Trains:Bashina Resurrection

Trains:Bashina Resurrection
Gouki senda


__ADS_3

kereta terus melaju menyusuri kota mati pada siang hari itu,cuaca yang terik tidak menguburkan semangat para monster untuk menyerang kereta itu,


"awasi bagian kirimu Gouki! " ucap Bima sambil menembaki beberapa Nicraw yang berlari kearah mereka,


"HAH....... senapan itu buruk" ucap Gouki sambil melepaskan senapanya"aku berjanji aku akan mengambil kembali Knuckle miliku"batinya


seekor Nicraw lalu melompat masuk dan menyerangnya,


"tudak semudah itu kawan" Gouki lalu memukul Nicraw itu menggunakan Knuckle kecil miliknya, Nicraw itu lalu mati seketika,"oi Bima bagaimana kalau kita membuat kesepakatan"


"hah? "


"aku akan menyerang yang didlalam dan kau menye-" belum selesai ia bicara tiba tiba kereta memasuki terowongan panjang kota Yeka, angin yang berhembus daro terowongan membuat secarik foto wanita di kantong celana Gouki terbang,


"eh heh.... Bima tolong foto itu" ucap Gouki sambil berlari kearah Bima mencoba menggapai foto itu,


namun dengan mudahnya Bima menggapai foto itu, dan sempat melihatnya"gadis yang cantik? adikmu? "tanya Bima sambil memberikan kembali foto itu


" hanya pacarku"


"wuih! Gouki sudah punya pacar!? tidak mungkin"


"itu mungkin! memangnya aku ini siapa"Gouki lalu menyimpan kembali foto itu didalam saku celananya,


" kalian tinggal bersama? "


"tidak...... dia sudah tiada Bima-san" ucap Gouki sambil menundukan kepalanya


"ya ampun, maafkan aku, aku turut berduka"


"terima kasih, tapi aku sudah bisa menerima kepergianya lagi pula dia tiada 3 tahun yang lalu jadi itu sudah cukup lama" tiba tiba memory masa lalu Gouki terputar kembali diotaknya, membuat ia terdiam sejenak,


9 tahun yang lalu


GOUKI 17 tahun


"hah..... sangat membosankan...... kenapa aku harus sekolah.... " ucap Gouki yang duduk dikursi sebelah jendela,


"oy Gouki! "


"oh itu Makoto, " Gouki yang tadinya terduduk lesu langsung berdiri"kalian mau ke pinggiran Dome? "


"iya betul! kau mau ikut tidak? "


"aku ada sekolah"


"bolos saja.... sepi jika tidak ada dirimu" ucap seorang anak laki laki yang satunya,


Gouki lalu berpikir sejenak"baiklah aku akan turun! "


ia lalu mengemasi barangnya dan secara tiba tiba& sebuah bento diletakan diatas meja belajarnya,


"tada! ini untukmu, kubuatkan dengan setulus hati! " ucap Kyoko seorang gadis berambut pendek,


Toaru lalu menaruh kembali tasnya dan berdiri menghadap jendela"oi! Makoto! kupikir pikir lagi, aku harus sekolah! supaya pandai"


"eh kenapa tiba tiba begitu? "


"palingan ada gadisnya dikelad itu"ucap Makoto" ya sudah! kalau kami menemukan hal keren akan kami beritahukan"mereka semua lalu berjalan meninggalkan Gouki didalam gedung sekolah,


"siapa? "tanya Kyoko sambil menaruh tasnya dikursi yang bersebelahan dengan Gouki


"Makoto, dan kawan kawanku" jawab Gouki


"kau mau membolos ya? " ucap Kyoko"teganya kau, padahal sudah kubuatkan Bento! "


"eh? tidak kata siapa aku ingin membolos"


"kata Ryoji tadi" ucap Kyoko


Gouki lalu menatap Ryoji dengan sebal,


"apa!? " ucap Ryoji yang tak nyaman ketika ditatap oleh Gouki"kan kau sendiri yang bilang tadi, bahkan kau sampai mengemasi barangmu"


"cih...... dasar kau! mata empat sialan! " ucap Gouki yang kesal"mulut bebek! "

