
Taehyung dan Jimin sedang menghadiri pesta ulang tahun Olivia yang digelar disebuah bar,awalnya Taehyung menolak untuk hadir di acara tersebut namun Jimin terus memaksa Taehyung untuk ikut pesta.
"kau mengambil keputusan yang bagus dengan datang kemari" ucap pada Taehyung
"itu karena kau terus memaksa dan merengek padaku seperti bayi" jawab Taehyung
Jimin tersenyum mendengar jawaban temannya "ayolah kita masih muda kita harus bersenang-senang"
Taehyung mengambil tempat duduk didepan bartender lalu meminta segelas cola, Jimin yang melihatnya segera memprotesnya "apa yang kau lakukan? kita bahkan belum menemui Olivia"
Taehyung meneguk minumannya "kau saja sana,aku menunggu disini,bukankah kau yang ingin berpesta"
Jimin menghampiri temannya dengan wajah yang yang sedikit kesal "anak ini benar-benar,kau sudah disini setidaknya hargai orang yang punya acara"
Taehyung pun bangun dari tempat duduknya,ketika dia hendak melangkah kan kaki Jimin segera menahannya "yaaah.... kau mau kemana? oke-oke baiklah lakukan sesukamu tapi jangan tinggalkan pesta,bahkan acaranya saja belum dimulai"
Taehyung berdecak "ckkk .... kau bilang kita harus menemuinya"
Jimin terlihat bingung "siapa?"
"kau pikir siapa yang membuat pesta ini?" tanya Taehyung
Jimin menjawab dengan polosnya "tentu saja Olivia"
Taehyung menghela nafas panjang "kalau begitu kenapa kau diam saja disitu? ayo" ajak Taehyung
Jimin membuka mulutnya lebar-lebar terkejut mendengar ucapan Taehyung, Taehyung yang melihat itu merasa malu "tutup mulutmu yang menganga seperti buaya itu"
Jimin segera menutup mulut dengan satu tangannya kemudian satu tangan lagi mengacungkan jempol pada Taehyung.
ketika mereka hendak menemui Olivia, Olivia justru datang menemui mereka,dia memakai gaun seksi dengan rambut diurai membuatnya menjadi primadona malam ini
"ah Olivia kami baru saja akan menghampiri mu" ucap Jimin
__ADS_1
Taehyung mengulurkan tangannya pada Olivia "selamat ulang tahun"
Olivia membalas uluran tangan Taehyung memberinya ciuman pipi kanan dan kiri, Taehyung terkejut dengan perlakuan Olivia namun dia membiarkannya begitu saja karena tak ingin membuat Olivia tersinggung
Olivia tersenyum puas karena Taehyung tidak menolaknya "terima kasih Taehyung"
Taehyung hanya mengangguk pelan
Jimin juga ikut mengucapkan selamat ulang tahun pada Olivia "Olivia selamat ulang tahun,pesta mu benar-benar luar biasa"
"terima kasih Jimin, nikmatilah acaranya" jawab Olivia
Jimin mengangguk "tentu saja"
Olivia menarik tangan Taehyung membawanya ke meja depan tempat kue disajikan, Olivia meminta Taehyung untuk tetap berdiri disampingnya menemaninya meniup lilin dan memotong kue,sementara Jimin berada di samping Taehyung di sisi lainnya.
Olivia selesai meniup lilin dan memberikan potongan kue pertamanya pada Taehyung,awalnya Taehyung menolak namun dia tidak ingin membuat Olivia kecewa akhirnya dia membuka mulut lalu menerima suapan kue dari tangan Olivia,ada sedikit krim menempel disudut bibir Taehyung, Olivia mendekatkan diri lalu menjilat sisa krim itu tanpa ragu,terdengar suara sorakan dan tepuk tangan dari teman-teman yang hadir dan melihatnya ada juga yang sempat mengabadikan momen langka itu,karena mereka semua mengenal sifat Taehyung yang sangat dingin terhadap perempuan namun sekarang Olivia mampu meluluhkan nya didepan banyak orang.
