
Jay terdiam ketika melihat Toaru berdiri dihadapanya,
" tidak ada basa basi lagi "
Jay menerjang Toaru dan melemparnya keudara, ia menyemburkan api lahar ke Toaru disertai gelegar petir yang ikut menyambarnya, ia juga menembakan beberapa tulang tajam kearah Toaru namun keanehan mulai terlihat ketika Toaru ternyata sudah tidak ada disana, wajah Jay seketika panik ia memutar badanya guna mencari keberadaan Toaru,
PRANG
langit langit disana tiba tiba pecah mengeluarkan rantai panas yang mengincar Jay, ia terus terbang mencoba menghindarinya secara tiba tiba tertusuk sebuah salib yang langsung menjatuhkanya ketanah disusul oleh rantai rantai yang mengikatnya diatas tanah,
" apa apaan ini? "
" Karma reverse "suara Toaru bergema dilangit langit,
tiba tiba saja satu persatu tulang jatuh dari langit menghujani Jay bertubi tubi, sebuah kekuatan besar Jay rasakan dari kejauhan,
" kau memilih lawan yang salah " ucap Toaru, " ROAAAAAAAAAR " Toaru meraum dengan keras hingga memunculkan sebuah aura tanduk di dahinya,
GEREJA BEKAS DOME PTERONIAN
" kekuatan apa ini? " batin Aiga yang langsung beranjak dari tidurnta di kursi gereja, wajahnya nampak cemas,
ROOFTOP IBACHIBA CITY
" kekuatan ini, uhuk " Ryot tersungkur ketanah bahkan hingga memuntahkan bercak darah
" ya... Jay gagal membunuhnya " jawab Roug yang berdiri menatap langit dengan keringat dingin mengucur didahinya,
BRAK
Lobo mendobrak pintu rooftop itu hingga lepas dari tempatnya, wajahnya pucat
" kalian merasakanya? " tanya Lobo dengan tersenggal senggal
" ya kami merasakanya " ucap Ryot " HUEEEK " Ryot muntah kembali secara tiba tiba
" mau berkumpul lagi? kita rapat? " tanya Lobo yang tergesa gesa
" tunggu sebentar... biarkan mereka semua merasakanya "
LOINEN RUIN ( reruntuhan Dome )
baru kali ini dalam beberapa tahun Veela turun dari kasur awanya ia ketakutan hingga memeluk Matarel dengan erat,
" aku takut.. aku takut "
Matarel terus membelai kekasihnya tersebut dengan perlahan walaupun didalam hatinya sebuah ketakutan juga muncul akibat gelombang kekuatan yang setiap Bashina rasakan,
UNDERVOID
" sial aku bisa mati "
Jay mengeluarkan asap dari tubuhnya dan berpisah dari tubuh naganya yang besar, ia berlari tanpa arah namun tiba tiba Toaru melompat menembus asap dan mencengkram leher Jay dengan kencang ia lalu menyeret Jay ketanah,
" AAAAARGH!! " Jay mencoba memberontak
Toaru yang sudah kesal langsung menarik tangan kiri Jay hingga putus, lalu menggigit punuk Jay dan menelanya,
" TIDAK MUNGKIN AKU MATI " ucap Jay
" BERISIK KAU !! "
Toaru menggapai rahang bawah Jay ia lalu merobeknya sama seperti Jay saat merobek rahangnya waktu itu, ia lalu melemparnya hingga menabrak sebuah batu besar yang ia munculkan
" AAARGH AAAKKHH " Jay hanya bisa mengerang dan tidak bisa berkomunikasi dengan jelas, ia berdiri dengan sempoyongan dan disaat itulah ia melihat Toaru bak malaikat pencabut nyawa,
" ESTAB ESBLOD "
__ADS_1
9 katana melesat kearah Jay yang sudah babak belur, ia membentangkan tanganya berharap kekuatanya bisa membelokan arah katana itu namun naas bukanya berbelok, katana itu malah menusuk tangan Jay dari telapak tangan hingga menembus sikutnya, disusul oleh sisa katana yang menusuk perut, kaki, hingga memenggal kepalanya,
