
Jam pelajaran telah berakhir semua murid berhamburan keluar kelas,kini Taehyung telah memasuki SMA kelas 3,seperti biasa Taehyung selalu membawa banyak buku ditangannya, disibukkan dengan kegiatan belajar tambahan untuk membuat sang ayah bangga.
Taehyung sangat terkenal disekolah selain karena ketampanannya Taehyung juga sangat pintar dan selalu menjadi peringkat pertama dikelas,banyak siswi perempuan yang tergila-gila padanya tapi tak satupun mampu meluluhkan hatinya. Tak jarang orang mengira kalau Taehyung orang yang tidak normal karena dia hanya fokus pada buku-bukunya.
Salah seorang siswi perempuan menghampiri Taehyung "Taehyung ini untukmu" ucap siswi itu menyodorkan sepucuk surat warna pink dan sebatang coklat untuk Taehyung
Taehyung melirik siswi tersebut kemudian berlalu begitu saja tanpa mempedulikannya,sepucuk surat dan coklat itupun jatuh. Siswi perempuan itu merasa kesal sekaligus sedih karena dia ditolak mentah-mentah oleh Taehyung
"Taehyung kau benar-benar tidak punya perasaan,kau orang aneh,kau tidak normal seperti yang orang-orang katakan" teriak siswi perempuan yang tadi memberinya surat dan coklat.
Taehyung tak peduli dengan kata-kata siswi perempuan itu,dia terus berjalan dengan santai seolah tak mendengar orang yang berbisik disekitar membicarakannya.
"wah gila,dia berani menolak Nancy siswi paling populer disekolah" bisik salah satu siswi yang melihat kejadian tersebut
"sepertinya gosip tentangnya benar,dia tidak normal" timpal siswi lainnya sambil bergidik
Berita penolakan Taehyung terhadap Nancy siswi populer menyebar cepat disekolah,menyebabkan rumor kalau Taehyung tidak normal adalah benar adanya,terlebih Taehyung hanya dekat dengan satu orang siswa laki-laki yaitu Jimin,banyak yang mengira bahwa mereka berdua pasangan penyuka sesama jenis, namun banyak juga yang tidak percaya karena Jimin sendiri sudah mempunyai pacar dan Jimin sangat romantis terhadap pacarnya
"kali ini kau menolak Nancy?" tanya Jimin pada Taehyung
Taehyung berjalan tanpa menjawab pertanyaan Jimin,Jimin sudah tahu watak sahabatnya yang satu ini hanya bisa menghela nafas.
Dulu Taehyung adalah anak laki-laki yang periang seperti teman seusianya,dia sangat aktif dan jahil.
Taehyung mempunyai banyak teman karena dia sangat suka bergaul bahkan Taehyung juga sangat tertarik pada Nancy. Namun semenjak kepergian Ibu dan kakaknya dia berubah drastis,dia hanya fokus pada buku-bukunya,tak pernah lagi bermain dengan teman-temannya.
Teman-temannya selalu berusaha mengajak Taehyung bermain bersama namun Taehyung selalu menolaknya,perlahan temannya mulai berkurang satu persatu karena selalu mendapat penolakan dari Taehyung,hanya Jimin lah yang tetap setia disampingnya.
Jimin segera berlari mengejar Taehyung dan merangkul bahunya "kau bahkan menolak Nancy yang kau idam-idamkan selama ini?"
"sudahlah,pada akhirnya mereka juga akan pergi meninggalkanku,begitu juga kau" tunjuk Taehyung pada Jimin
Jimin segera menangkis telunjuk Taehyung "hey kenapa kau berpikir begitu? aku tak akan pernah meninggalkanmu kau dengar itu?"
Taehyung menghentikan langkahnya "kenapa kau tak pergi saja? aku tak ingin kau terseret rumor karena berteman denganku" ucap Taehyung
"aku tidak perduli,lagi pula bukankah kau yang menghindari mereka? bukan mereka yang meninggalkanmu....." ucap Jimin
Taehyung terdiam mendengar ucapan Jimin, Jimin yang sadar akan ucapannya segera meminta maaf pada Taehyung "ma..maaf maksudku...."
Taehyung berlalu meninggalkan Jimin,Jimin segera berlari menyusul Taehyung "yahhhhh Taehyung maafkan aku,aku salah bicara"
Taehyung tetap berjalan tanpa mendengarkan ucapan Jimin "yahhhhhh, kau ini benar-benar" teriak Jimin
__ADS_1
Tiba-tiba Taehyung menghentikan langkahnya,membuat Jimin berhenti mendadak dan menabrak Taehyung "duk... kenapa kau berhenti mendadak?" umpat Jimin
Taehyung melihat ke depan mereka yang dipenuhi banyak orang,Jimin yang sadar perhatian Taehyung segera bertanya "wah ada apa ini? kenapa ramai sekali orang?"
Taehyung segera mencari jalan keluar dari keramaian itu namun langkahnya terhenti ketika dia mendengar sebuah musik diputar dan sorakan para kerumunan.
Taehyung yang dari tadi sangat penasaran dengan suara musik itu segera menghampiri kerumunan itu,dia maju dibarisan paling depan bersama Jimin
"ohh... wahhhhh... itu Min Yoongi pianis muda yang sedang naik daun" ucap Jimin penuh semangat
"ohhh tunggu.. dia berkolaborasi dengan Jung Hoseok dancer paling jago,wahhhh luar biasa" lanjut Jimin dengan penuh kagum.
