Trains:Bashina Resurrection

Trains:Bashina Resurrection
TIME FOR BREAK,


__ADS_3

PAGI HARI


Toaru nampak terbangun dari pingsanya ia terbangun diatas tanah lumpur yang dingin, tanganya yang semalam buntung sudah tumbuh kembali dan luka lukanya juga sudah sembuh,


"aduh leherku" ucap Toaru sambil memegangi lehernya, ia lalu melihat sekelilingnya yang sepi dan dingin"jadi aku berhasil kabur semalam"batin Kaji


ia lalu duduk dan terdiam sejenak"semua luka ditubuhku sudah sembuh? "


tiba tiba seekor Alpha nampak menghampirinya dengan sebuah katana dimulutnya, Alpha itu lalu melepehkan katana itu didepan Toaru,


"oh terima kasih" Toaru lalu mengambil katana miliknya namun Alpha itu tak kunjung pergi dan malah duduk diam didepan Toaru,


"eh? kau boleh pergi sekarang" ucap Toaru dan barilah Alpha itu pergi meninggalkan Toaru,


Toaru lalu berdiri dengan bajunya yang compang camping, ia lalu memegang rambutnya yang terkenal lumpur saat ia bangun tadi,


"nampaknya aku harus mandi" ucap Toaru ia lalu berjalan menyusuri lembah yang berkabut itu,sampai ia berhenti ketika menemukan sebuah danau sedang yang sedikit keruh,


"JACKPOT" Toaru lalu segera membasuh kepalanya yang kotor, bahkan ia sampai melompat masuk kedalam danau itu ditengah tengah keseruan bermain air ia tanpa sengaja mengaca ke permukaan air yang memantulkan wajahnya,


"andaikan saja aku tidak seperti ini" tiba tiba saja sebuah kenangan masa lalu terputar sekilas, kenangan disaat ia tiba tiba diculik dahulu,


"jadi benar, hah..... tapi darimana pemerintah tahu bahwa diriku ini adalah Bashina, "


tak berselang lama dari tepian danau masuklah sekelompok Abydos kedalam danau itu, mereka nampak berenang menjauhi Toaru ketika sudah di air, Toaru yang melihat itu hanya bisa diam dengan penuh rasa penasaran,


"sebenarnya aku ini mahkluk apa sih? manusia bukan, monster bukan,tetapi Lock, Hide dan Aiga spirot tadi bilang bahwa aku dewa atau malaikat? "ucap Toaru ia lalu mulai berjalan ketepian danau dan duduk manis disana,


" katana yang tersimpan di altar, tanah yang berubah menjadi merpati dan Hide yang masih hidup namun namanya sedikit berubah menjadi Lobo Vol? Vol? ah! aku lupa kelanjutanya"


Toaru lalu duduk santai dan menatap keatas langit,awalnya suasana disana tentram sampai tiba tiba saat Toaru sedang berkedip dunia yang ia duduki seketika berubah menjadi Undervoid,


"AH! OH MY GOD" kaget Toaru yang reflek berdiri ketika melihat Undervoid"kenapa aku bisa disini? "


ia lalu memandangi seisi dimensi yang hampa memang ada beberapa gedung runtuh dan pohon namun itu sangatlah jarang,


"sial dimensi ini! " ucap Toaru sambil melihat kesekelilingnya,


beberapa tengkorak masih berada dilangit dengan mulut yang mangap, dan juga setiap salib kuburan yang sebelumnya berdiri tegak sekarang sudah patah patah,


"aku mulai benci ini"


KERETA


"akhirnya kita keluar juga dari lembah menyeramkan itu" ucap Gouki dengan nafas tersenggal senggal mengantri untuk diobati,


"oke lukamu sudah ku bersihkan dan sudah kuperban" ucap Hannah

__ADS_1


"terima kasih" jawab Mike yang terluka dibagian kepalanya,


Hannah lalu melihat kedalam tasnya dan mendapati stok perban, dan beberapa alat medis sudah berkurang, Gouki lalu duduk disebelah Hannah dan meletakan telapak tanganya yang berdarah dengan sebuah cakar menancap dipunggungnya,


Hannah yang melihat itu dengan bersegera mengobati setiap luka namun saat mau membalut telapak tanganya perban ditasnya sudah habis,


"eh perbannya habis? " ucap Gouki yang melihat tas Hannah yang hanya tersisa alkohol dan paracetamol,


"tenang aku bisa mengakalinya" Hannah lalu merobek lengan bajunya yang panjang dan melumurinya dengan alkohol,"oke tahan Gouki"


"tahan kena-AAAAH..... " omongan Gouki terpotong ketika Hannah dengan cepat langsung membalut telapak tanganya dengan kain yang dibaluri alkohol sehingga membuat rasa perih ditangan Gouki,


"oke sudah"