" kudengarkau bisa menghubungkan setiap Bashina "
" AAARGH AARGH AAARRGH " jawab Jay
Toaru lalu memungut kepala Jay dan menusukan katana kekepalanya hingga menempel di dinding,
" sambungkan diriku atau " Toaru melirik kebelakang dan munculah bayangan Yuko yang berteriak
" TOARU KAU DIMANA? "
mata Jay seketika melotot, ia sangatlah membenci manusia dan harga dirinya akan sangat jatuh jika dibunuh oleh manusia,
" aku tidak punya pilihan lain, baiklah " sebelum Toaru menjetikan jarinya, Jay mengerang dengan sangat kencang
" AAAARG AAAAGH AAAAKH KKKH "
Toaru memungut rahang Jay dan memasangkanya kembali dalam sekejap rahang itu menempel ditulang asalnya
" baiklah akan kulakukan " ucap Jay " sentuh kepalaku "
Toaru lalu menyentuh kepala Jay dengan kedua tanganya, lalu secara perlahan kabut menyelimuti mereka, Jay tanpa hentinya membisikan mantra dari mulutnya,
" Toaru kuroji " panggil Roug
ia berpaling dan melihat meja jamuan besar dengan ke 8 siluet hitam duduk berhadap hadapan kecuali Madame yang duduk terdiam tertutupi kabut tebal,
" tidak mungkin kekuatan sebesar ini berasal dari cecunguk seperti dia " batin Ryot
" manusia rendahan haha " batin Matarel sambil tersenyum
" menyedihkan " batin Aiga
" Toaru... " batin Lobo
" aku sudah tahu semua rencana kalian.... bagaimanapun akan kuhentikan sebisaku " ucap Toaru dengan lantang,
" manusia rendahan sepertimu tidak berhak berucap seperti itu dihadapan kami " ucap Roug
" kalian lupa aku juga bagian dari kalian... 2 Bashina sudah ku kalahkan* "
" kami tidak bisa mendengar mulut kecilmu itu " ejek Matarel
Toaru yang mendengar hal itu lantas berjalan menghampiri mereka dan secara mengejutkan saat Toaru menginjakan kakinya didekat hadapan mereka sebuah kekuatan besar terpancar dari pijakan Toaru dan seketika membangkitkan insting berlindung mereka hingga menodong Toaru dengan senjata mereka masing masing kecuali Roug,Astaroth dan Madame
" cecunguk ini bisa membuat kalian takut seperti ini, waw " ejek Toaru dengan setiap senjata tertodong kearahnya,
walaupun pertemuan itu terasa nyata namun kenyataanya mereka berada di tempat yang sangat jauh dan tidak bisa berkontak fisik, itulah kenapa hanya ada siluet hitam disana,
" tubuhku kaku " ucap Matarel yang masih menodong Toaru dengan senapanya,
" bahkan radius sejauh ini aku masih bisa merasakan kekuatanya, " batin Aiga yang ujung tombaknya berada di dekat leher Toaru,
" hah... " Toaru menghela nafas " dengarkan ini... mulai sekarang aku akan melakukan pemburuan terhadap kalian semua "
" jangan banyak bicara dan lakukan saja " ucap Astaroth dengan nada dinginya, Bashina paling misterius diantara semua Bashina yang ada,
Toaru menoleh kebelakangnya, ia memberikan tanda kepada Jay untuk menghentikan pertemuan itu
" jaga kepala kalian masing masing " ucap Toaru sembari menghilang dalam kabut, ia menghampiri kepala Jay yang masih hidup,
" ini akhirnya? " tanya Jay
" yap... terima kasih atas bantuanya tadi "
