Trains:Bashina Resurrection

Trains:Bashina Resurrection
Dead or live


__ADS_3

"eh dimana aku? " batin Toaru,ketika ia membuka matanya ia terkaget karena ia berada diatas langit


"EH? aku diatas langit? " kaget Toaru, ia lalu berbalik kearah bawah dan melihat Jay sedang meluncur kearahnya


"Oh ****"


Toaru dipukul dengan keras hingga menghantam dinding Dome disana, tak mau terulang kesalahan yang sama Jay dengan cepat langsung mengikat Toaru dengan cincin api miliknya,


"Apterus! "


"kau mendapatkanku lagi"


"kau tidak pernah belajar ya Toaru"


"oh ya? "


puluhan Katana melesat menghantam Jay dari belakang, Toaru lalu mengambil salah satu katana dan melepas cincin api dibadanya,


"kau menghabiskan kesabaranku"


"sejak kapan kau bersabar? "


dengan badan penuh katana ia berlari kearah Toaru dan melakukan pertarungan jarak dekat, sesekali mereka memanipulasi alam,


BRAK DUM BLAR


Jay membanting Toaru berkali kali hingga lehernya patah, Toaru lalu berputar dan memutuskan tanganya yang digenggam Jay,


"kau mulai terbiasa" Jay membuang potongan tangan Toaru itu,


sebuah tangan tumbuh kembali mengisi tangan kanan Toaru yang putus"shut up Jay, kau punya hutang rahang denganku"


"hahaha ambilah sendiri hutangku"


Toaru berlari kearah Jay dengan katana terarah ke jantung Jay, dan pertarungan kembali terjadi kali ini Toaru mulai serius ia beberapa kali menghantamkan kepala Jay ketanah, dan beberapa kali menebas kakinya,


Jay yang kesal menciptakan Tower of blitz dan berusaha menyegel Toaru namun hal itu sia sia, karena ketika rantai listrik itu menyerang Toaru, ia bisa dengan mudah mematahkanya,


"kau pikir itu akan berhasil hah? " Toaru melemparkan rantai yang patah itu hingga menghantam Jay,


"AKU KEHABISAN KESABARAN!!!!!! " Jay melepas ketiga batu ditanganya dan cincin dari jarinya, ia lalu menelan keempat benda tersebut,


"apa yang dia lakukan? " batin Toaru


"kau akan tau kekuatanku yang sebenarnya!!! " sebuah tulang merobek keluar dari punggungnya, tubuhnya bergetar dan membesar,


"Holy ****.... apa apaan dia? "


rahang Jay robek dan membesar, di belakang punggungnya terdapat sayap yang mencuat dsn terbuat dari tulang, ekor panjang dengan gada perlahan muncul, dan ia sudah tidak berjalan dengan kedua kakinya,


"ROAAAAAAAAR! " raumnya,


Toaru terdiam ketika melihat Jay sepenuhnya berubah menjadi naga tulang raksasa,


"yah... mati deh aku" batin Toaru dengan wajah sebal


naga itu terbang sambil mencengkram Toaru dikakinya,


TIM MIKE


"sialan...... " batin Mike yang tersisa dari timnya,


seluruh anggota timnya telah gugur akibat serangan dadakan dari skeleton,

__ADS_1


"kami sebentar lagi akan sampai bagaimana keadaan kalian" tanya Danwoo melalui walkie talkie,


"kami da-" seketika Mike terdiam... ia berpikir jika meminta bantuan lagi maka waktu tidak akan cukup,


"halo? "


"kami baik baik saja namun terjadi baku tembak dengan keparat itu"


"hubungi kami bila terjadi hal serius ganti"


"dimengerti, ganti"


Mike mengokang senapanya dan mengambil sehelai kain yang ia ambil dari salah satu mayat disana,


"tunggu sebentar"


dan disaat para tentara sedang mengganti peluru, Mike dengan cepat membalas dan melumpuhkan beberapa tentara, melihat peluang ia keluar dari tempat persembunyianya dan mulai mencekik satu persatu musuhnya dengan kain yang ia ambil tadi,setiap ada yang menembak kearahnya ia denhan cepat berlindung dibalik badan mayat yang ia bunuh,


"ayo Mike! " batinya ia lalu mengambil pistol di sabuknya dan menembak secara perlahan sambil sesekali melempar beberapa serpihan kayu kelawan,


DOR!


sebuah peluru menembus lengan kiri Mike namun untungnya Mike berhasil membunuh pria itu terlebih dahulu sebelum menarik pelatuknya kembali,


"Oh ****... its hurt" ucap Mike sambil memegangi luka tembak dilenganya,


"Kyle pada Mike, bagaimana keadaanya? " tanya Kyle sambil menempel beberapa peledak di sebuah dinding,


"aku baik baik saja.... sebentar lagi aku akan sampai" ucap Mike yang kesakitan


"kau baik baik saja disana? ada apa? "


"hanya goresan kecil kak.... tunggu sebentar"


