
"Kaji..... " ucap Yuko sambil memandangi pemandangan indah nan mengerikan itu,
"ini aneh maksudku, baru kali ini para Abydos itu berada didanau" ucap Kaji
"apa solusinya? "
"kami akan melajukan kereta namun sesampainya di ujung jalan tepatnya di stasiun kota Jyudai kalian akan diberhentikan,"
"kenapa? "
"karena mesinya akan over heat jika terus dipaksakan maka ujung ujungnya akan meledak" ucap Kaji
"uhm Yuko... "ucap Toaru sambil menarik narik lengan baju Yuko
"tunggu sebentar Toaru"jawab Yuko yang masih sibuk dengan ocehan Kaji
" YUKO BENTURAN! "teriak Toaru
" hah?!? "
seekor Abydos secara tiba tiba membentur dinding kereta, hingga membuat kereta hampir terbalik, dikarenakan air yang sedang pasang jembatan yang aslinya tinggi menjadi sangat dekat dengan permukaan air,
"waw itu baru serangan" ucap Yuko
"semuanya tidak apa apa? " tanya Toaru
"aku memerlukan bantuan disini! " ucap Hannah yang tertimpa box suplai,
"baiklah tunggu sebentar"ucap Toaru
" syukurlah kereta ini masih bisa berjalan"ucap Yuko, namun baru selesai Yuko berbicara secara perlahan kereta itu melambat dan berhenti tepat ditengah tengah danau,
"uhm Kaji kenapa berhenti? "
"terjadi kerusakan dimesin namun tenang Bima akan membetulkanya"
"bagaimana bisa tenang!? sedangkan kita sedang ditengah sarang Abydos! ya... memang sudah dipinggir sih tapi kan"
"kumohon lindungi kereta, " ucap Kaji"jika kau memerlukan senjata kau bisa ambil di box yang memiliki logo Neimos, "
"hah terserah kau" Yuko lalu melihat Bima yang sedang berjalan dilaur kereta kearah Lokomotif,
"oi Toaru ayo" ucap Yuko sambil berjalan turun dari gerbong disusul oleh Toaru, diluar nampak langit yang sudah mulai gelap,
Yuko dan Toaru lalu mrnghampiri Bima yang sedang mengutak ati mesin kereta,
"kau pernah membetulkan kereta sebelumnya? "
tanya Toaru
"ya dulu pernah, kalian mau membantu? "
"ya tentu ka-"
ucapan Toaru terpotong ketika suara raungan Abydos kembali terdengar dari dalam danau,
"Bima kau fokus membetulkan saja" ucap Toaru,
"ingat Toaru jangab fokus pada suarany" ucap Yuko yang pandanganya terpaku dengan permukaan air yang sunyi,
"Yuko aku mendeteksi medan gerak disekitar Toaru" ucap Kaji
__ADS_1
"baiklah" jawab Yuko
namun jauh didalam alam bawah sadar Toaru ia merasakan bahaya dari sisi Yuko,
"awas belakangmu" ucap suara samar samar di pikiran Toaru,
"hah suara apa ini? " batin Toaru
"awas belakangmu" suara itu terus menerus menghantui pikiranya,
"oi Yuko....... " ucapany berhenti ketika melihat bayangan Abydos sedang berenang dibawah air yang tenang, Abydos itu nampak berenang dengan kencang,
"AWAS YUKO! " Toaru lalu mendorong Yuko ketika Abydos itu melompat dari bawah air, alhasil Toarulah yang diterjang oleh Abydos menggunakan rahangnya yang kuat,
"Toaru! " teriak Yuko sambil berlari kearah pinggir jembatan berharap bisa melihat Toaru dari atas
"oh sial kawan, Kaji!"panggil Yuko ke Kaji
Kaji yang mendengar hal itu hanya bisa terdiam kaget, ia belum kepikiran bahwa sahabatnya akan tumbang sebegitu cepatnya,
Yuko lalu melepas semua senjatanya dan berniat melompat namun saat ia mau melompat, Mike dengan berlari berhasil menggagalkan usahanya itu,
" cukup Yuko, kita cukup kehilangan satu orang saja"ucap Mike
SEMENTARA DIBAWAH AIR
nampak tubuh Toaru yang secara perlahan tenggelam kedalam danau nan gelap, namun anehnya para Abydos tidak memakanya melainkan hanya mengitarinya,
UNDERVOID
"bangun juga kau" ucap Lock yang sedang duduk di sebuah kursi sedangkan Toaru sedang terbaring dilantai putih nan hampa,
"apa maksudnya tadi? "tanya Toaru"kenapa aku bisa tahu"
"insting? apa maksudmu aku malah tidak mengerti"
"itu adalah instingmu yang akan terus memperingatimu, kita ini adalah dewa, Toaru.... "
"hah dewa? "
"ya benar namun kita terbagi menjadi dua dan kekuatan dewa sepenuhnya ada padaku"
Toaru lalu berdiri dan mengusir Lock dari tempat duduknya,"minggir... kau ini hanya pikiranku"ucap Toaru