__ADS_1


tak lama kemudian datanglah seorang cowok berbadan tinggi bernama Kugisaki,dia adalah sahabat Gouki,


"beli apa saja kau? " tanya Gouki


tanpa basa basi Kugisaki dengan tepat melempar sebungkus roti melon ke meja Gouki,"untukmu kawan"ia lalu duduk di kursi yang berada didepan meja Gouki,


"aku tidak dibelikan? " tanya Kyoko


"mintalah ke pacarmu! ye.... " jawab Kugisaki dengan nada sebal,


Gouki lalu merobek rotinya menjadi dua dan memberikan salah satu potonganya ke Kyoko,


"terima kasih" ucap Kyoko


"oy Gouki-san kudengar ada anggota geng motor yang sering mampir ke taman akhir akhir ini" ucap Kugisaki"dan kau tahu? kalo Kagami babak belur dihajar mereka"


"ya aku sudah dengar semuanya,"


"jadi? kau mau ikut? "


"tidak..... "


"kenapa? "


"itu adalah salahnya Kagami bukan mereka, Kagami duluan yang mencari masalah, untuk apa kita membela orang yang salah," jawab Gouki lalu memakan roti melon yang ia pegang,


"dih!? kau tidak setia kawan ya? "


"sejak kapan aku tidak setia kawan? kan itu salah dia"


"benar juga sih," Kugisaki lalu melihat salah satu teman kelasnya menaruh prnya diatas meja,"eh! Gouki-san aku lu-"


"tenang aku sudah mengerjakanya" potong Gouki sambil menaruh buku tulisnya diatas meja,


"wuih.... terima kasih Gouki-san" jawab Kugisaki ia lalu membuka buku tulis Gouki dan terdiam sejenak


"eh..... Gouki-san nampaknya kau salah memberiku buku, ini buku fisika"


"eh? " Gouki lalu membuka tasnya dan mencari buku yang benar,"nih..... "ucap Gouki sambil memberikan buku yang benar,


"EH!!!!!!..... MASA? " Gouki lalu mengambil buku itu dan membaca semua isinya


"hari ini kan tidak ada pelajaran sejarah, "


"jangan jangan bukunya tertukar! " ucap Gouki, ia lalu teringat kembali saat ia membereskan buku dengan terburu buru malam tadi,


"yap..... saatnya terima nasib" ucap Kugisaki"tenang Gouki-san aku akan menemanimu diluar kok"


"sialan padahal aku sudah susah susah mengerjakanya tadi" ucap Gouki yang kesal


tak berselang lama bel pun berbunyi, semua murid mengumpulkan hasil PR mereka kecuali Gouki dan Kugisaki,


"Gouki senda dan Haru Kugisaki berdiri diluar sekarang! "ucap sang guru


mereka lalu berdiri diluar kelas,kadang kadang mereka berdua saling menjahili satu sama lain,


" oy Gouki-san kau mau ke kedai ramen sore nanti?"


"hmmm..... boleh juga, nanti akan kuajak Kyoko"jawab Gouki ia lalu mengintip kedalam kelas dan melihat Kyoko yang sedang fokus belajar, Kyoko lalu melirik kearahnya,


Gouki lalu memberikan lambaian kecil sambil tersenyum,


Kyoko juga membalasnya dengan senyuman dan lambaian kecil,


" kau mau ikut ke kedai tidak nanti? "tanya Gouki dengan suara kecil dan beberapa kode tangan,


Kyoko hanya memberikan tanda jempol dengan senyuman menunjukan bahwa dia akan ikut,


Gouki lalu tersenyum dan memberikan tanda ok kepada Kyoko,


" dia ikut! "ucap Gouki


" oh ok...... hmmm aku ingin mengajak siapa ya? "ucap Kugisaki sambil berpikir,


sore pun akhirnya datang jam dimana seluruh pelajaran selesai dihari itu seluru murid pun pulang kerumahnya masing masing, walaupun ada beberapa yang harus piket terlebih dahulu, sesuai rencana Kugisaki sebelumnya akhirnya setelah Kyoko selesai piket mereka bertiga berjalan kearah kedai ramen langganan Gouki dan Kugisaki,