"dimengerti"


"hei Mike... jika kau terluka kembalilah"


"haha kakak terlalu meremehkanku"


"baiklah hati hati adik kecil"


"ya... " sambungan terputus "adik kecil? sudah lama aku tidak disebut seperti itu"


sebuah pistol yang tergeletak ia ambil dan ia cek isi pelurunya setelah itu ia berjalan ketitik yang sudah ditargetkan, namun ditengah perjalanan ia bertemu dengan seorang tentara yang dengan cepat ia tembak kepalanya,


"semoga saja tidak ada lagi"


"kami segera kesana.... seluruh pasukan telah dikerahkan" ucap seorang pria dari walkie talkie yang berada dijasad itu, lantas hal itu membuat Mike seketika menghentikan langkah kakinya,


"hah? "


"kami telah mengepung tempat, segera bawa yang terluka keluar, kita habisi sekarag juga"


Mike mengambil walkie talkie itu"dimana kalian? "


"beberapa meter dari lubang... tunggu saja"


"baik dimengerti"


Mike terdiam sejenak, ia mengikat luka lenganya dengan kain yang ia ambil dari mayat didepanya lalu mengokang pistol yang ia pungut tadi,


"well i think i have a big job for now" batinya,

__ADS_1


sambil memegangi kalung pemberian ayahnya ia berjalan dengan gagah menuju musuh yang menghadang,


TOARU....


Bruak!


Toaru diseret turun kebawah lewat dinding Dome, sesampainya dibawah Jay mebakar Toaru tanpa henti dan melemparnya kesebuah gedung hingga hancur


"oh ya ampun" batin Toaru


ia lalu melihat Jay dihadapanya sudah siap menyemburkan api dari mulut naganya, ia segera merangkak dan menghindari semburan api yang melelehkan segalanya,


"Toaru! "


Toaru memunculkan sebuah katana ditanganya dan berlari menembus kaca melompat kepunggung naga Jay,


"rasakan ini! " punggung Jay ditusuk dengan katana hingga menembus setengah badanya, namun itu tidak berefek serius, hingga sebuah roket menghantam mereka berdua hingga terjatuh ketanah,


Toaru yang sadsr dengan segera menancapkan katananya kegedung yang berada disana dan membiarkan Jay terjatuh,


"tembakan darimana itu? "Toaru melihat Yuko yang bediri diujung sebuah gedung dengan Bazooka ditanganya,


"PERLU BANTUAN KAWAN!! " teriak Yuko


Toaru tersenyum ketika melihat semangat sahabatnya itu, ia menghampirinya


"topi yang bagus" ucap Yuko kepada cincin halo milik Toaru


"terima kasih kawan .... "


"RAAAAR TOARU BAJINGAN!! "teriak Jay


" well kau punya rencana? "tanya Yuko" karena aku punya rencana"


"oh kau tahu saja, otak ku kosong"


"MAJU SINI KAU" Jay memanjat gedung yang Toaru dan Yuko pijak, sesampainya diatas sana hanya terdapat 7 granat didalam kaus kaki dan meledak hingga mengenai kepala Jay,


"makan nih buah naga! " Toaru melompat kekepala Jay dan memasukan sebuah bom diselipan tulang disana lalu meledak hingga meretakan sedikit kepala Jay,


"well... itu tidak berhasil"ucap Toaru diatas parkiran bersama Yuko


"AWAS TOARU! " teriak Yuko ketika Jay melempar sebuah tiang listrik kearah mereka,


Toaru dengan cepat menendang Yuko jatuh bersamanya dan menendangnya masuk kedalam ruangan gedung sedangkan ia kembali dicengkram oleh Jay lalu dibanting ketanah,


"MATILAH KAU!! " Jay menyembur Toaru dengan api laharnya yang panas,


"Toaru! " batin Yuko yang tersadar didalam ruangan kantor gedung itu, ia bersegera mengambil bazookanya dan mengintip kebawah gedung,


"sial! aku bisa mati kalau begini" batin Toaru yang terus disembur tanpa henti dengan api lahar yang panas,


BOOM!


sebuah roket mengenai punggung Jay kembali membuatnya menghentikan semburanya dan menoleh kearah Yuko yang sedang mengarahkan peluru terakhir kearah Jay,


"tunggu... jangan lakukan itu! " ucap Toaru saat melihat Jay membuka mulutnya lebar lebar


"YUKO CEPAT LARI!!!!! "ia mulai berontak dan bergerak sekuat tenaga untuk bisa lepas dari cengkraman Jay, Toaru mulai panik dalam situasi itu dan benar saja Jay secara tiba tiba menyemburkan api kearah sahabatnya itu, jantungnya berdegup kencang


" TIDAK!!!! "teriak Toaru sambil menutup matanya,


suasana terasa sunyi sejenak, ia mulai membuka matanya secara perlahan dan betapa terkejutnya ia ketika melihat langit merah Undervoid diatasnya

__ADS_1


__ADS_2