Tuan Kim Untuk Noona

Tuan Kim Untuk Noona
Kim Taehyung dan Jungkook kecil


__ADS_3

Beberapa bulan setelah pindah rumah Jungkook terus merengek menanyakan kenapa mereka pindah rumah,kenapa ibu dan kakak sulungnya tidak bersama mereka "ayah dimana ibu dan kak Soekjin kenapa mereka tidak pernah pulang? kenapa mereka tidak ikut bersama kita dirumah baru ini?"


sang ayah tidak menanggapi pertanyaan Jungkook "Jungkook berhenti merengek dan segeralah belajar"


"tidak mau, aku tidak mau belajar, aku mau ibu... mau ibu... hiks hiks hiks" Jungkook semakin terisak


"apa kau ingin menjadi pembangkang seperti Soekjin yang tak berguna itu?" teriak sang ayah pada Jungkook


Taehyung yang baru pulang les menghampiri keduanya "ayah ada apa? kenapa ayah memarahi Jungkook?"


Jungkook mengadu pada Taehyung dengan terisak "ayah jahat kak,aku hanya bertanya dimana ibu tapi ayah malah marah padaku hiks hiks hiks"


sang ayah semakin marah pada Jungkook "pergi ke kamarmu dan belajarlah! tidak ada makan malam untukmu"


Jungkook terkejut mendengar ucapan sang ayah "ayah jahat,aku benci ayah" ucapnya sambil berlari ke kamarnya


Taehyung menatap ayahnya "ayah, Jungkook masih kecil, aku tahu ayah kecewa dengan kakak dan ibu tapi ayah tak seharusnya melampiaskan kekecewaan ayah ada Jungkook"


sang ayah memalingkan wajahnya dari tatapan Taehyung membuat Taehyung kembali berkata "jika aku menjadi penerus ayah dan menuruti semua keinginan ayah,apa ayah akan membiarkan Jungkook melakukan apa yang dia mau?" Taehyung terdiam sesaat kemudian melanjutkan kata-katanya "aku berjanji tidak akan mengecewakan ayah"


sang ayah kembali menatap Taehyung penuh harap tapi masih diam seribu bahasa


"aku berjanji ayah,aku akan membuatmu bangga,aku akan jadi orang sukses seperti ayah,aku seorang laki-laki aku tak akan pernah mengingkari janjiku, seperti yang ayah ucapkan padaku,seorang lelaki harus berpegang teguh pada janjinya" ucap Taehyung meyakinkan sang ayah


ucapan Taehyung membuat sang ayah memiliki harapan baru dalam hidupnya "kau benar,seorang laki-laki harus memegang teguh janjinya"


Taehyung tersenyum kecil "apa ini kesepakatan kita ayah?"


sang ayah tersenyum mendengar ucapan Taehyung "apa ini? kau bahkan masih berusia sepuluh tahun tapi gaya bicaramu seperti orang dewasa saja"

__ADS_1


"ayah,aku adalah pria sejati kau tahu?" ucap Taehyung dengan penuh karismanya membuat ayahnya terkekeh "baiklah... baiklah ini kesepakatan kita"


Taehyung segera menjabat tangan sang ayah seperti orang dewasa, Taehyung sangat mengenal sifat sang ayah,dia tahu cara memenangkan hati sang ayah.


Setelah membuat kesepakatan dengan sang ayah Taehyung pergi ke kamar Jungkook dengan membawa beberapa makanan dan minuman kesukaan adiknya


"Jungkook lihat aku bawa apa untukmu?"


Jungkook tidak bergeming dia terus terisak karena perlakuan ayahnya, tapi Taehyung tidak kehabisan akal dia sangat mengenal adik bungsunya "kau yakin tidak ingin melihat apa yang ku bawa? wah sayang sekali padahal ini susu pisang... wah dan apa ini? bukankah ini Snack yang ada di TV itu?" rayu Taehyung sambil melihat-lihat snack yang dibawanya


Jungkook sangat tidak tahan dengan godaan susu pisang dan snack kesukaannya,dia melirik sedikit kearah Taehyung tapi karena gengsi dia kembali berbalik.


Taehyung terkekeh melihatnya kemudian menepuk bahu adiknya "Jungkook ayah akhir-akhir ini sangat sibuk dengan pekerjaannya,dia sedikit lelah jadi dia tidak sengaja membentakmu"


Jungkook tetap diam tak bergeming membuat Taehyung kembali berbicara "kau masih punya aku,aku adalah kakakmu,kau bisa bertanya atau bercerita apapun padaku"


Jungkook menoleh kearah Taehyung "kenapa ibu dan kak Seokjin tak pernah pulang kak? hiks hiks aku merindukan mereka" Jungkook kembali terisak


"aku ingin pergi ke luar negeri,aku ingin ikut dengan ibu dan kak Seokjin" rengek Jungkook


"Jungkook suatu saat kita pasti berkumpul kembali,sambil menunggu waktu itu tiba,kau harus makan yang banyak agar ibu dan kakak terkejut melihatmu tumbuh besar dengan cepat" ucap Taehyung sambil membuka snack yang dia bawa. Taehyung sengaja mengalihkan perhatian Jungkook agar adiknya tidak terus menerus bertanya karena adiknya belum cukup mengerti dengan situasi mereka saat ini.


