
Malam ini, Zee tidak pulang ke mansion Williams, ia sudah mengabarkan Abang nya, kalau dirinya akan menginap dirumah Vania. Awalnya Davin menolak, tapi setelah Zee meyakini abangnya itu bahwa ia tidak apa-apa, akhirnya Davin mengalah.
"Gimana? Udah dapet lokasi-nya?" Tanya Vania penasaran. Mereka bertiga tengah ada di markas DBD. Alasan Zee berbohong pada Davin karena mengaku bahwa ia menginap dirumah Vania adalah karena ia tidak ingin keluarganya tau. Bahwa dirinya tengah menjalankan misi yang sangat berbahaya. Zee hanya tidak ingin keluarganya khawatir.
Zalfa yang sedari tadi berkutat dengan laptopnya kini memekik senang. Berhasil menemukan apa yang ia cari. "ketemu!"
Zee, Vania, Kaila, Rangga, dan Cleo merapat mendekati Zalfa.
"Dimana?" Tanya Rangga penasaran.
"Lorong bawah tanah. Bener kata orang tahanan Zee, tempatnya ada di clouris cafe. Ada tigaribu enamratus sepuluh anak tangga-"
"Buset!" Kaget mereka serempak.
Zalfa mengusap dada nya kaget. Lalu menatap kelima orang didepannya ini dengan kesal, "gak usah ngagetin juga kali!"
"Udah cepetan bacain lagi," suruh Cleo seenak jidat. Zalfa hanya mendengus kesal, dan kembali membacakan informasi yang ia dapat dari alat pelacaknya.
"Lima ratus diantara anak tangga itu, ada pengamanan jejak kaki. Siapapun yang menginjaknya sudah dipastikan, akan mati ditempat, karena jebakan itu berisi tegangan listrik sebesar 200 miliampere."
"Buset!" Mereka dibuat terkejut kedua kalinya.
"100 miliampere aja udah bisa buat orang mati. Ini sampe 200? Ck ck," Rangga berdecak kagum.
"Keamanannya terlalu kuat. Kita harus ubah rencana. Karena gak mungkin kalo kita harus ngelewatin tangga itu," ucap Zee yang membuat semua nya mengangguk.
"Tunggu-tunggu. Gue dapet informasi dari Tio," Zalfa mengecek kembali laptopnya, dimana ada laporan email dari Tio, salah satu anggota DBD. Zalfa segera mengeceknya. Membacanya berulang-ulang, agar mengerti baik-baik apa maksud pesan tersebut.
Yang lain ikut mengerubungi Zalfa. Mereka sama-sama memahami maksud pesannya.
Gue tau yang sebenernya sekarang. Kalian tinggal tanyakan ke Zee. Karena itu keputusan dia.
Mereka serempak menoleh kearah Zee dengan tatapan penuh penjelasan.
Zee yang merasa tatapan tersebut terlalu mengintimidasinya membuat Zee menghela nafas pasrah. Terpaksa ia menjelaskannya.
"Iya, ini semua rencana gue. Gue bekerja sama dengan ketua DBM, untuk menjalankan misi menghancurkan GB'gangster. Mereka mencoba mengadu dombakan DBD dengan DBM. Gue mengarang cerita ini, karena itu udah menjadi keputusan gue dengan ketua DBM. Dan soal pembunuhan warga di Perancis..." Zee menggeleng pelan, "itu bukan warga Perancis, tapi anggota GB'gangster yang menyamar jadi warga sana."
"Jadi apa rencana lo sekarang?"
"Rencana gue dan dia adalah berpura-pura menyerang satu sama lain. Ketua DBM udah menyerahkan markas cadangannya untuk kita serang. Dan mereka berpura-pura akan kalah, ketika kita sudah menjadi gangster nomor satu didunia. Dan, seterusnya kalian tau kan apa yang terjadi?" Tanya Zee, mereka mengangguk ragu.
__ADS_1
"Itu artinya sama aja mereka meremehkan kita Zee!" ucap Kaila tak terima.
Zee mengangguk mengerti, awalnya ia juga berfikiran seperti itu. "Gue tau. Tapi hanya dengan itu satu-satunya nya cara untuk mengalahkan GB'gangster. Dan waktu itu juga gue udah bilang kan, Untuk memperbanyak latihan. Gue pengen liat, kemampuan mereka sudah sejauh mana," ucap Zee dengan senyum bangga.
"Terus laki-laki yang lo tahan sama istrinya itu, siapa?" Tanya Rangga.
"Oh, dia anggota GB'gabgster yang ditugaskan untuk menjadi mata-mata mencari tau kelemahan DBM."
"Tunggu-tunggu. Gue juga agak sedikit janggal. Untuk mencari tau informasi dari DBM itu susahnya pake banget. Secara mereka punya keamanan yang cukup kuat untuk merahasiakan info tentangnya. Ini kenapa gue malah gampang banget nemuin data-data nya? Segampang kedipin mata ke doi," ucap Zalfa heran.
Zee memutar bola matanya malas. "Itu ketua DBM nya yang buat kayak gitu. Emang ngeselin tuh orang. Masa katanya biar kita lebih hati-hati juga sana dia. Dia membuat kita gampang mencuri datanya, hanya cuma buat kita! Heran sama tuh cowok!" Kesal Zee. Tapi tak lama ia menutuo mulutnya, sadar bahwa ia keceplosan.
