Trains:Bashina Resurrection

Trains:Bashina Resurrection
Chaos in the night


__ADS_3

Mereka semua terdiam ketika melihat Jay datang dengan kedua tangan diatas kepalanya,


"jangan menembak" ucap Jay kepada Kyle yang membidiknya


"apa yang ingin kau lakukan disini? " ucap Yuko


"tunggu kau mengenalnya? " tanya Toaru yang bingung,


"itu cerita yang panjang"


"dan kau tak pernah menceritakanya padaku? "


"tentu tidak... itu hanya akan membuatmu panik, yang pasti orang itu sudah mengincarmu sejak lama" ucap Yuko sambil menunjuk Jay


"wow sepertinya tidak seimbang ya, untungnya aku juga membawa teman temanku" Jay lalu memetik jarinya


dan dari balik bayang bayang munculah Matarel sambil membidik Kyle menggunakan senapanya


"hei..... kau yang dikereta kan? "ucap Toaru


" sebentar sekarang kau yang mengenal dia? "ucap Yuko yang bingung


" ya dia yang membuat kalian berdua pingsan digerbong belakang"


"oh aku tidak tahu hal itu" jawab Yuko bingung


"terserah kau, yang pasti orang itu pernah datang ke gerbong"


"akhirnya kita bertemu lagi" ucap Matarel sambil tersenyum,


namun sesosok bayangan muncul lagi dari belakang badan Jay, wajah dari bayangan itu lalu mulai terlihat dan betapa terkejutnya Yuko dan Toaru ketika melihat wajah Lobo,


"Hide? ternyata aku benar kau adalah Hide" ucap Yuko"kau yang diperon waktu itu kan"


"tunggu sebentar, Hide? bukankah kau sudah meninggal? " ucap Toaru yang bingung


"kubilang namaku bukan Hide! panggil saja Lobo" Lobo lalu mengubah tanganya menjadi cakar serigala dengan taring yang mencuat dari giginya


"wow sabar Lobo... kau terlalu bersemangat, mungkin maksud mereka adalah tubuhmu ini"ucap Jay sambil menunjuk tubuh Lobo


" apa maksud kedatangan kalian? "tanya Kyle" apa kalian bagian dari Skeleton senshi? "


"bagian? mana mungkin kami bagian dari kelompok sampah itu"


Yuko lalu menatap Lobo


"Oi Hide kau tidak ingat kami kah? aku yakin kau masih disana"


"berisik kau! " ucap Lobo"penghuninya yang asli sudah pergi meninggalkan tubuh ini"


"Bajingan kau" Yuko lalu berlari


"tunggu Yuko! " ucap Toaru,


Yuko lalu menebaskan katananya tepat kearah Lobo namun tanpa ia sadari, Matarel yang tanganya gatal sedari tadi melemparkan batu besar kearah Yuko, dan sesuai rencana sebelum tebasan itu mengenainya, Lobo dengan cepat langsubg berpindah tempat dan menyisahkan Yuko yang siap ditumbuk oleh batu,


"YUKO! " Toaru lalu bergegas berlari kearah Yuko, dan ketika batu itu sudah dekat denganya, secara reflek tanganya memukul batu itu hingga berkeping keping,


"apa yang terjadi? " ucap Yuko yang bingung


"yap itu dia" Jay nampak senang"tunjukan dirimu Lock! "


sebuah mulut lalu terbuka di bagian tangan kanan Toaru dan membuat Toaru terkaget,


"Eh apa ini! " ucap Toaru yang terkaget, ia lalu mengibas ngibas tanganya namun mulut itu tidak menghilang,


"akhirnya setelah bertahun tahun aku bisa bergerak bebas lagi" ucap Lock melalui mulut ditangan kanan Toaru


"halo Lock-chan" sapa Matarel,

__ADS_1


"kau sudah tahu apa yang harus kau lakukan! Madame menunggumu" ucap Lobo


"Oi Toaru"panggil Lock


"!!!! ya aku! "


"kau akan bergabung kan? "


"......... " Toaru terdiam sejenak ia mengingat kembali tentang Eri, Yuko dan Warn tentang dirinya


"aku menunggumu"


Toaru lalu menarik nafas dalam dalam,


"aku menolaknya"


sontak perkataan Toaru membuat kaget ketiga Bashina disana,


"apa yang kau bilang!? teman mu bisa mati jika URGHRGGH" Toaru menyumpal mulut Lock dengan jaketnya,


"begitu ya.... kalau begitu kita tidak akan lembut lagi" mata Jay lalu berubah dengan 3 mata muncul di dahinya,sebuah kapak juga muncul dari bawah tanah,


"akhirnya.... " mata Matarel yang berada di pipinya terbuka lebar mata itu berwarna hitam dengan pupil berwarna merah, sebuah rangkaian tulang lalu muncul dan menutupi seluruh wajahnya kecuali mata dipipinya itu,


dan Lobo di sekujur punggungnya melebar dan sebuah tangan yang lebar disertai cakar yang tajam dan indra penciuman yang menjadi tajam,lalu munculah moncong serigala di wajah Lobo,


"kau akan merasakanya Lock" ucap Jay sambil menodong kapaknya,


"holy ****! " ucap Kyle


"Kaji... jalankan kereta sekarang! " ucap Yuko


"hah ada apa? "


mereka bertiga lalu berlari kearah kereta,


"kubilang jalannkan dasar bedebah" ucap Yuko


Kaji lalu menjalankan keretanya dan mereka bertiga lalu memasuki gerbong awal disusul oleh ketiga Bashina itu yang berjalan cepat


sementara Kyle terus menembaki mereka diluar kereta Yuko dan Toaru berhasil masuk,


