Trains:Bashina Resurrection

Trains:Bashina Resurrection
the Past


__ADS_3

sinar mentari pagi sudah menyinari seluruh sudut stasiun yang sudah setengah hancur itu disusul oleh mundurnya para kelompok Skeleton Senshi dari sana,


"kenapa mereka semua pergi? " ucap Toaru


"hei bantu cepat bantu aku" panggil Bima yang nampak sedang mengangkat tubuh Mike yang belum sadar


"ya tunggu sebentar" jawab Toaru


"tidak! mereka membawa Kncukle miliku," keluh Gouki yang kehilangan senjata utamanya,


Yuko lalu mengambil sepucuk senjata dari salah satu mayat yang tergeletak di sana"kau bisa menggunakan ini,"ucap Yuko sambil menyodorkan senapan itu kepada Gouki,


"baiklah akan kupakai" ucap Gouki dengan nada kecewa,"setidaknya mereka tidak mengambil left hand support miliku"


tak berselang lama datanglah Hannah bersama Eri disampingnya mereka nampak berjalan bergandengan tangan dengan sebuah tas ransel di punggungnya Hannah,


"eh siapa anak ini? " tanya Yuko sambil membungkukan badanya"halo siapa namamu? "


"namaku Eri" jawab Eri yang sedikit malu sambil bersembunyi dibalik kaki Hannah,


Yuko lalu berdiri dan menatap Hannah"kau yakin dia aman bersama kita? "tanya Yuko


" lebih baik dia ikut kita dari pada dia bersembunyi disini.... orang tuanya sudah tidak ada jadi dia tidak memiliki pilihan lain"ucap Hannah ia lalu menggandeng Eri masuk kedalam kereta sementara Yuko berjalan menghampiri Toaru dan Bima untuk membantu menggotong tubuh Mike,


Houdson Tower


"kenapa dia kembali lagi seperti semula? " ucap Jay


"kemungkinan Lock tidak membunuhnya, dia hanya membuatnya tertidur" Lobo lalu menundukan kepalanya


"ada apa? "


"aku rasa aku mengenal orang itu!? " ucap Lobo yang kebingungan,


"hah! apa mungkin dia adalah teman pemilik tubuh mu sebelumnya"


"bisa jadi"


"wah serunya, aku harap aku bisa begitu supaya aku bisa berpura pura menajdi pemilik tubuh ini" Jay lalu melihat matahari yang sudah mulai naik ke permukaan"ah sudah jam segini"


"kau mau pergi? "


"ya aku harus menemui Matarel dan Veela, tolong kau awasi ya," Jay lalu mengeluarkan uap dari tubuhnya sama seperti sebelumnya dia lalu menghilang secara perlahan didalam kepulan asap tersebut,


Lobo lalu tersenyum"lama tak bertemu Yuko! Toaru! "


pinggiran Houdson


"jadi namamu Eri? " tanya Kyle"dan kau tinggal sendirian? "


Eri hanya mengangguk, tak berselang lama datanglah Hannah dengan membawa semangkuk ransum untuk Eri makan,


"nih makanlah" ucap Hannah sambil menaruh mangkuk itu dihadapan Eri


"yap kau akan aman disini" ucap Kyle lalu berdiri dan berjalan ke gerbong belakang,


GERBONG 2


"oi Bima! apa kau tahu apa yang sebenarnya terjadi disini? " tanya Toaru sambil mengintip dari lubang jendela

__ADS_1


"apa kau belum tahu ceritanya? " Bima lalu menepuk jidatnya"dasar anak jaman sekarang, Dome ini hancur akibat malaikat"


"hah? kau bercanda? "


"tidak..... itu benar, seorang pria dengan cincin aneh diatas kepalanya dan dia menghancurkan seluruh Dome hanya dengan beberapa kali pukulan"


"apa dalangnya sudah tertangkap? "


"belum..... ada orang yang selamat namun saat ditanyai yang dia bilang hanyalah putih dan hampa" Bima lalu menaruh kakinya diatas box


"dan yang paling mengerikan"


"apa? "


"Dome ini sempat menghilang selama 2 jam dan ternyata ada 2 malaikat yang tertangkap kamera namun yang satu melarikan diri dan yang satunya menghancurkan Dome,"


"lalu apa yang terjadi setelahnya? "


"banyak helikopter datang mengevakuasi warga" potong Yuko"apa aku benar? "


"kau benar sekali" jawab Bima"setelah itu belom ada lagi laporan tentang malaikat ini...... ya syukurlah semoga saja dia tidak menampakan dirinya lagi"


"oi Toaru..... ayo kedepan" ajak Yuko


"baiklah" namun saat ia mau beranjak ia secara tiba tiba terpaku kearah sebuah lubang besar di gedung LAB Houdson,


"apa itu? " tanya Toaru


"itu salah satu keganasan nya" ucap Bima"kau harusnya lebih jeli lagi"


Toaru lalu memincingkan matanya dan terkejut ketika melihat sebuah lubang besar disalah satu tembok Dome


"waw..... mahkluk seperti apa dia?? "pandanganya teralihkan ketika seekor Nicraw melompat masuk kedalam gerbong,


"saatnya berkerja kawan kawan" ucap Kyle yang tiba tiba saja lewat dari gerbong depan, "Gouki sebaiknya kau biasakan menggunakan senapan! "


Yuko dan Toaru lalu berjalan ke gerbong depan,


"tunggu apa lukamu itu sudah sembuh? " tanya Yuko sambil menunjuk tangan Toaru yang masih diperban,


Toaru lalu merobek perban itu"ya sudah baikan"ucapnya lalu mengeluarkan katana miliknya,


suasan lalu hening sementara...............


