Tuan Kim Untuk Noona

Tuan Kim Untuk Noona
Bolehkah aku egois?


__ADS_3

Taehyung melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, beberapa kali dia hampir bertabrakan.


Sebelum memasuki rumahnya Taehyung mencoba menenangkan dirinya,dia tak ingin membuat ayahnya khawatir.


Jungkook ternyata sudah berada di kamar kakaknya "oh kakak sudah pulang?" tanya Jungkook pada kakaknya


Taehyung memberikan ponsel Jungkook lalu segera membaringkan tubuhnya ke tempat tidur, Jungkook ikut merebahkan diri di samping kakaknya


"pergilah,aku ingin istirahat" usir Taehyung


"oh sepertinya kau sangat lelah kak,baiklah kalau begitu aku akan kembali ke kamarku.... besok aku akan pergi keluar kota selama tiga hari kak ada urusan bisnis yang harus ku urus" ucap Jungkook kemudian pergi meninggalkan kamar kakaknya


Taehyung mengepalkan tangannya,dia tahu kalau adik bungsunya itu berbohong padanya.


Keesokkan harinya Jungkook sudah tak ada dirumah dia berangkat pagi-pagi sekali,di meja makan hanya ada ayah kim dan Taehyung. Ayah Kim memandangi putranya yang kembali bersikap datar "apa ada masalah di kantor?" tanya sang ayah


Taehyung menggeleng "tidak ada,semua berjalan dengan baik ayah"


"syukurlah" ayah Kim melanjutkan sarapan mereka


Mereka sarapan dengan tenang, kemudian setelah selesai mereka segera berangkat ke kantornya masing-masing.


Mood Taehyung sedang buruk hari ini,dia menghabiskan waktunya seharian dengan bekerja,dia bahkan melewatkan makan siangnya. Noona yang tak melihat tuan Kim nya keluar ruangan untuk makan siang menjadi khawatir, Noona memesan makanan lalu membawanya ke ruangan Taehyung


tok tok tok Noona mengetuk pintu ruangan bosnya


"masuk" jawab Taehyung


Noona memasuki ruangan Taehyung dengan membawa beberapa kantong makanan ditangannya "tuan Kim,saya membawakan makan siang untuk anda, sepertinya anda belum makan"


Taehyung menoleh ke arah Noona,lalu tersenyum manis padanya,dia segera bergegas ke meja tamu di ruangannya. Setelah menyiapkan makanan untuk tuan Kim nya Noona pamit kembali ke ruangannya namun tangannya di tahan oleh Taehyung "temani aku makan" pinta Taehyung


"ta...tapi tuan Kim" Noona merasa canggung jika harus menemani bos nya makan


"aku tak suka..." belum selesai Taehyung bicara Noona sudah memotongnya


"penolakan" potong Noona


mereka duduk bersebelahan,Taehyung memaksakan senyumnya sebenarnya dia juga tak nafsu makan,dia masih kecewa pada Jungkook yang membohongi nya,namun karena Noona sudah menyiapkannya mau tak mau dia menerimanya, Noona memperhatikan tuan Kim nya yang sedikit melamun


"anda baik-baik saja?" tanya Noona


Taehyung menatap lurus ke depan "apa aku boleh egois? kali ini saja"

__ADS_1


Noona bingung dengan pertanyaan Taehyung "apa maksud anda tuan Kim? apa terjadi sesuatu?"


Taehyung menggeleng,kemudian mengambil sumpitnya "ayo makan"


Noona merasa iba melihat Taehyung yang seperti ini "tuan Kim,anda boleh egois itu hal yang wajar,semua orang pernah melakukannya,jangan terlalu keras pada diri sendiri, sebelum orang lain diri sendirilah yang membantu kita jadi tak masalah jika kau ingin bersikap egois selama itu hal positif"


Taehyung menghentikan makannya,menatap Noona dengan sendu, Noona tersenyum manis pada tuan Kim nya itu, Taehyung memberikan sumpitnya pada Noona


"saya sudah sudah makan tuan Kim" tolak Noona


"kalau begitu suapi aku" pinta Taehyung membuat mata Noona terbelalak


"kau bilang aku boleh egois,kali ini aku ingin makan dari tanganmu dan kau tahu aku tak suka penolakan" jelas Taehyung


Noona menggeleng mendengarnya tapi kemudian mengambil sumpit itu lalu menyuapi makanan ke mulut Taehyung,dia makan dengan lahap.


Taehyung memandangi Noona dengan penuh kasih sayang dalam hatinya dia berkata "apa aku boleh egois seperti ini? aku juga ingin bahagia bersamamu Noona,tapi apakah bisa saat ku tahu bahwa Jungkook juga menyukaimu" Taehyung memang tak jadi mengungkapkan perasaannya pada Noona karena selalu menimbang perasaan Jungkook,kali ini saat dia merasa kecewa pada Jungkook, Taehyung berpikir hanya Noona yang dia punya saat ini.


