Tuan Kim Untuk Noona

Tuan Kim Untuk Noona
Salah Paham


__ADS_3

Taehyung pergi ke kamarnya,dia meraih kotak tempat penyimpanan dibawah ranjangnya,di sana terdapat lukisan pertama sang kakak dan buku hariannya. Taehyung mengusap lembut lukisan itu kemudian mengambil sebuah pena lalu mulai menulis dalam buku hariannya.


Dia menuangkan segala perasaannya dalam buku itu, bagaimana canggungnya dia ketika kembali bersama keluarganya, Taehyung juga masih belum bisa berdamai dengan masa lalunya yang meninggalkan bekas luka dalam hatinya,tapi dia bersyukur karena Jungkook tak membencinya membuat dia ingin belajar membuka dirinya walau dia begitu kesulitan, Taehyung cenderung bingung apa yang harus dilakukannya,dia harus mulai darimana untuk memperbaiki semuanya,ketika dia memikirkan semua hal itu, Taehyung teringat Noona,jika saja Noona berada disampingnya mungkin dia tak akan merasa kesulitan seperti ini, Noona pasti akan memberinya semangat,membawa hal-hal positif padanya, Taehyung juga memikirkan hukumannya untuk membawa Noona kembali "bagaimana caranya? aku bahkan tak tahu dimana keberadaan Noona sekarang"


......................


Beberapa bulan berlalu tapi Taehyung masih bersikap dingin kepada Ibu dan kakaknya.


"Taehyung kau mau berangkat nak? ibu bawakan bekal makan siang untukmu" ibu Kim menyodorkan bekal makan siang pada Taehyung


Taehyung menolaknya "tidak,terima kasih" lalu berlalu begitu saja meninggalkan sang ibu yang menatapnya sendu


Jungkook meraih bekal makan siang itu "aku akan membawakan ini untuk kak Taehyung"


"tak apa nak,biarkan saja.. ibu sudah bahagia setidaknya Taehyung mau menjawab ibu" ibu Kim tersenyum pada Jungkook


"kalau begitu aku pamit dulu ya bu" pamit Jungkook pada ibu Kim


"baiklah, hati-hati dijalan Jungkook" ucap ibu Kim


Hari-hari Taehyung berlalu seperti itu,sang kakak beberapa kali mencoba untuk mendekati adiknya tapi Taehyung selalu menghindarinya.


Malam itu Taehyung baru pulang dari kantor,rumah mereka tampak sepi hanya ada ibu Kim sendiri menunggunya di meja makan


"Taehyung kau sudah pulang? kemari lah nak,ibu sudah memasak makanan kesukaanmu" ajak ibu Kim pada putranya


Taehyung memperhatikan sekeliling, ibu Kim mengerti maksud Taehyung


"ayah dan Jungkook sedang makan malam bersama klien,lalu kakakmu Seokjin masih berada di galerinya"


Taehyung tak berkata apapun lalu hendak pergi ke kamarnya di lantai dua,ibu Kim menahan tangan Taehyung "makanlah dulu nak"


Taehyung berhenti lalu menatap tajam tangan ibu Kim yang menahannya,dengan ragu ibu Kim melepaskan tangan Taehyung kembali tertunduk


Taehyung memandangi ibunya yang berwajah pucat, tangannya juga panas saat memegangi tangan Taehyung tadi "kau sakit?" tanya Taehyung pada ibunya

__ADS_1


ibu Kim mengangkat kepala mendengar Taehyung bertanya padanya "ti... tidak ibu baik-baik saja nak"


"jika kau sakit istirahatlah,kau tak perlu repot memasak untukku,aku juga tak akan memakannya" ucap Taehyung dengan dinginnya


"Taehyung ibu mohon makanlah sedikit nak" Ibu Kim kembali menggenggam tangan Taehyung dan memohon pada putranya


Taehyung mengernyitkan dahinya,tangan ibu Kim benar-benar panas, Taehyung pun melepaskan genggaman sang ibu,kemudian tangannya memegangi kening ibu Kim "kau demam"


Ibu Kim menatap sendu putranya "tak apa nak,ibu hanya ingin makan bersamamu"


Taehyung melepaskan tangannya dari kening sang ibu,dia berjalan menuju meja makan lalu duduk ditempat biasa dia makan,ibu Kim segera menyusulnya,menyuguhkan makanan untuk putra keduanya itu, Taehyung dan ibunya makan dengan hening hingga mereka selesai makan ibu Kim hendak merapikan piring yang ada di meja makan tapi tangannya bergetar sehingga piring itu jatuh di samping kaki Taehyung, Taehyung segera bangun untuk membantu ibunya merapikan pecahan piring dibawah namun disaat yang sama ternyata Seokjin datang lalu segera menghampiri keduanya lalu mencengkram kerah baju Taehyung


