
2 bulan setelah Outbreak
"apa kau bilang? kau merendahkan pasukan tambang? " tanya petugas yang sedang mengintreview Gouki,
"karena kelemahan kalian, Outbreak terjadi"
"dengar! ini adalah perekrutan bukan kotak saran"
"apa wajahku menunjukan keraguan? "Gouki lalu meletakan kedua tanganya yang diperban keatas meja,
" ceritakan tentang dirimu"
"bukankah aku sudah memberikanmu kertas laporan tentang diriku? " ucap Gouki
petugas itu hanya terdiam ia lalu membuka kerta laporan milik Gouki dan membacanya ia nampak sedikit takjub ketika melihat laporan bahwa Gouki pernah membunuh banyak Alpha saat Outbreak,
"coba jelaskan senjata apa yang sering kau pakai? "
"kau sudah membaca semuanya? "
"sudah, dan disini tidak ada keterangan apapun tentang senjata"
"ya benar, aku tidak menggunakan senjata, senjataku adalah kedua tangan ini"
"menarik.... dan kau berasal dari kepolisian" petugas itu lalu menghela nafas"kau menarik namun masih harus kami diskusikan,pulanglah nanti akan kami kirimkan surat"
"baik.. terima kasih" jawab Gouki ia lalu berdiri dan membungkukan badanya setelah itu pergi berjalan keluar, ia lalu menaiki tangga kepermukaan karena lift yang masih dalam masa perbaikan, sesampainya dipermukaan ia berjalan menyusuri kota dibawah sinar mathari pagi,
"silahkan sarapanya selagi hangat," ucap seorang penjual,
terjadi sebuah pembangunan besar besaran setelah Outbreak terjadi, angin angin berhembus pelan menerpa Gouki,
"koran koran belilah, edisi khusus"
"aku beli koran 1"ucap Gouki sambil memberikan uang kepada penjuak koran itu, ia lalu menyebrang dan berjalan dibalik bayang bayang gedung yang menghalangi sinar matahari, ia melewati beberapa pekerja yang sedang mengecor jalan, ia lalu masuk kedalam kompleks pemakaman,
" halo Kyoko"ucap Gouki sambil mengeluarkan Mochi dan bunga dari tasnya,"aku membawakanmu makanan"ia lalu mengambil seember air dan membersihkan makam Kyoko,
"kau tahu, aku keliar dari kepolisian aku berminat masuk pasukan tambang saja, aku tahu ini sangat cepat hanya 3 bulan menjadi polisi setelah itu selesai," ucap Gouki ia lalu tersenyum, ia lalu membaca judul koran yang ia beli tadi,
"awal mula terpecahnya tambang? berita ini sudah dibahas selama 2 bulan"
ia lalu berdiri dan membungkuk"maaf Kyoko aku tidak bisa berlama lama, minggu depan aku akan kemari lagi"Gouki lalu memasukan koran itu kedalam tasnya dan membawa kembali ember yang ia ambil tadi untuk dikembalikan,
"sampai jumpa" namun saat dia mau beranjak ia merasakan angin halus melewati pundaknya dengan pelan, ia lalu memegang pundaknya dan berjalan menjauh dari makam Kyoko,
KERETA
"waw...... aku tidak pernah menyangka bisa separah itu" ucap Bima
"ya itu kenapa aku membenci monster terutama Alpha, andai saja para Demonst tidak kemari" ucap Gouki ia lalu memandangi foto Kyoko sambil tersenyum
"well tidak bagus juga berlama lama larut dalam kesedihan, "
tjba tiba saja Eri berlari dari gerbong depan dengan wakah ketakutan,
"Eri! lukamu belum sembuh! " susul Hannah sambil menggenggam kapas dan alkohol, ia lalu melihat Eri yang bersembunyi dibalik punggung Bima,
"kenapa kau takut? " tanya Bima
"kak Hannah ingin membersihkan lukaku"
__ADS_1
"bukankah itu bagus? "
"tapi itu sangat perih.... aku tidak suka"
"kalau tidak seperti itu nanti luka mu malah infeksi!" ucap Hannah namun Eri tetap menggelengkan kepalanya,
"berikan alkohol dan kapas itu kepadaku" ucap Bima, Hannah lalu memberikan dua benda itu kepada Bima,
"mana lukamu? "
"tidak mau" jawab Eri sambil menutupi dengkulnya yang terluka,
"hei, lihat aku dapat hidungmu" ucap Bima seakan alan ia mengambil hidungnya
Eri lalu menyilangkan tanganya"itu candaan anak kecil tahu-aduh! "Eri kaget ketika ia baru menyadari bahwa Bima sedang membersihkan lukanya,
" waw kau hebat melakukanya"
"anaku dulu juga seperti ini" jawab Bima
"aduh..... perih.... "
"dah sudah selesai, " ucap Bima, Hannah lalu memberikan perban kepada Bima,"kau mau mencoba? membalut lukamu sendiri? "
Eri lalu mengangguk, Bima yang melihat Eri setuju lalu membalut bagian dasar luka terlebuh dahulu ia lalu kembali membalutkan perban ke 2 nya dan yang ini diperuntukan Eri,
