
"dia tidak apa apa? apa ada yang serius? " tanya Yuko kepada Hannah yang sedang merawat Toaru
"tidak ada luka serius, dia baik baik saja" jawab Hannah sambil membalut tangan kanan Toaru dengan perban,
"huh syukurlah dia tidak apa apa" ucap Yuko kepada Kaji melalui alat komunikasinya
"ya tuhan..... hampir saja aku keringat dingin" jawab Kaji
"tapi.... mengapa para Abydos itu tidak memakan Toaru ya? "
"aku tidak tahu!? tapi ini aneh dan anehnya lagi dia tahu dimana letak Abydos yang mau menyerang" jawab Kaji
"ya dia tadi menyelamatkan ku karena sepertinya dia menyadari akan ada serangan"
"aku tidak tahu itu insting atau hal lain, namun ini cukup aneh"
ditengah tengah perbincangan mereka datanglah Mike yang nampak tergesa gesa ke gerbong depan,
"Yuko! you must to see this! "
"hah?...... "
GERBONG 3
"yap that a big one, kurasa itu adalah pemimpinya" ucap Kyle sambil membidik seekor Abydos berukuran besar menggunakan snipernya sedangkan Gouki menggunakan teropong kecilnya,
"sedang apa dia? " ucap Gouki
"entahlah.... mungkin sedang pamer" jawab Kyle
"cih.... pamer"
suara langkah kaki lalu terdengar dan munculah Mike bersama Yuko dari gerbong depan mereka lalu berjalan menghampiri Gouki dan Kyle,
"kak Yuko sudah disini" ucap Mike
"ohm....oi Yuko kau harus melihatnya" jawab Kyle
Gouki lalu meminjamkan teropongnya kepada Yuko,
"wowp itu cukup besar" ucap Yuko sambil memfokuskan pandanganya kearah Abydos itu,
"tunggu sebentar apakah Bima masih lama? "
"aku rasa begitu" jawab Kyle,
"hei hewan itu bergerak" ucap Mike
"hah? " dengan cepat Yuko menoropong hewan itu dan benar saja hewan itu nampak sedang berenang kearah sesuatu,
"dia berenang kearah Bima! "ucap Yuko, disusul oleh Kyle yang mulai menembaki monster itu,
" Gouki ayo! "bentak Yuko sambil berlari melewati setiap gerbong disusul oleh Gouki dibelakangnya,
namun naas ketika dia baru turun dari gerbong Abydos itu terlebih dahulu keluar dari air dan melayang kearah Bima dengan mulut terbuka lebar,
Yuko yang melihat itu hanya bisa menutup matanya rapat rapat, tiba tiba sebuah suara hantaman terdengar,
Yuko lalu membuka matanya perlahan dan tebelalak kaget ketika melihat Abydos itu tergelatk mati dengan kepala hancur dan Gouki disebelah tubuh monster itu,
"Bima kau tidak apa apa? " tanya Yuko sambil mengjampiri Bima yang sudah memegang senjata miliknya,
"iya aku tidak apa apa tapi dia" Bima lalu menunjuk kearah Gouki yang masih bediri dengan kanan tanganya yang berlumuran darah,
__ADS_1
tiba tiba Walkie talkie nya berbunyi dan terdengarlah suara Kyle didalamnya
"Yuko! 4 ekor Abydos datang dari sisi kiri dan kanan! " ucap Kyle diiringi suara tembakan dari senapanya,
"baik dimngerti, Bima sebaiknya kau cepat membetulkanya" ucap Yuko ia lalu berbalik dan bersiap melawan Abydos yang berenang kearahnya
"buar!!! " seekor Abydos muncul dari bawah air
"saatnya! " batin Yuko namun saat ia mau menebaskan Katananya sebuah pukulan mendarat di tubuh Abydos itu saking kencangnya sampai membuat Abydos itu terpental kembali kedalam air,
Yuko hanya bisa terdiam ketika melihat Gouki dengan uap keluar dari dalam badanya dan left hand suport miliknya yang hampir overheat,
"apa kau baii baik saja? wow akhirnya aku menggunakan tangan ini lagi! " ucap Gouki kegirangan sehingga kesan badass yang sempat ia munculkan langsung menghilang seketika,
"ya aku baik baik saja, " jawab Yuko sambil menyalakan Heater Katananya,
mereka berdua lalu bertarung melawan Abydos yang datang, kedua tanganya yang berat tidak memperlambat gerakan Gouki bahkan kecepatanya hampir menyamai Yuko, berbeda dengan Gouki, Yuko nampak dengan gesit menghindari setiap serangan yang dilayangkan monster itu,
UNDERVOID
"really! kau lagi? " tanya Toaru sambil menepuk jidatnya,
"tenang... aku bukan dirinya" ucap Pria yang mirip Toaru namun berpakaian serba merah,"panggil saja aku Warn"
"apa perbedaanya, apa yang kau lakukan disini? " tanya Toaru
"kau ini adalah titisan Bashina paling akhir itu kenapa diriku yang satu lagi sangat ingin menguasaimu," Warn lalu memetika jarinya dan membuat lingkungan sekitar berubah dari yang putih hampa menjadi gedung gedung didalam Dome yang hancur,
"apa yang kau lakukan? " tanya Toaru sambil terkaget melihat suasana Dome yang sudah hancur, "apa ini? "
