Trains:Bashina Resurrection

Trains:Bashina Resurrection
The 9 horns


__ADS_3

BRAKKKK!


tubuh Tatami tergeletak diatas tanah, wajahnya nampak bonyok akibat dipukuli bertubi tubi oleh Gouki, sementara kondisi Gouki juga memprihantinkan mulutnya tak henti membatukan darah dab jari jarinya yang sedikit retak ia terduduk diam bersandarkan tembok Sel disana,


"huh... huh... huh... aku berhasil Kyoko" ucap Gouki


"Oi kau baik baik saja? " tanya Hannah yang kembali dengan beberapa alat medis


"menurutmu? "


"diam disitu jangan banyak bergerak, aku akan mengobatimu"


"memangnya aku mau kemana? " batin Gouki


Hannah mulai membersihkan luka Gouki secara perlahan,"oke 3 jarimu patah, jadi harus kuperban"


"lakukan sebisamu saja"


Hannah mengambil tisu basah dan mengelap beberapa bercak darah diwajah Gouki secara perlahan, namun tanpa disengaja mata mereka saling bertatapan dan membuat mereka berdua malu,


"sudahlah lanjutkan saja pekerjaanmu"


"baiklah"Hannah kembali membersihkan noda darah diwajah Gouki seperti tadi,


" kau wangi"


"ups... terima kasih" jawab Hannah"sekarang tinggal membereskan lukamu yang berada dikaki"


"hei terima kasih"


"sama sama" jawab Hannah yang sibuk menjait luka Gouki"setelah perang ini berakhir bagaimana jika minum? "


"kau yang traktir"


"hih!? bayar sendiri sendiri lah.... "


"Auw..... " rintih Gouki ketika Hannah mengangkat sedikit kakinya untuk diperban,


"kau kesakitan? tadi saat ku jahit kau biasa saja"


"sepertinya tulang ku retak"


"makanya ku perban dulu baru kita naik dan mencari tongkat untuk mu"


"oke"


lantai atas


"Toaru! " ucap Yuko ketika mendobrak salah satu pintu namun nihil keberadaanya disana,


"kurasa itu pintu terakhir kita" ucap Kyle sambil menunjuk ke sebuah pintu dipojok ruangan,


"minggir.... ini menggunakan kunci yang berbeda" Mike menembak engsel pintu tersebut dan menendangnya dengab keras,


mereka masuk dengan perlahan namun pasti, didalam ruangan itu hanya terdapat meja dan kursi,


"Toaru! " teriak Sakuya ketika melihat Toaru tergantung di sebuah sel kaca,


"oh ya ampun" Yuko dengan segera menghampiri sel Toaru"ini kaca anti peluru"


"kita tembak ke satu titik secara bersamaan" Mike mengarahkan senapanya kearah kaca,


diikuti dengan Kyle menggunakan pistolnya,puluhan peluru ditembakan bertubi tubi kearah titik kaca yang direncanakan,


"giliranku" Yuko lalu menendang kaca yang sudah retak itu hingga hancur,"Mike bantu aku menurunkan Toaru"


mereka meletakan Toaru diatas lantai dan mencoba membangunkanya mereka juga melepaskan borgol aneh dikedua tangan Toaru, namun tanpa mereka sadari Jay sudah berdiri dibelakang mereka


"halo tuan tuan" ucap Jay sambil tersenyum,


mereka semua segera berpaling kearah Jay yang berada dibelakang mereka,


"mencoba merusak rencana ku? " tanya Jay


"kau.... dasar bajingan"jawab Yuko


tiba tiba saja tubuh Jay berpindah kehadapan Yuko dan memukulnya hingga menembus tembok disana,


" Lari! " teriak Mike


mereka lalu melarikan diri dari tempat itu sambio membawa Toaru bersama mereka,


UNDERVOID

__ADS_1


"Toaru bangun! " suara suara itu terdengar diseluruh penjuru langit,


sementara nampak Toaru yang tanganya terantai sebuah rantai panjang,"aku harus keluar dari sini"


rantai itu ditarik oleh Toaru sekuat mungkin"rantai bajingan itu tidak akan kuat menahanku! "


2 jam sebelumnya,


"hah.... hah... hah... bagaimana kau bisa masuk kedalam sini? " tanya Toaru yang kelelahan


"ini mudah.... walaupun aku berhasil menguncimu diluar bukan berarti aku menang" jawab Jay


sebuah menara muncul tepat dibelakang Toaru dan disaat ia menoleh dari atas menara 2 buah rantai mengikatnya dengan cepat,


"dengan ini kau telah betul betul kusegel, yasudah Ja ne"


UNDERVOID


"bajingan itu mengunciku disini" ucap Toaru sambil terus menggerakan tubuhnya agar bisa terlepas,


"TOARU SADARLAH" suara teriakan Sakuya terdengar dilangit langit dimensi itu,


"ini aku sedang berusaha"


Dunia nyata


"kesini! " ucap Kyle


mereka menaiki tangga kelantai atas sementara Jay masih mengejar mereka dengan berjalan,


"hah apa yang terjadi? " batin Yuko yang terbangun dengan kepala yang berdarah"aku rasa kakiku mati rasa"


ia mencoba berdiri namun suara kretek justru terdengar dari punggungnya


"Auw punggungku.... auw... " pistol Kyle yang terjatuh diambil oleh Yuko,


"tunggu kawan kawan, aku datang" ucap Yuko dengan jalanya yang terpincang pincang


