Trains:Bashina Resurrection

Trains:Bashina Resurrection
Go to the outside


__ADS_3

sore hari nampak banyak pasukan saling berlari kesana kemari mereka nampak membawa banyaj barang dipunggung mereka, sementara itu dekat dengan kereta nampak para tim yang sedang membahas kembali misi mereka,


"semuanya dimengerti? "tanya Serdan Hylen


"siap mengerti" ucap semua serentak


"bagus, jika ada yang gugur minimal bawa barangnya sebagai penghormatan, misi ini sangatlah penting yang kita selamatkan bukan hanya 1 orang namun 1 juta orang," sang sersan lalu mengambil sebatang cerutu dari dalam kantongnya"kalian semua adalah harapan, bubarkan"Sersan lalu berjalan kearah kantornya,


"oy Namikawa Yuko" panggil Mike


Yuko lalu menoleh kearah Mike yang memanggilnya"ada apa? "


"kita belum berkenalan" ucap Mike


Yuko lalu berjalan mendekati Mike"oh yang benar? "


"bocah samurai, dengan Katana uniknya" ucap Mike


"kau bisa saja, "


"lama tak bertemu kawan" ucap Mike sambil memeluk Yuko, ia lalu mengambil katana milik Yuko,"kau mengupgradenya? "


"tidak.....itu sama seperti dulu"ucap Yuko


" berarti kau masih bisa memanggang barberque di pedangmu"


Yuko lalu mengambil kembali Katananya,


"tentu saja masih"


"ya sudah aku harus membereskan barang bawaanku"ucap Mike


Mike lalu berjalan menjauh dari Yuko


" hmmph.... kuharap kereta ini bisa bertahan nanti"


"Yuko!!! "panggil Misaki dari kejauhan


Yuko lalu memalingkan kepalanya kearah Misaki dan melihat Misaki yang sedang melompat kearahnya,


" Tunggu Misaki!!! "Misaki lalu mendarat di gendongan Yuko, dan hal itu membuat Yuko hampir terjatuh" kau ini!!! dasar"


"aku hanya ingin mengunjungi my Yuko"


Gouki. Kyle dan Mike yang mendengar Yuko dipanggil seperti itu tertawa terbahak bahak


"hahahahahahaha"


"oy Kalian diamlah! " bentak Yuko, ia lalu menatap mata Misaki


"kenapa? " tanya Misaki


Yuko lalu memeluk Misaki dengan erat, Misaki yang tahu bahwa Yuko tidak mau berpisah denganya membisikan sesuatu


"suhhs.... jangan panik sayang.... kita pasti akan bertemu lagi"


"aku tidak panik..... aku hanya merindukanmu"


"eh? kau kan belum jalan bagaimana bisa sudah rindu?"


Yuko tidak menjawabnya dan hanya memeluknya selama mungkin, sampai sebuah pintu terbuka lebar membuar semua perhatian teralihkan ke orang yang berada di pintu itu,


orang itu nampak membawa sebuah Katana dipunggungnya dengan jaket kulit bermotif bagian tengah wajah monster,


"maaf terlambat" ucap Toaru dengab santainya,


"eh? " Kaji yang bingung langsung menghampiri Toaru"kau benar Toaru? setauku Toaru tidak pernah menginkari perkataanya"


"ooy aku ini juga manusia, lagi pula Akane sudah baikan dan menyuruhku ikut", Toaru lalu tersenyum dan berjalan masuk kedalam peron stasiun,


" dasar bocah ini"ucap Yuko sambil berjalan mendekati Toaru disusul oleh Kaji, mereka lalu saling berpelukan,


"lengkap sudah tim kita" ucap Kaji


"Sayang! bagaimana foto dulu? "


Yuko lalu mengangguk


"eh? foto memangnya kita mau pergi piknik" ucap Toaru

__ADS_1


"sudah ikuti saja kita tidak tahu ini pertemuan terakhir kita kan? " jawab Yuko mereka lalu berfoto bersama dan tak lupa menyambungkan setiap motif jaket mereka dan terlihat seperti wajah monster,


"bagaimana? " tanya Yuko


"bagus, kau sangat tampan" ucap Misaki


wajah Yuko perlahan berubah menjadi merah merona, tak berselang lama terdengar bunyi suara pengumuman


"System starting! seluruh tim disegerakan memasuki setiap gerbong, diulangi seluruh tim disegerakan memasuki setiap gerbong! "


semua tim lalu bergegas memasuki setiap gerbong keretanya masing masing,


"ini akhirnya" ucap Yuko


lalu Misaki dan Yuko saling berciuman mesra sambil dilihar oleh kedua sahabatnya itu,


"oh andaikan aku punya pasangan, untung ada yang senasib" ucap Kaji sambil melihat Toaru


"apa? aku sudah punya"


"tapi kan kau tidak melakukanya kan? "


