya hingga ia terjatuh dari box,


"jika ada yang memanggil jawab bodoh!!!!" Kyle lalu mau memukul Yuko lagi namun berhasil ditahan oleh Mike,


"Yuko segera pergi ke gerbong tengah aku akan menenangkanya" ucap Mike sambil menahan Kyle yang mengamuk


"lepaskan aku hei dasar sialan! " ucap Kyle yang memberontak,


tak berselang lama datanglah Gouki dan Bima kegerbong depan, mereka khawatir karena mendengar suara pukulan dari gerbong depan,


"ada apa? apa kalian baik baik saja? " Gouki terpaku kearah Kyle yang sedang mencoba memukul Yuko namun ditahan oleh Mike,


"Mike kenapa kakakmu itu? " tanya Bima


"dia sedang marah" jawab Mike sambil terus menahan kakaknya


"WOY JAWAB DASAR BAJINGAN!!... SIAPA ORANG ORANG IT-"


"Bashina" potong Yuko, seketika suasana berubah menjadu sunyi, "mereka adalah Bashina... yang wujudnya tidak ditampilkan dibuku paduan"


"apa maksudmu? Bashina? mahkluk terkuat yang sampai sekarang masih diperdebatkan keberadaanya? " ucap Bima


"kau tahu darimana, "ucap Mike


"dan kau kenal darimana hah? "lanjut Kyle


" aku kenal karena sebelumnya aku pernah melawan salah satu dari mereka selama 2 kali "


"lalu mengapa mereka menyerang kita? "


"karena mereka tahu bahwa Toaru adalah Bashina"

__ADS_1


semua orang seketika terkaget ketika mendengar kata itu, mereka hanya terdiam takut bahkan Gouki sampai keringat dingin,


"jadi selama ini kita bersama seorang monster? jadi itu kenapa dia selamat dari terkaman Abydos waktu itu"ucap Mike


"ya benar, karena dia adalah Bashina,bisa jadi mahkluk itu melepehnya karena tidak mau mengambil resiko"ucap Yuko


" kapan terakhir kali Bashina menampakan dirinya? "


tanya Mike


"sudah lama, aku tidak ingat namun waktu itu dia mengacau di Dome Emerald equator" ucap Hannah


semua mata lalu tertuju kearah Bima,


"kau bisa menceritakanya? " tanya Kyle


"ya tentu.... itu adalah kejadian paling buruk dalam. sejarah Dome" ucap Bima,


Dome Emerald, berjam jam sebelum malam penghancuran,


Siang itu suasana Dome cukup tenang, Dome yanh didominasi oleh sawah itu cukup sejuk walaupun disiang hari,para petani nampak melakukan pekerjaan mereka seperti biasa, para Tentara melakukan pengecekan seperti biasa, dan semua orang melakukan pekerjaan mereka dengan tentram,


"jangan lupa bekalmu" ucap Ayu seorang perempuan berambut panjang, dengan mata indahnya


"ya! sudah kubawa" jawab Bima ia lalu menghampiri buah hatinya yang waktu itu masih bayi, "sampai jumpa adelia ayah pergi kerja dulu,"


"selesai tugas langsung pulang"


"ya pastinya" ucap Bima sambil memberikan jempol


"hati hati dijalan sayang"


"tentu" jawab Bima ia lalu berjalan ke garasinya dan menyalakan sebuah sepeda motor lalu memacunya kearah menara pengawas yang berada 5 KM dari rumahnya,


sementara itu LAB rahasia bawah tanah Dome emerald,


"kau sudah sikat semuanya? " tanya Roug dengan tangan kanan tentakelnya yang kembali membentuk tangan secara perlahan,


"sudah kak" jawab Ryot,


lorong itu dipenuhi mayat prajurit yang sudah tewas dibunuh oleh mereka bedua, bercak darah tercecer didinding ruangan,


"Ops ada yang terlewat" ucap Ryot ketika melihat seorang prajurit yang menyeret tubuhnya dengan kedua tanganya, Ryot lalu melempar sabitnya dan tepat mengenai kepala prajurit itu,


Roug lalu berjalan kearah pintu banker besar yang terkunci rapat dengan kamera cctv berada disetiap sudut,


