Trains:Bashina Resurrection

Trains:Bashina Resurrection
Lobo or Hide?


__ADS_3

Houdson Arial Tower


"tunggu sebentar....... apa ini dia? " ucap Lobo sambil membaca setiap data subjek yang terdapat di semua kertas itu, "Tidak mungkin Toaru bisa sekuat ini"


ia lalu membaca kembali berkas merah yang menampilkan Toaru yang baru berumur 13 tahun dan seorang gadis disebelahnya,


"aku sepertinya mengenal tempat ini? " ucap Lobo ketika melihat latar belakang tempat Toaru berada


7 TAHUN LALU


"diperingatkan bagi seluruh tim pengamat segera berlindung" suara Pengumuman yang terdengar secara jelas,


"semuanya maju! Mark kau pergi bersama Hide keruang kendali," ucap Kaito dengan tegas"Hamid dan Geoge ikut denganku, kita akan bertemu di lokasi ini, semuanya dimengerti? "


"siap dimengerti! " ucap mereka semua serentak


mereka lalu berpisah,


nampak Hide dan Mark yang berlari melewati puing puing gedung yang sudah runtuh itu, suasan kota menjadi berantakan akibat satu subjek yang mengamuk, Hide dan timnya ditugaskan untuk menyelamatkan seorang dokter dan beberapa file yang masih terjebak di dalam Lab,


"Hide! ambil ini" ucap Mark sambil melemparkan Hide sebuah tali pengikat,


Hide lalu mengambilnya dan mebgikatkanya di pinggangnya ia lalu menyiapkan sebuah pengait ditangan kananya dan sebuah tombol ditangan kirinya


"dalam hitunganku" ucap Hide "3, 2, 1 sekarang! "


Lobo lalu menekan tombol itu dan membuat sebuah tabung di belakang pingganya meledak kecil dan melontarkan dia keatas, ia lalu dengan cepat menerjang masuk kedalam gedung dan mengaitkan tali yang ia bawa ke sebuah pilar,


"baiklah semuanya sudah aman terkendali" ucap Hide melalui walkie talkienya,


"jangan terlalu terburu buru" ucap seorang pria yang berperawakan sama dengan dirinya, pria itu nampak sedang duduk di atas plafon yang hancur


"kau lagi..... sudah ratusan kali kubilang bahwa aku tidak akan memberikan tubuh ini kesiapa pun" ucap Lobo,


" ?....... memangnya aku muncul ingin mengambil tubuhmu? cih.... yang benar saja kau kan tidak membutuhkan aku"ucap pria itu,"tapi sepertinya teman temanmu membutuhkan diriku"


"Mayday kami diserang, kuulangi kami diserang! " terdengar suara George dari walkie talkie ditanganya,


"Hamid gugur..... Mayday Mayda! kami diserang oleh mahkluk misterius" sambung Kaito dengan suara tembakan membarenginya,


"apa yang kau lakukab!? " tanya Hide


"eh? aku? aku hanya diam disini.... apa kau tidak lihat? " bela pria itu,


"tolong! Mayday Mayday" terdengar kembali suara George dari walki talkie itu,


"baiklah.... baiklah..... selamatkan mereka! " ucap Hide


"dengan senang hati Volko"


"namaku Hide, Hidenori Kubota"


"kalau begitu... kau bisa memanggilku Lobo..... namun kau lebih baik dipanggil Volko" Lobo lalu dengan cepat berpindah ke hadapan Hide dan mendorong Hide hingga jatuh,


tak berselang lama sampailah Mark di lantai itu,


"huh..... terima kasih sudah menungguku Hide-san" ucap Mark kepada Hide yang berdiri tepat didepanya


"Hide-san? " panggil Mark, namun saat dia menatap ke arah wajah Hide yang tertutupi oleh bayangan ia melihat mata Hijau dengan moncong serigala mencuat diwajahnya,


"Hide? " ucap Mark sekali lagi


tanpa basa basi Lobo dengan bringas memangsa Mark dengan membabi buta tubuhnya dikoyak oleh moncongnya yang kuat,


"saatnya pergi" ucap Lobo sambil melempar tubuh Mark keluar gedung, ia lalu melompat ke arah dinding Dome, dan disana ia sudah ditunggu oleh Madame dan Jay sebelah Madame,