Jungkook segera menyambar snack dan susu pisang kesukaannya,dia lupa bahwa dia sedang merajuk tadi.


Ditempat lain Ibu Kim telah menemukan kehidupan barunya, dia bekerja sebagai juru masak disalah satu restoran.


Saat perjalanan pulang Ibu Kim melihat seorang anak remaja sedang kesulitan membawa dus besar,ibu kim menghampirinya dan membantu anak tersebut mengangkat dus tersebut


Anak remaja itu merasa aneh karena tiba-tiba dus yang dia bawa menjadi lebih ringan,setelah mereka berdua menaruh dus tersebut keduanya sama-sama terkejut.

__ADS_1


"ibu?" tanya anak remaja itu


Ternyata anak remaja yang Ibu Kim bantu adalah Seokjin putra sulungnya


"Seokjin?" Ibu Kim mendekat dan meraba wajah anaknya "Seokjin ini benar kamu nak?"


Seokjin mengangguk haru "iya ini aku bu,Kim Seokjin. apa yang ibu lakukan disini? dimana Taehyung dan Jungkook?" tanyanya


Ibu Kim menjelaskan semua yang terjadi membuat mata Seokjin yang mendengarnya terbuka lebar.


"nak, ayo sekarang kita pulang,kita temui Taehyung, Jungkook...... dan ayahmu....." ucap Ibu Kim ragu


"tidak Ibu, aku tak bisa,apa ibu tidak mengerti seberapa besar ayah membenciku?" Seokjin mengepalkan tangannya menahan amarah


"ibu kembalilah pulang,ibu harus menjaga Taehyung dan Jungkook" pinta Seokjin, namun Ibu Kim menggeleng "ibu tidak bisa kembali tanpamu nak,kita harus pulang bersama,ibu akan jelaskan pada ayahmu, kau hanya perlu menuruti keinginannya....." ibu kim terdiam dia sadar bahwa ucapannya salah.


"ibu,dengarkan aku, aku sangat menyukai seni lukis dan aku akan tetap menjadi pelukis bu" Ucap Seokjin pada ibu Kim kemudian Seokjin berbalik hendak meninggalkan ibunya.


Ibu Kim segera menahan tangan Seokjin kini dia tidak ingin kehilangan putra sulungnya lagi "Seokjin jangan pergi,bawa ibu bersamamu.... ibu tidak ingin kehilanganmu lagi... hiks hiks hiks" tangis ibu Kim pecah seketika


Setalah perdebatan panjang akhirnya Seokjin dan Ibu Kim memutuskan tinggal bersama memulai kehidupan baru mereka.


......................


Taehyung sebenarnya kecewa pada ayahnya tapi dia tidak ingin Jungkook menjadi sepertinya, Taehyung ingin Jungkook bebas melakukan apa yang dia inginkan.


Taehyung bekerja keras diusianya yang masih sangat muda,tidak seperti teman seusianya yang menghabiskan waktu bermain diluar dengan yang lainnya, Taehyung hanya fokus belajar bahkan Taehyung hanya punya satu teman yaitu Park Jimin,itupun karena Jimin telah membantunya saat dia sedang kesulitan sehingga dia merasa selalu berhutang budi pada Jimin.


Ditengah kesibukan belajarnya Taehyung tetap meluangkan waktu untuk Jungkook adik kesayangannya,apapun yang Jungkook minta Taehyung selalu mengabulkannya.

__ADS_1


Seiring berjalan waktu ayah Kim mulai serius dengan kesepakatannya dengan Taehyung, jika dulu Ayah Kim menganggap itu hanya omongan anak kecil sekarang ayah Kim benar-benar melihat kesungguhan Taehyung.


Ayah Kim membiarkan Jungkook melakukan apapun yang Jungkook mau,membuat hubungan mereka juga menjadi semakin baik. Taehyung sangat senang melihat ayahnya dan Jungkook semakin akrab,dia tidak pernah menyesali kesepakatannya bersama sang Ayah. Perlahan dia juga mulai berpikir bahwa kehidupannya sekarang adalah yang terbaik meski tanpa Ibu atau kakak sulungnya.


__ADS_2