"Kyle! cepat" panggil Toaru


"kalian duluan saja" ucap Kyle sambil menembak ketiga Bashina yang mendekat,


"Kyle! " teriak Yuko kereta mulai berjalan,


tiba tiba sebuah peluru melesat menembus lengan kanan Kyle dan membuatnya tersungkur ditanah Toaru teringat kembali sebuah ingatan dimana dia menghancurkan Houdson dengan penuh amarah dan mengakibatkan banyak korban jiwa berjatuhan,


"oi Kyle" Toaru lalu melesat turun dari kereta dan berlari kearah Kyle,


Yuko yang melihat itu seketika kaget,"Toaru apa yang kau lakukan? "


Toaru lalu menarik baju Kyle dan mengangkat tubuhnya sambil berlari medekati kereta,


"Yuko bantu aku! " teriak Toaru


Yuko lalu menarik lengan kiri Kyle dan berhasil memasukanya, kereta mulai melaju semakin cepat


"Toaru sekarang giliranmu! "


Toaru terus berlari mengejar kereta itu dengan Yuko terus mengulurkan tanganya,


"Yuko..... aku ini incaran mereka... jika aku naik... kereta ini tidak akan sampai Daeki, "


"apa maksudmu!? cepat gapai tanganku kereta mulai melaju kencang"


"bilang ke Akane tolong lupakan aku, jika itu hanya membuatnya terpuruk, terima kasih Yuko, dan semuanya"Toaru lalu menghentikan langkah kakinya

__ADS_1


"tungguu Toaru! "panggil Yuko" Kaji cepat bujuk Toaru! "


Toaru terus berjalan mendekati para Bashina yang menunggu mereka,


"hei Toaru... apa yang kau pikirkan hah!? " tanya Kaji


"maaf Kaji... tapi...... jika aku ikut... mereka tidak akan pernah sampai Daeki"


"bukan itu maksudku"


"sudah Kaji! mereka ini mengincarku aku akan melawan mereka walaupun aku tahu ini akhirnya, tolong bilang ke Akane memori ku terus membuatnya terpuruk suruh dia lupakan aku" ucap Toaru ia lalu melepas AVK miliknya dan membuangnya,


"Well.... well.... kukira kau akan pergi" ucap Matarel


"ups... aku tadi berhasil menghancurkan lengan temanmu"


Toaru lalu berdiri diam dan mengeluarkan Katananya, dan memasang posisi siap bertarung


Lobo lalu tersenyum ia lalu berlari kearah Toaru disusul oleh Jay,


"tenang Toaru fokus" ucap Toaru ia lalu menatap kearah Lobo dan Jay yang mengejarnya, "oke saatnya lari"


Toaru lalu berlari sekuat tenaga, tiba tiba Lobo mengehentakan pukulanya ketanah dan membuat sekitaran tanah bergetar seperti gempa yang menghancurkan beberapa gedung disana, disusul oleh Jay yang melontarkan beberapa kuku kuku yang tajam,


"apa yang kau lakukan? " tanya Lock yang tiba tiba muncul kembaki melalui mulut yang juga muncul kembali di tangan kanan Toaru,


"berlari"


"bodoh! lawan mereka"


"aku tidak memiliki kekuatan sekuat mereka"


"pinjamkan tubuhmu! "


"tidak akan"


"hah sialan"


tiba tiba tubuh Toaru berhenti mendadak, ia kebingungan dan sebuah rasa sakit mulai terasa dsri punggungnya,


"ada apa ini"


sebuah rantai keluar dari belakang punggung Toaru, rantai itu lalu menancap ketanah dan menyerang mereka menggunakan rantai itu,


Lobo dan Jay hanya menghindar


"jadi seperti ini ya!? tanduk ke 9" ucap Jay


"kuat juga dia" sambung Lobo


"hahahahah rasakan itu" ucap Toaru


Jay lalu melempar sebuah beton besar kearag Toaru namun beton itu keburu hancur akibat rantai milik Toaru, Jay dan Lobo kebingungan bagaimana cara mendekati Toaru


"tenanglah Lobo-chan aku bisa menangani ini" Matarel lalu membidik kearah Toaru dan


DORR!!!


sebuah peluru melesat mengenai kepala Toaru hingga hancur setengah,membuat rantai rantai disekitarnya menghilang secara perlahan, Lobo lalu menendang Toaru dengan sekuat tenaga hingga membuatnya terlempar jauh kesisi lain kota,


"what!? Lobo!? kenapa kau menendangnya begitu kuat! sekarang kita kehilangan dia kan!? "ucap Jay


" ups maaf, aku terlalu bersemangat namun bukankah dia seharusnya sudah mati? kepalanya hancur kau lihat sendiri kan!? "jawab Lobo


" kita ini kan masih bisa hidup walau kepala kita hancur kau tidak ingat!? hah"Jay lalu menghela nafas"Matarel kau ke utara"


"aku ke selatan" potong Lobo


"baiklah kau ke selatan dan aku akan kebarat, kita cari dia!? ayo"

__ADS_1


mereka bertiga lalu berpencar mencari keberadaan Toaru yang terpental tadi


__ADS_2