"sekarang putar kekanan,lalu kekiri dan kekanan lagi" ucap Bima yang menginstruksikan Eri,"dan bagus, oke aku akan menplester perbanya agar tidak terbuka oke"
"terima kasih"ucap Eri
"sama sama, dan tada.... sudah selesai" ucap Bima,
disusul oleh kereta yang berhasil keluar dari terowongan Yeka menandakan bahwa mereka sudah keluar dari kota tersebut, mereka melaju kedalam hutan Northwood sebuah hutan belantara yang terdapat jalur Tol antar negara,
"oke istirahat selesai" ucap Bima
"hah? "
"mereka sudah datang, gunakan senjatamu cepat! "
Gouki lalu berdiri dan menghela nafas"hah..... aku ingin tidur"
"sudah 2 hari kita belum tidur"
"oh ayolah sekarang masih siang"
"huah..... baiklah"
Gouki lalu melihat keluar jendela dan seekor Nicraw melompat masuk dan menyerang Gouki, Gouki lalu membantung Nicraw itu dan menginjak kepalanya hingga hancur,
"kan, sudah kubilang.... mereka sudah datang"ucap Bima yang sedang membidik keluar
"ya... ya... aku tahu" jawab Gouki,"peluru ku habis"
"minta saja ke Mike dia memiliki banyak peluru dibelakang, siapa tahu ada yang cocok"
Gouki lalu berjalan kebelakang gerbong dan saat dia memasuki gerbong 3 betapa terkejutnya ia ketika melihat Mike dan Kyle sedang tertidur pulas,
"JDAAAAK! " Gouki dengan kencang membanting senapanya hingga membuat suara yang begitu keras, hingga memancing Bima kesana
"Oi ada apa Go-" Bima terdiam ketika melihat mereka bertiga tidur pulas,"dasar mereka!, PRAAANGGG! " sebuah besi dibunyikan hingga mengeluarkan suara mengganggu,
__ADS_1
"ah.... kupingku.... suara apa ini!? " ucap Mike yang terbangun,
disusul oleh Kyle dan Gouki,
"apa yang kau lakukan disini? " tanya Kyle
"membangunkan kalian, para Monster sudah datang"
mereka yang kesal lalu merundung Bima dan menendang nendangnya berkali kali,
"hey kau tahu tidak!? aku sudah 3 hari tidak tidur" ucap Kyle sambil terus menendangi Bima karena dia kesal,
"kalau kau mau melawan monster lakukan sendiri saja!!! " sambung Mike
"tidak ada yang peduli tentang monster, tidur nomor 1" ucap Gouki,
"sejak kapan kau di gerbong kami? " tanya Mike yang bingung
"itu tidak penting! yang terpenting adalah menyingkirkan lalat ini agar bisa tidur nyenyak!!!" jawab Gouki,
"Yes sir" jawab Mike mereka terus menendangi Bima karena kesal,
Ibachiba,
diats rooftop sebuah gedung terdapat Jay dan Lobo yang sedang mengobrol
"sudah sampai mana mereka? " tanya Jay
"Alpha ku mengatakan bahwa mereka baru memasuki hutan"jawab Lobo sambil meminum air dibotolnya
"hutan yang mana? "
"hutan tempat Alpha Alpha ku tinggal"
"berarti sudah dekat, " Jay lalu beranjak dari tempatnya berdiri dan menghampiri Matarel yang sedang berbarjng diatas rooftop itu,
"jadi bagaimana rencananya? " tanya Matarel yang menyadari kedatangan Jay,
"target kita adalah Lock, jadi sesampainya mereka disini, kita akan langsung menghantam kereta itu dengan batu nah saat kereta itu sudah jatuh kita akan menghabisi Lock bersama sama"ucap Jay
"bersama sama? memangnya Lock sekuat apa? "tanya Matarel yang tiba tiba duduk ketika mendengar rencana Jay,
" kita belum tahu pasti kekuatan Lock, yang pasti jika Lock belum menguasai tubuhnya maka kita terpaksa memusnahkanya"
"memindahkan dimensi" ucap Lobo
"hah apa maksudmu? " tanya Matarel
"kemarin saat dia di Houdson aku sekilas melihatnya menghilang didalam bola hitam buatanya bersama orang disekitarnya, lalu setelah itu ia muncul lagi namun hanya dirinya tanpa orang orang yang ia bawa"
"hanya itu? "
"ya aku hanya melihat itu"
Jay lalu menghela nafas"baiklah kita lihat dia nanti, aku takut jika dia ternyata malaikat ke 9"
"tenang saja.... aku sebagai malaikat ke 4 akan melindungi mu Ja-chan"
"sebenarnya kita ini malaikat apa dewa? "tanya Lobo
"didunia ini kita adalah dewa namun ketika kita diatas, mereka memanggil kita malaikat"jawab Matarel
__ADS_1
" Malaikat yang menyimpang"sambung Jay
"mereka tidak tahu maksud sebenarnya, yang mereka tahu hanyalah menyembah," Matarel lalu membaringkan kembali tubuhnya,sementara Lobo terus berkomunikasi dengan Alpha dan Nicraw disekililingnya,