"malam Madame"


"jadi kau sudah menguasai tubuh itu? "


"belum Madame, saya berniat membunuhnya saat saya sudah melakukan rencana saya kepada tubuh ini" ucap Lobo

__ADS_1


"tugas mu adalah mengawasi Lock dari dekat sampai aku akan kembali memanggilmu" ucap Madame


"baik Mad-" tiba tiba tanah berguncang dan permukaan dinding mulai retak,"apa itu Lock? "


tanya Lobo sambil menunjuk kearah anak lelaki yang sedang mengamuk ditengah tengah kota,


"benar...... kau tahu semua tugas mu..... dan cepatlah kuasa tubuh itu" ucap Madame,


Jay lalu mengeluarkan kabut yang seketika membuat Madame dan dirinya menghilang, sementara itu Lobo nampak kembali melompat ke Research Lab untuk mendatangi teman Hide yang ternyata sudah gugur semuanya,


"baiklah waktunya drama" ucap Lobo, ia lalu mengeluarkan cakarnya yang tajam dan menyayat kakinya, dan tak lupa ia menimpa dirinya dengan reruntuhan,


"baiklah kau boleh ambil alih" ucap Lobo,


seketika Hide terbangun dari pingsanya dan mendapati dirinya yang terluka seperti itu,


"apa yang terjadi auw!........ " ucap Hide yang kesakitan,


"aku kalah...... monster itu sangatlah kuat" ucap Lobo"maafkan aku"


"lalu bagaimana dengan teman temanku? " tanya Hide


"mereka malag balik menembaki ku namun sayangnya saat aku ingin memberitahu, Monster itu dengan cepat langsung mencabik cabik seluruh temanmu" jawab Lobo,


Hide lalu melihat sekelilingnya yang sudah hancur dan teman temanya yang tergeletak tak beryawa,


ketika terjadi guncangan sekali lagi Hide hanya bisa pasrah namun takdir berkata lain setelah guncangan itu terjadi lagi secara tiba tiba hening muncul dan menggantikan kerusuhan yang terjadi,


"Regu Kaito bagaimana statusmu? " tanya seorang operator dari walkie talkie milik Hide,


Hide lalu menjawabnya dengan sekuat tenaga


"status gawat! tolong hanya aku yang tersisa disini... bawa aku pergi dari sini" ucap Hide


"dimana letak kordinatmu? "


"aku tidak tahu..... namun... " Hide lalu melihat banner yang tidak asing baginya"aku berada di Lab... gedung Lab! "


"siap dimengerti" jawab Hide ia lalu menutup sambunganya,nafasnya tersenggal senggal didalam hatinya ia berterima kasih kepada Lobo walaupun ia tidak tahu apa yang sebenarnya Lobo lakukan.......


SEKARANG HOUDSON ARIAL TOWER


"lalu jika namaku adalah Hide? kenapa yang aku tahu hanyalah Lobo ya? " ucap Lobo sambil membolak balik setiap halaman yang ada,


"tunggu sebentar"Lobo seketika teringat sesuatu,


2 TAHUN YANG LALU


UNDERVOID


" brengsek kau! "teriak Hide sambil menendang Lobo hingga terjatuh dari kursi yang ia duduki,


" cih... kupikir aku berhasil membunuhmu kesadaranmu waktu itu"ucap Lobo


"kau pikir akan semudah itu? hah? ini adalah tubuhku! maka aku yang memiliki kehendak atas semuanya! " jawab Hide


"dasar! kemari kau manudia biadab! " teriak Lobo sambil berlari kearah Hide


"siapa yang kau panggil biadab hah? " Hide lalu ikut berlari kearah Lobo, dan membuat mereka saling beradu jotos, pertarungan itu cukup sengit bahkan Hide sampai babak belur,


"cukup Volko! jika kau membunuhku maka semua ingatan mu akan hilang" ucap Lobo kepada Hide yang terseungkur di tanah


"hehehehe" tawa kecil Hide terdengar oleh Lobo,


"kau pikir aku akan kalah begitu saja? " Hide lalu dengan gesit melompat ke pundak Lobo ia lalu memutar leher Lobo hingga patah namun anehnya Lobo masih hidup hanya saja ia tidak bisa bergerak,


