Trains:Bashina Resurrection

Trains:Bashina Resurrection
Nicraw, Alpha, Abydos


__ADS_3

KERETA RERUNTUHAN KOTA JYUDAI


saat mereka sudah memasang posisi bersiap seekor Nicraw masuk menerobos melalui jendela dan mendarat dikepala Toaru


"Toaru! " belom sempat Yuko membantu puluhan Nicraw yang berada diatap mulai mencoba masuk melalui jendela


"Nicraw bajingan! " teriak Toaru ia lalu melempar jatuh Nicraw itu dan menginjak kepalanya hingga hancur


"Oi Yuko...... oh ****! " ucap Toaru ketika melihat segerombolan Nicraw mencoba menerobos jendela,


"ready? " tanya Yuko


"i always ready! " jawab Toaru


dan satu persatu Nicraw mulai memasuki gerbong namun mereka disambut dengan cepat langsung dihabisi oleh Toaru dan Yuko, dan tak berselang lama dari gerbong belakang mulai terdengar suara tembakan,


"mereka sudah mulai menembak" batin Toaru


"awas Toaru! " teriak Yuko


tanpa sadar seekor Nicraw berhasil masuk dan menyerang kepalanya Toaru lalu terjatuh, Yuko yang ingin membantu terlalu disibukan oleh Nicraw lain yang mencoba masuk


"ahh..... sialan" Toaru lalu melempar Nicraw itu kearah Yuko


"aduh! hei! "


"maafkan aku" ucap Toaru ia lalu mengambil Katananya dan ikut menghabisi Nicraw itu sampai terdengar suara teriakan Hannah dari gerbong belakang,


"Toaru bantu dia! " teriak Yuko


Toaru lalu mengangguk dan berlari ke gerbong belakang sedangkan Yuko dibebani dengan Nicraw yang mulai merusak jendela bagian kiri


"cepatlah Toaru! "


sesampainya disana ia melihat Gouki yang sibuk menghancurkan beberapa Nicraw sedangkan Bima berusaha menahan Hannah yang sedang ditarik keluar oleh para Nicraw,


"Toaru bantu aku! " ucap Bima sambil terus menahan Hannah


tanpa basa basi Toaru dengan lihai langsung menebaskan katananya ke kaki Nicraw yang menarik tubuh Hannah keluar, dan membuat Hannah terjatuh kembaki kedalam kereta,


"huh syukurlah" ucap Toaru sambil menghela nafas


Bima lalu memberikan senjata milik Hannah kepada Hannah yang masih terduduk,


"jangan dekati jendela, kau ini medis" ucap Bima


namun dari gerbong depan terdengar suara erangan Yuko yang memanggil Toaru,


Toaru lalu berlari kembali ke gerbong depa meninggalkan Hannah dan Bima dibelakang,


"jadi dia Bima"batin Toaru,


tiba tiba saat baru sekali dia membuka pintu geser seekor Nicraw melompat ke bahunya dan menyerang kepala nya untuk yang ketiga kalinya, ia lalu mencoba melepaskan cengkeraman Nicraw itu hingga sebuah tebasan membelah tubuh Nicraw itu menjadi dua,


" butuh bantuan? "tanya Toaru sambil menyingkirkan jasad Nicraw itu dari kepalanya


" kita tidak punya banyak waktu, lakukan saja seperti dulu"ucap Yuko


Toaru yang mendengar hal itu langsung membalikan badanya disusul oleh Yuko mereka berdua lalu saling menempelkan punggung mereka sambil berposisi siap menebas,


serbuan Nicraw lalu menerjang mereka sekali lagi namun mereka untuj sekarang dapat berkerja sama dengan baik, mereka saling memperhatikan sekitaran mereka dan memberitahukan status daerah setiap detik,


"awas 3 Nicraw diarah jam 2"ucap Yuko sambil sibuk menebas


"huh!? jam 2 itu dimana? "jawab Toaru yang kebingungan

__ADS_1


"apa kau tidak tahu! "


"aku lupa, sebut saja arah mata angin! " seekor Nicraw lalu melompat kekepala Toaru namun dengan cepat ia langsung membantinf Nicraw itu dan menginjaknya,


"jangan menyerang kepalaku! sial ini sudah yang ke 4 kalinya" ucap Toaru,"oh i hate it! "


ia lalu menebas seekor Nicraw dan menendang kepala Nicraw itu kearah segerombolan diluar gerbong,


"bagaimana situasinya? " tanya Kaji


"buruk" jawab Toaru


"tenang..... sebentar lagi kalian akan memasuki terowongan penglihatan Nicraw sangat buruk saat gelap,"


"oey kau bilang tenang!? nyawa kami terancam ini lagian sudah 4 kali kepala Toaru menjadi sasaran! " bentak Yuko namun secara tiba tiba semua cahaya hilang dan membuat suasana perlahan menjadi tenang,


"yo Kaji jam berapa sekarang? "tanya Yuko


"sekarang jam 6:12"


"sejam lagi menuju gelap! " ucap Yuko ia lalu duduk dan bertumpu pada Katananya,


"cukup tenang ya? " ucap Toaru,


"ya cukup tenang, tunggu ini sangat tenang!"jawab Yuko


"bukankah dulu di akademi kita pernah diberitahu monster yang bisa melihat didalam gelap? "tanya Toaru


