Tuan Kim Untuk Noona

Tuan Kim Untuk Noona
Kim Seokjin


__ADS_3

Sebelum bertemu dengan ibunya, Seokjin tinggal sendiri di rumah petak kecil yang dia sewa,dia menyewa rumah kecil itu dengan uang tabungan yang dia bawa sebelum meninggalkan rumah ayahnya.


Seokjin beruntung karena saat itu dia mempunyai kekasih yang sangat baik dan perhatian padanya,dia yang selalu setia menemani Seokjin dalam keadaan apapun.


Setelah bertemu dengan ibunya kehidupan Seokjin menjadi lebih baik lagi,sang ibu juga bekerja untuk memenuhi kebutuhan mereka.


Seokjin menjadi lebih giat belajar seni lukis yang selalu menjadi favorit nya,hingga dia lulus dan mendapat beasiswa kuliah di Amerika.


Dia pun membawa serta ibunya tinggal di Amerika dengan uang tabungan dari keduanya.


Dengan berat hati Seokjin harus meninggalkan kekasihnya namun kekasihnya begitu sabar menunggunya.


Mereka menjalani hubungan jarak jauh selama tiga tahun,kemudian Seokjin memutuskan untuk mengakhiri hubungannya,dia ingin fokus pada cita-citanya,dia juga tidak ingin kekasihnya menunggunya tanpa kepastian


Seokjin menghubungi kekasihnya lewat telepon "halo...."


"halo sayang apa kabar? kenapa kau baru menghubungi ku? apa kau sangat sibuk di sana?" jawab kekasihnya diseberang telpon


"aku baik,bagaimana kabarmu? apa kau makan dengan benar?" tanya Seokjin


"aku juga baik,tentu saja aku makan dengan benar seperti yang kau katakan,aku benar-benar menjaga diriku..... sayang aku sangat merindukanmu" ucap sang kekasih


Seokjin terdiam tak menjawab ucapan kekasihnya


"sayang... apa kau masih di sana? kenapa tidak menjawab?" tanyanya


"maaf...." ucap Seokjin


"ah ku kira kau menutup telponnya,aku sangat rindu,aku harap secepatnya bertemu denganmu" ucap kekasihnya dengan manja


Seokjin terdiam lalu menjawab "maafkan aku, sepertinya ini terakhir kalinya aku menghubungi mu"


sang kekasih terkejut dengan ucapan Seokjin "apa maksudmu sayang? kenapa? apa kau akan sangat sibuk? tak apa aku akan selalu menunggu mu"


"jangan menunggu ku lagi,ku rasa kita harus mengakhiri..... semuanya..."ucap Seokjin ragu


"apa? tapi mengapa? apa aku membuat kesalahan padamu? apa aku terlalu mengganggu mu?" tanya sang kekasih dengan suara yang serak menahan tangis

__ADS_1


"tidak,kau tidak membuat kesalahan apapun, aku hanya tidak ingin kau menungguku tanpa kepastian..." jelas Seokjin


terdengar suara terisak dari sang kekasih "sayang aku akan setia menunggumu sampai kapanpun,aku benar-benar akan setia... aku mencintaimu hiks hiks hiks"


dengan berat hati Seokjin berkata "maafkan aku,aku hanya ingin fokus pada cita-citaku,jangan menungguku lagi.... "


"sayang.... Seokjin..... Kim Seokjin......" teriak sang kekasih namun Seokjin telah memutus telponnya tut tut tut.


sang kekasih mencoba kembali menghubunginya namun tidak terhubung.


Sementara ditempat Seokjin, Seokjin tertunduk dilantai sambil menggenggam erat ponselnya


"maafkan aku sayang.... maafkan aku.... ini yang terbaik untuk kita...." lirihnya


Sebulan berlalu ibu Kim menanyakan kabar kekasihnya pada Seokjin,mereka biasanya saling video call untuk sekedar melepas rindu namun selama sebulan ini ibu Kim tak pernah melihat hal itu


"Seokjin apa kau tidak merindukan kekasihmu?" tanya ibu Kim


Seokjin terdiam lalu menjawab "hubungan kami sudah berakhir bu"


Seokjin menggeleng "tidak bu,aku yang memutuskan hubungan dengannya"


"tapi kenapa nak? ibu lihat kau begitu mencintainya begitu juga sebaliknya" tanya Ibu Kim


"aku tak ingin dia menunggu ku tanpa kepastian bu,dia berhak bahagia walau tanpa ku" jawab Seokjin


Ibu Kim ikut merasa sedih mendengarnya karena dia juga mengenal kekasih Seokjin dengan baik bahkan mereka sering menghabiskan waktu bersama selama di Korea.


Ibu Kim mengusap pelan bahu Seokjin untuk membuatnya merasa lebih tenang,dia yakin putranya telah memikirkan matang-matang sebelum mengambil keputusan itu.