Noona menyuapi Taehyung hingga semua makanan tandas "kau seperti bayi besar tuan Kim" ejek Noona


"tak apa,aku rela menjadi bayi besar mu" jawaban Taehyung membuat Noona mengernyitkan keningnya


"tapi aku tak ingin menjadi ibu mu" jawab Noona yang terdengar absurd kemudian Noona mencoba menjelaskan tapi malah kebingungan sendiri "maksudku...."


"jadi kau ingin menjadi apa? ibu dari anak-anakku?" pertanyaan Taehyung membuat Noona salah tingkah


"apa benar begitu?" Taehyung kembali bertanya


"jika kau diam apa artinya iya? atau tidak? kenapa kau tak menjawab pertanyaan ku?" tanya Taehyung yang sengaja menggoda sekertaris nya


"sudahlah tuan Kim" Noona masih enggan menjawab membuat Taehyung mengerucutkan bibirnya "jadi artinya kau tak mau menjadi ibu dari anak-anakku?"


Noona segera menjawab dengan cepat "tidak... bukan begitu... aku....."


Taehyung tersenyum lalu mendekati Noona,dia berbisik di telinganya "apa artinya iya?"


Noona menggigit bibir bawahnya,membuat Taehyung ingin menciumnya,namun lagi-lagi Jimin tiba-tiba datang mengagetkan keduanya


"ah mataku... kenapa aku selalu melihat hal seperti ini" teriak Jimin


"itu karena kau tak pernah mengetuk pintu sebelum masuk" Taehyung memelototi Jimin "pergilah" usir Taehyung


Noona hendak pergi meninggalkan ruangan bosnya tapi tapi Taehyung menahannya "bukan kau tapi Jimin yang harus pergi" Noona kembali terbelalak

__ADS_1


"yahhhh kau mengusirku?" tanya Jimin dengan kesal


"syuhhh syuhhh syuhhh kau menggangguku" usir Taehyung


"kau benar-benar mengusirku? tidak bisa... urusanku lebih penting,kau bisa melanjutkan bermesraan dengannya nanti" protes Jimin


"tuan Kim,saya harus kembali keruangan saya,masih banyak pekerjaan yang belum selesai" Noona melepaskan tangannya dari Taehyung


"baiklah" Taehyung membiarkan Noona pergi


Jimin segera menghampiri Taehyung lalu membahas pekerjaan dengannya,setelah membahas beberapa pekerjaan, Jimin menjadi penasaran dengan hubungan percintaan temannya itu


"jadi sudah sejauh apa hubungan mu dengan Noona?"


Taehyung mengangkat kedua bahunya "kenapa kau sangat ingin tahu?"


"hey lihat kau ini tak bisa bohong padaku, apa kalian tidur bersama?" Jimin mengangkat kedua alisnya


Taehyung memukul bahu Jimin dengan berkas di tangannya "apa di pikiranmu hanya ada itu?" tanya Taehyung kesal


"ayolah aku hanya bercanda kenapa kau sangat serius,kapan kalian mulai menjalin hubungan? oh ku rasa sudah lama karena kalian sering sekali bermesraan dihadapan ku" Jimin menjawab pertanyaannya sendiri


Taehyung tak mempedulikan temannya itu,lalu pertanyaan Jimin selanjutnya membuat moodnya kembali buruk


"dimana Jungkook? aku jarang melihatnya sekarang,apa dia sibuk?"


Taehyung membuang muka, Jimin menjadi penasaran "apa kau bertengkar dengannya?"


Taehyung merebahkan diri di kursi kejayaannya mengambil nafas panjang lalu membuangnya kasar "dia pergi menemui ibunya"


Jimin terkejut mendengarnya "apa?"


Taehyung menceritakan semua yang terjadi antara Jungkook dan dirinya, Jimin menepuk bahu Taehyung memberinya semangat


"lalu apa yang akan kau lakukan sekarang?" tanya Jimin


Taehyung menjawab dengan pasrah "entahlah"


Jimin mencoba memberi saran pada temannya "sebaiknya kau berbicara dengannya"


Taehyung menoleh tajam "untuk apa? bahkan dia menemui mereka secara diam-diam,mereka sedang bermain petak umpat denganku" Taehyung tersenyum sinis


"mungkin Jungkook tak ingin membuatmu tersinggung,dia juga merindukan ibunya biarkan saja" Jimin menenangkan Taehyung

__ADS_1


"apa yang dia lakukan sekarang tak menyinggung ku? aku lebih suka dia terbuka padaku,kau tahu aku begitu menyayanginya apapun keinginannya aku selalu menurutinya,tapi apa yang dia lakukan padaku?" Taehyung meluapkan sedikit emosinya


"bagaimana jika dia meminta Noona darimu?" Jimin sengaja ingin tahu sejauh mana Taehyung terus berkorban untuk adiknya.


__ADS_2