
Jimin dan Taehyung merasa aneh dengan sikap ayah Kim yang membiarkannya begitu saja
"apa ayah benar-benar sudah kecewa padaku? argh seharusnya aku tidak melakukan kesalahan sedikitpun" umpat Taehyung
"maafkan aku,ini salahku.. tapi apa mungkin ayahmu akhirnya berubah pikiran lalu membiarkanmu melakukan apapun yang kau mau?" tanya Jimin
Taehyung menggeleng pelan "tidak mungkin,ayah tidak mungkin berubah hanya karena hal ini,aku sangat mengenal ayahku"
Taehyung bergumam dalam hatinya "aku khawatir pada Jungkook"
Jimin yang melihat Taehyung melamun segera menghiburnya "sudahlah ayahmu pasti tahu yang terbaik untukmu, seperti yang selalu kau katakan"
Setelah semua les privatnya selesai Taehyung pulang kerumahnya,dia langsung mencari keberadaan Jungkook,dia mencari ke kamarnya namun tidak ada, Taehyung mencari ke seluruh ruangan namun tak menemukan keberadaan Jungkook,dia menjadi sedikit panik namun tak lama terdengar suara tawa Jungkook dari dalam ruang kerja ayahnya. Taehyung yang penasaran menghampiri ruangan itu,dilihatnya Jungkook sedang asyik bercanda dengan ayahnya,semenjak kepergian ibu dan kakaknya ayahnya selalu meluangkan banyak waktu untuk mereka,ayahnya selalu pulang lebih awal agar bisa menemani Jungkook bermain,ayah kim tidak ingin Jungkook merasa kekurangan kasih sayang mengingat usia Jungkook masih kecil saat kejadian itu.
Jungkook melirik kearah kakaknya lalu segera menghampirinya "oh... kakak?.. sejak kapan kakak disitu? ayo bergabung dengan kami,kami sedang bermain bajak laut" ajak Jungkook pada Taehyung
Jungkook menuntun Taehyung untuk mendekat pada ayahnya,mereka bertiga pun bermain bersama dengan penuh tawa.
Selesai bermain Jungkook pergi duluan ke kamarnya dia ingin mandi karena badannya sudah lengket dengan keringat,yang tersisa ayah Kim dan Taehyung berdua, beberapa saat hanya ada keheningan hingga Taehyung membuka pembicaraan
"ayah,aku benar-benar minta maaf" ucap Taehyung
"apa kau bersenang-senang? tanya sang ayah
Taehyung bingung dengan pertanyaan sang ayah
lalu sang ayah kembali bertanya "apa sudah cukup kau bersenang-senang? jika sudah siapkan dirimu,setelah kau lulus kau akan kuliah di Amerika"
Taehyung tercengang mendengar ucapan sang ayah, sang ayah yang melihat reaksi Taehyung kembali bertanya "kenapa? apa kau tidak mau?"
Taehyung menggeleng cepat kemudian mengangguk "tidak ayah,tentu saja aku mau,bukankah kau melakukan ini demi kebaikanku?"
sang ayah mengangguk pelan,tapi Taehyung kembali bicara dengan ragu "ta.... tapi bagaimana dengan Jungkook?"
"kenapa? apa kau khawatir padanya? apa kau tidak percaya pada ayah?" sang ayah balik bertanya
"a... aku percaya ayah" jawab Taehyung
sang ayah yang melihat Taehyung tertunduk kembali melanjutkan ucapannya "seperti yang kau ucapkan Jungkook bebas melakukan apapun yang dia mau,jika dia sudah lulus dan ingin pergi menyusul mu tak masalah bukan?"