"ini adalah masa depan yang harus kuperingatkan kepadamu, tugasku adalah memperingatimu banyak yang sudah kuperingati namun mereka tidak menghiraukanya"mereka lalu berpindah tempat ke tengah Dome yang nampak sudah sangat hancur, disanalah Toaru melihat dirinya yang memiliki sayap dan sebuah cincin merah di atas kepalanya,
"apa itu aku? " ucap Toaru"Yuko! "kagetnya ketika melihat mayat Yuko yang tubuhnya sudah terbelah menjadi dua,
"apa apaan ini!? " ucap Toaru ketika melihat tubuh Akane yang tak bernyawa sedang tergeletak di atas lantai rumah sakit"Akane! " Toaru lalu mendekati tubuh Akane yang tergeletak itu namun saat ia mau menggenggamnya tanganya nampak menembus tubuh Akane
"kau disini tidak nyata" ucap Warn ia lalu menjetikan jarinya sekali lago dan membuat semuanya kembali menjadi putih hampa,
"sekarang kau melihatnya! "
Toaru lalu mengepalkan tanganya"bagaimana cara agar aku bisa lepas dari semua ini? "
"kau tidak bisa lepas, ini adalah kutukan yang kau terima namun kau bisa membunuhnya dan mengambil alih semua kendali"
"huh? "
"kau bunuh dia kalahkan dengan pikiranmu, ini adalah tubuhmu bukan tubuhnya," Warn lalu menatap Toaru"waktu ku sudah hampir habis, ingat aku tidak akan datang 2 kali, jadi semuanya ada di tanganmu"
"tunggu sebentar masih ada yang ingin ku-" belum selesai ia bicara tiba tiba Toaru terbangun dipangkuan Hannah,
"hah! " ucapnya sambil mengangkat tubuhnya untuk duduk, "apa yang terjadi? " Toaru lalu melihat tangan kananya yang diperban,
"kau terluka" ucap Hannah
"dimana Yuko? "
"dia diluar"
"huh?..... " Toaru lalu merangkak ke lubang jendela dan melihat Gouki yang sedang melepaskan Knuckle miliknya yang overheat, nampak samar samar uap muncul dari kedua tangan Gouki,
"hai!..... kau sudah bangun ya!" ucap Gouki yang melihat Toaru dilubang jendela,
"dimana Yuko!? " tanya Toaru
__ADS_1
"tuh....... dia sedang membersihkan pedangnya" ucap Gouki sambil menunjuk kearah Yuko yang sedang mencuci Katananya, nampak banyak jasad Abydos yang tergeletak tak bernyawa disekiyar mereka,
"semuanya naik! " ucap Bima sambil mengelap keringat di dahinya
"yes akhirnya sudah selesai" ucap Gouki"hei Bima bisa tolong bawakan senjataku!? tanganku sedang tidak bisa dipakai "
"ya tentu" jawab Bima sambil membawakan Knuckle milik Gouki
"terima kasih kawan" ucap Gouki sambil berjalan masuk disusul oleh Yuko,
"oh kau sudah sadar toh! " ucap Yuko sambil duduk diatas sebuah Box, ia lalu mengambil sebotol air dari dalam tas suplai tentara,
"apa yang terjadi selama aku pingsan!? "
"seperti biasa, monster datang dan kita melawan"
tak berselang lama roda kereta secara perlahan mulai berputar dan membuat kereta itu bergerak,
"wuw.... akhirnya, Toaru kau sudah enakan? " tanya Kaji lewat alat komunikasi milik Toaru
"ya sedikit.... kepalaku masih pusing" jawab Toaru
"apa ada kendala? "
"kendalanya tidak terlalu besar" jawab Yuko,
"baiklah aku akan menghubungi kalian nanti lagi ok bye, oh dan jangan lupa rute kalian nanti adalah kota jadi berhati hatilah bye" Kaji lalu memutus sambunganya,
"oi Yuko"ucap Toaru
"hum.... "gumam Yuko
" tadi aku melihat tangan Gouki keluar uap, apa itu tidak apa apa? "tanya Toaru
" ya dia bilang itu tidak apa apa, itu terjadi karena sarung tanganya yang sudah mulai overheat namun masih dipaksakan"jawab Yuko
"maaf apa aku mengganggu? " tanya Gouki yang muncul dari balik pintu penghubung
"itu orangnya" ucap Yuko"mau apa kau kemari? "
"hanya minta diobati" jawab Gouki sambil menunjukan kedua tanganya yang memerah dan mengeluarkan uap yang samar,
"kemarilah" ucap Hannah,
Gouki lalu berjalan kearah Hannah dan duduk dengan kedua tanganya ia letakan diatas sebuah box,
"bagaimana bisa? "tanya Toaru kembali
"senjataku itu mudah sekali Overheat bahkan jika ku paksakan sarung tangan itu bisa meledak"
Hannah lalu membersihkan setiap luka yang ada dan membalut kedua tangan Gouki menggunakan perban,
"yosh terima kasih" ucap Gouki
"sama sama" jawab Hannah
"lalu bagaimana sarung tanganmu sekarang? "
"aku sedang mendinginkanya terlebih dahulu, .........untuk sementara aku akan menggunakan senjata biasa"Gouki lalu beranjak dari tempatnya dan berjalan kembali ke gerbong belakang,
dari kejauhan, dari dalam pepohonan nampak Lobo yang sedang terduduk mengawasi kereta itu, ia duduk diatas pohon sambil mengunyah sepotong daging Nicraw ditanganya, matanya hanya terfokus pada kereta itu,
" semoga kau baik baik saja Toaru"ucap Lobo.
__ADS_1