
Akane terbangun di tengah ruangan perawatan, disebelahnya duduklah sahabatnya Vanya, sedangkan tanganya terlihat di infus kembali,
"akhirnya kau bangun"
"apa aku dirumah sakit? " tanya Akane,
"ya benar,kau pingsan tadi dan tubuhmu ngedrop kembali" ucap Vanya
tiba tiba Akane teringat kembali akan ucapan Kaji
"tidak Vanya Toaru pasti masih hidup"
"Akane tenanglah "
"tidak... aku harus mencarinya"Akane lalu turun dari kasurnya
" tunggu Akane kau harus istirahat"ucap Vanya sambil menahan Akane
"lepaskan aku" Akane lalu menendang Vanya hingga terhempas"Toaru tidak akan pergi! "Akane lalu melepas infusnya dan berjalan kearah pintu namun dikarenakan ia melepas infusnya dari tanganya mengucurlah darah dengan deras dan membuatnya pingsan kembali,
Hutan,
tiba tiba tubuh Toaru terjatuh ketanah,
" Toaru-san kau baik baik saja? "tanya Sakuya
" ya aku seperti meraskaan sesuatu.... Akane.... "
"hah? siapa itu"
sebuah rasa sakit lalu terasa diseluruh kepalanya, tubuhnya lalu mulai berubah kembali menjadi wujud Bashinanya,
"Sakuya mundur" ucap Toaru
dan secara tiba tiba ia mengubah lingkungan sekitar menjadi dimensi Undervoid buatanya,
"apa yang terjadi? " ucap Toaru
ia lalu berdiri dan melihat suasan Undervoid yang berbeda, dimensi itu sekarang menjadi sangat kosong, hanya ada padang rumput putih dan langit merah pekat,
"Toaru? " panggil suara seorang gadis dibelakangnya
ia lalu menoleh dan betapa kagetnya ketika ia melihat Akane berdiri dibelakangnya, ia lalu dengan cepat menutup wajahnya yang sudah tertutupi setengah dengan tulang armor beserta matanya yang seram,
"apa itu kau, Toaru? " tanya Akane sambil berjalan mendekati Toaru
"menjauh Akane..... aku bukan Toaru yang dulu kau kenal, aku sekarang adalah monster" ucap Toaru
Akane lalu menggenggan wajah tangan Toaru yang menutupi wajahnya, dan terlihatlah wajah Toaru yang setengahnya tertutup oleh topeng tulang, dengan gigi runcing, mata merah darah dan sebuah Halo atau cincin diatas kepalanya yang patah,
"ini tidak buruk.... kau malah semakin gagah," Akane lalu tersenyum dan mengusap wajah Toaru
"kau tidak mengerti, ceritanya panjang, dan maaf telah membuatmu khawatir"
"aku senang kau selamat, bagaimana pun engkau, kau tetap koki terbaik dihatiku" Akane lalu memeluk Toaru
dan pelukan hangat itu membuat tubuh Toaru menjadi seperti semula, mereka lalu saling bertatapan,
"kau berubah kembali? "
"aku rasa begitu"
mereka lalu berciuman mesra lalu berpegangan tangan,
__ADS_1
"kau akan pulang? "
"aku tidak tahu, aku tidak bisa janji, tapi kalau kau mau"
"Tidak Toaru.... aku hanya akan menikah denganmu" ucap Akane sambil mencubit pipi Toaru,
"tapi... "
"tidak ada tapi tapi"
"tapi kau akan sengsara jika terus seperti itu"
Akane lalu menutup mulut Toaru"aku tidak mau mendengarnya"
"eh tubuhmu? "ucap Toaru ketika melihat tubuh Akane perlahan memudar,
" tidak...... tidak.... jangan sekarang!! "ucap Akane sambil langsung memeluk Toaru" aku masih mau bersamanya"
Toaru lalu tersadar bahwa Akane sedang pingsan dan memudar dirinya dikarenakan tubuhnya yang mulai sadar,
"aku tidak mau..... " tangis Akane dipelukan Toaru
"hei Akane lihat aku"
Akane lalu menatap Toaru dengan berkaca kaca,
"kenapa? "
"berhenti menangis, kau harus bangun Akane"
"tapi jika ak-"
"aku pasti akan kembali, pertemuan ini bukanlah perpisahan, ketika aku kembali pasti akan kubuatkan masakan kesukaanmu"
Toaru lalu menarik nafas dan menggantungkan jari kelingkingnya ke jari Akane,"Janji! "
"terima kasih.... " tubuh Akane lalu perlahan memudar hingga saat tersisa kepalanya saja di berucap"saat kau pulang akan kubuatkan masakan juga"dan setelah itu ia memudar,
"tunggulah aku" ucap Toaru dalam kesunyian
