Trains:Bashina Resurrection

Trains:Bashina Resurrection
Brotherhood


__ADS_3

Kyle terus berjalan menyusuri hutan yang rindang diiringi suara sirine Dome yang keras, ia lalu mengambil foto keluarga lamanya dari dalam sakunya,


"ibu...... ayah..... dan aku" ucap Kyle ia terus berjalan sambil memandangi foto lama keluarganya tanpa ia sadari seekor Alpha melompat dan menerjangnya hingga terjatuh,


"Kraw....... Karaaaaaw..... " raum Alpha itu


"oh.... kepalaku" ucap Kyle ia lalu melihat senapanya yang terjatuh didekatnya,"itu dia! "ia lalu menghampiri senapanya namun secara bringas monster itu menerjangnya kembali dan mencoba mengigit kepalanya, Kyle lalu dengan sekuat tenaga menahan monster itu dengan kedua tanganya tetapi lama kelamaan kekuatanya melemas sementar monster itu tidak kelihat lelah sedikit pun,


"ayolah... aku tidak mau mati disini" batin Kyle


sebuah keberuntungan terjadi kepadanya,sebuah pukulan keras mengenai Alpha itu dari belakang tubuhnya, dan membuat monster itu terpental dekat,


ternyata yang memukul Alpha itu adalah Mike, ia memukulnya menggunakan senapan milik Kyle,


"cepat berikan senapanya"Mike lalu melemoar senapanya kepada Kyle dan dengan cepat Kyle menembak monster itu hingga tewas,


" syukurlah"


"kak"


"hah!? kenapa kau masih disini? "


"ada banyak orang seram dirumah" jawab Mike terpatah patah


"apa maksudmu? "


"maksudku seram.... mereka membawa senjata seperti kakak"


Kyle yang mendengar hal itu dengan sigap langsung mengambil walkie talkienya"test test.... sial ini rusak! "Kyle lalu melempar walkie talkienya yang sudah rusak itu,


" kau tetap disini, jangan membantah! "


"baik kak"


"kalau bisa pergi saja jauh jauh" Kyle lalu berjalan kearah rumahnya meninggalkan Mike sendirian dihutan,dengan hati yang gundah iya terus berjalan kearah rumahnya dan sesampainya disana ia melihat 4 orang berjas diluar rumah,


"sial..... ah iya bukit!? " Kyle lalu mengendap endap keatas bukit yang berada persis dibelakang rumahnya, ia lalu tiarap diatas tanah dan mengarahkan senapanya ke dalam rumah,


"Holy ****" batinya ketika melihat ayahnya sedang diikat diatas kursi dengan pistol tertodong kearahnya,


Didalam,


"baik bos" ucap seorang berjas hitam yang berkomunikasi dengan bosnya dari walkie talkienya


"apa yang kalian inginkan dariku? "


"dengar Lucas ini akan cepat jika kau mau jujur, "


ia lalu mendekatkan pistolnya kearah kepala sang ayah"dimana kau menyembunyikan file itu? "


"dengar.... aku takan menyerahkanya kepada kalian, itu adalah berkas penting... percaya padaku kalian tidak akan tenang sampai mati"

__ADS_1


pria itu lalu memukul wajah sang ayah dengan keras


"mau sampai kapan hah? kita membiarkan para Bashina itu berkeliaran? kau tidak tahu bisa saja suatu hari nanti mereka mulai menyerang Dome"


"justru aku melindungi Dome dengan cara menutup mulut.... namun kalian.... hahaha kalian ingin mengusik mereka seakan akan kalianlah yang terkuat"


"dengar kakk tua, kau ini ti-"


"aku sudah pernah berperang melawan mereka, dan itu menakutkan 3 juta tentara mati hanya dengan melawan 5 Bashina, aku melihat dengan mata kepalaku sendiri bagaimana mereka melempar sebuah gunung kearah kami waktu itu"


"kami tidak peduli ceritamu itu, sekarang... " pria itu lalu mengokang pistolnya"berikan dokumen itu"


sang ayah lalu melihat sebuah pantulan cermin dari atas bukit, ia tahu bahwa pantulan itu berasal dari scope senapan milik Kyle"jika kau menembaku... bersiap siaplah menemuiku disana nanti"


"kau tidak memberiku banyak pilihan pak tua" pria itu lalu menarik pelatuk pistolnya dan membuat sebuah peluru melesat menembus kepala sang ayah dan membuatnya tewas seketika,


"apa yang akan kita lakukan dengan jasadnya bos? "


"kubur di-" belum selesai pria itu bicara sebuah peluru dengan cepat menembus tenggorokan pria itu hingga membuat tubuhnya terjatuh,


