Trains:Bashina Resurrection

Trains:Bashina Resurrection
Dome Daeki


__ADS_3

KERETA


"coklat? " Eri menawarkan sebatang coklat kepada Yuko yanh sedang duduk termenung digerbong depan


"eh?.... terima kasih"Yuko lalu menerima coklat itu dengan lembut,


" kakak kenapa murung? "


"kakak banyak beban pikiran, "


"beban pikiran? memang apa yang kakak pikirkan?"


"Eri kau di-"


"SHUTTTT! " panggilan Bima dipotong oleh Hannah ketika melihat Yuko dan Eri sedang berbincang


"oh mereka sedang berbincang hangat sepertinya"


"coba kau biarkan dulu...... semoga saja mood Yuko membaik"


"sip.... oh nanti jika mereka sudah selesai berbincang bilang Eri ada makanan dibelakang jika ia lapar" Bima lalu berjalan kembali kegerbong belakang,sementara Hannah tersenyum melihat mereka berdua,


"banyak yang kupikirkan, seperti urusan orang dewasa"


"memangnya kakak sudah dewasa? "


"tentu"


"kalo begitu bukanya orang dewasa tidak boleh menangis? tapi kemarin aku liat kakak menangis"


seketika Yuko terdiam"uhm.... kata siapa orang dewasa tidak boleh menangis? orang dewasa boleh menangis tetapi harus diam.... jangan kesedihan itu menyambar ke mana mana cukup didirikita"


"oh.... begitu" Eri lalu memeluk tangan Yuko


"eh apa yang kau lakukan? "


"memeluk kakak, biasanya ibu memeluku saat sedih"


sebuah senyuman akhirnya muncul diwajah Yuko yang terus menerus murung"terima kasih Eri-chan! "


ia lalu teringat kembali akan masa kecilnya bersama Toaru, dan Kaji masa dimana mereka masih lengkap dan bermaij bersama,


8 tahun yang lalu,


"Permisi tuan Namikawa! " panggil Toaru yang masih berusia 13 tahun pada saat itu


"oh.... Kuroji dan Kaji? silahkan masuk Yukonya ada diatas"ucap seorang pria bertubuh kekar yang tak lain adalah ayah Yuko


"terima kasih pak! ayo Kaji" mereka berdua lalu berjalan naik kelantai atas dan mengetuk pintu Yuko beberapa kali


"ya tunggu sebentar" ucap Yuko diiringi suara benda jatuh dari dalam kamar Yuko,"maaf lama! "


"jangan bilang! "


"ya aku baru membereskan kamarku, tapi tak apa ayo masuk! "


mereka berdua lalu masuk kedalam kamar Yuko, didalam Toaru langsung melompat keatas kasurnya sementara Kaji duduk dengan tenang diatas lantai,


"jadi kau mau ikut tidak? kemarin kulihat di tv bahwa ada manga terbaru detective kamen"


"oh benarkah? " tanya Kaji


"iya benar, kau tidak lihat iklanya? "

__ADS_1


"kalau begitu bagaimana nanti sore kita mencarinya disekitar sini? siapa tau ada yang menjualnya kan? "ucap Yuko


" tapi Yuko sepertinya akhir akhir ini aku dibuntuti deh"ucap Toaru


"eh!? apa maksudmu?, dibuntuti? "


"oleh? " tanya Kaji


"pria berjas, kemarin aku sempat melihatnya dibelakangku namun setiap aku menoleh pria itu dengan cepat menghilang"


"apa kau pernah melihat orang itu dipanti asuhan?"


"belum aku belum pernah melihatnya ke panti sebelumnya"


Kaji lalu menunjuk Toaru"kau harus lebih berhati hati Toaru, .... oh iya jadi? bagaimana kau mau ikut tidak? "


Yuko menghela nafas"aku boleh ikut, tapi kau lihat kamarku bagaimana kan? "


"baiklah akan kami bantu kalau begitu" ucap Kaji


"eh? kau serius? " tanya Yuko


"oh tentu, bukan begitu Toaru? "


"yah... aku hanya ikut ikutan sajalah"


mereka semua lalu berkerja sama membereskan kamar Yuko yang porak poranda, Kaji mengepel, Yuko membereskan lemarinya dan Toaru menata bukunya,


"Toaru" tiba tiba sebuah suara bisikan terdengar di telinga Toaru dan menbuat ia menoleh


"eh ada yang memanggilku? "


"tidak, tidak ada"ucap Kaji sambil mengepel bagian lantai yang masih kotor


"kenapa Toaru? " tanya Yuko


"bayangan ku dikaca, dia tersenyum! "


