
semua warga dievankuasi kedalam gedung bunker buatan pemerintah, para tentara yang berhasil bebas memukul mundur para Skeleton senshi disana,
"serang balik! "
"Danwoo.... bawa pasukanmu ke menara observasi cepat"
"siap komandan"
LANTAI BAWAH TANAH
"berlindung!!! " teriak Mike ketika jalan mereka dihadang oleh puluhan pasukan tengkorak,
"sialan.... bagaimana mereka bisa datang lagi, perasaan tadi sudah sepi"
Teet Teeet"halo... halo ini Namjoon apa kalian mendengarku"
"ya kami mendengarmu, kami terkepung dilantai -3 "
"kami akan segera kesana, pasukan Danwoo sedang bergerak"
"baguslah, kalau bisa secepat mungkin"
DOR DOR DOR!!!
beberapa pasuka skeleton mati ditempat, tubuh mereka tersungkur dengan luka tembakan disekujur tubuh mereka,
"maaf kami telat" ucap Danwoo yang berdiri di sebrang mereka,
"untung kau cepat"
"cepat bantu yang sakit naik keatas, Mike, Kyle para tentara tengkorak sudah terpojok ke stasiun perbatasan jadi-"
"kami ikut" potong mereka berdua serentak
"banyak gaya kalian berdua" ejek Hannah
"yeuh...... medis banyak omong"
"APA KAU BILANG? "
"sudahlah Mike, tidak ada waktu untuk itu"
tiba tiba seisi ruangan itu bergetar seakan akan terjadi gempa,
"nampaknya pertarungan mereka sangatlah mematikan"
"hah... pertarungan siapa? " tanya Mike
LANGIT DAEKI
BRUUG........
Toaru diseret jatuh dengan wajahnya ditempelkan kedinding Dome, Toaru lalu menjentikan jarinya dan membuat dinding didepanya bergerak maju menghantam Jay hingga terjatuh diatas rooftop yang berbeda,
"mau sampai kapan hah? kita bertarung? " tanya Jay sambil memutar pergelengan tanganya yang patah,
"sampai kau mati dan aku menang" jawab Toaru dengan wajahnya yang teregenerasi sendiri, bahkan mulutnya yang sobek kembalu seperti semula,
Toaru lalu berlari kearah Jay dengan mengacungkan katananya, dan sebuah pertarungan jarak dekat terjadi, Toaru dengan katananya sedangkan Jay dengan tulangnya yang kuat, kepala Jay sulit disakiti akibat Cursed helmet yang ia kenakan, sudah berkali kali Toaru menebasnya tapi yang terjadi hanyalah gelombang tebasan yang sangat kuat hingga membuat tanah bergetar,
"TOWER OF BLITZ"
tubuh tubuh orang yang berada didekat situ menjadi kaku dan keluarlah semua tulang dari mulut mereka hingga sobek akibat tidak muat,
"teknik ini lagi"
"APTERUS" disusul oleh cincin api yang mengarah kepadanya, Toaru terus menghindari cincin api dan rantai dari menara buatan Jay
LANTAI BAWAH
"jadi apa rencananya? " tanya Kyle
__ADS_1
"kita akan meledakan generator listrik disana agar menciptakan ledakan besar dan menutup lubang,"
"bukankah lubangnya tidak hanya disitu? "
"ya memang tetapi temanmu itu sudah menutupnya"Namjoo menunjuk kearah sebuah bekas benturan keras
" jadi? "
"kita akan menutup lubang sisanya"
JALAN
"semuanya segera berkumpul di bunker" Teriak komandan
terjadi juga baku tembak dijalan utama menuju Bunker, untungnya beberapa milisi dapat menahan para Skeleton,
"SNIPER! " teriak seorang tentara,
Yuko yang mendengar peringatan itu segera berlari masuk kedalam sebuah gedung, dan berlari melompati setap gedung lewat jendela yang ada,
"ARRRGGGHHHH" erang sang sniper ketika lehernya digorok oleh Yuko,
"target telah masuk kedalam umpan! " ucap seorang tentara skeleton yang muncul dari kegelapan dengan puluhan anak buahnya,
Yuko hanya terdiam dan tersenyum"segini doang?"
