
H-1 menuju perang GB'Gangster.
Kia membawa Ansell menuju Mall. Kia mengendarai sendiri mobil Ferarri nya, membuat Ansell dilanda dengan kejenuhan.
Ditengah perjalanan, Ansell menangkap segerombolan laki-laki bertubuh besar dengan seorang perempuan ditengahnya.
Awalnya Ansell mencoba tidak peduli, tapi setelah mendengar suara tembakkan Ansell segera menyuruh Kia berhenti.
"Kenapa sih, Bang!" protes Kia kesal, pasalnya Ansell menyuruhnya berhenti mendadak.
"Lo tunggu disini, jangan kemana-mana," Ansell segera keluar dari mobil Kia, mengabaikan teriakkan Kia yang memanggil-manggil namanya.
Ansell bersembunyi dibalik tong sampah pinggir jalan yang berjejer dari sampah anorganik sampai organik.
Mata Ansell memicing mengamati salah satu dari mereka yang membopong seorang cewek ke dalam mobil dan meninggalkan beberapa pria berbadan besar yang sudah terkapar mati.
Ansell memberanikan maju ke tempat perkelahian itu terjadi. Ia mencari-cari apa yang bisa ia temukan.
Mata Ansell menangkap sebuah handphone yang nampak tak asing dimatanya.
Ansell mengambil handphone itu dan menekan tombol power.
__ADS_1
Ia membulatkan matanya kaget saat melihat wajah sang pemilik yang jadi wallpaper handphone tersebut.
"Zee..."
...****...
(Skip aja yaaa:>)
"Zee lo kemana aja? Jam 10.00 kok baru dateng!" protes Kaila kesal.
"Sorry, kemarin ada kendala dikit."
"Lo...gak papa kan?" tanya Gilang khawatir.
"Yaudah kita langsung ke intinya aja. Rencana kita sama seperti dulu, pasang bom di lima titik-"
"Gak usah," potong Zee cepat.
Semua teman-temannya menatap Zee kaget.
"Kenapa?" tanya Rangga heran.
__ADS_1
"Kita gak usah pake rencana."
"Terus?"
"Lakukan penyerengan dadakan..."
"Hah?" lagi, semua teman-temannya menganga terkejut.
"Gimana bisa kita nyerang secara dadakan gitu?"
"Bisa, pokoknya jangan pakai rencana. Ini perintah gue sebagai ketua!" tekan Zee, ia menatap salah satu anggotanya sengit, "ada mata-mata disini."
Entah sudah berapa kali mereka terkejut, kali ini ada yang hampir jantungan:v
"Siapa?"
Zee tersenyum miring, lantas ia menatap Gilang yang sama terkejutnya dengan yang lain.
"Lang, suruh diantara kami mengaku siapa yang sebenarnya mata-mata!" perintah Zee dengan tegas.
Gilang kembali terkejut, ia menatap Zee dengan tatapan yang tak bisa di jelaskan.
__ADS_1
Gilang tersenyum miring, dan Zee pun membalas itu.
"Yaa, gue ketauan!"