
DALAM GEDUNG STASIUN
"3-----2-----1" Bima lalu memutar engsel pintunya dan terbukalah pintu itu disusul oleh Toaru yang menerjang masuk dengan Katananya yang siap menebas namun hal yang mengagetkan terjadi,
"tunggu! " ucap Toaru sambil mengulurkan tanganya kearah mereka, "Hannah benar ada seorang anak kecil disini" Toaru lalu beranjak dari tempatnya dan nampak seorang gadis kecil yang sangat ketakutan sambil memeluk erat boneka teddy bearnya,
"hei kau tidak apa apa" tanya Hannah sambil mendekatinya namun saat Hannah ingin memegangnya ia dengan cepat langsung mengelak,
"tolong.... jangan makan aku" ucap gadis itu,
Bima lalu menurunkan badanya dan mengambil sebuah karamel dari saku belakangnya
"kau mau? tenanglah kau aman sekarang! " ucap Bina
gadis itu lalu dengan malu malu mengambil karamel itu dari tangan Bima dan memakanya,
"kenapa kau disini? berapa umurmu? siapa namamu" tanya Hannah
"jangan langsung bertanya seperti itu" ucap Bima
"namaku Eri Sakuragi umurku 8 tahun" ucap gadis itu"kalian bukan mereka? "
"mereka? maksudmu monster? " ucap Toaru"tentu bukan"
Eri lalu menggelengkan kepalanya"bukan monster,"Eri lalu menarik tangan Bima seakan akan ingin menunjukan sesuatu, mereka lalu mengikutinya masuk kedalam sebuah lubang kecil yang berada di dindinh yang ditutupi karton,
karena ukuran lubang yang cukup kecil mereka bertiga lalu terpaksa merangkak masuk sedangkan Eri berjalan berjongkok, sesampainya didalam mereka cukup terkaget ketika melihat ruangan kecil berisi kasur, bantal bantal dan makanan kaleng.....
"kau tinggal disini? "tanya Bima
Eri lalu mengagguk
" sudah berapa lama? "
"2 tahun"
"dimana orang tuamu? "
"mereka memakanya"
Bima yang mendengar hal itu seketika tersentuh hatinya berbeda dengan Bima dan Hannah, Toaru malah sibuk melihat lihat gambar yang dibuat oleh Eri di dinding, Toaru lalu melihat sebuah gambar yang cukup aneh dan menakutkan
"mereka siapa? " tanya Toaru sambil menunjuk gambar orang orang dengan sebuah kepala ditangan mereka,
"mereka yang memakan mamah dan papah" jawab Eri
sontak semuanya menjadi hening, Toaru lalu mengamati lagi gambar itu dan melihat sebuah logo berbentuk pisang di bagian setiap karakter
"tunggu! jangan jangan!" batin Toaru,
"ini apa? pisang? kok berwarna putih? "tanya Toaru
Eri lalu menggelengkan kepalanya sekali lagi" itu tulang"jawab Eri,
"goddamn..... " ucap Toaru sambil menepuk jidatnya"apa kau tahu mereka tinggal dimana? "
"mereka tinggal diluar tembok! tempatnya sangat seram"
Toaru lalu menarik nafas dalam dalam, "kau mau ikut kami kan..... tempat ini berbahaya"
Eri lalu menganggukan kepalanya menandakan ia mau,
__ADS_1
"oke Hannah kau bantu dia mengemasih barangnya, Bima hubungi Kaji dan ikuti aku, teman teman kita dalam bahaya! "
KERETA
"kau mau melihat lihat keluar? " tanya Gouki sambil memakai kembali Knuckle miliknya yang sudah tidak overheat,
"untuk apa.... lebih baik aku didalam kereta lagipula aku malas" jawab Mike
Gouki lalu berjalan keluar gerbong sendirian meninggalkan Mike di gerbong belakang,
"sepi sekali tempat ini? "batin Mike" oey Gouki! apa kau menemukan sesuatu? "
"Gouki!? " panggil Mike sekali lagi namun secara perlahan sebuah laras senjata tertodong ke kepalanya,
"Gouki!? " Mike lalu berbalik dan kepalanya di pukul menggunakan senjata dengan keras,
Kyle yang mendengar hal itu seketika tersadar
"Mike? " panggilnya sambil menyetel senjatanya ke jarak dekat, ia lalu berjalan sambil menunduk kearah gerbong belakang,
"sepi sekali? " batinya ia lalu berdiri dan melihat noda darah diatas lantai,"oh **** apa ini? "ucapnya sambil mengamati noda darah itu,
" DUKK! " sebuah senjata menghantam kepala Kyle dengan keras hingga membuatnya setengah pingsan,
"uh...... kepalaku" ucapnya ia lalu melihat dengan samar seseorang sedang menyeretnya keluar kereta,