"hah? " Kaji lalu bercermin dilemari kaca Yuko dan tak terjadi apa apa"ah..... Toaru sebaiknya kita cepat cepat makan ya, kau pasti sudah lapar"


"ohiya sepertinya begitu les go!!! "


Yuko lalu menggelengkan kepalanya seakan akan ia kecewa padahal kesal, akhirnya pada siang itu mereka bertiga berjalan disekitar komplex perumaha Yuko mencari chapter baru detective kamen dan ditengah perjalanan Toaru sempat sempatnya memesan semangkuk ramen untuk ia makan, pencarian mereka berakhir disore hari dimana mereka akhirnya menemuka chapter baru tersebut, tapi mereka memutuskan untuk membacanya besok sebab hari sudah mulai gelap,


"eh Toaru sudah pulang" ucap pengasuh


"ehm apa ada yang mengadopsi ku? "


"belum ada, tetapi pasti suatu saat ada"


"oh ok kalau begitu"


"oh iya bersihkan dirimu terlebih dahulu baru makan oke"


"SIAP! " Toaru berjalan masuk melewati lorong panjang berisikan pintu kamar setiap anak, entah mengapa di panti itu hanya Toaru yang memiliki kamar sendiri, kamarnya berada di rooftop sebuah ruangan kecil bekas gudang,


"Toaru-san kau mau bermain? " tanya seorang anak kecil kepada Toaru saat lewat


"nanti dulu ya aku sangat lelah"


"oh oke terima kasih"


"tidak apa apa"

__ADS_1


Toaru lalu menaiki tangga ke 3 alias rooftop namun sesampainya diatas sebuah kejadian mengejutkan terjadi,


"TOARU" ucap dirinya yang berada di pinggir rooftop namun yang membedak sosok dirinya ini berambut putih seperti uban,


"siapa kau? "


"perkenalkan namaku adalah Lock" ucap Lock sambil tersenyum


"kenapa kau selalu ada di mimpiku"


"Toaru..... kita ini sama Toaru, yang membedakan hanyalah kau manusia dan aku MALAIKAT"


KERETA


suasana mulai hangat kembali, Yuko yang akhirnya luluh akibat diajak ngobrol oleh Eri,mulai membuka mulut secara perlahan tentang Toaru dan Lock yang ia ketahui sejauh ini


"Toaru pernah curhat kepadaku bahwa dia dulu suka didatangi oleh dirinya yang lain" ucap Yuko


"itu pasti Bashinanya"


"aku dan Kaji juga pernah melihat Toaru mengobrol sendirian ditaman awalnya kami kira itu hanya berimajinasi" Yuko menghela nafas


"kenapa? "


"namun perkiraan kami salah ketika melihat mata kanan Toaru yang berwarna merah darah"


"kau sudah tanya itu kenapa? "


"tidak, karena setiap kami menegurnya dengan sekejap warna merah itu menghilang dalam satu kedipan"


"itu mengerikan"


"Toaru juga sempat menghilang selama 2 tahun, ia muncul lagi saat aku dan Kaji sedang iseng berjalan melewati pantinya, dia bilang kalau dia habis pergi selama 2 tahun itu"


DRAK! suara senjata terjatuh membuat fokus mereka pecah, mereka lalu menatap Mike dengan tajam,


"maaf salahku" ucap Mike sambil mendirikan kembali senapanya,


"dan yang terakhir adalah ketika aku diserang oleh manusia aneh, bukan... itu bukan manusia biasa, dia menembakan tulang tajam kearahku dan menanyakan tentang Toaru"


"huh hei Kyle ada berapa Bashina sih sebenarnya?" tanya Gouki


"sejauh ini yang terkonfirmasi baru 4 dan pemerintah terus menutup rapat akan hal ini"


"kau pikir Toaru masih hidup? "


"aku tidak berharap banyak sih, semuanya telah kuterima dengan lapanh dada" ucap Yuko


punggung Yuko ditepuk pelan oleh Bima dan Gouki menandakan mereka senang bahwa Yuko tidak terus larut dalam kesedihan,


SEMENTARA ITU DOME DAEKI


"tembak dia!!!! " teriak sekelompok skeleton senshi sambil menembaki kearah dinding batu yang dibuat oleh Toaru


"Sakuya bawa Masaki jauh dari sini cepat!!! " teriak Toaru


Sakuya hanya mengangguk sambil berlari meninggalkan Toaru sendirian disana,


"BAZOKA!! " sebuah misile meluncur meledakan dinding batu itu,


"apa dia masih hidup? "


tiba tiba dari dalam kepulan asap munculah Toaru dengan kaki terpincang pincanh dan bahu yang tumbuh kembali,ia tersenyum dengan senang

__ADS_1


__ADS_2