"dia membunuh Rohan! bunuh dia! "
Yuko dikeroyok oleh puluhan orang dilorong yang cukup sempit itu,
"SAKUYA KAU MAU KEMANA? "
"aku masih ada urusan" Sakuya berlari kearah gedung saluran air yang berada di selatan Dome,
bersenjatakan katana yang diberikan Toaru ia beberapa kali menebas tentara tengkorak yang ia temui,
"ini dia! " pintu masuk Sakuya dobrak dengan cara ditendang ia lalu masuk kedalam dan berlari menuruni tangga menuju ruangan pipa,
Eri dengan Masaki digendonganya muncul dari balik pipa ketika mendengar kode petika jari dari Sakuya,
"Eri! "
"kak Sakuya! "
Eri berlari dengan kencang dan langsung memeluk
kaki Sakuya dengan erat,
"kau baik baik saja? " tanya Sakuya sambil mengelus kepala Eri
"ya.... Masaki juga tidak menangis tadi.... tapi aku menemukan beberapa tikus,"
"baiklah kalau begitu, ayo ikuti kakak! kita akan pergi sekarang"
"oke"
Sakuya berjalan sambil menggandeng tangan Eri di sisinya munuju Bunker yang sudah disiapkan,sesampainya dijalan utama mereka tidak lagi melihat pasuka tengkorak yang menyerang menandakan bahwa pertempuran telah usai,
"SEMUA PASUKAN SEGERA PERGI KE STASIUN, PASUKAN POLISI BERJAGA DISINI" teriak Komandan,
"itu bunker kita"
"kita akan kesana? apakah aman? "
"tentu, ayo"
tiba tiba saja ketiia mereka mau berjalan maju, Yuko terjatuh dari dalam gedung dengan mendarat diatas sebuah mayat, sontak hal itu membuat mereka berdua kaget,
"itu kak Yuko" ucap Eri sambil menunjuk Yuko yang
"hai Eri"
__ADS_1
"Yuko, itu-" Sakuya menunjuk kearah punggung tanganya Yuko,
"oh untung kau bilang! " Yuko segera mencabut sebuah pisau dari punggung tanganya"terima kasih"
"mau kubantu berjalan? "
"tidak terima kasih... aku bisa jalan sendiri" Yuko lalu berjalan terpincang pincang dengan beberapa luka tusukan di punggungnya,
"kau yakin? "
Yuko lalu tersungkur ketanah tak sadarkan diri
"yap kau harus kubantu" ucap Sakuya
"sakit sekali" ucap Yuko dengan nada pelan,
"pasukan 22, 27, dan 16 ke utara stasiun, pasukanku, dan 12 kita hantam dari tengah, lalu pasukan 13,07, 06 ke selatan, kita kepung mereka"
ucap Komandan
"SIAP DIMENGERTI" ucap seluruh pasukan serentak
mereka semua mulai berpencar, Mike dan Kyle ikut pergi ke selatan untuk memasang bom C4 di tempat target,
"lorong aman! " bisik seorang pathfinder lewat walkie talkie mereka,
mereka terus berjalan masuk sampai salah satu dari mereka tidak sengaja menginjak jebakan beruang disana,
"berlindung! " perintah Danwoo ketika salah satu dari mereka terkena jebakan, tentara itu segera ditarik ke tempat perlindungan dan benar saja tak berselang lama mereka sudah disambut oleh pasukan tengkorak yang menembaki mereka,
" Half down"
Kyle berhasil menembak 4 kepala hanya dengan pistol di tangan kirinya,
"waw kak sepertinya kau tidak memerlukan 2 tangan lagi! "
wajah Kyle seketika berubah masam saat mendengar Mike bilang seperti itu"lama lama kutembak kau"
"maju perlahan"
mereka mulai bergerak maju menyisir tempat itu secara perlahan,
"sesuai rencana.... "
mereka berpencar lagi kearah target yang ditentukan, 2 pasukan kebawah dan 1 pasukan keatas, Kyle berlari keatas sementara Mike ikut ke bawah
"kok sepi? " batin Kyle, ia lalu menembakan pistolnya ke udara sebagai pemancing dan benar saja mereka langsung disambut oleh puluhan tentara Skeleton,
"merunduk! " teriak Yanwei sebagai kapten mereka,
"bagaimana Danwoo dan bawahanya? "
"segera sampai"
"kita harus maju mau bagaimanapun"
"Yanwei kau jadi perisai" ucap Kyle
"hah gila kau!? "
Kyle mengambilkan sebuah lempengan besi dan memberikanya kepada Yanwei,
"kalau tanganku masih dua aku bisa lakukan sendirian"
"baiklah.... " Yanwei mengambil lempengan besi itu dan menggenggamnya"tetap dibelakangku"
"dimengerti"
"dalam hitungan 1 2 dan 3" Yanwei beridir terlebih dahul membiarkan para skeleton menembaki lempengan besi yang ia genggam,
Kyle melumpuhkan 3 tentara sekaligus dan menyusul Yanwei berdiri, mereka lalu berjalan maju secara perlahan diikuti tentara lain yang ikut membantu menembak dari belakang,
__ADS_1