Trains:Bashina Resurrection

Trains:Bashina Resurrection
Dilema


__ADS_3

"oi memangnya kau tidak punya jam istirahat?kau sepertinya terlalu banyak minun kopi" ucap Minori yang melihat satu dus kopi kaleng dan mesin kopi dimeja Suibatsu,


"tidak ada..... " ucap Kaji dengan kantung mata yang mulai terlihat diwajahnya,


"berapa kopi yang telah kau minum? "


"7 Shot"


"kurasa lebih, " sambung Suibatsu


"kau sudah makan? " tanya Minori


"sudah"


"makan apa? "


"biskuit sandwich"


Minori lalu menarik kerah Kaji dan menyeretnya keluar ruangan, "Suibatsu kau gantikan Kaji dulu ya, nanti aku akan menggantikanmu"


Suibatsu hanya memberikan tanda "oke" kepada Minori,


"ayo bangun kau kukang" Minori lalu menampar Kaji guna membangunkanya namun Kaji masih saja mengantuk, akibatnya Minori terpaksa memapahnya,


"jangan pedulikan kami, teruskan pekerjaan kalian" ucap Minori ketika mereka dilihati oleh beberapa orang yang lewat,


sesampainya dikantin Minori lalu meletakan Kaji disampingnya,


"mau pesan apa? " tanya pelayan yang mendatangi mereka,


"aku mau jus apel kotak saja dan nasi ayam teriyaki, kau? "


"aku kopi americano 2 sh-" tiba tiba Minori menutup mulutnya,


"samakan saja pesanan kami berdua" ucap Minori sambil menutup mulut Kaji,


"baiklah saya ulangi pesanannya adalah 2 kotak jus apel dan 2 set nasi ayam teriyaki," Minori lalu mengangguk"baiklah mohon ditunggu"pelayan itu lalu berjalan kembali kedapur


"kenapa kau menutup mulutku? "tanya Kaji


" kau terlalu banyak meminum kafein, saatnya perutmu diisi makanan yang lebih bergizi"jawab Minori


Kaji lalu menyenderkan kepalanya dipundak Minori,


"eh? kenapa!? "


"ini mengganggumu ya? " Kaji lalu menaikan kepalanya kembali namun dengan cepat ditahan oleh Minori dan menaruhnya dipundak Minori kembali,


"tidak apa apa kau bisa tidur sepuasmu" ucap Minori


namun Kaji sudah keburu tertidur pulas dipundak Minori, Minori juga senang ketika melihat Kaji yang tertidur dipundaknya,


Sementara itu rumah sakit,


ruangan Akane nampak sedikit ramai saat itu, karena ketiga sahabatnya datang untuk menjemputnya pulang,


"kau yakin kau sudah baik baik saja? " tanya Vanya


"oh tentu, kau tahu aku ingin mengejutkan Toaru"

__ADS_1


"kau memang tak berubah ya, Akane"


"aku penasaran sekarang dia sedang apa? " Akane lalu menyeruput tehnya"aku merindukan masakanya"


Hutan.....


"oke jadi Jay ini beast? ah.... aku tidak mengerti"ucap Toaru sambil memahami isi berkas yang diberikan Lobo,


" oke pertanyaanya bagaimana caranya aku menrmukan bedebah ini"ucap Toaru,


tiba tiba ia mendengar suara langkah kaki dari belakangnya Toaru lalu menoleh dan melihat seekor Alpha sedang menyeret bangkai Abydos,


"Holy ****! " Toaru lalu berdiri dan bersiaga


namun hal aneh terjadi Alpha itu malah kabur terbirit birit ketika melihat Toaru berdiri,


"well itu cukup aneh"


Toaru lalu berjalan keluar gedung dan melihat suasana alam yang indah,"baru kali ini aku melihat keindahan seperti ini" tiba tiba tanpa sengaja Toaru menginjak sebuah lumut dan membuatnya tergelincir dan terjatuh ke tanah dengan sangat keras,


"ah! tangan ku!?! " ucap Toaru ketika melihat tangan kananya terputar 360 derajat,"apa yang harus kulakukan? "ia lalu mengingat perkataan Lobo tentang daging" ya benar..... aku harus makan, dan sekarang bagaimana caranya aku mencari makan dihutan selebat ini? "


ia lalu berjalan menyusuri hutan itu dan tanpa ia sadari ia nampak diikuti oleh seekor Abydos dari belakang nya,


DOME.....


