
Saat keduanya masih dalam posisi seperti berpelukan tiba-tiba Jimin datang ke ruangan Taehyung mengejutkan mereka berdua
"ah kenapa aku selalu datang saat kalian sedang bermesraan?" Jimin menepuk jidatnya
Noona segera melepaskan diri dari pelukan Taehyung "tu... tuan Park anda...."
Belum selesai Noona bicara Jimin sudah memotongnya "baiklah aku hanya salah paham,benarkan?" Jimin sepertinya tahu apa yang akan diucapkan Noona
Noona mengangguk polos, Taehyung sangat gemas melihatnya mencoba untuk menahan tawanya.
"wah lihat itu,tuan Kim mu sepertinya sangat senang hari ini?" Jimin tak sabar untuk menggoda Taehyung
"kenapa? apa kau iri?" tanya Taehyung pada Jimin
Jimin tak percaya dengan ucapan Taehyung "jadi kalian berdua? wah daebak" Jimin bertepuk tangan
Noona menoleh pada Taehyung "tuan Kim anda membuat tuan Park menjadi lebih salah paham"
Saat mereka bertiga berkumpul Jungkook datang menghampiri mereka "ada apa ini? kenapa kalian masih disini? aku sudah menunggu di ruang meeting sementara kalian bersantai disini?" protes Jungkook
"kami baru saja akan pergi ke ruang meeting tuan Jungkook" jawab Noona
"ayo" ajak Jimin
Mereka bertiga jalan berjajar menuju ruang meeting sementara Noona berjalan sendiri di belakang, Taehyung memandangi Jungkook dan Noona "apa terjadi sesuatu denganmu dan Noona?" tanya Taehyung pada adiknya
"kenapa kau sangat ingin tahu?" jawab Jungkook
Taehyung mengernyitkan dahinya "hey ada apa denganmu?"
Jungkook berhenti lalu mendorong pelan Taehyung menjadi sejajar dengan Noona "kalau kau ingin tahu,kau tanyakan saja pada sekertaris mu ini"
Jungkook kembali berjalan,Jimin melihat ke arah Taehyung lalu menaikkan kedua bahunya tak mengerti, Jimin menyusul langkah kaki Jungkook
Taehyung menoleh ke arah Noona "apa yang kau lakukan pada adikku?"
Noona menjawab "tuan Kim sepertinya Jungkook marah padaku"
__ADS_1
mereka berbicara sambil berjalan "kenapa kau membuat adikku marah?" tanya Taehyung
"i..itu karena anda....." Noona belum selesai bicara tapi Taehyung sudah memotong pembicaraannya
"aku?" Taehyung menghentikan langkahnya
Saat Noona ingin kembali bicara mereka sudah sampai didepan ruang meeting "kita bicarakan ini nanti tuan"
Mereka memulai meeting dengan serius, sementara Taehyung menjadi tidak fokus karena ucapan Noona
"Jungkook marah pada Noona karena aku? apa yang ku lakukan? bagaimana jika Jungkook benar-benar menyukai Noona?" pertanyaan itu memenuhi kepalanya
Selesai meeting mereka berkumpul di ruangan Taehyung. Taehyung melirik ke arah Noona dan Jungkook secara bergantian, sementara Jimin membuka suara "kenapa suasana disini menjadi dingin?" Jimin memberi sinyal pada Taehyung untuk mencairkan suasana
"dengar aku tak tahu apa yang terjadi diantara kalian,tapi bisakah kalian bersikap profesional?" titah Taehyung pada Jungkook dan Noona
Jimin menepuk jidatnya lalu menggeleng menatap Taehyung,temannya itu terlalu serius menanggapi semua hal, Taehyung membuka sedikit mulutnya lalu menaikkan dagunya tanda bertanya pada Jimin,Jimin menaikkan kedua bahunya memberi sinyal terserah
Taehyung kembali berbicara "jika kalian ingin menyelesaikannya disini silahkan selesaikan,aku tak ingin suasana menjadi tak nyaman karena masalah kalian"
Jimin membuang nafas kasar lalu menyandarkan tubuhnya di sofa tanda pasrah
Saat Taehyung akan berbicara Jimin memotongnya segera "tidak usah formal seperti itu,disini hanya ada kita berempat"
Taehyung memelototi Jimin,tapi temannya justru memberi sinyal untuk Taehyung tetap diam
Noona memasang wajah memelas pada Jungkook "Jungkook maafkan aku"
kemudian Noona beralih menatap Taehyung "tuan Kim, Jungkook marah padaku karena kau mengantarku pulang"