Seokjin memandangi ibunya penuh kasih sayang "dia gadis yang baik bu,dia pasti menemukan orang yang jauh lebih baik daripada aku" Seokjin menenggelamkan kepalanya dipangkuan sang ibu


Awal ke Amerika Seokjin dan sang Ibu bekerja sampingan untuk kelangsungan hidup mereka di sana,hingga waktu begitu cepat berlalu Seokjin telah lulus dan berhasil mengejar cita-citanya.


Seokjin sukses menjadi pelukis muda terkenal di Amerika, Seokjin juga membuat pameran dibeberapa negara,dia selalu membawa serta sang ibu kemana pun dia pergi karena Seokjin tak tega jika harus meninggalkan ibunya sendirian.


Saat itu Seokjin membuat pameran terbuka disalah satu mall besar di Amerika,saat wawancara ibunya terlihat sedikit kelelahan hingga ia membawanya pulang untuk beristirahat

__ADS_1


"ibu pasti lelah? maafkan aku,jika ibu lelah ibu bisa istirahat saja dirumah,lagi pula ini hanya acara didalam negeri itu juga tidak memakan waktu lama" ucap Seokjin pada sang ibu


"tidak apa nak,ibu merasa selalu bangga melihat mu tampil didepan banyak orang,ayahmu juga pasti bangga padamu" ucap sang ibu


Seokjin tak menjawab sang ibu, kemudian mengalihkan pembicaraannya "ibu aku harus kembali ke pameran,ibu istirahatlah dirumah,aku janji selesai acara aku akan segera pulang"


Ibu Kim mengangguk "baiklah sepertinya ibu akan istirahat sebentar,apa kau akan baik-baik saja?"


"istirahatlah bu,hubungi aku jika ibu butuh sesuatu" jawab Seokjin kemudian berpamitan meninggalkan sang ibu


biasanya ibu kim menolak jika harus ditinggal sendirian dirumah namun kali ini dia menyetujuinya tanpa perdebatan.


Ibu Kim melihat kepergian putra sulungnya kemudian membuka laci lemarinya, dikeluarkan nya satu foto keluarga yang sangat dirindukannya,dia membelai foto tersebut "sayang anak kita berhasil mendapatkan impiannya,kau pasti bangga padanya" ucap sang ibu pada foto suaminya kemudian beralih membelai foto Taehyung "Taehyung ibu sangat merindukanmu nak,rasanya baru saja ibu melihatmu di keramaian,kau pasti tumbuh menjadi pria tampan" bulir-bulir air mata jatuh ke foto itu


tangan ibu kim kembali membelai foto Jungkook kecil yang berada di pangkuannya "Jungkook sudah sebesar apa kau sekarang? apa kau merindukan ibu?" Ibu Kim memeluk erat foto keluarga bahagianya membaringkan tubuhnya lalu tertidur.


Setelah acara selesai Seokjin langsung pulang kerumah menemui sang ibu,dilihatnya sang ibu yang sedang tertidur pulas dengan memeluk erat sebuah foto, Seokjin perlahan menarik foto tersebut lalu melihatnya dengan penuh haru dalam hatinya dia berkata "Jungkook apa kau sudah besar sekarang? lihat mata rusa mu ini begitu menggemaskan, Taehyung apa kau menjaga Jungkook dengan baik? kau sudah berjanji padaku...... ayah... lihatlah aku berhasil menggapai mimpiku,apa ayah akan bangga padaku?"


Sebelum sang ibu terbangun Seokjin menaruh kembali foto itu kedalam pelukan sang ibu,lalu pergi ke dapur untuk menyiapkan makan malam.


beberapa saat kemudian sang ibu bangun lalu menyimpan kembali foto itu ke laci lemarinya,dia melihat sekeliling rumah kemudian terlihat Seokjin yang sedang menata makanan dimeja makan


Seokjin yang menyadari keberadaan sang ibu segera menghampiri nya lalu membawa sang ibu duduk di kursi makan


"duduklah bu,aku sudah menyiapkan makanan kesukaan ibu"


"apa kau sudah lama pulang?" tanya sang ibu


"tidak,aku baru saja pulang lalu langsung memasak, sepertinya ibu benar-benar kelelahan" ucap Seokjin


"maafkan ibu,ibu tidak tahu kalau kau sudah pulang,harusnya ibu yang menyiapkan semuanya" ucap Ibu kim Kim sedikit menyesal


Seokjin menggeleng kemudian memegang kedua bahu ibunya "tak apa bu,bahkan ibu tahu selain pandai melukis aku juga pandai memasak,juga pandai memenangkan hati ibu dengan wajah tampan ku ini"


Ibu kim membelai wajah putra sulungnya dengan penuh kasih sayang "kau benar,kau pandai dalam segala hal nak,putra tertampan ku"


Seokjin kemudian mengambil tempat duduk di samping ibunya,mereka pun makan malam bersama sesekali Seokjin membuat lelucon lucu untuk membuat ibunya tertawa.

__ADS_1


__ADS_2