senyum manis muncul di bibir Taehyung mendengar ucapan sang ayah, sang ayah yang melihat itu juga ikut merasa senang
"ayah bangga padamu,kau sangat dewasa di usiamu,maafkan ayah yang terlalu menuntut banyak hal padamu Taehyung" ucap sang ayah
"apa yang ayah katakan,tentu saja itu sudah kewajiban ku sebagai anak ayah" balas Taehyung
"ayah sudah lihat videomu,kau begitu berbakat,kau juga sangat bahagia memainkan saxophone bahkan ayah tak pernah melihatmu sebahagia itu,ayah hanya menguji mu sampai mana kau bisa belajar bertanggung jawab.... maafkan ayah yang terlalu keras padamu,maafkan ayah yang egois ini" sang ayah tertunduk menahan bulir-bulir air matanya
Taehyung menggapai pundak sang ayah lalu berkata "ayah melakukan hal yang benar,ayah tidak egois,ayah hanya ingin seseorang sebagai penerus ayah,itu hak ayah dan kewajiban ku untuk mewujudkannya"
Sang ayah benar-benar kagum pada putranya yang satu ini, Taehyung sangat memahami dirinya itulah sebabnya sang ayah sangat menaruh harapan besar pada Taehyung hingga dia mendidik Taehyung dengan sangat keras karena dia tidak ingin dikecewakan lagi seperti waktu Soekjin mengecewakannya.
__ADS_1
...****************...
Perpisahan disekolah Taehyung sedang digelar semua siswa siswi disibukan dengan acara foto bersama sebagai kenang-kenangan.
"selamat ya tuan Kim Taehyung lagi lagi kau mendapat nilai terbaik" goda Jimin
"ya, kau juga selamat Park Jimin lagi lagi peringkat kedua" balas Taehyung
"aku bahkan memanggilmu tuan Kim Taehyung,kenapa kau tidak memanggilku dengan kata tuan Park Jimin?" protes jimin pada Taehyung
"hey,karena aku yang pertama bukankah lebih pantas dipanggil tuan dan yang pertama tidak pantas memanggil tuan kepada yang kedua" ejek Taehyung membuat Jimin mengerucutkan bibirnya
"bukankah itu sangat tidak adil?" Jimin kembali protes
"baiklah,baiklah tuan Park Jimin" Taehyung akhirnya mengalah pada Jimin membuat Jimin kembali tersenyum
"jadi haruskah kita pergi ke Amerika bersama?" tanya Jimin pada Taehyung
"apa maksudmu?" Taehyung balik bertanya
"sepertinya karena kita tidak bisa dipisahkan,aku memutuskan untuk pergi ke Amerika, setidaknya aku tidak ingin hanya kau saja yang menjadi orang sukses" ungkap Jimin
"apa?" tanya Taehyung memastikan ucapan jimin
"ya,aku akan kuliah di Amerika bersamamu" jawab jimin
"tapi kenapa?" Taehyung kembali bertanya
Taehyung tersenyum mendengarnya mereka saling berpelukan untuk menyemangati masing-masing tapi tak lama mereka melepaskan pelukannya
"hey aku masih normal" Taehyung mendorong Jimin menjauhinya
"apa-apaan ini? bukankah kita terkenal saling suka?" goda Jimin pada Taehyung
"kau ini benar-benar" Taehyung mengepalkan tangannya hendak memukul kepala Jimin tapi seseorang menabraknya dari belakang
"maaf.... maaf kan aku" ucap orang itu lalu berlalu begitu saja meninggalkan Taehyung
"hey....." Teriak Taehyung pada orang itu, namun orang itu sudah tak terlihat
Taehyung mencium aroma sesuatu seperti yang sepertinya dia ingat "hmmm aroma parfum ini" dia menoleh mencari orang yang menabraknya tadi kemudian kembali bergumam "cantik?"
Jimin yang mendengarnya memukul kepala Taehyung "apa kau benar-benar tidak normal memanggilku cantik hah?" ucap jimin kesal
"apa kau merasa cantik sehingga aku harus memanggilmu seperti itu?" jawab Taehyung yang juga kesal dipukul oleh Jimin
"jelas-jelas kau mengatakannya" timpal jimin yang masih tidak mau kalah
"apa kau sangat ingin mendengarnya? sudahlah untuk apa kita bertengkar seperti ini?" ucap Taehyung
"benar juga" Jimin ikut menjawab
__ADS_1
Acara demi acara pun selesai dan penampilan terakhir adalah penampilan musik dari pianis muda min Yoongi yang juga merupakan alumni SMA tersebut,sorakan penonton memenuhi aula tempat musikal itu berlangsung.