Jimin mencoba menahan tawanya "pffff"
sementara mata Taehyung terbelalak mendengarnya, Taehyung menoleh ke arah Jungkook, Jungkook yang sadar ditatap oleh kakaknya akhirnya membuka suara "itu karena Noona tak pernah mengizinkan ku mengantarnya, sementara dengan mudahnya dia mengizinkan kakak mengantarnya pulang"
Taehyung memijat sedikit kepalanya "astaga jadi karena itu? kalian bersikap seperti anak kecil dan membuatku pusing"
"Noona tak adil,padahal dia bilang aku adalah teman terbaiknya,teman macam apa yang tak mengizinkan temannya tahu alamat rumahnya" protes Jungkook
__ADS_1
"bukan begitu Jungkook....." Noona mencoba membujuk Jungkook
Jungkook membuang mukanya marah "aku marah padamu"
tiba-tiba Noona bersikap manja pada tuan Kim nya "tuan Kim padahal aku sudah jelaskan padanya,tapi dia tak mau mendengarkan ku huhuhu"
Taehyung merasa gemas pada Noona ingin rasanya dia mencubit pipi sekertaris nya itu,tapi dia tak bisa melakukannya,dia kembali memasang wajah datar "selesaikan masalah kalian sendiri"
Jimin masih menahan tawanya melihat kelakuan mereka bertiga
Taehyung menasihati adik bungsunya "Jungkook kau seorang pria, Noona sudah minta maaf padamu,lagi pula ini hanya masalah kecil"
"kalau begitu Noona harus mau diantar pulang oleh ku" paksa Jungkook
"baiklah" Noona menjawab dengan pasrah
Akhirnya tawa Jimin pecah "hahaha jadi kau sengaja marah agar Noona mau diantar pulang olehmu,wah sepertinya aku harus banyak belajar dari mu Jungkook" Jimin menaikkan kedua jempol tangannya
Jungkook tersenyum usil mengangkat kedua alisnya membuat Taehyung dan Noona memanggilnya secara bersamaan "Jungkook"
"wah daebak,apa ini? kenapa kalian sangat kompak,apa terjadi sesuatu diantara kalian seperti waktu itu?" Jimin menaikkan kedua alisnya
kini Taehyung dan Noona kembali bersuara secara bersamaan "Jimin"
Jungkook menggeleng sambil bertepuk tangan "wahhhh daebak"
Mereka berempat akhirnya kembali berbincang,kini suasana menjadi hangat bahkan Taehyung pun tak segan tertawa dihadapan Noona,tanpa sadar Noona terus memperhatikan tuan Kim nya yang tampan itu, Taehyung melihat tatapan Noona lalu memberikan senyum yang manis untuknya, Noona tersipu melihat senyuman itu.
Sementara Jungkook memaksakan senyumnya melihat mereka berdua, Jimin menepuk bahu Jungkook untuk memberinya semangat.
Semenjak saat itu Taehyung tak pernah bersikap dingin lagi pada Noona seperti es yang telah mencair kini Taehyung lebih banyak tertawa bersama Noona.
Setiap pulang ke rumah Taehyung selalu tersenyum bahagia, Jungkook sangat senang melihat kakaknya seperti itu, sementara sang ayah sedikit aneh melihat putra keduanya, meskipun Taehyung sering berbincang dengannya tapi dia jarang sekali berekspresi,dia seperti terlalu berhati-hati untuk meluapkan perasaannya.
Tapi dengan perubahannya seperti itu membuat ayahnya sedikit lebih tenang,dia tak ingin Taehyung tumbuh menjadi sepertinya yang keras kepala dan egois.
Semenjak kepergian istri dan putra sulungnya, ayah Kim menyesali banyak hal dalam hidupnya,itu karena masa lalu yang terus menghantuinya. Ibu dari ayah Kim pergi meninggalkannya semenjak dia masih bayi demi mengejar mimpinya menjadi seorang pelukis,tak heran jika bakat melukis Seokjin turun dari neneknya. sementara dia tinggal bersama sang ayah yang workaholic, kehidupannya tak jauh berbeda dengan Taehyung,dulu dia sangat menyukai musik,dia juga sangat pintar bermain saxophone seperti Taehyung,namun semua keinginannya harus dia korbankan demi keinginan sang ayah.
__ADS_1
Andai waktu bisa terulang kembali ayah Kim ingin sekali memperbaiki semuanya,namun saat ini hanya ada penyesalan dalam dirinya.