"terima kasih" ucap Gouki sambil berjalan kegerbong belakang,


"jahit saja.... tidak perlu diperban" ucap Bima yang berdiri dengan sebuah luka sayatan yang membentang dari ujung betis sampai paha,


"silahkan duduk disini" ucap Hannah, ia lalu membuka sebungkus jarum dan seutas benang dan mulai membersihkan luka Bima terlebih dahulu, sementara itu digerbong belakang nampak Gouki, Kyle dan Mike yang sedang mengobrol,


"malam tadi adalah malam yang terburuk" ucap Kyle dengan luka ditangan kirinya dan sebuah luka gigitan di pundaknya,


"ya baru kali ini aku menghadapi monster se ganas itu" ucap Gouki"apa yang membuat mereka bisa seganas itu? "


"aku tidak tahu.... namun sialnya mahkluk itu menghancurkan senapan miliku" ucap Mike sambil memegangi kepalanya yang diperban,


"iya itu aneh.... kakak semalam sudah menembak seekor Nicraw namun tangan Nicraw itu tetap menyerang"sambung Mike


" apa kabut itu membuat mereka seperti itu"ucap Kyle


"kalau begitu berarti kabut tadi seperti morfin atau rumput ajaib" Mike lalu menyenderkan kepalanya dengan perlahan,


pintu geser lalu terbuka dan munculah Bima dengan sebuah tongkat di tanganya untuk membantu diirnya berjalan,


"apa perbanya habis? " tanya Gouki yang melihat kaki Bima ditutupi dengan kain biasa


"sepertinya...... dan Yuko sudah mengirimkan laporan kita ke pusat"jawab Bima


Kyle yang kesal mendengar hal itu hanya bisa memukul lantai"untuk apa? mereka juga tidak akan memberikan bantuan kan? "


"sabar kak,yang penting kita selamat"


"aku harap.... begitu namun tidak ada yang bisa menjamin habis ini kita akan diserang" ucap Kyle


GERBONG 1


"kau harus diobati" ucap Hannah yang melihat kepala Yuko yang berdarah dengan tanganya yang penuh dengan luka,

__ADS_1


"tidak apa apa"


"tapi itu harus dibersihkan"


"kubilanh tidak apa apa" ucap Yuko dingin,


ia lalu menghubungi Kaji


"halo Yuko? "


"Laporan kita semua terluka, dan peralatan medis menipis"


"baiklah dimengerti apa ka-" belum sempat Kaji menyelesaikan perkataanya Yuko langsung menutup sambunganya, dan tiba tiba Yuko terjatuh pingsan tak sadarkan diri,


UNDERVOID


"HAAAAAA!!!!!! kenapa aku tidak keluar dari dimensi inu!!! " teriak Toaru yang mulai bosan berada didalam dimensi itu,


"setidaknya berikan lah aku bianglala" tiba tiba tanah yang ia pijak bergetar dengan hebat"eh apa yang terjadi? "sebuah biang lala lalu muncul dari dalam tanah dan bediri dengan tegak,


" WTF! huh? kenapa tiba tiba muncul? "tanya Toaru yang bingung, ia lalu berjalan melewati biang lala itu, sampai sebuah ide terlewat didalam pikiranya,


" aku ingin keluar didekat Daeki"ucap Toaru


tiba tiba waktu ditempat itu berhenti seketika langit retak dan tanah bergetar,


"aku harap mantraku benar" batin Toaru


lalu pecahlah langit menjadi langit biasa dan tanah yang berubah menjadi kupu kupu terbang dan menyisakan tanah biasa, dan disanalah ia berhasil keluar dari dimensi buatanya sendiri,


"hah.... akhirnya bebas" ucap Toaru sambil memandangi suasan sekitar yang cukup basah walau matahari sudah bersinar, terdapat lembah inaso dibelakangnya menandakan bahwa ia sudah keluar dari lembah,


"TOARU!!!! " sebuah suara terdengar memanggilnya dari kejauhan,


Toaru lalu menoleh kearah suara tersebut dan melihat Sakuya berlari kearahnya


"SAKUYA! " teriak Toaru,


Sakuya lalu langsung melompat dan memeluk Toaru dengan erat, namun Toaru dengan cepat langsung melepaskanya,


"kau baik baik saja? " tanya Toaru


Sakuya lalu mengangguk dan matanya nampak berkaca kaca, "aku kira kau tidak akan kembali"


"usap dulu airmatamu itu, kau seperti bertemu orang yang kau cintai saja" Toaru lalu memberikan senyumanya kepada Sakuya,


Sakuya lalu mengusap matanya dan menatap Toaru,"ayo.... jalanya tinggal lurus"

__ADS_1


"oh tentu" jawab Toaru mereka lalu melanjutkan perjalan mereka, ke Dome Daeki,


__ADS_2