kejadian itu terjadi sangat cepat membuat Taehyung tidak bisa mengelak,dia segera pergi ke toilet meninggalkan keramaian, Jimin segera berlari mengikuti temannya itu, terlihat Taehyung sedang mencuci mulutnya dengan keras sambil mengutuk dirinya sendiri "sial"
Tiga puluh menit berlalu, Taehyung benar-benar sudah mabuk,disaat yang sama Olivia menghampiri Taehyung dan menggodanya, Olivia melingkarkan tangannya dileher Taehyung, Taehyung yang merasakan itu menatap tajam Olivia "singkirkan tanganmu"
namun Olivia tidak mendengarkan ucapan Taehyung karena dia juga mabuk dan menginginkan Taehyung menjadi miliknya, Olivia sangat tergila-gila pada Taehyung dia melakukan apapun untuk mendapatkannya, Olivia mendudukkan dirinya dipangkuan Taehyung membuat Taehyung sangat marah, Taehyung mencengkram tangan Olivia kemudian sedikit mendorongnya "ku bilang singkirkan tanganmu" caci Taehyung
Olivia tak menggubrisnya dan terus mendekati Taehyung hendak menciumnya dengan paksa tapi Taehyung segera menangkisnya "apa kau tidak punya harga diri sebagai perempuan?" teriak Taehyung marah
Taehyung lalu berbalik pergi meninggalkan bar dengan langkah terhuyung-huyung karena mabuk . Olivia yang kesal pun berteriak "aargghhhh laki-laki brengsek"
Jimin yang melihat kejadian itu segera berlari mengejar Taehyung, Jimin mencoba memapah temannya itu namun Taehyung menangkisnya tapi Jimin tetap tidak menyerah memapah Taehyung, Jimin membawa Taehyung ke dalam mobilnya lalu memapahnya sampai apartemennya.
Taehyung terus menggerutu karena mabuk "sial, dasar wanita gila,hah semua wanita sama saja mereka hanya melakukan apapun yang mereka mau.... ibu.... kau juga sama kau bahkan telah bertemu dengan kakak tapi kau mengingkari janji mu untuk membawanya kembali dan kau malah memilih hidup berdua saja dengannya... bahkan kau tak mempedulikan Jungkook yang terus merengek mencari mu..."
Jimin yang mendengar ucapan Taehyung merasa kasian pada temannya,mungkin itu sebabnya Taehyung tak pernah mau dekat dengan perempuan karena dia merasa dikecewakan oleh ibunya. Jimin membaringkan Taehyung di ranjang lalu melihat Taehyung tertidur terlihat ada bulir air mata dimata Taehyung yang terlelap.
__ADS_1
"kau bahkan menyimpan semua kesedihan mu sendirian,maafkan aku seharusnya aku tak memaksamu pergi ke pesta" ucap jimin pelan
Jimin membaringkan dirinya di samping Taehyung menatap kosong ke langit-langit sesekali melihat kearah Taehyung yang mengigau tentang ibunya,hingga dia pun ikut terlelap.
Keesokkan harinya Taehyung membuka matanya dan kepalanya terasa sangat pusing, dia sedikit mengerang memegangi kepalanya "argh"
Jimin yang berada disampingnya bertanya "kau sudah bangun?"
Taehyung melompat terkejut karena Jimin tepat didepan wajahnya "aaaah kau mengagetkanku" Taehyung melempar bantal ke wajah Jimin
"apa-apaan kau pikir aku setan?" teriak jimin kesal
"kau bahkan lebih menyeramkan dibanding setan" ejek Taehyung
Jimin menggeleng tak terima "wah wah apa kau buta? wajah tampan seperti ku kau bilang mengerikan?"
Taehyung diam saja tak menjawab,dia memegangi kepalanya yang pusing
"bersihkan dirimu,lalu minum obat pereda mabuk,ckkk sudah tahu tidak biasa minum tapi kau malah menghabiskan dua botol" ejek Jimin
"sudah tahu aku tak ingin pergi tapi kau terus memaksaku" balas Taehyung tak terima
Jimin terdiam lalu berkata "maaf, seharusnya aku tak memaksamu,maafkan aku"
Taehyung terkejut mendengar ucapan Jimin "apa-apaan ini seorang Park Jimin bertingkah seperti ini? apa kau mabuk?"
Jimin diam saja karena dia benar-benar merasa bersalah pada Taehyung
"yah jiminahhh apa kerasukan?" tanya Taehyung yang terheran dengan tingkah jimin saat ini, biasanya Jimin terus mengoceh ketika dia mengolok-olok nya
Jimin menggeleng "sudahlah,cepat bersihkan dirimu lalu minum obat pereda mabuk,agar sakit kepala mu hilang"
Taehyung melongo "ah baiklah" Taehyung segera pergi ke kamar mandi dan membersihkan dirinya.
__ADS_1
Selesai membersihkan diri Taehyung meminum obat pereda mabuk, sementara Jimin sedang mandi, setelah itu mereka memesan makanan dan menikmatinya kemudian pergi ke kampus.
Sepulang kuliah Taehyung dihadang oleh lima orang pria bertubuh besar tanpa basa basi mereka segera menyerang Taehyung, Taehyung sedikit bingung kenapa mereka tiba-tiba menyerang nya namun dia tak sempat berkata apapun satu pukulan keras mengenai wajah Taehyung, Taehyung mencoba melawan mereka namun dia kalah jumlah lalu jatuh tersungkur.