
"oy Kaji apa kau sudah makan malam tadi? Minori menitipkan burito dikulkas" ucap Suibatsu yang sudah selesai dari istirahatnya
"ya akan kumakan nanti" jawab Kaji dengan lemas,
"waktunya laporan status mesin" Kaji lalu mengetik keyboardnya dengan cepat disusul oleh Suibatsu
"mesin kereta status aman, tidak overheat, pendingin aman,"
tiba tiba saja suara sirine terdengar didalam ruangan itu"panggilan untuk Gutokura Kaji diharapkan segera menemui laksamana"
Kaji lalu mengusap wajahnya"oh tuhan..... "
"biar aku saja yang menyelesaikan laporanya" ucap Suibatsu
"ah terima kasih" Kaji lalu berjalan dengan sempoyongan ke luar ruangan,
"kepalaku pusing sekali" ucap Kaji, ia lalu mengetuk pintu depan Laksamana stuart, dan saat didalam disana sudah berdiru Leutnan Hylen, Kapten Iosef dan beberapa krunya termasuk Minori,
"ada keperluan apa bapak memanggil saya? " tanya Kaji,
Leutnan Hylen lalu mempersilahkan Kaji duduk diatas kursi dan mendengarkan perintah dari Laksamana Stuart
"tim peneliti Dome telah menemukan lubang terpencil didalam Dome Daeki dan mereka telah mengirimkan datanya kepada kami, namun setelah itu mereka tidak dapat dihubungi,"ucap Laksamana
" jadi apa perintah anda? "tanya Kaji yang berkeringat dingin
" perintahkan pasukanmu untuk memutar laju kereta dan masuk melalui sisi barat Dome, disana masih ada jalur rel yang kuat dan aman,dan kau akan masuk langsung ke pangkalan militer mereka,"Laksamana lalu menaruh sebuah dokumen didepan Kaji"selengkapnya ada disini"
Kaji lalu membaca Dokumen itu dengan sekilas"baik pak akan ku laksanakan uhuk uhuk"tiba tiba Kaji terbatuk dengan mengeluarkan darah
"kau baik baik saja Kaji? " tanya Leutnan Hylen
"Kaji! " batin Minori yang melihat Kaji seperti mayat hidup
"ya aku baik baik saja, hanya sedikit pusing" jawab Kaji"aku pergi dulu tuan tuan semuanya"namun saat Kaji mau melangkah secara tiba tiba tubuhnya terjatuh kelantai dan pingsan ditempat, dengan hidung yang mengeluarkan darah,
KERETA
"baik semuanya dimengerti," ucap Bima
"hadeuh berhenti lagi nih sepertinya" ucap Gouki yang sebal,
"apa mereka tidak tahu bahwa kita sudah babak belur begini? " ucap Mike yang kesal,
"sudahlah lebih baik kalian berdua kembali ke gerbong kalian" ucap Kyle
Bima dan Gouki lalu berjalan kembali kegerbong 2,sementara Kyle dan Mike terduduk diam,
"kita akan mati"ucap Mike
"jangan berpikiran seperti itu" jawab Kyle"semua kematian sudah ada yang mengatur,kau cukup ikuti saja alurnya"
"kau seperti ayah saja"
Kyle lalu tersenyum kecil"hanya mencoba menirunya sedikit,"
__ADS_1
kereta lalu berhenti dengan perlahan dan mereka berhenti disebuah persimpangan, Gouki, Mike dan Yuko lalu turun dari kereta itu ternyata mereka berhenti ditengah tengah kota terpencil yang sudah hancur,
"Mike kau keatas kereta, awasi sekitar, aku dan Gouki akan mencari tuasnya" ucap Yuko
Mike lalu memanjat keatap kereta dan mengubah scope senapanya menjadi infra red, walaupun waktu itu masih sore namun udara yang dingin disertai kabut membuat mereka sedikit kesusahan,
"apa yang operator itu katakan? " tanya Yuko
"tuasnya berada didalam stasiun ini" jawab Gouki"well ini dia"Gouki lalu memberikan sebuah senter kepada Yuko,
"aku sudah punya"
"oh baiklah kalau begitu, lets go"
mereka berdua lalu mulai memasuki stasiun yang cukup besar itu, disaat mereka menurun tangga stasiun terlihat hawa yang dingin membuar stasiun itu ditumbuhi lumut beserta rumput semak dimana mana,
"kau yakin kita harus kebawah sana? " tanya Gouki
"ya disana tertulis bahwa ruang kordinator dibawah" jawab Yuko sambil menyorot sebuah palang yang masih tergantung
"ehm tapi itu sangat, OY TUNGGU AKU" ucap Gouki ketika Yuko terus berjalan tidak memperdulikanya,
"kita berpencar" ucap Yuko
"eh kenapa jadi begini"