Kaji yang baru saja menyelesaikan makan siangnya itu nampak sedikit senang,


"ohoh.... akhirnya aku makan makanan yang lezat" ucap Kaji sambil menyeruput jus apel didekatnya,


"memangnya markas tidak memberimu menu katering? " tanya Minori sambil menata piring miliknya agar terlihat rapih,


"itu mah kau saja yang makan berantakan" Minori lalu mengambil sebutur nasi dari pipi Kaji"lihat kan"


"ya..... " Kaji hanya bisa tersipu malu"oh ngomong ngomong bagaimana pekerjaanmu? "


"biasa saja.... hanya mengatur data saja dan statistik dinding Dome"


"lalu bukanya kau mengambil cuti? "


"ya aku mengambil cuti 4 hari namun itu tidak seru jika tidak ada kau"


"ada ada saja kau, " Kaji lalu teringat sesuatu yang seketika membuatnya murung,


"ada apa? "


"ini tentang Toaru "


"aku sudah mendengarnya, aku turut berduka"


"aku hanya bingung bagaimana menyampaikanya ke Akane, dia sangat mencintai Toaru bisa dibilang cinta mati, dan hanya Toaru yany bisa membuatnya cepat sembuh dari penyakitnya yang terkadang kambuh" Kaji lalu menggosokan tanganya di hidungnya,


"bagaimana untuk sementara kau rahasiakan dulu" ucap Minori


"bagaimana mau dirahasiakan jika berita itu sudah menyebar, kau saja tahu" ucap Kaji"lagipula nama Toaru sudah didaftarkan sebagai tentara gugur dengan terhormatkan"Kaji lalu menghela nafas,


"hadeuh..... aku bingung..... "


tiba tiba walkie talkie milik Kaji tersambung dengan walkie talkie milik Suibatsu,

__ADS_1


"ya Suibatsu!? "


"kau kenapa lama sekali..... perasaan aku makan siang tidak selama ini" ucap Suibatsu


"ohoh.... kau sudah lapar ya, baiklah tunggu kami sebentar oke" jawab Kaji ia lalu menutup sambunganya,


"ada apa? "


"Suibatsu sudah mulai bosan... lebih baik kita segera kembali keruangan operator "Kaji lalu menghabiskan sekotak jus apel yang ia pesan dan meremasnya,


mereka berdua lalu berjalan kearah meja kasir dan kembali terlibat adu mulut akibat mereka berebut mentraktir satu sama lain,


" dengar Minori aku yang bayar kau hanya cukup diam saja"


"enak saja aku kan yang mengajakmu jadi aku yang akan mentraktirmu"


Kaji lalu mengeluarkan uang namun saat mau diberikan kepada kasir Minori dengan cepat menyerobot dengan kartu kreditnya, Kaji lalu mengambil kartu kredit milik Minori dan melemparnya,


"hei! dasar kau! " ucap Minori yang kesal


"jadi siapa yang akan membayar? " tanya kasir itu


"shut up and take my money! " Kaji lalu meletakan uangnya di atas meja kasir itu,


sang kasir lalu menerima uang Kaji dan memberikan struk transaksinya kepada Kaji


"terima kasih telah mampir" ucap sang kasir


mereka berdua lalu berjalan kearah ruangan operator dan nampak wajah Minori yang masam ketika mengambil kembaki kartu kreditnya,


"kau kesal? " tanya Kaji


"tidak, kata siapa!? "Minori lalu membuang muka dari Kaji,


lantas hal itu membuat Kaji menghela nafas ia lalu berjalan kebelakang Minori dan secara tiba tiba ia membopong Minori,


" hei turunkan aku! "ucap Minori


" ayolah.... kau kan sedang kesal, anggap saja permintaan maaf"


Minori yang mendengar hal itu tersipu malu, wajahnya memerah


"aku tak menyangka bahwa Kaji akan senekat ini" batinya


Kaji lalu melanjutkan jalanya ke ruang operator namun ditengah jalan seseorang memanggil namanya dengan lantang,


"Kaji! "


Kaji lalu menoleh dan melihat Akane yang ditemani sahabatnya, Kaji yang melihat Akane seketika terdiam kaku,


"kenapa berhenti.... oh.... " Minori lalu ikut terdiam


"nampaknya kalian sedang kencan? " tanya Akane,


Kaji lalu menurunkan Minori dan tersenyum"tidak kami hanya jalan jalan biasa, kau sudah sembuh? "


"ya aku ingin mengejutkan Toaru, apa dia sedang sibuk? "


keringat dingin mulai mengucur dari dahi Kaji, ia nampak kebingungan bagaimana cara menjawab Akane yang belum tahu bahwa Toaru dikabarkan telah meninggal, Kaji dilema antara berkata jujur atau berbohong membuatnya semakin bingung trntang situasi ini.

__ADS_1


__ADS_2