Semua menatap kearahnya dengan tatapan meledek. "Ooohh, jadi ketuanya cowok. Gimana? Ganteng gak?" Ledek Vania.
"Sikat Zee."
"Sikat-sikatt. Pala lo gue sikat pake sikat wc, ****** lo." Kesal Zee.
"Lah marah? Jangan gitu lah Zee, masa semua cowok yang deketin lu, pasti lu bunuh. Hati-hati nanti gak ada yang mau nikah sama lo aja!" Pancing Cleo.
Zee memutar bola matanya malas, merasa kesal dengan kelakuan sahabat-sahabatnya ini. "gue gak ada niatan mau nikah. Punya pacar aja, ogah."
Jawaban Zee membuat semua orang membelalakkan mata-nya. Terkejut dengan pernyataan Zee.
"Orang kayak gue gak seharusnya jatuh cinta!" Ucap Zee lagi.
"Kenapa?" Tanya Zalfa tak santai.
"Ini masalah perasaan. Gue ngerasa gak pantes aja. Gue harus fokus membenahi gangster DBD untuk terus maju! Gue gak mau nanti nya kalo gue jatuh cinta malah membuat semua yang gue bangun jadi runtuh."
Kaila menepuk bahu Zee pelan. "lo boleh beranggapan seperti itu. Tapi pernyataan yang lo buat, gak segampang dengan kehidupan real-nya."
"Bodo amat. Intinya gue gak mau jatuh cintrong! Ngerti!"
"Semerdeka lo aja, deh!"
****
"So?" Kedua Alis perempuan bertopeng tengkorak terangkat. Menunggu jawaban dari lawan bicaranya yang sedari tadi diam saja..
"Oke. Gue bantu lo, tapi dengan satu syarat." Suara berat khas laki-laki dari lawan bicaranya akhirnya menerima tawaran nya. Lelaki itu mengenakan topeng hitam dengan gambar yang aneh. Tapi cukup menyeramkan untuk terlihat seperti seorang gangster.
__ADS_1
"Apa?" Tanya-nya cepat.
"Lo harus jadi pacar pura-pura gue..." laki-laki itu mengingat dimana temannya selalu mengejeknya karena jomblo. Sebenarnya, bisa saja ia memilih cewek yang ia mau, tapi belum ada yang membuatnya srek. Laki-laki itu melangkah maju ke depan perempuan dihadapannya, menghilangkan jarak diantara mereka. Perempuan itu merasa tertegun. Bagaimana bisa ia harus berpacaran dengan laki-laki sengklek dihadapannya ini.
"Gak. Gue gak mau. Lo boleh minta apapun dari gue, asal jangan syarat konyol lo tadi."
"Oh gitu. Oke gue batalkan kerjasa-"
"Eh! Eh. I...iya udah gue jadi pacar lo. Tapi setelah ini selesai, kita kembali seperti dulu. Tidak saling mengenal. Deal?"
Tanpa berfikir dua kali. Lelaki itu menjabat tangan perempuan dihadapannya. Bahwa ia setuju dengan kerjasama ini. Sama-sama menguntungkan.
Lelaki itu tersenyum miring.
"Oh ya, nama lo siapa?" Tanya perempuan itu.
Lelaki dihadapannya membuka topeng yang ia kenakan. Menampilkan sosok berparas tampan dengan senyum menawannya.
Kulit bersih, rahangnya kokoh, hidung mancung, mata bulat berwarna abu-abu, dengan alis tebalnya. Membuat perempuan itu sedikit terperangah. Cukup takjub dengan seorang laki-laki dihadapannya ini.
Laki-laki itu tersenyum miring, "Ansell Arian Rendra."
Perempuan itu terkejut untuk kedua kalinya. "oohh. Ternyata lo anak keturunan keluarga Rendra. Cukup buat gue terkejut. Tapi sayang nya, lo masih bawahan gue!" Perempuan itu bersedekap dada.
Ansell mengangkat sebelah alisnya. "sekarang perkenalkan diri lo!"
Perempuan itu membuka topengnya, menampilkan wajahnya yang cantik. Rambut panjang nya ia biarkan terurai bebas, kulit bersih berwarna Langsat, dengan mata biru yang sedikit belo. Membuat Ansell takjub dengan kecantikan perempuan dihadapannya ini.
"Gue, Zeline Zakeisha Jovanka."
Mata sipit milik Ansell sedikit terbuka. Ternyata orang dihadapannya ini adalah milliader terbesar kedua.
Zee sendiri sengaja menghilangkan marga Williams di namanya. Ia tak akan pernah menyebutkan marga itu jika berurusan dengan gangster. Zee takut jika keluarganya juga ikut terancam.
"Wow. Ternyata yang orang yang gue ajak berbicara ini CEO muda terkaya," ucap Ansell sedikit takjub.
Keluarga Rendra adalah kedua terkaya nomor 5 didunia. Yeah, lumayan jauh dibelakang Zee. Tapi dengar, untuk mencetak rekor mendunia itu tidaklah mudah.
"Biasa aja kali," ucap Zee kesal. Gaya bicara Ansell sangat menjijikan.
"Oke? Karena kita sepakat dengan kerjasama ini. Lo harus ikut gue ke sekolah. Gue tau kalau lo itu udah lulus. Sama gue juga, tapi ini demi melancarkan misi. Gimana?" Tanya Zee. Ansell mengangguk saja.
__ADS_1
"Tapi inget! Lo harus jadi pacar pura-pura gue dihadapan teman-teman gue!"
"Deal!"