Toaru hanya bisa tersenyum dan sebagai tanda bahwa Toaru telah tenang dan mulai menerima dirinya yang sudah berubah
RUMAH SAKIT
"ayolah Akane bangun" batin Vanya disebelah Akane yang masih tak sadar, nampak 1 tangan Akane diikat dikasur agar ia tidak memberontak,
"Toaru! " ucap Akane yang terbangun dari pingsanya,
"Akane akhirnya kau bangun juga"
Akane lalu menunjukan tanganya yang diikat kepada Vanya"really? "
"itu untuk kau, agar kau tidak memberontak seperti tadi, tapi Akane kau harus merelakan Toaru"
"ya aku tahu" jawab Akane lalu berbaring dan mengingat janji Toaru tadi,
"eh kau sudah tidak marah? "
"siapa yang marah? "
Vanya lalu terdiam dan kembali duduk sambil memegangi handphonenya,
"berapa lama aku akan dirunah sakit? "
__ADS_1
"dokter bilang 2 hari" jawab Vanya
"bagus.... waktu membosankan ku bertambah"ucap Akane dengan muka sebal,
Hutan,
" kau pergi kemana tadi? "tanya Sakuya yang bingung
" aku tidak tahu, itu salah satu kekuatanku mungkin,"ucap Toaru
"maksudku itu aneh kau tahu, tiba tiba kau menghilang dan tak berselang lama muncul kembali, "
"shht!!!!! " tiba tiba Toaru menarik baju Sakuya kedalam semak semak,
"kenapa? "
"lihat itu" Toaru lalu menunjuk kearah sekelompok skeleton senshi yang sedang memotong beberapa daging,"kita harus sembunyi"
"kenapa kau tidak menyerang mereka saja? " tanya Sakuya
"dan membahayakan Masaki dan kau? " Toaru lalu menggelengkan kepalanya,
"aku akan bersembunyi disini, lagi pula kau lihat itu, ada mobil! " ucap Sakuya sambil menunjuk ke salah satu mobil disana,
"tapi"
"ah tidak ada tapi tapi, kalau kau dapatkan mobil itu kita bisa lebih cepat" Sakuya lalu mendorong dorong Toaru,
"iya baiklah akan kulakukan" Toaru lalu menghela nafas dan menatap orang orang itu, ia lalu berdiri dan berjalan keluar semak semak dengan tangan memegang katananya,
"wow.... kau cukup berani sobat" ucap seorang pria sambil menodong Toaru disusul oleh anak buahnya
"wow juga... tapi aku datang dengan damai kau tahu.... bolehkah aku meminjam mobilmu itu? " ucap Toaru sambil tersenyum,
"kau gila ya? belom pernah aku bertemu orang sepertimu, "
"bos... aku mau kakinya"
"masalah itu bisa kita bahas nanti"pria itu lalu meletakan jarinya ke pelatuk senapanya" yang penting kita sikat dia terlebih dahulu"
"tolong ya, aku harap tidak ada kekerasan dari ka-" belom selesai Toaru berbicara pria itu sudah terlebih dahulu menekan pelatuk senapanya melesatkan sebuah peluru kearah Toaru dengan kencang,
namun sebuah insting membuat Toaru dengan cepat langsung menghindari peluru itu, dan membuat peluru itu menghantam sebuah pohon,
"HAHAHAHAHAHA" tawa Toaru secara tiba tiba,matanya berubah dengan urat ditanganya sedikit keluar"kenapa aku merasa angkuh,"
"kenapa dia tertawa? "
"HAHAHAHAHAH MAJU SINI KALIAN MAHKLUK RENDAHAN!!!! " ucap Toaru yang tidak bisa menolak insting Bashinanya"sejak kapan aku seperti ini? "batinya
" tembak dia!!!! "teriak sang kapten
puluhan peluru lalu melesat menembus badan Toaru, orang orang itu terus menembaki Toaru tanpa ampun, hingga disaat mereka berhenti menembak mereka terkaget ketika melihat Toaru yang masih berdiri dan luka lukanya yang sembuh dengan cepat,
"Kalian seharusnya menurut saja" Toaru lalu mengetuk ngetuk kepalanya dan membuat sebuah peluru keluar dari lubang matanya,"dasar Hama"
katananya lalu mengeluarkan aura hampa yang besar,
"Tembak!!! " mereka lalu menembaki Toaru kembali namun secara tiba tiba sang kapten yang tadi berteriak dengan lantang sekarang suaranya menjadi serak,
"pak? " seorang anggota lalu berbalik dan melihat sang kapten yang sekarat dengan katana Toaru yang tertancap di leher sang kapten,
"kubilang kalian akan mati" ucap Toaru sambil menyeringai.
__ADS_1