"oh ya? lalu bagaimana caranya aku bisa mengehentikan para Abydos disekitar kita ini tidak memakan jasadmu"
"sudahlah malas aku bicara denganmu" ucap Toaru,
"woy jangan memotong pembicaraanku! "
BAWAH AIR
mata Toaru lalu terbuka secara perlahan ia lalu terdiam ketika melihat para Abydos sedang berenang mengitarinya, tubuhnya lalu terangkat secara perlahan,
"kenapa mereka tidak memakanku? " batinya, ia lalu melihat tangan kananya yang terluka bahkan sampai mengeluarkan darah, tubuhnya lalu mengambang dipermukaan,
Ibachiba city
nampak 3 orang mistrius sedang duduk santai membicarakan sesuatu disana ada Jay dan 3 orang bertudung,
"kau yakin Lock akan memenuhi janjinya!? " tanya seorang gadis yang sedang berbaring diatas kasur melayang buatanya,
__ADS_1
"aku tidak tahu.... namun tenang saja" jawab Jay
"waktu kita tidak banyak Jay" jawab seorang pria dengan wajahnya yang penuh luka tebasan dan bakar,
"aku akan melakukan yang terbaik... demi madam! dan demi kebangkitan kita" jawab Jay
"Lock yang malang... namun bagaimana jika kau yang dibunuh Ja-chan! " ucap seorang pria berambut abu abu dengan senapan besar di punggungnya senapan itu cukup mengerikan dikarenakan materialnya yang terbuat dari tulang manusia,
Jay yang mendengar hal itu hanya terdiam
"kau tahukan pemilik tubuh itu sangatlah kuat, Lock sudah berulang kali membujuknya dan tidak ada hasil majunya," pria itu lalu menumpu kepalanya menggunakan kedua tanganya"lalu bagaimana jika kau mati, kami pasti akan merindukanmu Jay-chan! "pria itu lalu tersenyum dan nampaklah sebuah mata robot di bagian pipinya,
" sudahlah Matarel, Jay tidak selemah itu"ucap si bocah
"aku hanya menerka nerka," jawab Matarel,"oi Veela apa kau akan membantu Jay-chan? "
"tentu tidak, madam kan tidak menugaskan ku" jawab gadis itu"aku lebih baik rebahan dimatrasku ini"
Matarel lalu menatap pria bertudung yang sedari tadi hanya terdiam"eh? Lobo-san kau dari tadi diam saja"
"aku hanya lelah" jawab Lobo
"Lobo-san lelah, Lobo-san lelah, kalau begitu istirahatlah" ucap Matarel dengan nada ceria,
"lagi pula ini sudah malam, aku harus segera kembali, ayo Veela kita pulang" ucap Matarel sambil menarik narik kasur melayang milik Veela
"ah aku malas.... baru saja sampai"
"madam memanggil kita"
"eh apa!? baiklah ayo kita pulang" jawab Veela dengan semangat
"huhm dasar" ucap Matarel sambil menggelengkan kepalanya,
Veela lalu naik ke punggung Matarel dan secara perlahan munculah sepasang sayap besar berwarna hitam dipunggungnya
"yosha kami pergi dulu sampai jumpa" ucap Veela
"bye bye Jay-chan" sambung Matarel mereka lalu terbang entah kemana diikuti oleh Jay yang melambaikan tanganya,
"kuharap mereka selamat sampai tujuan" ucap Jay
tanpa Jay sadari Lobo dengan cepat sudah menyiapkan peta dan alat tulis untuk mereka menyusun rencana,
"dengar.... aku tidak akan membantumu nanti jadi kita hitung rencananya matang matang! " ucap Lobo,
Jay lalu duduk dengan rapih namun secara tiba tiba tangan Lobo dengan cepat menangkap seekor ugwings yang terbang rendah,
"kau mau? " tanya Lobo sambil merobek tubuh Ugwings itu
"tidak sekarang" jawab Jay
mulut Lobo lalu berubah menjadi moncong serigala dan melahap mahkluk itu dengan nafsunya
"uhm kita akan hancurkan rel disebelah sini" ucap Lobo sambil mengunyah daging Ugwings dimulutnya"alhasil kereta akan memutar kearah sebelah sini"Lobo lalu menunjuk sebuah titik dan melingkarinya dengan spidol yang ia temukan entah dari mana,
"hmm... lalu aku akan menyerang Lock disini
... begitu? "
"yap kau benar, lalu aku akan menyibukan sisanya dengan Alpha" Lobo lalu mengeluarkan tulang belulah Ugwings yang ia makan,
__ADS_1
"Alpha ku akan mengawasi mereka kau cukup diam saja, namun ingat..... kau tahu bayaranya kan, masa laluku"
"ya dengan senang hati, kupikir hanya kau yang ingin tahu tentang masa lalu tubuhmu Lobo" ucap Jay, Lobo lalu melompat jatuh dari atas gedung meninggalkan Jay sendirian diatas sana.