"kata siapa aku tidak melakukanya"


seketika Kaji terdiam"sial"batinya,


Yuko lalu menghampiri Kaji dan Toaru,


"oey Kaji kita akan pergi sekarang,komandoi kami dengan baik oke" ucap Yuko


"jaga kesehatan dan berhati hatilah" sambung Toaru


"bukankah aku yang harusnya bilang begitu,"


mereka bertiga lalu melakukan TOS perpisahan


"sampai jumpa kawan"Toaru dan Yuko lalu berjalan masuk kedalam gerbong meninggalkan Kaji yang masih berdiri disana,


didalam gerbong mereka sudah diperlihatkan puluhan kotak suplai yang akan mereka antarkan


Kaji lalu melihat jam tanganya


"Kaji! tunggu dulu,aku cuman mau bilang aku menyukaimu!" ucap Minori


"yo! ada apa sih!? " teriak Kaji sambil menepuk nepuk celananya


"loh kau tidak ikut mereka" seketika wajah Minori memerah,


"aku ini kan tim komando, oh kau tadi bilang apa" belum selesai ia bicara sebuah sepatu mendarat dengan mulus diwajahnya


"lupakan saja"


"oy itu sakit tahu!! " bentak Kaji


"itu kan karenamu!!!! "


"oey apa salahku hah!!? "


"pokoknya ini salahmu!!! "


mereka lalu bertengkar, sementara itu didalam gerbong nampak Toaru yang terus memandangi foto Akane sampai ia merasakan sebuah aura dingin berada di dekatnya,


"tunggu sebentar" batinya, ia lalu membuka sedikit jendela dan mengintip dari bagian kecil itu, namun disana hanya ada pekerja, kontraktor dan Minori yang sedang bertengkar dengan Kaji,


"mungkin hanya firasat anehku" batin Toaru,


tak berselang lama mesin kereta lalu dinyalakan oleh pihak komando,


"System starting" ucap Kaji sambil terus mengutak atik tombol didepanya,


"Suibatsu sekarang!"


"machine upper support on" ucap Suibatsu


"izin membuka pintu palka! " ucap Kaji lewat walkie talkie


"laksanakan"jawab Sersan hylen


"siap laksanakan"Kaji lalu membuka setiap penutup tombol pintu palka dan bersiap menekan

__ADS_1


" sekarang! Suibatsu"


"dimengerti, kereta BR siap dijalankan," Suibatsu lalu mendorong tuas yang membuat kereta seketika berjalan, sorakan penyemangat dari para pekerja mengiringi keberangkatan kereta itu,


"memasuki palka 1" ucap Kaji"pintu dibuka! "


"memasuki palka 2, pintu dibuka"


"memasuki palka 3 pintu dibuka"


"memasuki palka 4, pintu dibuka"


"memasuki palka 5 pintu dibuka"


"memasuki palka akhir pintu dibuka," Kaji lalu menarik nafas dalam dalam


"semoga kalian berhasil, semua pintu palka ditutup, kereta siap berjalan menuju Daeki!" ucap Kaji


Kaji lalu terduduk dikursinya sambil menghela nafas,"oke perjalanan masih panjang"


"Yuko! kau mendengar ku? " ucap Kaji melalui alat komunikasi komputernya


"terdengar jernih," jawab Yuko


"baiklah, Toaru kau mendengarku? "


"sama seperti Yuko" jawab Toaru


"bagus... Hannah kau mendengarku? "


"cukup terdengar disini" jawab Hannah


"bagus... mulai sekarang aku yang akan mengkomandoi kalian bertiga, mengerti? "


"mengerti" jawab mereka bertiga serentak,


SEMENTARA ITU DIDALAM GERBONG


"tunggu sebentar siapa itu Hannah? " tanya Toaru


"dia cewek sendiri di tim ini" ucap Yuko sambil menyalakan penghangat atau Heater dipunggung bilah Katananya,


"huh hangat"


"oh.... "


"hai apa kalian Yuko dan Toaru" ucap Hannah yang muncul tiba tiba dari gerbong belakang, dan membuat mereka berdua terkaget,


"oh ****! " kaget Yuko sampai terjatuh


"kukira sadako! " kaget Toaru yang nampak panik,


"aw panas" ucap Yuko yang baru tersadar bahwa Heater Katananya belum dimatikan"kenapa? "tanya Yuko sambil mengibas ngibas tanganya yang terkena Heater,


" boleh aku bergabung? "tanya Hannah" kalian keberatan? "


Yuko dan Toaru lalu saling bertatap tatapan,


"ya kau boleh" ucap Yuko


"apa!?"kaget Toaru


"ya kau boleh disini"


"benarkah? baiklah aku akan mengambil senjataku sebentar" Hannah lalu berjalan kembali ke gerbong belakang


"tunggu bukankah aku bilang tidak boleh" ucap Toaru


"hah kapan? "


"tadi waktu kita bertatap tatapan"


"oh wajahmu menunjukan belas kasih jadi kubolehkan"


"benar juga ya" Toaru lalu terdiam sampai sebuah guncangan terjadi, tepatnya guncangan itu terjadi diatas mereka, mereka berdua lalu berdiri,


"Yuko Toaru! sebuah serangan terjadi bersiap siaplah! " ucap Kaji


Toaru lalu mengeluarkan Katananya dan mereka berdua juga memasang posisi menebas,

__ADS_1


"ini saatnya" ucap Yuko sambil menyalakan Heaternya.


__ADS_2