
"apa kau sudah sampai? baiklah kau tunggu sebentar" ucap Gouki melalui telponya
ia lalu mengambil jaketnya dan tak lupa kunci motor miliknya,tak berselang lama handphonenya berdering
"ya halo kenapa? "
"hai Gouki-san, ini Kugisaki Haru mungkin aku rada telat karena kau tahu masalah pekerjaan, aku sungguh minta maaf" ucap Kugisaki
"iya tidak apa-apa selesaikan dulu urusanmu"
"terima kasih Gouki-san, aku akan membawa bir nanti"
"kalau bisa bawa teh saja tapi terima kasih"
"oh tentu, baiklah sampai jumpa Gouki-san" Kugisaki lalu menutup panggilanya,
Gouki lalu memacu motornya kearah stasiun kereta,
sesampainya disana ia menunggu Kyoko di luar gedung, sampai ia melihat Kyoko melambaikan tangan kearahnya,
Gouki yang melihat itu langsung ikut melambaikan tanganua Kyoko lalu berlari dan memeluk erat Gouki,
"selamat ya.... darling" ucap Kyoko sambil mencium pipinya
wajah Gouki seketika memerah,
"ayo kita pergi ke apartemenku, sepertinya udaranya mulai dingin"
"ayo! kau tahu aku membuatkanmu kue, " Kyoko lalu menunjukan sebuah kotak berukuran sedang kepada Gouki
"sial Jyuka sudah membuat kue" batinya
Gouki lalu menggenggam tangab Kyoko berjalan kearah parkiran,
"kau kedinginan? " tanya Gouki
"tidak.... kau ingin memberikan jaketmu ya? " goda Kyoko
"ih kata siapa? aku hanya bertanya"
"ya sudah aku kedinginan"
tanpa bada basi sebuah jaket secara tiba tiba menutupi pundak Kyoko, dan wajah Gouki yang tampak malu,
"tuh kan benar, hehe terima kasih"
"sama sama" jawab Gouki pelan
mereka berdua lalu menaiki motor dan pulang ke apartemenya Gouki, sesampainya disana Kyoko terdiam sejenak
"wah........ tinggi sekali, kau tinggal dilantai berapa?"
tanya Kyoko
"tenang aku tinggal dilantai 4, gedung ini memiliki 12 lantai" jawab Gouki sambil melepas sarung tangan motornya"ayo masuk"
"ayo! "
bukanya menaiki lift mereka malah menaiki tangga darurat, akibatnya dilantai 2 Kyoko tidak kuat
"tunggu sayang! aku....hah.... butuh nafas sebentar"
tiba tiba Gouki mengangkat tubuh Kyoko dan menggendongnya,
"Eh apa yang!? " justru sekarang wajah Kyoko yang memerah
"kau lelah kan? yasudah aku gendong" jawab Gouki
sambil menggendong Kyoko ke lantai 4,sesampainya disana mereka sudah ditunggu oleh Kugisaki dan Jyuka didepan pintu,
"kau bilang tadi kau sibuk? " ucap Gouki
"hehe temanku ada yang mau mengerjakan tugasku jadinya aku bisa kesini tepat waktu" Kugisaki lalu melihat Kyoko yang berada di samping Gouki"hai Kyoko lama tak bertemu"
"hai Haru! terima kasih atas infonya tentang Gouki"
"hah? kau tahu dari dia? "
Kyoko lalu menganggukan kepalanya"selama ini Haru selalu memata mataimu untuk ku"
Gouki lalu menatap Kugisaki dengan sebal
"hehe...... ahm maaf..... Gouki-san hehe"
Gouki lalu berjalan dan membukakan pintu untuk mereka namun sebelum Kugisaki masuk Gouki dengan kuat mencengkram pundaknya,
"Kugisaki! "
"i~ya Gouki-san? "
"kau tidak memberitahukan semuanya kan? "
__ADS_1
"hehe tenang.... aku hanya memberitahu yang harus diberitahu"
"baguslah"
mereka berdua lalu menyusul kedua gadis itu kedalam apartemen,
"apa! kau sudah membeli kue? tapi aku sudah membuatkanya untukmu..... sebentar ya" Jyuka lalu menaruh kotak berisi kue strawberry diatas meja
"iya aku sudah terlanjur membelinya...... kenapa kita tidak gabungkan saja? " ucap Kyoko dengan idenya
sementara para gadis berbincang Gouki dan Kugisaki malah bermain konsol game milik Gouki mereka bermain game RPG bersama,