"kauurgh akakkkb mennhhyesaaal" ucap Lobo dengan nada serak


"bilang saja itu kepada majikanmu" Hide lalu menginjak wajah Lobo hingga hancur, dan secara tiba tiba tubuhnya memudar secara perlahan,


"tunggu apa yang terjadi" ucap Hide yang kaget ketika melihat tanganya yang perlahan memudar,

__ADS_1


"tunggu..... bukan seperti ini yang ku mau! tidak! jangan.......... " suara Hide perlahan menghilang seiring tubuhnya yang memudar......


"oi Lobo! bangun" ucap Matarel yang menyuruhnya bangun,


Lobo yang baru saja terbangun dari tidurnya tiba tiba menanyakan hal aneh"Lobo? namaku Lobo? "


"ya kau Lobo.... apa kau lupa hahaha Lobo-chan sangat lucu" gumam Matarel


"oh iya, hehe" jawab Lobo"siapa dia? "batin Lobo,


" ayo cepat, Madame menunggu kita"Matarel lalu berjalan meninggalkan Lobo sendirian diruangan yang sudah hancur itu


"oy tunggu aku" Lobo lalu menyusul Matarel yang berjalan kearah suatu tempat, sampai sekarang belum ada yang menyadari bahwa Lobo yang didepan mereka ini bukanlah Lobo yang asli melainkan Hide yang lupa akan semua ingatanya.


KERETA MASA SEKARANG JAM 13:00


Eri yang sedang berada digerbong 2 sangat menikmati mengobrol dengab Bima dan Gouki, mereka sesekali bercanda,


"Eri-chan apa kau takut dengan Monster? " tanya Gouki lalu melahap sepotong ransum yang ia bawa


"tidak aku tidak takut sama sekali! " ucap Eri


"eh kau tidak takut dengan monster? " ucap Bima yang tak percaya mendengar pernyataan Eri


"memangnya kau! kecoa saja takut" ucap Gouki


"oiy kau tahu darimana! " bentak Bima


"hahahahaha kakak Bima takut kecoa? "Eri lalu memasang muka seram" ditemaptku tinggal aku berteman dengan banyak kecoa tahu..... "


"ahhhhhhh....... menakutkan sekali, kau biasanya bermain apa saja dengan kecoa itu? "tanya Bima


" kita betmain voli"


"voli? memangnya para kecoa itu kuat mengangkat bola voli? " tanya Gouki


"kuat, mereka kan memiliki otot yang besar seperti kak Bima"


"eh masih besaran aku" Gouki yang tidak mau kalah lalu menunjukan otot tanganya yang menonjol disertai urat uratnya,


"bagi seluru Kru sebentar lagi kita akan sampai di Yekabourg city semuanya bersiap takut akan ada serangan dadakan" ucap Suibatsu


"siap! aku mengerti" ucap Gouko


"dimengerti" ucap Bima,


"kita sudah sampai mana? " tanya Eri


"kita akan melewati kota lagi, "jawab Bima


"waw..... kota" kagum Eri"aku tak sabar ingin melihat kotanya! "


"ya kau tunggu saja" ucap Gouki


"Eri! ini makan siangmu! " panggil Hannah dari gerbong depan,


"aku datang! dada kakak Bima dan Kakak Gouki" Eri lalu berlari ke gerbong depan sementara Bima dan Gouki melambaikan tangan mereka,


"eh dia makan dengan makanan siapa? " tanya Gouki


"katanya sih 50 % makananya berasal dari bekal Yuko, Toaru, dan Hannah, dan sisanya yang dia bawa dari tempatnya yang dulu" jawab Bima


"oi Bima-san apa kau pernah menikah? "


"hahahah tentu saja, aku bahkan punya anak perempuan"


"oh ya!? kau pasti sangan bahagia"


"ya itu dulu, para monster merenggut semuanya dariku,


" oh..... maafkan aku Bima-san aku tidak bermaksud"

__ADS_1


Bima lalu tersenyum"tidak apa apa, aku justru bersyukur sempat memiliki istri dan anak yang baik"Bima lalu menghela nafas dan menatap kearah langit langit.


__ADS_2