"jika kau marah,marahlah padaku,jika kau benci,bencilah aku tapi jangan perlakukan ibu dengan kasar seperti itu Kim Taehyung" teriak Seokjin


Ibu Kim mencoba melepaskan cengkeramannya Seokjin,dia mencoba menjelaskan yang sebenarnya terjadi "Seokjin lepaskan,kau salah paham nak"


Taehyung menatap nanar kakaknya, sepertinya Seokjin salah paham,dia mengira Taehyung lah yang sengaja menjatuhkan piring itu karena membenci ibunya. Jungkook dan ayah Kim yang baru saja tiba segera melerai keduanya


"kakak ada apa ini?" tanya Jungkook


Jungkook memperhatikan pecahan piring yang berserakan pun ikut menjadi salah paham "kakak aku tahu kau masih marah pada mereka tapi ku mohon setidaknya perlakukan lah ibu dengan baik"


Mata Taehyung terbelalak bahkan Jungkook juga ikut menuduhnya,dia menatap tajam keduanya "kau urus saja ibu kesayanganmu itu,lalu kau Jungkook apa ini hukuman juga darimu untukku? berapa banyak lagi hukuman yang harus ku terima demi menebus semua kesalahanku padamu?"


Tatapan tajam Taehyung beralih pada sang ibu "apa kau sengaja melakukan ini? ini yang kau mau? apa kau puas?" Taehyung segera pergi ke kamarnya


Ibu Kim menggeleng "tidak nak,tunggu dengarkan ibu...." ibu Kim kehilangan keseimbangannya lalu jatuh pingsan,ayah Kim yang berada di sampingnya segera memapahnya ke kamar.


Jungkook segera menelpon dokter, sementara Seokjin duduk termenung di samping sang ibu bersama ayah Kim.


Tak lama kemudian dokter pun datang lalu memeriksa ibu Kim


"Nyonya Kim hanya demam biasa,dia hanya kelelahan,aku akan membuatkan resep obat untuknya" ucap dokter


Setelah memeriksa dan memberikan obat untuk nyonya Kim dokter berpamitan, Jungkook mengantarkan dokter sampai depan rumah.

__ADS_1


Ibu Kim yang mulai tersadar memanggil nama putra keduanya "Taehyung...Taehyung...."


Ayah Kim segera menggenggam tangan istrinya "sayang,kau baik-baik saja? kenapa kau tak bilang padaku kalau kau sakit?"


Ibu Kim melihat sekeliling,dia mencari keberadaan Taehyung "dimana Taehyung?"


Seokjin menjawab sang ibu "ibu dia telah membuatmu seperti ini lalu kau masih saja mencarinya? bahkan disini masih ada aku dan Jungkook,kami juga putramu"


Ibu Kim membelai pipi Seokjin "Seokjin minta maaflah pada Taehyung,kau salah paham nak"


"apa maksud ibu? jelas-jelas aku lihat dia menjatuhkan piring itu dengan sengaja" emosi Seokjin sedikit naik mengingat kejadian tadi


Ayah Kim ikut menjawab dengan ragu "Seokjin, bukannya aku membela Taehyung tapi aku sangat mengenalnya,dia memang selalu bersikap dingin tapi dia tak pernah kasar apalagi pada ibunya, dia tak mungkin melakukannya"


"benar nak,ibulah yang menjatuhkan piring itu,bukan Taehyung.... tangan ibu bergetar saat ibu hendak merapikan piring-piring itu, Taehyung justru bangun untuk membantu ibu" jelas ibu Kim


Seokjin terkejut mendengarkan ucapan sang ibu,dia memegangi kepalanya "apa yang ku lakukan? aku bahkan membuat dia semakin membenciku"


Jungkook menarik nafas kasar,dia juga sadar kalau dia telah melakukan kesalahan pada kakaknya.


Keesokan harinya semua orang sudah berkumpul di meja makan untuk sarapan,kecuali Taehyung yang baru saja menuruni tangga langsung bergegas keluar tanpa menghiraukan orang-orang yang sudah menunggunya di meja makan.


"Taehyung...." Seokjin menyusul adiknya


"Taehyung,aku salah... maafkan aku"


Taehyung terus saja berjalan tanpa mempedulikan ucapan kakaknya, Seokjin mencoba menghentikannya tapi tangannya ditangkis begitu saja oleh Taehyung.


Untuk kedua kalinya tangan Taehyung ditahan namun saat dia akan menangkisnya ternyata itu tangan Jungkook


"Jungkook lepaskan,aku sedang terburu-buru" pinta Taehyung


"maafkan aku... aku juga bersalah padamu" Jungkook memasang wajah memelas pada kakaknya


Taehyung menatapnya sebentar lalu melepaskan tangan Jungkook yang menahannya, kemudian segera masuk ke dalam mobilnya, Taehyung melajukan mobilnya tak peduli dengan kedua orang yang terus memanggilnya.

__ADS_1


__ADS_2