sementara itu di gerbong pertama nampak Yuko yang sedang bersembunyi atas bagasi kereta yang tidak dilepas, ia mendengar langkah kaki sekelompok orang yang berada tepat dibawahnya
"bingo kita menemukan suplai boss" ucap seorang pria
"dan 3 pria yang nampak enak..... aku ingin memakanya sesegera mungkin"ucap pria yang satunya,
" ada apa? "
"aku merasakan ada air yang menetes dari atap"ucap pria itu sambil memandangi langit langit, " eh.... kereta ini memiliki bagasi? hebat juga"
"kau mau melihat isinya? "
"ya tentu, ayo bantu aku naik" ucapnya
sementara jauh di pojok bagasi atap nampak Yuko yang sudah siap memegang katananya jika terdesak, "sial...... "
DALAM STASIUN
"hah? Skeleton senshi? " ucap Bima"aku baru dengar yang itu,"
"mereka hampir sama dengan Josque gang namun mereka kanibal itu saja pembedanya, "
jawab Toaru sambil mengintip dari balik lubang kecil di dinding stasiun,
"kenapa mereka kanibal"
"sederhana saja.... mereka ini kelompok sekte bodoh yang percaya akan hal hal aneh seperti memakan sesama spesies" Toaru lalu menghitung jumlah orang yang sedang berdiri"ada banyak orang, Kaji aku butuh komandomu"
"oke dengar Yuko belom tertangkap, mungkin ini sedikit gila tapi tidak ada pilihan lain, apa salah satu dari kalian memegang bom asap? " tanya Kaji
"aku pegang" jawab Bima sambil mengeluarkan sebuah Orange Smoke bomb sebuah bom asap beracun yang dapat membuat dada terasa sesak,
"oh yang benar saja Orange? " tanya Toaru"bom itu akan membunuh kita semua"
"aku hanya punya ini" jawab Bima
__ADS_1
"oke oke dengarkan aku, dimana Hannah? "
"dia sedang melindungi seorang bocah"jawab Bima sambil menyetel senjatanya ke jarak dekat
"hah bocah? kalian akan membawanya? "
", tidak ada banyak waktu cepat beri kami rencana" jawab Bima
"baiklah baiklah, dengar aku baik baik....... Yuko akan menyerahkan dirinya, Bima kau ledakan bom itu bersamaan dengan Toaru yang keluar dan menyelamatkan Yuko dan lainya," Kaji lalu menarik nafas dalam dalam"Bima saat Toaru beraksi, kau ikut menembak beberapa orang yang ada, usahakan habisi semuanya"
tiba tiba terdengar suara Yuko yang kesakitan dari luar gedung,
"sekarang saatnya Bima!" ucap Toaru
Bima lalu memutar tuas bomnya dan melempar keluar bom itu,
"apa itu? " tanya seorang pria
"menjauh! " teriak rekanya sambil berlari,
smoke bomb itu lalu meledak dan membuat lingkungan disekitar tertutup kabut yang besar,
"Guys! kalian dimana!? "tanya seorang prajurit
"arrrrgh! " suara rintih terdengar dari seorang anggota, disusul oleh suara tembakan dari senapanya Bima,
para penjahat itu di teror oleh Toaru yang terus menerus membunuh satu persatu anggota mereka,
"berlindung! kita diserang! " teriak sang pemimpin,ia lalu menghubungi anggotanya dari walkie talkie yang ia pegang
"Goerge aku ingin kau habisi bayangan hitam itu! "
Goerge yang mendengar perintah itu dengan cepat menarik busurnya dan mengarahkan anak panah itu ke Toaru yang bergerak dibalik kabut,
"mati kau" ucapnya sambil melepas anak panahnya dan meluncur kearah Toaru.......
Gedung stasiun,
"ini keluargamu? " tanya Hannah sambil membantu Eri membereskan barangnya yang akan ia bawa,
"itu mamah dan itu papah," jawab Eri sambil menunjuk kearah gambar yang ia lukis,
Hannah lalu sedikit tersentuh hatinya,
"kau hanya makan itu? " tanya Hannah sambil mengangkat sekaleng kacang merah dari lantai
Eri lalu mengangguk, Hannah lalu mengeluarkan sebatang coklat dan memberikan kepada Eri didepanya,
"kau harus coba ini" ucap Hannah
namun secara tiba tiba ia mendengar suara orang berlari melewati ruanganya,
"ayo... cepat! dia ada disana" ucap seorang pria
"gawat! Bima.... "
"kenapa kak? "
Hannah lalu menatap Eri"kau disini dulu..... aku akan kembali.... sekarang bersembunyilah"ucap Hannah
Eri lalu berjalan ke pojokan ruanganya sedangkan Hannah mengeluarkan pistol dari sarung pistolnya , bersiap menyerang kelompok itu secara diam-diam.
__ADS_1