"wah itu min Yoongi,apa kita harus menyapanya? atau kau ingin berkolaborasi lagi dengannya? mungkin saja ayahmu akan berubah pikiran.... ah tapi tidak tidak,aku sudah setuju untuk pergi ke Amerika membayangkan wanita di sana sangat cantik dan seksi" ucap jimin penuh imajinasi
"apa kau pergi ke Amerika untuk wanita cantik dan seksi?" tanya Taehyung heran
"tentu saja untuk belajar tapi wanita cantik dan seksi itu sebagai hiburan, ayolah kau jangan terlalu serius,kita harus menikmati masa muda kita" jawab Jimin dengan entengnya
Taehyung menggelengkan kepala mendengar ucapan temannya itu "apa karena kau baru saja diputuskan?" celetuk Taehyung
"ya..... aku tidak pernah diputuskan,aku yang memutuskannya dia terlalu cerewet aku tidak suka wanita cerewet... hah percuma aku menjelaskan padamu bahkan kau saja tidak pernah pacaran" keluh Jimin
Taehyung tak menanggapi ucapan Jimin karena baginya itu tidaklah penting, Taehyung kembali fokus pada pertunjukan Yoongi dia melihat seseorang misterius berkolaborasi memainkan saxophone dengan Yoongi.
"siapa dia? kenapa memakai topi seperti itu? huh bukankah dia yang tadi menabrak ku?" gumam Taehyung teringat seseorang yang menabraknya tadi diluar
"oh... apa mungkin konsepnya misterius? tapi permainan saxophonenya luar biasa" Jimin juga ikut mengomentarinya
Taehyung mengangguk mengakui bahwa permainan saxophonenya memang bagus.
Acara pun selesai,semua orang membubarkan diri dari aula,saat Taehyung akan pergi dia memperhatikan seseorang yang tidak jauh darinya,Jimin mengikuti pandangan mata Taehyung.
"bukankah kita harus membuat foto kenang-kenangan dengan yang lain?" tanya Jimin "ayo" kemudian Jimin mengajak Taehyung menemui seseorang yang dari tadi dia perhatian
"Nancy bukankah kita belum membuat foto kenang-kenangan?" tanya Jimin pada orang dari tadi diperhatikan oleh Taehyung
"ah... oh .." Nancy sedikit canggung karena dia pernah ditolak oleh Taehyung
"ayolah setidaknya hanya berfoto satu kali saja" bujuk Jimin
Taehyung yang sedari tadi diam kemudian berbisik pada Jimin "apa yang kau lakukan?"
Jimin hanya tersenyum dan mengabaikan pertanyaan Taehyung,setelah berpikir Nancy pun menyetujuinya karena tidak enak membuat mereka menunggu lama akhirnya mereka mengambil foto bertiga,kemudian Jimin meminta Taehyung dan Nancy berfoto berdua saja,Nancy terlihat sangat canggung namun Taehyung hanya memasang wajah datar. Selesai mengambil foto mereka pun berpamitan,Jimin terkekeh sendiri melihat foto Taehyung dan Nancy
"lihatlah kalian berdua sangat cocok" goda Jimin
Taehyung tak mendengar ucapan Jimin hanya berjalan sembari melihat-lihat sekitar
"apa yang sedang kau cari?" tanya Jimin
"aku hanya penasaran dengan orang memainkan saxophone tadi,hah seharusnya kau tidak mengajakku berfoto mungkin aku bisa menemuinya" keluh Taehyung
"seharunya kau berterima kasih padaku berkatku kau bisa foto berdua dengan Nancy" jawab Jimin
"siapa yang minta? aku hanya ingin menemui saksofonis itu" jawab Taehyung singkat
"apa? jadi yang tadi kau perhatikan pemain saksofon itu? bukan Nancy?" tanya Jimin
Taehyung hanya mengangguk dan pergi begitu saja meninggalkan Jimin yang sedang menepuk jidatnya.
Taehyung mengabari Jimin saat ayah Kim meminta Taehyung untuk melanjutkan kuliahnya di Amerika,saat itu Jimin sangat terkejut dan menyesal memaksa Taehyung melakukan busking tapi Taehyung menjelaskan kejadian dia dan ayahnya membuat Jimin memahaminya, bagaimanapun ayah Kim ingin yang terbaik untuk Taehyung dan Taehyung juga ingin memberikan yang terbaik untuk ayahnya,tanpa sengaja ayah Jimin juga menyarankan Jimin untuk pergi kuliah di Amerika Jimin pun menyetujuinya tanpa syarat karena dia juga ingin menemani Taehyung.
__ADS_1