RAAAAR!


secara tiba tiba seekor Nicraw masuk kedalam gerbong disusul oleh kawananya,Toaru dan Yuko lalu berkerja sama saling menebas Nicraw secara bersamaan dibantu oleh Hannah yang menembaki Nicraw itu, Hannah juga menyuruh Eri untuk bersembunyi dibalik box suplai yang ada disana,


"mereka banyak sekali" Yuko lalu mengambil sebuah pistol dari saku ikat pingganya dan mengkombinasikan Katana dan pistol sebagai senjatanya,


SEMENATARA ITU DI HOUDSON ARIAL TOWER


"apa benar yang dikatakan Jay? " ucap Lobo sambil berjalan disekitar menara itu, ia nampak mencari cari sebuah ruangan yang dikatakan oleh Jay


"kau mungkin bisa mencarinya di ruangan yang bertuliskan Yama" ucap Jay tadi


"ah.... kenapa aku harus mencarinya kan harusnya dia yang mencarikanya untuku ku" Lobo lalu berhenti didepam sebuah pintu yang memiliki papan nama yang sudah tertutupi debu dan tumbuhan,


"apakah ini? " Lobo lalu mengusap papan nama tersebut dan terlihatlah sebuah tulisan bertuliskan Yama,

__ADS_1


Lobo lalu melihat kesekitarnya dan dengan keras menendang pintu itu hingga hancur ia lalu masuk kedalam ruangan itu dan terkejut ketika melihat sebuah tengkorak tergeletak diatas tanah, dan sisa badanya masih terduduk rapih diatas kursi dengan pakaian yang lengkap,


"kau pasti tuan Yama? " ucap Lobo sambil mengangkat tengkorak itu,


nampak cahaya matahari yang masuk dari sela sela jendela yang pecah, lumut lumut tumbuh subur di ruangan itu begitu pula dengan sebuah lukisan besar di dinding ruangan itu, lukisan yang indah itu dengan perlahan berubah menjadi gumpalan lumut dan sarang serangga saja,


"dimana kau menaruh berkas itu? " gumam Lobo sambil mengorek ngorek setiap meja dan lemari ditempat itu sampai ia terhenti ke sebuah brankas tersembunyi di bawah lantai,


"pasti ini, aku sudah menciumnya dari tadi" Lobo lalu mengangkat brankas itu keatas lantai, tanganya lalu ia rubah menjadi legan serigala dan dengan kuat menebas rantai yang mengikat brankad itu,


"ok saat nya membukaaaaa.... " Lobo lalu menarik pintu brankas itu dengan kuat hingga terlepad dari brankas itu didalamnya ia langsung mengambil 3 berkas berwarna merah yang disimpan disana,


"permisi tuan" ucap Lobo sambil mendorong tubuh tulang belulah itu dari kursi nya, ia lalu duduk dan menaruh ketiga berkas itu diatas meja, pertama tama ia membuka berkas bertuliskan Subjek L dan subjek G,


SUBJEK WEAPON BASHINA


tujuan:


menghasilkan senjata yang dapat melawan balik Bashina dan pasukanya,


SUBJEK


Toaru Kuroji


Kyra Karkopsi


"tidak ada disini" ucap Lobo ia lalu menutup berkas itu dan membuka berkas baru,


GAGAL GAGAL GAGAL


Laporan:


Markas berhasil disusupi Bashina, kedua Subjek mengamuk,


penanganan:


pengerahan Tim pelindung Dome


Hidenori Kubota


Mark fils


George macvin


Kaito minamushi


Musaad al hamid,


"tunggu bukankah itu namaku ? " ucap Lobo sambil melihat namanya yang tertulis Hidenori Kubota, ia lalu merogo kantongnya dan mengambil dog tag lama miliknya, "ya benar, ini aku"


ia lalu menyenderkan badanya dan menghela nafas


"andai saja setelah aku membunuhnya waktu itu aku masih bisa mengingat" batin Lobo ia lalu tanpa sengaja melihat sebuah benda mengkilat dibalik atap langi langit ruangan itu,


Lobo lalu memincingkan matanya dan ia lalu mengambil sebuah batu dari lantai dan melemparkanya ke langit langit hingga membuat benda yang ternyata guci itu jatuh dan pecah,


"eh apa itu? " ucap Lobo yang melihat 2 lembar kertas dan foto berada di serpihan guci yang jatuh tadi,


ia lalu menghampirinya dan mengambil foto itu nampak terfoto dengan jelas seorang sedang melayang dengan lingkungan disekitarnya yang hancur orang itu nampak memiliki cincin diatas kepalanya, dan dibalik foto itu ada foto lagi yang menampilkan dataran putih yang dipenuhi pohon cemara,

__ADS_1


Lobo yang tertarik lalu membawa kertas dan foto itu ke meja didekatnya ia lalu membaca kertas itu beserta berkas yang ia ambil tadi dengan jeli dan fokus,


ia memanfaatkan sinar matahari yang masuk sebagai saran penerangan sedangkan angin sejuk sebagai sarana pendingin ruangan.


__ADS_2