Trains:Bashina Resurrection

Trains:Bashina Resurrection
Freedom


__ADS_3

tiba tiba saat tentara Skeleton itu memutar engsel pintu Sakuya dengan cepat mendobraknya dan menusuk kaki pria itu,


"APA YANG"


"DOR! "


sebuah peluru melubangi dahi rekanya tersebut,


"dengar.... kau akan kubuat cepat mati jika memberitahu ku dimana letak penjara dari temanku"


"siapa temanmu? "


"dia yang diseret oleh atasanmu itu,"


"oh aku pernah melihatnya, dia ada di lantai bawah"


Sakuya menikamkan pisaunya ke betis pria itu


"pembohong.... kita sekarang berada di lantai paling dasar"


"oh iya aku lupa"


Sakuya mendorong pisau itu ke ujung kakinya dan membuat pria itu mengerang kesakitan,


"baiklah baiklah...... dia ada dilantai atas... tepat satu lantai diatas kita"


"kau yakin"


"ya aku tidak berbohong, "


leher pria itu digorok oleh Sakuya dengan cepat membuat pria itu seketika meninggal ditempat,


"hei aku dengar suara temba-" ucap seorang pri yang tiba tiba saja membuka pintu,


"sial! " Sakuya melempar pisaunya hingga membentur kepala pria itu,


"aduh! "


"DOR DOR DOR"


tubuh pria itu tersungkur kelantai dengan 3 lubang peluru dikepalanya,


"hampir saja"


PENJARA


"pak... tolong kami pak, kami ingin keluar pak"


sipir itu tidak memperdulikan semua orang disana sampai Gouki menarik bajunya,


"pak.... keluarkan saya pak... saya tidak kuat" ucap Gouki


"dasar bajingan.... lepaskan bajuku, " sipir itu menendang kepala Gouki hingga terhempas


"mulai nanti pagi kau yang akan dibawa"


"PAK TUNGGU PAK"


sipir itu tidak memperdulikan Gouki dan berjalan meninggalkan sel penjara yang ramai,


"aw.... dia mengenai mataku" ucap Gouki


"kau dapat? "


sebuah kunci Gouki letakan diatas lantai"bingo"


Yuko segera mengambilnya dan mencoba satu persatu kunci hingga menemukan yang pas


"klek! "


"yes terbuka" ucap Gouki


pintu itu dibuka Yuko dengan perlahan mereka semua lalu keluar satu persatu dan membantu melepaskan semua sandera yang dikurung,


"terima kasih Yuko"


"tidak ada waktu berterima kasih.. kita harus pergi dari sini ok"

__ADS_1


"oh tentu"


"Kyle, Mike kalian berdua ikut aku, Gouki, Danwoo ikuti arahan komandan"


"siap dime-"


baru saja mereka keluar namun engsel pintu sudah diputar oleh seseorang dari luar,


"Mike, Gouki sedia disebelah pintu" ucap Yuko


pintu perlahan dibuka dan masuklah Sakuya kedalam kompleks sel itu,


"eh sepertinya aku salah tem-" tiba tiba Gouki dari belakang langsung menjatuhkan Sakuya keatas lantai dan menguncinya,


"berikan akses kuncinya" ucap Gouki


"aku tidak tahu... aku bukan salah satu dari mereka"


"pembohong! "


"benar... aku hanya mencari temanku yang bernama Toaru"


"Toaru? " ucap Yuko dengan wajah bingung"kau kenal Toaru? "


"ya kami bertemu dihutan"


"Gouki lepaskan dia"


"eh tapi"


"lepaskan dia"


"baiklah.... " Gouki melepaskan kuncianya dan membiarkan Sakuya duduk dihadapanya,


"bagaimana kau dan Toaru bisa berakhir disini? "


"ceritanya panjang intinya dia bukan manusia lagi sekarang"


"apa maksudmu? "


"dia bisa berubah menjadi sosok yang kuat dan menyeramkan dengan sebuah lingkaran hitam diatas kepalanya"


"aku mendengar bahwa dia berada di satu lantai diatas kita"


"kita kesana sekarang, Mike, Kyle ayo! "


mata Sakuya tiba tiba terfokus ke arah emblem di dada kiri Mike,


"aku pernah melihat medali itu" ucap Sakuya sambil menunjuk


"tunggu kau melihatnya dimana? "tanya Gouki


"diruangan paling pojok di dada seorang mayat"


