
"kenapa kau diam? " tanya Akane
"akan kuberi tahu nanti, aku ada banyak kerjaan" Kaji lalu berjalan cepat meninggalkan Akane namun Akane yang tidak puas akan jawaban Kaji malah mengejarnya,
"jawab pertanyaanku Kaji"ia lalu menghalangi Kaji
" ada yang kau sembunyikan? aku tahu kau tidak pandai berbohong"
keringat dingin terus mengucur dari dahi Kaji bahkan nafasnya tak beraturan,
"Kaji! Oy Gutokuro Kaji! "
ia lalu menarik nafas dalam dalam dan secara tiba tiba Suibatsu datang memanggilnya,
"Kaji! kau dicari cari oleh Kolonel Piere, ini masalah teman mu itu Toaru"
"ada apa dengan Toaru? " tanya Akane dengan nada panik,
"kau belum mendengarnya? dia itu gugur saat " Kaji lalu melempari Suibatsu dengab sepatunya agar dia bungkam namun Akane sudah terlanjur mendengarnya
"apa maksudmu gugur? " tanya Akane,
"woy Kaji kenapa kau melempariku dengan sepatumu!! "
"berisik ka-"
tiba tiba tubuh Akane terjatuh tak sadarkan diri, Kaji lalu dengan cepat menghampirinya dan memegang nadinya,
"dia pingsan, Minori panggil tim medis! "
"baik! " Minori lalu menghubungi tim medis melalui walkie talkienya sementara beberapa orang yang lewat ikut mencoba memanggil tim medis
"dia pasti syok berat! " batin Kaji
"Toaru.... Toaru.... " gumam Akane dalam pingsanya
Kaji yang melihat itu hanya bisa merasa bersalah walaupun itu bukanlah salahnya, tak berselang lama datanglah tim medis dan menandu Akane ke rumah sakit yang berada di sebelah gedung markas,
"Kolonek piere mencarimu, " ucap Suibatsu
Kaji lalu berjalan melewati Suibatsu tanpa sapaan sedikit pun,
"hei..... aku tidak bermaksud melakukan itu..... " ucap Suibatsu
namun Kaji terus berjalan tidak memperdulikan dirinya diikuti oleh Minori dibekangnya, Suibatsu merasa bersalah saat itu namun ia harus kembali bertugas dan sedikit menyampingkan hal itu,
SEMENTARA ITU HUTAN
"Lapar....... " ucap Toaru yang terus berjalan tanpa arah didalam hutan yang lebat,
"kenapa harus seperti ini!!!!! kenapa buah buah disini rasanya tidak enak!! " Toaru lalu memetik buah aneh berwana ungu dari pohon didekatnya ia lalu memakanya dengan terpaksa, sampai tiba tiba ia mendengar suara teriakan wanita minta tolong dari kejauhan,
"siapa itu? " Toaru lalu berlari sekuat tenaga kearah sumber suara itu, ia lalu melihat seorang pria sedang berdiri dengan mata tertutup,
"pak!? " ia lalu menghanpiri pria itu namun secara tiba tiba pria itu ditembak oleh sekelompok skeleton senshi yang berada disana Toaru yang melihat itu segera bersembunyi dibalik pepohonan,
"kau mendengar sesuatu? "
"tidak, "
"sepertinya aku mendengar seseorang memanggil pak tadi"
"itu hanya alam bawah sadarmu saja, ayo cepat kita habisi sisanya"
"sial..... mereka lagi" batin Toaru
"tidak jangan..... " rintih seorang perempuan,
__ADS_1
Toaru lalu mengintip dari balik pohon dan melihat salah satu dari mereka merebut seorang bayi dari tangan perempuan itu,
"holy **** ini tidak bisa dibiarkan..... " Toaru lalu mengambil sebatang kayu dan mematahkanya hingga menyisahkan bagian yang sedikit runcing,
"saatnya beraksi" ia lalu menarik nafas dalam dalam dan berjalan secara perlahan mendekati kelompok itu,
"kau mau apakan bayi nya? "
"kita makan saja"
"lalu perempuan ini? "
"sama kita makan juga, bos suka daging manusia muda kan!? "
"hehe kau benar, "
tiba tiba ditengah perbincangan mereka salah seorang anggota menghampiri mereka berdua,
"senior...! aku izin buang air kecil"
"ya cepatlah jangan lama lama.... "
"baik terima kasih" pria itu lalu masuk kedalam pepohonan dan buang air kecil dengan santai, namun tanpa dia sadari tiba tiba seekor mahkluk menariknya kedalam kegelapan dan mencabik cabiknya dengan brutal, sementara itu Toaru disisi lain sedang menunggu momen untuk menikam seorang pria dengan senjata lengkap,
"3, 2,1" Toaru lalu menikam diam diam pria itu dengan cara menusuk lehernya agar memutus pita suaranya, tak lupa Toaru mengambil pisau dari mayat tersebut,
"oke sekarang waktunya telah tiba.... tinggal kau pilih kau duluan atau bayimu duluan? " tanya sang eksekutor,
"dasar bedebah! "
"oke bayinya terlebih dahulu" ucap Eksekutor itu,
perempuan itu hanya bisa menangis tak berdaya melihat bayinya akan dieksekusi namun diwaktu yang tepat datanglah Toaru denga senapan ditanganya,
"nice to see you all bastards! " Toaru lalu menembaki beberapa orang dari balik semak semak,
terjadi baku tembak di sana,
"sial.... pelurunya habis"
sang eksekutor lalu menembakan pistolnya keudara sebagai tanda peringatan,
"KELUAR! ATAU BAYI INI TARUHANYA"
"dasar keparat..... "
"kuhitung sampai 3.... 1....2..."