"hei Kugisaki! apa kau sudah mendapatkan Demonic blaster itu? "tanya Gouki
" belum Event nya cukup sulit, aku kesulitan mengalahkan Golem Cop padahal itu adalah misi terakhir"jawab Kugisaki
"Tada! " ucap Kyoko sambil meletakan kue hasil kombinasi miliknya dan milik Jyuka namun ia terlihat sebal ketika melihat Gouki yang asyik bermain game,"waktunya sudah habis"Kyoko lalu mencabut kabel TV dan membuatnya seketika mati,
"tidak!...... aku belum save file " ucap Kugisaki
"sudahlah Kugisaki.... ayo.. " ucap Gouki sambil memutar badanya menghadap meja kecil diruangan itu,
Jyuka lalu menaruh piring piring kecil disekitaran meja,
"seperti pesta ulang tahun saja" ucap Gouki sambil tersenyum
"ini pesta untukmu Gouki-san, andai kau tidak keterima mungkin aku tidak bisa makan kue enak ini sekarang"
"jadi kau kemari hanya ingin makan kue"wajah Gouki seketika berubah menjadi masam,
" eh tidak Gouki-san, ya........ 30 persen aku ingin makan kue, hehe"
Gouki lalu tersenyum, namum Kugisaki merasakan aura negatif dari diri Gouki, Kyoko lalu memotong kue itu dan menaruh setiap potongan diatas piring kecil,setelah itu mereka mulai menikmati kue yang disajikan oleh Kyoko,
TAMBANG
"Pak! mereka sudah mulai memasuki lantai 2! " ucap seorang engginer
"lantai 2, Area B" ucap Kolonel"bagaimana keadaan Tim 4? "
"buruk! 9 gugur, 2 orang sekarat pak! "
"sial! "
tiba tiba seorang tentara dengan luka tusuk di wajahnya datang keruangan itu"pasukan dari markas telah datang! "
"kenapa matamu? "
"kau sebaikbta segera ke ruangan medis" ucap Kolonel sambil beranjak dari kursinya
"SIAP PAK! " tentara itu lalu segera berlari ke ruangan medis,
"oi Kyojuro..... jika para monster itu sudah masuk ke Area A segera kabur dan laporkan ke pusat" ucap Kolonel sambil mengambil sepucuk senjata api diloker dekat situ,
"bapak mau kemana? "
"aku harus menghentikan ini, aku tidak akan membiarkan anak buahku mati sendirian"
Engginer itu lalu berdiri dan memberi hormat kepada Kolonel,"semoga berhasil pak"
"terima kasih, ingat... jika monster itu sudah sampai area A segera lakukan apa yang aku bilang tadi, sampai jumpa" Kolonel itu lalu berjalan kearah pasukan bantuan yang sudah berbaris dengan senjata lengkap,
"kita adalah barisan terakhir, jika kita kalah maka kota ini akan hancur, beranikan diri kalian! jangan sampai keluarga atau sahabat kita menderita, "ucap Kolonel dengan lantangnya
"SIAP!!!!!!!! " teriak semua tentara itu"Senjata siap! "
semua tentara itu lalu mengangkat senjata mereka,
Kolonel lalu menaikan tanganya dan mengayunkanya kebawah,
"semuanya serang! "
pasukan itu lalu berlari kearah posisi yang sudah ditentukan, mereka berlari dengan penuh harapan baik tanpa mereka sadari bahwa resikonya lebih buruk,
APARTEMEN GOUKI
"hah..... kenyangnya, Gouki-san itu pizza terakhir untukmu" ucap Kugisaki dengan 2 kotak pizza diatas meja,
"aku sangat kenyang" jawab Gouki,
namun secara tiba tiba sebuah ledakan terjadi dari dalam setiap saluran air Kota Neimos, disusul oleh suara kaptenya dari walkie talkie miliknya,
"ya disini Gouki ganti"
"segera kemarkas! Dome sedang dalam Zona merah" ucap Kaptenya
"Siap pak! " ucap Gouki dan tiba tibas sebuah ledakan terdengar lagi, ia lalu meletakan walkie talkienya dan mengambil rompi anti peluru miliknya,
"panggilan tugas? " tanya Kyoko
"ya katanya gawat" jawab Gouki yang sedang memakai rompi anti pelurunya
__ADS_1
"Kugisaki sebaiknya kau pulang kerumah, " Gouki lalu melihat keluar jendela"sepertinya ada yang tidak beres"