" tunggu sebentar! barusan kau berterima kasih? kepadaku? "
__ADS_1
" ya... memangnya kenapa " Toaru menggenggam katananya yang masih menancap didahi Jay
" baru kali ini ada yang berterima kasih kepadaku"
Jay tersenyum " terima kasih kembali Toaru-san "
" sama-sama " Toaru lalu membelek kepala Jay menjadi dua hingga tewas ditempat, jasadnya secara perlahan terbakar menjadi abu hingga tak tersisa,
" wow akhirnya selesai juga " teriak Toaru ia lalu terduduk sambil menatap langit Undervoid yang merah, seketika ia teringat Akane disertai rasa cemas dan khawatir menyelimutinya,
" pergilah " ucap Akane dari kejauhan
Toaru seketika berdiri dan melihat Akane di dalam Undervoid namun ia baru tersadar bahwa Akane didepanya adalah ciptaan pikiranya sendiri,
" aku harus melindungi Akane mau bagaimana pun "
DUNIA LUAR
" TOARU !!!! KAU DIMANA? "teriak Yuko yang terus mengitari tempat Toaru lenyap ke Undervoid
" Yuko!!!! " panggil Toaru dari kejauhan
" oh ya ampun kawan.... kukira kau hilang lagi kawan " jawab Yuko ia berlari menghampiri Toaru dengan penuh semangat
" hei Yuko ada yang ingin kubicarakan "
" Akane pasti sangat senang... belom lagi Kaji dia pasti akan kaget "
" Yuko!!! aku mau bicara "
" baiklah... "
Toaru memberikan sebuah katana kepada Yuko sambil menghela nafas" tolong berikan ini kepada Akane "
" apa maksudmu? Toaru-san? " Yuko kebingungan
" kau bisa memberikanya langsung kan? "
Toaru menggelengkan kepalanya" akan berbahaya jika aku bersamanya "
" jadi kau mau pergi? "
" ya, AAARGH " Yuko secara tiba tiba meninju wajah Toaru dengan keras,
" kau mau pergi hah? KAU TIDAK TAHU AKANE SANGAT SEDIH MENDENGAR KEPERGIANMU DAN SEKARANG KAU MAU PERGI LAGI!!!?? "
Toaru menyekat darah yang keluar dari hidungnya
" maaf Yuko kau pasti mengerti, bilang saja aku sudah tidak ada "
Toaru lalu mundur beberapa langkah dan menghilang dari balik uap yang ia munculkan,
namun tanpa mereka sadari sesosok gadis nampak memperhatikan Toaru dari atas Dome dan disaat Toaru menghilang, gadis itu pun juga
" AAAAAAAARRRRRRRGHHHHHH TOARU!!!!! " teriak Sakuya dari kejauhan namun sesampainya disana ia hanya menemukan Yuko
" eh dimana Toaru? " tanya Sakuya
" dia sudah pergi " Yuko berjalan melewati Sakuya yang masih berdiri dengan sebuah jaket terlipat ditanganya
" ano... Yuko-san aku mau mengembalikan jaket milik Toaru-san kepadamu " ucap Sakuya sambil menyodorkan jaket ditanganya itu
" terima kasih " Yuko lalu mengambil jaket itu dan mengikatnya di gagang katana yang diberikan oleh Toaru,
malam itu kemenangan berada di pihak Daeki, para pasuka skeleton berhasil dihabisi dan suplai telah tersalurkan walaupun berkurang sedikit, Toaru berjasa menutup 2 lubang di dinding namun ada juga yang berkorban hanya untuk menutup satu lubang dinding, para tentara yang berasal dari Neimos dipersilahkan tinggal selama 4 bulan disana sebelum penjemputan menggunakan helikopter, Dome daeki kembali makmur dan upacara pemakaman dilaksanakan pada bulan kedua dengan penghormatan terhadap seluruh tentara yang gugur termasuk Bima, Mike dan Toaru…
......................
__ADS_1
......................
BERSAMBUNG