"supaya lebih cepat, kau kekanan aku kekiri" Yuko lalu berjalan menelusuri lorong disebelah kiri meninggalkan Gouki sendirian dengan senternya,
Gouki lalu menelan ludahnya"oke lebih cepat lebih bagus"ia lalu berjalan menyusuri lorong bawah tanah yang gelap dan lembab itu,
"tidak ada apa apa disini" ucap Gouki ia lalu kembali berjalan menyusuri lorong yang gelap nan sunyi itu,"permisi"ucap Gouki sambil membuka sebuah pintu, matanya terbelalak ketika melihat ruangan yang cukup luas tersebut, bahkan ada 3 pintu lagi didalamnya,
YUKO PLACE
"BRAAKK" sebuah pintu nampak terlempar jauh setelah ditendang oleh Yuko, ia lalu mmemasuki ruangan itu dan mulai menyusuri tempat yang cukup luas itu,
"ruang teknisi? " batin Yuko ketika ia membaca sebuah palang yang tergantung, ia lalu masuk keruangan itu dan menemukan beberapa generator yang telah lama usang, ia terus berjalan semakin dalam tanpa rasa takut sedikitpun,
"duh.... dimana sih? " batin Yuko,
tak berselang lama tanpa sengaja ia menyoroti sebuah pintu yang tersamarkan dengan jaring laba laba, hal itu membuat Yuko penasaran dan membuka pintu itu secara perlahan,
"phew jackpot" Yuko lalu berjalan kearah kumpulan tuas yang berjejer itu,
"Bima apa kau bisa memperhatikan relnya untuk ku? "
"tentu" jawab Bima
Yuko lalu menarik salah satu tuas didepanya
"apakah sudah berbelok? "
"belom, oiya Yuko bukankah taus seperti itu diperlukan daya listrik? "tanya Mike yang tiba tiba masuk kedalam obrolan
"jika hanya untuk mengubah jalur tidak butuh" jawab Bima
__ADS_1
"aku baru mau menjawabnya"Yuko terus menarik asal semua tuas disitu sampai ia menemukanya
" oke sudah bergerak"
"baguslah"
"tunggu sebentar... aku rasa itu tersangkut, tapi tenang aku dan Mike akan memperbaikinya" ucap Bima lalu menutup sambungannya,
Yuko lalu menghelas nafas dan berjalan kembali keluar ruangan itu,
REL
"ikuti aba abaku" ucap Bima
"oke"
" 1 2 3 tarik!! "Bima lalu menarik besi rel penghubung itu sementara Mike mendorongnya sekuat tenaga, namun besi itu hanya tergerak sedikit,
" 1 2 3! "mereka mengulanginya lagi namun tetap saja besi itu hanya berpindah beberapa centi
" perlu bantuan? "tanya Hannah yang turun dari kereta
" tidak perlu kami bisa berdua"jawab Mike sambil mendorong besi rel itu sekuat tenaganya,"kau cukup duduk manis saja"
Hannah yang mendengar hal itu mulai merasa kesal, ia lalu menghampiri Mike dan dengan kencang menendang besi rel itu hingga membuat besi rel itu tergeser dengan mudah,
"sekarang kau juga harus ikut duduk manis! "ucap Hannah sambil berjalan kembali kedalam kereta,
" Wtf? kenapa dia bisa semudah itu? "ucap Mike yang bingung
" emosi kawan, emosi, kau memancing emosinya," Bima lalu berdiri dan meregangkan tanganya
"Oy kenapa kau tidak memancing emosiku dari tadi!!! " bentak Mike"malah dipermalukan kan"
"sudahlah Mike, tidak ada yang melihat, kau tidak usah panik"
"tapi kan kau? "
"memangnya hidupku masih lama? sebentar lagi kok" jawab Bima
"eh? "
"hahahaha hanya bercanda..... ya aku akan menutup mulut," mereka berdua lalu berjalan kembali masuk kedalam gerbong sekaligus menunggu Gouki dan Toaru,
LANTAI BAWAH STASIUN
akhirnya setelah berjalan sekian lama Yuko berhasil sampai di tangga penghubung keatas, namun disana tidak ada Gouki yang ia kira dia sudah sampai,
"Gouki kau dimana? " tanya Yuko
belum mendapatkam jawaban dari Gouki tiba tiba saja terdengar suara ribut dari arah kiri lorong, Yuko lali menyoroti lorong itu dengan senternya dan terlihatlah Gouki yang berlari terbirit birit
"kenapa lama sekali? " tanya Yuko namun yang membuatnya kaget adalah ketika ia melihat segerombolan Alpha ternyata sedang mengejar Gouki yang berlari,
"LARI YUKO!!!! " teriak Gouki
__ADS_1
"Holy ****, Kaji langsung jalankan keretanya!!!!!! " teriak Yuko.