Gouki lalu menciun dahi Kyoko"aku akan pergi sebentar, setelah Kugisaki pulang kunci pintu dan jendela"
Gouki lalu memacu motornya kearah kantor polisi namun betala kagetnya dia ketika sampai disana dan melihat 2 mayat petugas yang sedang dikunyah
oleh 4 ekor Alpha, Gouki hanya bisa melotot, seekor Alpha lalu memuntahkan sebuah kartu tanda pengenal kedepan Gouki disitu tertulis Kapten Matsuyama,
"tidak mungkin"
namun nasib naas menimpanya tiba tiba ke empat Alpha itu mengendus keberadaanya, mereka lalu melepeh jasad dua petugas itu dan berlari kearah Gouki,
"sial! " Gouki lalu mengambil pistolnya dan menembak seekor Alpha hingga mati terkapar namun tidak untuk tiga ekor lainya, pundak Gouki dicengkram dan ia dilempar keudara saat dia diudara para Alpha itu dengan cepat membuka mulutnya,
awalnya Gouki nampak putus asa namun ingatan tentang Kyoko secara tiba tiba terputar kembali"aku tidak akan mati sampai aku menikahi nya!"
ia lalu membalikan badanya dan mengepalkan tanganya dengan sangat keras,
"mati kalian! "
ia lalu memukul kepala salah seekor Alpha dan mematahkan kakinya lalu melemparnya menjauh, ia
lalu menghajar sisa dari Alpha yang tersisa ditempat itu, tak berselang lama sirine bahaya berbunyi dan puluhan helikopter terbang diatas langit Dome,
"apa yang sebernya sedang terjadi? "
sebuah ledakan lalu terdengar kembali, Gouki dengan tergesa gesa mengambil sebuah tongkat tonfa yang tergeletak dijalan dan membawanya masuk kedalam kantor polisi,
SEMENTARA ITU DIATAS DOME
"semuanya sudah siap, Aiga ayo pergi" ucap Ryot
"tunggu sebentar.... ada yang sangat aku ingin lakukan ketika mendapatkan tubuh ini" Aiga lalu mengangkat tanganya dan menutup ketiga jarinya sehingga hanya menyisahkan jari telunjuk dan jari temgah,
"Bun~katsu" tiba tiba sebuah retakan berbentuk salib muncul dipermukaan tanah Dome, dari dalam retakan itu keluarlah lebih banyak Alpha yang mulai menyerang helikopter yang berterbangan,
"kau sudah selesai? " tanya Ryot
"ya... ayo pergi"
Matarel lalu membentangkan sayapnya, Ryot dan Aiga lalu memegang kedua tangan Matarel dan terbanglah mereka bertiga dengan Aiga dan Ryot bergelantungan di tangan Matarel,
Dome
"aduh kepalaku" ucap Gouki yang terbangun dari balik puing puing bangunan, kepalanya nampak berdarah, ia lalu berdiri,
"Kyoko! " tiba tiba ia teringat kembali tentang Kyoko yang masih berada di apartemenya,"aduh.... tanganku"batin Gouki ia lalu berlari sekuat tenaga kearah apartemenya,
"tolong! " suara teriakan minta tolong menggema diseluruh Dome, situasi Dome saat itu sedang kacau,
"Kraugh...... Kraaaw! " suara Alpha mulai terdengar di telinga Gouki,
"sial! oke, aku harus cepat" batinya, ia lalu berjalan sambil mebungkukan badanya melewati beberapa puing puing bangunan, sekaligus berlindung dari balik bayang bayang,
ia lalu mengintip kearah seorang pria yang sedang mengerang kesakitan akibat kakinya yang sedang dilahap oleh Alpha,
"maaf " batin Gouki dari kejauhan melihat pria itu dimakan hidup hidup,
ia lalu berjalan dan sampai diapartemenya yang sudah retak dan listrik yang padam, ia lalu menaiki tangga yang gelap secara perlahan,
"Kyoko..... bertahanlah" tiba tiba sepasang tangan menarik Gouki kebawah hingga terjatuh, Gouki lalu melindungi wajahnya dengan tangannya ia tetus dicakar dan disaat dia sudah mendapatkan momentum, ia dengan keras menendang Alpha itu hingga mundur dari tubuhnya, ia lalu berdiri dengan tangan penuh luka dan daribmulutnya yang perlahan mengeluarkan darah akibat benturan keras,