Tiba-tiba musik berhenti,pianis muda Min Yoongi sedang mencari seseorang untuk bermain saxophone dengannya "ahhh kemana dia? kenapa dia tidak datang? apa dia terlambat?"
Jung Hosoek yang sedang menari pun berhenti "kenapa musiknya berhenti?" tanyanya pada Yoongi
"aku sedang mencari seseorang seharusnya setelah ini adalah kolaborasi dengan saxophone" jawab Yoongi pada Hoseok
Hoseok mengangguk "ah benar juga padahal setelah ini adalah puncak acaranya,kalau begitu kita harus tetap menari dan bernyanyi sambil menunggunya"
1 jam berlalu tapi seseorang yang ditunggu Yoongi tak kunjung datang,Hoseok juga sudah mulai lelah menari. Jimin yang melihat mereka gelisah mencoba menghampiri Yoongi "kak Yoongi permainan piano mu sangat keren"
Yoongi tersenyum kecil "terima kasih"
"ah tidak apa-apa" jawab Yoongi
Hoseok kembali menghampiri Yoongi dan bertanya "apa dia belum datang?"
Yoongi hanya menggeleng kemudian berkata "sepertinya kolaborasi piano dan saxophone kali ini ditunda"
Jimin yang sedari tadi disitu mendengar percakapan mereka "maaf... apa kalian akan berkolaborasi dengan saxophone?" tanya Jimin ragu
"tadinya begitu,tapi sepertinya orang yang kita tunggu untuk kolaborasi tidak datang" jawab Hoseok
"wah sayang sekali" ucap Jimin sedikit kecewa, tiba-tiba Jimin melirik kearah Taehyung
Taehyung sadar sedang diperhatikan Jimin merasa aneh "kenapa?" tanya nya
Jimin menaikan kedua alisnya,kemudian mendorong taehyung kearah Yoongi dan Hoseok,membuat mereka bingung
"temanku ini pandai bermain saxophone,mmm maksudku dia bisa menggantikan orang yang kau tunggu itu sementara waktu" saran Jimin kepada mereka
Taehyung yg dari tadi terkejut dengan ucapan Jimin "apa kau gila? aku?... tidak... tidak..." tolak Taehyung kepada Jimin
__ADS_1
"hey ayolah aku sering melihatmu bermain saxophone,ini kesempatanmu untuk memperlihatkan kemampuanmu dihadapan publik" bujuk Jimin
Keduanya saling berdebat,Jimin menyuruh Taehyung mencobanya tapi Taehyung tetap tidak mau melakukannya.
"apa kau benar-benar bisa melakukannya?" tanya Yoongi memecah perdebatan mereka
"aku yakin temanku takkan mengecewakan" Jimin mendorong taehyung ke arah saxophone
Yoongi merasa ragu namun dia tak enak melihat Hoseok yang sudah kelelahan, akhirnya Yoongi setuju Taehyung menggantikan orang yang ditunggunya.
Awalnya Taehyung juga tidak ingin melakukannya tapi karena desakan Jimin dan Hoseok akhirnya Taehyung mau melakukan kolaborasi tersebut.
Musik yang tadinya sangat energik berubah menjadi musik klasik yang tenang membuat para penonton terhanyut dalam lantunan musik tersebut. Taehyung memainkan saxophone dengan sempurna dikolaborasikan dengan permainan piano Yoongi yang indah berhasil membuat tepuk tangan penonton
Waktu berlalu begitu cepat Taehyung terlarut dalam permainan saxophonenya bersama Yoongi
hingga acara selesai.
Yoongi dan Hoseok berterima kasih pada Taehyung karena telah ikut memeriahkan acara busking yang mereka buat "terima kasih banyak kau memang berbakat" ucap Yoongi
"lain kali kita harus berkolaborasi lagi" ucap Hosoek penuh semangat
"terima kasih banyak,aku juga merasa senang bisa berkolaborasi dengan kalian" balas Taehyung dengan senyum mengembang di bibirnya
Jimin yang melihat itu merasa senang,sudah sekian lama dia tidak melihat senyum bahagia Taehyung.
Merekapun saling berpamitan, Taehyung dan Jimin pergi meninggalkan Yoongi dan Hoseok.
Taehyung melihat jam ditangannya dan terkejut
"astaga sudah jam 5 sore,aku melewatkan les bahasa Inggrisku"
Taehyung segera berlari menuju arah halte bus
bruukkkk Taehyung bertabrakan dengan seseorang "maaf maafkan aku" ucap orang itu
"apa kau ...." Taehyung menatap orang yang menabraknya "cantik" ucap Taehyung
seseorang itu menatap Taehyung bingung,Jimin yang berada diantara keduanya membuyarkan lamunan Taehyung "ah maafkan temanku" Jimin segera membawa Taehyung ke dalam bus
"maafkan aku tapi ini bukan waktu yang tepat untukmu mengagumi orang itu,ayahmu pasti sudah menunggumu" keluh Jimin dengan nafas yang dalam
Taehyung langsung gelisah ketika dia mendengar nama ayahnya,dia tahu bahwa dia telah melakukan kesalahan.
__ADS_1