"AWAS SERANGAN! " teriak pria yang duduk disebelahnya namun disaat ia berlari sebuah timah panas mengenai matanya dan membuatnya terpental,


suasana seketika kacau mereka ditembaki namun mereka tidak tahu asal tembakanya,


"dimana penembak nya!? "


"aku ti-URGH! " tubuh pria itu lalu terjatuh dengan luka tembak di kepalanya,


kakinya lalu tertembak oleh sesuatu dibalik bayang bayang gelap, dan membuatnya terjatuh,


"siapa disana? "


secara perlahan mulailah nampak sebuah wajah pucat dengan rambut putihnya,


"aku Matarel" ucap Matarel ia lalu menghampiri pria itu dan menarik kepala pria itu hingga terpisah dari badanya,"huh.... oke semua dokumen sudah kubakar, oh iya ngomong ngoming siapa yang melakukan ini semua?"ucap Matarel yang bingung ketika melihat tempat itu sudah dipenuhi mayat,


"ah palingan tidak penting" ia lalu berjalan keluar dengan santai dan menghilang kedalam hutan disusul oleh Kyle yang baru turun dari bukit dan berniat mengecek rumah,


"kemana 1 orang tadi? " batin Kyle sambil berjalan perlahan dengan senapan yang siap menembak kapanpun,"tunggu sebentar bukankah itu targetku?"


ia lalu menghampiri jasad pria yang dibunuh oleh Matarel,


"no no no... ayah!...... " ucapnya ketika melihat jasad ayahnya yang tergeletak, ia lalu memeluk jasad ayahnya tersebut namun fokusnya pecah ketika mihat jasad pria yang membunuh ayahnya emosi didalam dirinya meluap luap layaknya kobaran api yang membara,


"DASAR BAJINGAN KAU!!!! " Kyle lalu mengambil senapanya dan menembak jasad pria itu berkali kali tanpa rasa ampun,


untungnya Elisa datang dan langsung memeluk Kyle yang lepas kendali"cukup Kyle cukup.... kumohon berhenti...... kumohon"


Kyle lalu menghentikan tembakanya dan membiarkan mayat pria itu yang sudah tak berbentuk akibat ditembaki terus menerus


"Mike! "

__ADS_1


"tenang dia dirumahku.... " ucap Elisa"aku turut berduka"


"terima kasih... tapi jujur ini tidak ada apa apanya dibandingkan kematian ibu"


Elisa lalu memeluk Kyle sekali lagi dan merasakan detak jantung Kyle yang berdegup dengan kencang menandakan bahwa Kyle sedang gelisah,


tak berselang lama tempat itu mulai dipenuhi oleh polisi yang dihubungi oleh Elisa,


"ini semua perbuatanmu nak? " tanya polisi itu kepada Kyle yang duduk diatas bagasi mobilnya


"ya namun ada 1 yang bukan perbuatanku"


"bolehkah aku mengetahuinya? "


"yah itu mayat yang termutilasi"


"kau yakin itu bukan perbuatanmu? "


"kekuatanku tidak sekuat itu officer"


"oh ya apa kau sudah memiliki izin untuk benda itu? " tanya petugas itu sambil menunjuk kearah senapan milik Kyle


Kyle lalu mengambil senapanya dan membongkar bagian belakang senapanya"ini suratnya officer"ucap Kyle sambil memberikan surat izin senjatanya yang ia selipkan dibelakang senapanya,


"waw kau ternyata rekrutan akademi"petugas itu lalu mengembalikan suratnya kepada Kyle" terima kasih atas waktunya, ambulance akan datang sebentar lagi, kabari tim medis jika kau memerlukan sesuatu"


"terima kasih officer"


petugas itu lalu berjalan memasuki rumah untuk melanjutkan investigasinya,


"hei" panggil Elisa sambil membawakan teh hangat


"istirahatlah Elisa.... rumahmu berada dibawah"


"tidak apa apa... aku masih kuat naik turun, kau mau teh? "


"terima kasih"Kyle lalu menerima teh yang dibawakan oleh Elisa


" dia sangat syok"


"bilang ke dia aku akan...... "


"akan? "


Kyle seketika teringat masa kecilnya"aku akan menemuinya"


Elisa lalu tersenyum mendengar hal itu"jadi perseteruanmu akhirnya selesai? "


"eh kata siapa aku masih membencinya" ucap Kyle menolak pernyataan Elisa


Elisa lalu mencubit pipi Kyle"kau lucu sekali.... Darling".

__ADS_1


__ADS_2