Trains:Bashina Resurrection

Trains:Bashina Resurrection
Neimos outbreak


__ADS_3

KERETA


"oy kenapa kau senyum senyum sendiri? " tanya Bima


"tidak....... aku hanya teringat masa lalu" jawab Gouki


Bima lalu duduk di sebrang Gouki, ia lalu meminun sebotol air putih,


"aku merindukanya" ucap Gouki


"hah!? kenapa tiba tiba? maksudku dengan siapa? "


"Kyoko..... dengan Kyoko"


"oh.... maksudmu pacarmu itu"


Gouki lalu mengangguk"harusnya aku tidak mengajaknya keluar waktu itu"


NEIMOS 3 tahun yang lalu


"eh kapan!? kau serius mau kesini? " tanya Gouki melalui telpon


"iya, masa kau merayakanya sendirian" jawab Kyoko


hari itu adalah hari dimana Gouki diterima sebagai kepolisian Neimos, ia yang tahu bahwa Kyoko sedang sibuk dengan pekerjaanya merasa tidak enak untuk memberitahunya namun Kugisaki yang iseng malah memberitahu Kyoko akan hal ini,


"terima kasih, kapan kau akan pergi kemari? "


"sekarang aku sedang dalam perjalanan! " jawab Kyoko


Gouki yang mendengar hal itu seketika kaget diiringi perasaan senang"apa!? waw.... itu hebat aku akan menjemputmu nanti"


"tidak usah buru buru palingan aku baru sampai nanti malam" ucap Kyoko


"baiklah sampai nanti, hati hati dijalan" jawab Gouki


"ok bye bye honey"


"you too"Gouki lalu menutup telponya dan dengan bahagia melompat setinggi mungkin" YES!!!!..... "


"dia kenapa? "tanya rekan polisinya


"tidak tahu"


setelah meeting singkat dikantor ia langsung bergegas berlari ke apartemenya untuk beres beres,


"oke kita mulai dari lantai" ucap Gouki ia lalu mengepel seluruh lantai apartemenya hingga ke sudut sudut ruangan,


tak berselang lama sebuah ketuka terdengar dari luar pintu apartemenya


"Gouki-san! ini aku Kugisaki dan Jyuka" ucap Kugisaki dari luar,


Gouki lalu membukakan pintu untuk mereka


"syukurlah kalian bisa datang"


"hihih berterima kasihlah kepada Jyuka yang mau mengorbankan waktu kencan kita"


"terima kasih Jyuka-san"


"eh..... jangan memanggil seperti itu Gouki-san... kau lebih tua daripada Jyuka"


"maafkan aku"


Kugisaki lalu menepuk jidatnya


"tidak apa apa"jawab Jyuka seorang gadis berambut panjang dengan dikuncir ponytail ia adalah pacar dari Kugisaki,


" silahkan masuk"ucap Gouki mereka berdua lalu masuk kedalam apartemen Gouki,


"oke.... jadi? kita mulai darimana? " tanya Kugisaki


"ya aku akan membersihkan kamar dan kamar mandi, kau tolong bersihkan ruang tamu,"pinta Gouki


" sip laksanakan"Kugisaki lalu berjalan masuk kedalam kamar mandi


"aku bisa membuat kue" ucap Jyuka


"itu bagus, bahan bahanya ada didalam lemari" Gouki lalu merogoh kantongnya dan mengambil dompetnya"jika ada yang kurang ini uangnya"

__ADS_1


"hehe...... sepertinya kau senang sekali Gouki-san" ucap Kugisaki"untung aku memberitahunya"


"cih..... aku kan ingin membuat suprise untuknya kau malah memberitahunya" ucap Gouki sambil mengelap kaca,


"hehe..... maaf" jawab Kugisaki sambil tertawa kecil


mereka nampak berkerja sama untuk membersihkan apartemen Gouki,


SEMENTARA ITU DI BAWAH TAMBANG


"semuanya sudah kau cek? " tanya seorang petugas ke temanya,


"sudah, semuanya sudah aman, area tambang A aman,area B aman dan area D aman, kita tinggal memeriksa area C"


dua petugas itu lalu menaiki lift ke area C yang berada satu lantai diatas mereka, mereka lali berjalan menyusuri area tambang yang sudah sepi itu,


"area D penyimpanan alat tambang aman" ucap salah satu petugas melalui walkie talkienya, mereka lalu melanjutkan patroli mereka ke setiap ruangan yang berada ditambang itu, sampai langkah mereka berdua terhenti ketika melihat 2 orang sedang memasang sesuatu di pintu tambang yang sudah disegel,


"eh!? permisi tuan apa kau mengambil lembur? " tanya seorang petugas


"what did you said? "ucap pria itu


" oh english! sorry.... what are you doing sir? you shouldn't be here working hours are already over, you have to go back up sir"


"sorry but i have a small job to finish now"


tanpa sengaja temanya melihat sebuah bom tertempel di dinding tambang, pria itu nampak menutup nutupinya,


"Holy ****! what is that behind you!? "


"kenapa? " tanya rekanya ia lalu melihat bom yang terpasang didinding tambang"wow sir! did you set the bomb on the wall?"