"oke oke you got me ok relax" ucap Toaru yang muncul dari dalam semak semak,
"siapa kau? " pria itu lalu melihat tanda Dome di bahu jaket Toaru, "oh.... orang tersesat dari Dome ya? "
Toaru lalu menyadari bahwa ada yang tidak beres dengan hutanya dari tadi, ia lalu ditodong menggunakan shotgun tepat dibelakang kepalanya,
"wow.... tenang kawan..... sepertinya ada yang perlu kita lebih khawatirkan" ucap Toaru
"kau takut? " pria itu lalu tertawa kecil dan menghampiri Toaru"biarkan aku yang menghabisinya"
"aku mau matanya, "
"aku mau kakinya"
"aku serius" ucap Toaru sekali lagi
"kata kata terakhir?"
"kalian harus lari!... "
__ADS_1
pria itu lalu menekan pelatuknya dan membuat butiran peluru menghancurkan kepala Toaru berkeping keping namun disaat yang sama 3 ekor Abydos melompat muncul dan menyerang semua orang yang berada disana,
"semuanya ambil RPG!!! " perintah sang eksekutor sambil menembaki Abydos yang menyerang mereka
dan disatu sisi Toaru yang tergeletak tak berdaya secara tiba tiba kembali berdiri dengan kepala yang menyatu kembali menjadi utuh,
"wow.... apa yang baru saja terjadi!? " ucap Toaru sambil memegangi kepalanya, ia lalu melihat tempat itu yang diporak porandakan oleh Abydos, tanpa basa basi ia langsung berlari menghampiri perempuan itu yang sedang memeluk bayinya,
"Bocah Dome! " teriak eksekutor itu ia lalu menembakan pistolnya kearah Toaru, dan secara mengejutkan salah satu Abydos melompat dan melindungi Toaru dengan menjadikan tubuhnya sebagai prisai,
"ini mulai aneh" ia lalu menghampiri perempuan itu,
"ikuti aku ayo, aku baik" ucap Toaru sambil mengangkat lengan perempuan itu ia lalu membawa perempuan itu menjauh dari medan pertempuran, sampai mereka berhenti di pinggiran sungai,
"hah..... kau baik baik saja? anakmu baik baik saja? " tanya Toaru
"ya aku baik baik saja dan ini adalah adiku, ngomong ngomong siapa kau? " tanya peremouan itu,"kau seharusnya sudah mati"
"aku tahu ini aneh tapi sebelumnya namaku Toaru kuroji salah satu pasukan Dome, lalu kau? "
"Sakuya Hanami, mengapa kau bisa sampai disini? "
"aku terjatuh dan berakhir disini, mengapa kau sendirian? "
"aku adalah salah satu orang yang berhasil kabur dari markas para setan itu"
"oh maksudmu skeleton senshi... tunggu sebentar... kau tidak berasal dari Dome? "
Sakuya lalu menggelengkan kepalanya,"kami ditinggal... semua orang miskin ditinggalkan itu kenapa aku dan adiku bisa berakhir ditemoat seseram ini"
"wow itu cukup tragis.... lalu kau mau pergi kemana? " tanya Toaru
"tidak tahu pergi sejauh mungkin, kalau kau? "
"tidak tahu... seandainya aku punya kompas aku bisa tahu aku harus kemana"tiba tiba Toaru mendengar suara langkah kaki, " cepat sembunyi"
mereka berdua lalu bersembunyi dibalik batu yang besar dan tak berselang lama munculan 2 ekor Abydos dengan mulut berlumuran darah,
"ehm... pak tentara " ucap Sakuya sambil menarik baju Toaru,
"ada apa...." Toaru terdiam ketika melihat seekor Abydos sudah berdiri dengan tubuh sang Eksekutor di bawah kaki hewan itu, mereka terpojok tapi sebuah hal mengejutkan terhadi para Abydos itu tidak menyerang Toaru mereka nampak membungkukan badanya untuk menghormati Toaru,
"tunggu sebentar apa yang terjadi? mereka membungkuk? " batin Toaru
para Abydos itu lalu berjalan kembali kedalam hutan yang gelap,
"apa yang baru saja aku lihat? " ucap Sakuya yang tak percaya tentang kejadian tadi,"sebenarnya kau itu manusia atau monster? "
Toaru lalu berpikir dan mengingat perkataan Lobo
"aku adalah Bashina.... "
"apa itu Bashina? "
"tidak tahu tapi temanku bilang begitu, paling tadi hanya sebuah kebetulan"Toaru lalu melihat sang eksekutor yang sekarat," well apa yang kita dapatkan disini? "
"siapa kau? hah!? " ucap sang eksekutor dengan kesal,
Toaru lalu mengeluarkan pisaunya yang ia ambil dari jasad anggota skeleton,"siapa aku tidak penting"
namun saat Toaru mau menikam sang eksekutor tanganya ditahan oleh Sakuya,"pegang adiku... biar aku yang melakukanya"
"oh oke, " Toaru lalu memberikan pisaunya kepada Sakuya lalu ia menggendong adik Sakuya di gendonganya, ia lalu melihat Sakuya dengan sadisnya mencekik pria itu dan menggorok leher pria itu dengan perlahan lahan,
"hei Sakuya! siapa nama adikmu? "
"panggil saja Masaki" jawab Sakuya sambil mencuci tanganya yang berlumuran darah,
__ADS_1
sementara Toaru mengayun ayunkan Masaki agar cepat tertidur,
malam itu adalah malam dimana Toaru bertemu dengan Sakuya Hanami seorang penjelajah yang berhasil kabur dari sarang iblis.