" hmmm.... hei Toaru berhenti memeggang punggungku! "


"oh ****! uhm Yuko nampaknya itu bukan aku "


"huh!? bagainana bisa? "


Toaru lalu menyalakan pemantik api untuk sedikit penerangan, "karena aku didepanmu"


Toaru lalu menaikan pemantiknya keatas dan terlihat seekor Alpha sedang mencoba memakan Yuko


"tenang....... " ucap Toaru ia lalu menaruh pemantiknya dan mencoba menggapai Katananya


"goddamn...... " keringat pun mengucur dari dahi Yuko


"kau bergerak habislah kita" bisik Toaru,


Yuko lalu menarik nafas dalam dalam dan tiba tiba cahaya mulai masuk kedalam gerbong menandakan bahwa mereka sudah keluar gerbong,


"menunduk Yuko! " teriak Toaru sambil menebas mahkluk berbentuk kadal itu hingga tubuhnya terkapar, dilantai,


BRugh Brugh Brugh


terdengar suara gaduh dan raungan Alpha dari gerbong belakang,


"Yuko siap siap"ucap Toaru


dan tiba tiba sebuah kepala Alpha terlempar masuk menembus kaca pintu geser gerbong, dan hal itu membuat Yuko dan Toaru terkaget


" maaf mengganggu kalian" ucap Gouki yang kepalanya berlumuran darah Alpha,Gouki lalu mengambil kepala Alpha yang terlempar tadi"aku ambil ini ya"


"ya silahkan" jawab mereka berdua


"senjata yang bagus"


"kau juga, lengan yang kuat" jawab Toaru


Gouki lalu berjalan kembali ke gerbong belakang,

__ADS_1


"pria itu cukup kuat" ucap Toaru


"dia juga penggemar tim kita" sambung Yuko


"hah!? yang benar? seterkenal itukah? "


"aku rasa begitu"


mereka lalu kembali duduk di box box suplai sambil menunggu serangan berikutnya,


Toaru lalu mengambil foto Akane yang ia selipkan di dalam jaketnya,


"sudah jangan dipandangi terus, " ucap Yuko


Toaru lalu tersenyum dan menaruhnya kembali tak berselang lama datanglah Hannah dengan sebuah senapan tergantung dipunggungnya dan sekotak alat medis di tanganya,


"halo" sapa Hannah


"halo juga"


Hannah lalu duduk disebelah Yuko dan merapihkan kotak medis yang ia bawa tadi,


"oh kau tim medis" ucap Yuko


"iya benar, aku berasal satuan tim medis Questo" jawab Hannah ia lalu melihat pelipis Toaru yang terluka akibat 4 kali serangan Nicraw dikepalanya tadi


"boleh ku obati? " tanya Hannah


Toaru lalu menganggukan kepalanya, melihat hal itu Hannah langsung mengambil sekotak kecil alat medis dan berdiri didepan Toaru,


"tahan sedikit ini akan perih" ucap Hannah ia lalu mengoleskan alkohol terlebih dahulu dan benar Toaru merasa perih dilukanya


"apa kau kesakitan?" tanya Yuko"ayolah kita sudah sering ditusuk, masa seperti itu saja kesakitan"


"aku tidak tahu kenapa ini sakit, aduh!"jawab Toaru


"sudah jangan bergerak dulu biar kuselesaikan" pinta Hannah


"maaf"


"tidak apa apa" Hannah lalu membalut luka tersebut dengan perban"baiklah sudah selesai"


Hannah lalu memundurkan dirinya"sebaiknya ku jangan banyak bergerak"


"hah? jangan banyak bergerak? " ucap Yuko yang bingung"kita ini kan sedang dalam misi bagaimana bisa menahan banyak gerak"


"sebisanya kurangi gera-" belum selesai Hannah berbica Toaru secara tiba tiba mendorong kepala Hannah kebawah dan dengan sekali tebasan seekor Nicraw berhasil ia tebas bahkan darahnya terciprat kewajah Yuko,


"oh! maafkan aku" ucap Toaru sambil mengangkat kedua pipi Hannah,


"tidak apa a..... " perkataan Hannah terdiam ketika melihat wajah Toaru dari dekat,


namun sayangnya Toaru melepaskan tanganya dan kembali mengayunkan Katananya


"Yuko! ada masalah lagi disini! " ucap Toaru"Hannah kau bantu menembak saja"


Hannah yang mendengar hal itu langsung menggenggam senapanya dengan wajah merah merona,


dan mulailah serangan kedua,mereka bertiga lalu bertarung melawan Nicraw yang masuk, dengan kencang dan berhati hati, Yuko dan Toaru berhasil membunuh banyak Nicraw..


"awas Toaru belakangmu! " teriak Hannah


Toaru yang mendengar hal itu dengan cepat langsung membalikan badanya dan menangkap Nicraw itu setelah itu mematahkan lehernya,


"tidak akan terjadi lagi.... kepalaku baru saja diobati! " ucap Toaru sambil menginjak tubuh Nicraw yang sudah tak bernyawa itu,

__ADS_1


Yuko lalu mendengar desiran ombak dari luar gerbong"suara apa itu? bukankah kita di atas danau ya? "ucap Yuko ia lalu mengintip ke jendela dan betapa kagetnya dia ketika melihat sekawanan Abydos sedang berenang mendekat kearah mereka.


__ADS_2