"sorry i have to... or they will kill me"


"they who? "


sementara itu nampak rekan satunya yang sedang menghubungi markas tambang utama untuk meminta bantuan,


"sir? "


pria itu lalu melihat kelangit langit matanya nampak panik, ia tidak mempedulikan kedua petugas yang berada didepanya ia nampak ketakutan akan sesuatu


"I've done what you wanted, now please let me go! please! " ucap pria itu kepada seseorang


"dia bicara dengan siapa? "


"please! let me go i've done" ucap pria itu terus menerus


tiba tiba dua bayangan turun dari langit langit,


"yeah you can go now" ucap Matarel sambil berjalan keluar dari bayang bayang,


"thank you"


"i mean you can go to you're maker" Matarel lalu menembak pria itu dengan senapanya,


"lari! " ucap petugas itu


mereka berdua lalu berlari meninggalkan Matarel dan Ryot,


"kau urus bom ini, aku akan mengejar mereka" ucap Ryot


"oke oke" jawab Matarel


Ryot lalu mengeluarkan sebuah sabit dari tanganya, dan berlari mengejar dua petugas itu,


"dia mengejar kita! "


"tenang! aku sudah menghubungi pihak markas"


namun mereka berhasil disusul oleh Ryot yang sudah berdiri dihadapan mereka,


"sial! "


rekanya lalu mengatur ulang senapanya"ayo! kita tidak punya pilihan lain"


"baiklah" karena petugas itu hanya membawa pisau besar ia akhirnya menggunakan pisau itu,


"tenang...... aku beri kalian kesempatan namun ada syaratnya"

__ADS_1


"siapa kau? kenapa kau memiliki kekuatan sekuat itu? "


"siapa aku itu tidak penting, yang terpenting kalian mau keluar dengan selamatkan? aku biarkan kalian selamat namun ada syaratnya"


"dasar bodoh.... kau kira kami akan tergiur hah? "


"Yuto dalam aba abaku" ucap petugas itu kepada rekanya


"baiklah kalau kematian yang kalian inginkan"


"sekarang Yuto! " mereka berdua lalu saling membantu, rekanya terus menembaki Ryot, sedangkan ia berlari kearah Ryot,


"dasar manusia tidak tahu diri, "


petugas itu lalu menghujamkan pisaunya,


Lantai 1 tambang


"pak kami menerima pesan serangan dari Yuto dan Jake di area D"


"kerahkan pasukan tambang segera, aku ingin divisi 1,2,dan 4 untuk segera kesana"ucap sang komandan


puluhan orang lalu berlari kearah area D dengan persenjataan lengkap, mereka berlari secara beraturan, sampai mereka berhenti di depan pintu area D


" divisi 1 lewat lift, sisanya ikuti aku"ucap seorang kolonel,


mereka lalu berpencar, divisi 2 dan 4 secara perlahan memasuki area D dengan berhati hati,


"pak kami mendeteksi dua orang di bagian utara tambang"ucap seorang tentara


"itu kan dinding pemisah antara area tambang yang sudah terbengkalai"jawab rekanya


" dengarkan aku! divisi 2 kalian berputar dan menyergap dari sebrang sana sekarang! "


"siap pak"


kelompok itu lalu berpencar sekali lagi, setibanya divisi 2 di sebrang, mereka hanya tinggal menunggu suara dari lift,


"tahan...... tahan..... "


Ting! suara bel lift terdengar


"sekarang! "


mereka semua lalu menyergap masuk ke bagian utara dan seketika mereka terdiam ketika melihat seorang petugas sedang diangkat ke atas oleh Ryot,


"la~ri! "


"Yuto! "


"oh ini temanmu ya!? dia cukup mengganggu"


"pak lihat itu dibawah kakinya" ucap rekan kolonel yang melihat tubuh seorang petugas yang sudah terbelah menjadi dua di kaki Ryot


"kalian akan ma-" belom selesai Ryot menyelesaikan ucapanya sebuah ledakan terjadi di dinding tambang,


"maafkan aku Ryot-chan harus memotong pidatomu namun kita harus pergi, biarkan mereka yang mengurusnya" ucap Matarel sambil menepuk pundak Ryot


"ya sudah ayo, ngomong ngomong kau sudah tahu pasti posisi Aiga? "


"itu gampang, sudah ayo! biarkan mereka yang mengurus ini semua"


mereka berdua lalu pergi melalui bolongan yang mereka buat namun sebelum itu Ryot melempar petugas yang berada di genggamanya kearah pasukan tambang dan keluarlah segerombolan monster dari dalam lubang itu,


"tahan tembakan" ucap Kolonel"Liam kau bawa dia keatas"


"siap pak"


seorang tentara lalu membawa petugas yang dilempar tadi kepermukaan, sedangkan mereka bersiap ketika mendengar suara langkah kaki,


"suar! "


seorang petugas lalu menyalakan sebatang suar dan melemparnya kedalam kepulan debu,


"what the heck is that!? "ucap seorang petugas ketika melihat bayangan berkaki empat terlihat dari balik asap,


" itu Alpha! "teriak seorang petugas


teriakan petugas itu membuat gerombolan alpha menyerang mereka dengan brutal

__ADS_1


" tembak! "ucap kolonel


baku tembak dari pasukan tambang terjadi, mereka bertarung dengan sengit dengan Alpha yang lincah satu persatu tentara mereka tewas dimalam itu tanpa warga ketahui ada bahaya yang mengintai mereka dari bawah tanah.


__ADS_2