"Danwoo ikut aku"


"SIAP"


mereka segera berlari kearah ruangan yang disebutkan Sakuya, sementara Sakuya bersama Yuko, Mike, danKyle pergi menuju lantai atas, mereka memungut senjata dari tentara yang mereka bunuh diam diam,


"kau bisa menembak? " tanya Mike


"tentu"


"TEMBAK MEREKA"


terjadi baku tembak ditengah perjalanan mereka kelantai atas,


"kakak! aku butuh granat"


tiba tiba saja Sakuya berdiri dan menembak setiap musuh tanpa terluka sedikitpun,


"kenapa? " tanya Sakuya ketika melihat Mike terpatung melihat aksinya,


"darimana kau belajar itu? "


"alami"

__ADS_1


"wow badass"


mereka lalu berjalan menaiki tangga kelantai atas sesampainya disana mereka segera masuk kedalam ruangan untuk bersembunyi sebentar,


"hei lihat! itu AVK milik kita" Mike segera mengambil AVK itu dan membagikan sisanya kepada Yuko dan Kyle,


"Yuko pada Kaji jawablah"panggil Yuko


"halo apa yang terjadi? " tanya Suibatsu


"kita diserang tentara skeleton" ucap Mike yang menyerobot sambunganya


"hei Yuko ini milikmu! " Kyle melemparkan AVK itu kepada Yuko dan segera ditangkap olehnya


"Halo Kaji? "


"syukurlah kau selamat" suara Kaji terdengar di sambungan itu


"kami diserang... dan panjang ceritanya, aku mau menyelamatkan Toaru"


"tunggu! Toaru masih hidup? "


"ya Toaru masih hidup! " potong Sakuya


"siapa itu!? suaranya tidak seperti suara Hannah? "


"dia temanya Toaru yang katanya tau dimana letak Toaru"sambung Yuko


"baiklah"


"kau punya rencana kawan? " tanya Yuko


"akan kupikirkan secepat mungkin, untuk sekarang selamatkan Toaru terlebih dahulu"


"dimengerti, Yuko out"


POJOK RUANGAN DASAR


"sebelah sini? " tanya Danwoo ketika melihat ruangan yang dipenuhi mayat,


"iya benar, hei itu Bima" tanpa basa basi Gouki segera masuk dan mengamati jasad Bima disana


"jadi apa yang akan kita lakukan dengan mayat ini? "


"kita akan menguburnya dengan layak, ayo bantu aku"


"oke, tapi bukankah ini berbahaya maksudku kita hanya menemukan pisau saja" ucap Danwoo sambil membantu Gouki menggotong Bima dari atas meja


"sedikit kekiri ayo"


mereka berdua berjalan kearah kerumunan penghuni Dome yang berhasil melucuti senjata para tentara,


"hei siapa itu? " tanya Komandan


"temanku yang gugur, kita harus memakamkanya nanti, untuk sekarang-"


"GOUKI SENDA!!!!!! "teriak Tatami dari dalam kegelapan,


" semuanya lari dia mengincarku"


semua orang disana berlari menjauh kecuali Gouki sendiri, dari dalam kegelapan munculah Tatami dengan Knuckle milik Gouki di tanganya,


"kau sudah siap mati hah? Gouki senda? "


"kau tahu darimana namaku hah? try me *******" tantang Gouki dihadapan Tatami tanpa rasa takut sedikitpun


"kau tahu kau akan mati bukan? "


Gouki memasang posisi ancang ancang siap bertarung"jangan banyak omong dan kembalikan senjataku"


duel yang tak seimbang itu terjadi, Gouki beberapa kali hampir terkena serangan dari Tatami, dengan tangan kosong ia memukul dada dan kaki beberapa kali,


"kena kau! "


Gouki terpental jauh ketika sebuah pukulan menghantam badanya dengan keras,


"uhuk uhuk" darah yang ia batukan segera di elap olehnya menggunakan lengan bajunya, ia mencoba berdiri dan kembali memasang posisi kuda kuda namun kali ini amarah mengebu ebu didalam dirinya,

__ADS_1


"KEMBALIKAN SENJATAKU!!!" Gouki berlari kearah Tatami dan melompat dengan tangan terarah ke kepala Tatami.


__ADS_2