"jangan menghalangiku" Gouki lalu berlari dan melompat kearah Alpha itu, sebuah pukulan mendarat dikepala Alpha itu, ia lalu meluncur dibawah Alpha itu kebelakang badanya, saat dia dibelakang Alpha yang sedikit pusing itu ia dengan sekuat tenaga menggenggam ekor mahkluk itu dan melemparnya dinding hingga mahkluk itu sedikit lumpuh,
"sepertinya aku diberikan plot armor, hehe bicara apa sih aku" batin Gouki sambil menyeret sebuah batu besar ke arah Alpha itu ia lalu mengangkat batu itu tinggi tinggi dan dengan keras menghantam kepala Alpha itu hingga mati,
"hah..... syukurlah" nafas Gouki tersenggal senggal, dadanya terasa sesak, sinar lampu helikopter nampak melewati dirinya, "oh iya Kyoko! "
ia lalu berjalan menaiki tangga, ia terus berusaha walaupun tanganya sudah mati rasa dan darah yang ditimbulkan akibat luka lukanya,
"sial kuncinya sudah tidak berfungsi" ucap Gouki seraya menggesekan kartu kunci akses apartemenya,"Kyoko! "panggilnya namun tidak ada yang membalas, ia lalu mundur beberapa langkah dan mendobrak pintu itu menggunakan kakinya,
" Kyoko! "panggilnya berkali kali, suasanaa apartemen itu sudah kacau, kaca-kaca sudah pecah, dinding retak, Gouki lalu berjalan kearah kamarnya untuk mencari Kyoko namun hasilnya nihil, ia lalu mengetuk kamar mandi namun tidak ada jawaban, namun saat dia mengecek ruangan TV sebuah pemandangan mengerikan terpampang jelas didepanya, tubuh Kyoko nampak sudah terkoyak dengan 12 ekor Alpha sedang memakan tubuhnya, yang tergeletak hanyalah badan hingga kepalanya,
Gouki terbelalak melihat hal itu, keringat dingin mengucur dari tubuhnya, ia sampai tidak bisa mengeluarkan air mata,
"Gouki semangat! " ucapan Kyoko terdengar lagi didalam hati Gouki dan membuat amarahnya meluap,"DASAR KALIAN BEDEBAH, MAHKLUK BIADAB! "
teriakanya itu membuat fokus seluruh Alpha diruangan itu tertuju kepadanya,
Gouki lalu mengepalka tanganya dengan kuat, ia sudah tidak peduli rasa sakit yang terjadi, par Alpha itu mulai menyerangnya namun naas nasib mereka satu persatu dari mereka berhasil ditumbangkan oleh Gouki hanya menggunakan tangan, Gouki tanpa ampun memutilasi setiap Alpha yang menyerangnya muali dari menarik tulang punggung mereka hingga membunuh induk yang membawa bayi,
"Kraaaw......Kraaaw" erang sang induk yang sekarat ketika melihat anaknya terjatuh dari punggungnya,
namun tanpa belas kasih Gouki malah menendang anak Alpha itu berkali kali dan setelah itu menginjak anak Alpha itu hingga tewas,
ia lalu berjalan kearah induk itu dan menarik rahang monster itu dengan sangat kuat hingga terlepas dari tempatnya,
Gouki lalu mengahmpiri jasad Kyoko yang tersisa setengah saja, ia memeluk jasad itu dengan erat dan menangis,
"tenang Kyoko aku disisi mu" ucap Gouki kepada jasad Kyoko yang sudah tak bernyawa,"hei Kyoko!Kyoko! Kyoko Kyoko~~~"panggilnya secara terus menerus ia nampak menahan tangis sambil tak percaya bahwa salah satu orang terkasihnya sudah pergi,
__ADS_1
tak berselang lama datanglah tentara evakuasi yang telat, mereka terkejut ketika melihat Gouki dengan seisi ruangan dipenuhi dengan mayat mayat Alpha, malam itu menjadi malam terburuk sepanjang sejarah Neimos, sebuah Outbreak yang memakan lebih banyak korban dibandingkan saat pembuatan Dome, Outbreak yang mendorong banyak anggota baru dengan kemampuan khusus seperti Gouki.