LANTAI ATAS


"masuk ke lemari ini"ucap Kyle yang membuka sebuah lemari baju


"tapi ini sangat kecil"protes Sakuya


"baiklah"


mereka bertiga lalu saling berdempetan masuk kedalam lemari itu, Mike mengoleskan noda darah kelantai dan membuatnya memanjang untuk pengalihan setelah itu barulah ia ikut masuk, tak berselang lama suara langkah kaki mulai terdemgar,


"cepat semuanya kearah sini....! " teriak seorang pria dengan kerumunan orang dibelakangnya berlari kearah tangga lantai bawah,


"kak pantatmu bau" bisik Mike


"sudah lah diam" jawab Kyle


"apa sudah sepi? " tanya Sakuya


"sepertinya belum, kita tunggu sebentar lagi"


Lantai bawah


"tembak dia! "


DOR DOR DOR


"sialan kenapa aku diberikan musuh sekuat ini? " batin Yuko yang berlindung dibalik tembok, sebuah granat menggelinding kebawah kaki Yuko,


"ah aku benci ini" Yuko dengan segera melompat namun ia terhempas oleh gelombang granat tersebut,


"tangkap dia! "


"sialan orang orang ini"


DOR DOR!!


seorang tentara tersungkur ketanah setelah Yuko menembaknya beberapa kali, senapan dan rompi Yuko ambil dan ia kenakan, sebuah kotak kayu ia lempar keatas sebagai pengalih perhatian sementara ia meluncur dan menembaki kaki beberapa tentara,


"ADUH KAKIKU TERTEMBAK! "


"bagus..... lah" batin Yuko


"berhentilah Yuko!" ucap Rohan


"bajingan Rohan itu"

__ADS_1


"bagaimana jika pertarungan yang fair? " tanya Rohan


"oh benarkah? bagaimana aku yakin? "


"SENJATA TURUN! " sebuah pisau ia lemparkan kedekat Yuko"kau dan aku satu lawan satu"


Yuko mengintip sedikit kearah Rohan dan ia melihat Rohan yang hanya memakai baju biasa saja tanpa rompi sedikitpun, dengan begitu Yuko langsung mengambil pisau yanh diberikan Rohan dan berjalan kearahnya,


"begitu dong"


"kita selesaikan ini dengan cepat? "


"secepatnya"


keduanya sudah memegang sebuah pisau ditangan mereka masing masing,


"fokus Yuko lawanmu ini bukan orang biasa" batin Yuko


"berhati hatilah Rohan... musuhmu ini tentara terlatih" batin Rohan,


LANTAI ATAS


"apakah sudah aman? " tanya Sakuya


"sepertinya sudah"


"bagaimana dengan moster itu? " tanya Mike


"maksudmu yang tadi? "jawab Kyle


" iya benar"


"aku tidak me-"


belum selesai Kyle menyelesaikan perkataanya tangan Jay menerjang masuk kedalam lemari dan menarik Kyle keluar,


"KYLE!!! "


mereka semua segera keluar dari lemari itu dan melihat Kyle dicekik oleh Jay dengan tanganya yang besar, Mike dengan cepat langsung menarik pelatuk senapanya sementara Sakuya berlari menyeret Toaru kebelakang,


"tidak secepat itu" ucap Jay


tiba tiba saja tembok dibelakang Sakuya bergerak menutup akses ke tangga darurat, tubuh Kyle juga dilempar kearah Mike hingga membuat mereka berdua tersungkur,


"hai kak"


"jangan bercanda" jawab Kyle


tatapan mereka terfokus kearah Jay yang berdiri diujung lorong dengan wujud yang sudah setengah monster, suasana menjadi sangat mencekam,


"kalian! mahkluk rendahan menghabiskan waktu ku saja" Jay mengulurkan tanganya dan mencuatlah 2 buah tulang tajam dari dalam tanganya itu,


"kak.... "


"aku tahu, kita semua akan mati" ucap Kyle


"BINASALAH KALIAN MAHKLUK RENDAHAN!!!! "


mendengar hal itu Kyle langsung memeluk Mike, Sakuya dan Toaru guna melindunginya lalu 2 tulang tersebut melontar dengan kencangnya kearah mereka, mereka semua menutup mata mereka sambil berdoa


JLEBBBB.......


darah menetes dari ujung tulang itu mengenai dahi Mike,


"kak... aku sangat menyayangimu" ucap Mike sambil memeluk Kyle dengan erat mengira bahwa kakaknya itu sudah mati


"Mike diam... aku masih hidup"


"eh? yang benar? lalu darah siapa ini...... " mata Mike terpaku ketika melihat siapa yang berdiri melindungi mereka,


"kalian tidak apa apa? " tanya Toaru dengan 1 tulang menusuk dada kananya dan satu lagi tangan kirinya,


"eh bagaimana bisa? "


"Toaru kau berdarah! " ucap Mike


"Toaru-kun hidup kembali.... " batin Sakuya dengan rasa senang,


"bagaimana bisa kau terlepas dari rantai itu hah!?"


tanya Jay dengan marah


"rantaimu tidak begitu kuat" sekarang giliran Toaru yang tersenyum melihat Jay ,

__ADS_1


__ADS_2