"Ryot kemari" ucap Roug

__ADS_1


Ryot lalu mengambil kembali sabitnya dan berjalan mendekati kakaknya,


"waw..... ini sangat tebal.... bagaimana cara menembusnya? " tanya Ryot sambil meraba pintu banker itu,


"lihat baik baik"Roug lalu menusukan tangan tentakelnya kedalam tanah, dan di tiba tiba tertahan oleh sesuatu, " Ryot aku perlu bantuan"ucap Roug


Ryot lalu menancaplan sabitnya di pintu bunker itu


"sesuai aba abaku, 1, 2, 3 sekarang! " Ryot laly memukul punggung sabitnya menggunakan sabitnya yang satu lagi seperti palu dan hal itu membuat pintu bunker seketika retak, lalu hancur akibat tentakel milik Roug,


"apa sebaiknya aku mengganti ke sabit yang lebih besar? " tanya Ryot sambil memandangi sabitnya yang patah,


"itu urusanmu" jawab Roug mereka berdua lalu berjalan masuk melewati abu puing puing bangunan,


"DORRR! sebuah tembakan terlepas dan mengenai kepala Roug yang terlindungi oleh topeng tulangnya,


" kau menantang kami ya"ucap Roug


lalu dari balik puing puing munculah pasukan khusus yang bersiap melawan mereka, pasukan dengan armor canggih dilengkapi senjata pedang yang disebut zweil, mereka lalu menyeranh Roug dan Ryot secara bersamaan,


"maju kalian semua, dasar mahkluk rendahan!!! " ucap Roug dengan begitu semangatnya, namun secara mengejutkan ia terpental jauh,


"kakak! "


"sudah kuduga mereka mengambil kekuatan Aiga" ucap Roug sebuah cincin lalu muncul diatas kepala Roug dengan 8 tanduk terpasan dicincin itu,


"Ryot saatnya serius"


Ryot lalu tersenyum disusul oleh cincin yang muncul diatas kepalanya dengan 6 tanduk terpasang disana, muncul urat urat ditanganya disusul oleh perisai aura berwarna hitam disekelilingnya, matanya juga berubah menjadi lancip dengan pupil mata yang memudar,


Roug lalu mengepalkan tangan kirinya disusul oleh armor tulang yang menyelimuti tubuhnya kecuali tangan kananya,


mereka berdua lalu maju tanpa rasa takut, Roug menarik salah satu prajurit dan menariknya dari kedua sisi hingga terbelah menjadi dua sedangkan Ryot ia menyerang setiap prajurit menggunakan sabitnya dan sesekali ia mengaum begitu keras hingga membuat manusia biasa tuli seketika,


"Ryot tangkap! " ucap Roug sambil mengoper seorang petugas kearah Ryot


"kau tidak berhak mengambil kekuatan kami satupun" ucap Ryot sambil merobek perut pria itu dengan ganasnya,


Roug lalu mengangkat tanganya dan seketik lantai yang tadinya rapih menjadi retak seketika dan berguncang, ia lalu memukul seorang prajurit tepat didadanya hingga tembus kebelakang dan secara tiba tiba sebuah pukulan dari belakang mengenai badanya hingga membuatnya maju beberapa langkah, ia lalu membalikan badan, dan dengan cepat langsung mencengkram leher prajurit itu dengan tanganya,


"berani beraninya kau! " ucap Roug lalu mengangkat prajurit itu keudara hingga membuat selembar foto terjatuh dari dalam saku prajurit tersebut, "kau punya keluarga ya? " tanya Roug ketika melihat sebuah keluarga bahagia difoto itu dan tanpa belas kasih ia menghancurkan leher prajurit itu dan melemparnya menjauh darinya,


"Woy Ryot kau sudah selesai? " tanya Roug


"sebentar kak" jawab Ryot sambil membacok beberapa orang yang masih hidup, "oke sudah selesai"


mereka berdua lalu berjalan kearah pintu paling akhir bunker, nampaknya mereka mengincar sesuatu didalam bunker tersebut, sebuah informasi penting yang berpengaruh terhadap masa depan dunia.

__ADS_1


__ADS_2