__ADS_1


" sore paman! "ucap Gouki sambil berjalan masuk kedalam kedai disusul oleh Kyoko dan Kugisaki,


" eh Gouki dan Haru..... silahkan! silahkan duduk"ucap paman pemilik kedai,


"pesan 3 mangkuk seperti biasa tidak pedas"


"baik silahkan ditunggu"


Kugisaki lalu mengambil sebuah remote TV dan menyalakan Tv yang tertempel diata dinding,


"oh..... acaranya tidak bagus semuanya" ucap Kugisaki sambil terus menerus mengganti saluran TV,


"ini kotak makanya...... terima kasih" ucap Gouki sambil memberikan Kyoko sebuab kotak makan yang tadi diberikan oleh Kyoko


"sama sama..... kau mau kubuatkan lagi? "tanya Kyoko


"jika kau tidak keberatan.... boleh" jawab Gouki


"hihih kau selalu seperti itu, tentu saja aku tidak keberatan" ucap Kyoko sambil mencubit pipi Gouki,


ditengah tengah obrolan mereka sang paman mulai menyajikan ramen kepada mereka bertiga,


"silahkan dinikmati!" ucap sang paman


"terima kasih banyak" ucap merke bertiga,


"selamat makan! " ucap Gouki,


mereka bertiga lalu menyantap ramen mereka masing masing,awalnya suasan biasa saja sampai sebuah berita tersiat di Tv,


"ditemukan 3 Jasad remaja tek bernyawa di pinggiran Dome korban diduga diserang oleh Alpha dikarenakan hal itu kami menghimbau seluruh penduduk Dome Neimos diharapkan untuk segera pulang kerumahnya masing masing, demi keamanan, " ucap Penyiar TV itu


"hah nampaknya aku harus tutup lebih cepat" ucap paman"sepertinya kalian pelanggan terakhirku untuk hari ini,"paman itu lalu berjalan masuk dan mengambil sepiring tempura dan Ebi furai,"silahkan dinikmati, "


"eh ini untuk kami paman? bukankah akan rugi? "tanya Kugisaki yang tak percaya


"tidak apa apa, daripada mubazir lebih baik kuberikan kekalian, ayo habiskan" ucap Paman


"terima kasih paman! " ucap Kugisaki sambil menyumpit satu tempura kemangkuknya,


"setelah ini kalian langsung pulang! bahaya kalau tidak langsung pulang"ucap paman sambil membereskan semua barang barangnya,


" siap"ucap Kugisaki,


setelah itu mereka menghabiskan ramen mereka dan Gouki yang membayar semuanya,mereka lalu pamit kepada paman pemilik kedai dan berjalan pulang bersama Kugisaki dan Kyoko,langit pun lambat laun mulai menampakan sang bulan yang bersembunyi,


"apa ini? " tanya Gouki kepada Kugisaki yang menyodorkanya uang


"ehm uang ramen yang tadi"


"tidak usah.... kau simpan saja untuk membeli hal lain" jawab Gouki


"eh? kau serius Gouki-san? "


"apa wajahku bercanda? "


"oh terima kasih Gouki-san aku sangat berterima kasih" ucap Kugisaki yang kegirangan,


Kugisaki lalu berpisah dengan mereka berdua ditengah jalan,sedangkan Gouki dan Kyoko masih melnajutkan perjalanan bersama,


"kau mau mampir dulu? "tanya Kyoko


"eh tidak usah? " jawab Gouki


Kyoko lalu menggandeng tangan Gouki dengan erat


"ayo! kau harus mampir" ucap Kyoko


"bagaimana jika aku menolak? "


"maka aku akan memaksamu" ucap Kyoko


Gouki lalu tersenyum"ya sudah, tapi jangan lama lama, aku harus membetulkan mesin air dirumahku"


"oke, " jawab Kyoko

__ADS_1


mereka lalu berjalan kearah rumah Kyoko namun ditengah tengah jalan, dia melihat rumah Makoto yang dikerumuni banyak orang berbusana hitam, disitu juga terpampang foto Makoto di sebuah peti mati Gouki yang melihat itu tidak peduli dan terus berjalan sambil mengobrol dengan Kyoko.


__ADS_2