
Taehyung datang lebih dulu sebelum ayah dan ibunya tiba,dia memasuki rumah dengan bersenandung ria, Jungkook yang baru saja akan masuk ke kamarnya di cekal oleh sang kakak "apa kau akan melarikan diri bocah nakal?"
"kakak lepaskan,ada apa denganmu? memangnya aku melakukan apa sehingga harus melarikan diri darimu?" protes Jungkook
"jadi kau tak mau mengaku? baiklah aku akan bilang pada ayah bahwa kau dan kakakmu telah membohonginya" ancam Taehyung
Jungkook memasang wajah memelas "baiklah maafkan aku,tapi ku mohon jangan katakan pada ayah"
Ketika Jungkook sedang memohon pada Taehyung, Seokjin baru saja keluar dari kamarnya melihat ke arah mereka berdua
"aduh perutku" Seokjin memegangi perutnya kemudian kembali masuk kamarnya
"kak Seokjin tolong aku,kau juga harus bertanggung jawab,ini juga ide mu" Jungkook berteriak pada Seokjin yang sudah memasuki kamarnya
"kakak...." Jungkook memasang wajah memelas
"tidak.... ikut aku" Taehyung menyeret adiknya ke kamar
sementara Seokjin yang merasa bersalah berniat untuk membantu Jungkook,dia pun keluar kamarnya tanpa melihat sekeliling "ya... Taehyung lepaskan Jungkook,itu ide ku jadi berhentilah menyiksanya"
Ternyata kedua adiknya sudah menghilang dari balik pintu kamar Jungkook "aishhhh kedua anak itu benar-benar"
Di kamar Taehyung, Jungkook masih memohon pada kakaknya "kakak aku akan membersihkan kamarmu,tolong lepaskan aku"
Taehyung membawa Jungkook dalam pelukannya "terima kasih"
Jungkook terkejut mendengarnya "oh??? apa yang kau katakan tadi?"
Taehyung melepaskan pelukannya "terima kasih"
"wah bukan kah kakak berhutang padaku? tentu saja aku telah melakukan yang terbaik untukmu" Jungkook membanggakan dirinya
Taehyung mengacak-acak rambut adiknya "jadi aku telah menyelesaikan semua hukumanku,aku sudah kembali kerumah dan aku juga sudah membawa kembali Noona, apa kau masih ingin menghukum ku?" tanya Taehyung
Jungkook berpikir sesaat kemudian mendapatkan ide "sebenarnya aku masih punya satu hukuman untukmu"
mata Taehyung terbelalak mendengar ucapan adiknya "apa kau belum puas menghukum ku?"
"aku ingin kau berbaikan dengan kak Seokjin" Jungkook bicara dengan ragu
Taehyung mengangguk pelan "akan ku coba tapi aku tak janji"
Jungkook terkejut bukan main mendapatkan jawaban seperti itu dari Taehyung
"katakan padanya terima kasih" ucap Taehyung
"baiklah.... eh tidak ... tidak kau harus menyampaikannya sendiri" tolak Jungkook
"kalau begitu aku juga tak mau berbaikan dengannya" ucap Taehyung dengan cueknya
"ahhh baiklah.... dasar kau selalu saja punya senjata untuk membuatku kalah" protes Jungkook
__ADS_1
Taehyung menatap Jungkook "apa aku benar-benar boleh memiliki Noona?" tanyanya
"tidak...." Jungkook menggeleng
"yahhh Jungkook" Taehyung memasang wajah memelas
"baiklah tapi kau harus berterima kasih langsung pada kak Seokjin karena dia yang memberimu kesempatan untuk memilikinya" ucap Jungkook dengan sombongnya
"baiklah...." Taehyung menjawab dengan pasrah kemudian keluar dari kamarnya
"kau mau kemana?" tanya Jungkook pada Taehyung
Taehyung menjawab dengan malas "tentu saj menemui kakakmu"
"benarkah?" Jungkook tak percaya dengan apa yang didengarnya kemudian mengikuti Taehyung dari belakang
Taehyung mengetuk pintu kamar Seokjin dengan ragu, Jungkook bersilang tangan di dada memperhatikan kakaknya
Tok tok tok suara pintu diketuk namun Seokjin belum juga menampilkan batang hidungnya
Jungkook memberi sinyal agar Taehyung mengetuk pintu lebih keras lagi tapi Taehyung menolak, Jungkook pun mendekatinya kemudian mengetuk pintu kamar dengan kencang
Tokkkk tokkkk tokkkkk Jungkook kembali ke tempat semula yaitu didepan pintu kamarnya
Saat Taehyung akan mengetuk pintu lagi Seokjin segera membuka pintunya dengan terus mengomel,dia kira Jungkook yang datang ke kamarnya "yahhhh Jungkook tak bisakah kau mengetuk pintu dengan pelan,bocah ini benar-benar"
Hampir saja tangan Taehyung mengenai kepala kakaknya, Jungkook yang melihat itu mencoba untuk menahannya tawanya "pffff"
Seokjin sedikit canggung dengan suasana ini "oo... oh iya tak apa"
"sebenarnya memang Jungkook yang mengetuk pintu dengan kencang" Taehyung menunjuk adiknya yang sedang menonton mereka
"ah sudah ku bilang dia itu bocah nakal" gerutu Seokjin
"kak Taehyung aku menunggumu" Jungkook memberi kode pada kakak keduanya
Taehyung menggaruk tengkuknya yang tidak gatal kemudian memberanikan diri berbicara pada kakaknya "terima kasih" Taehyung membungkuk pada sang kakak
Seokjin terkejut melihat Taehyung membungkuk seperti itu padanya "ah iya... tak masalah,kau tak perlu membungkuk seperti itu"
Taehyung kembali menegakkan tubuhnya "kalau begitu aku akan kembali ke kamarku,selamat istirahat" Taehyung segera pergi ke kamarnya dengan tergesa-gesa
kemudian kembali ke luar lalu berbisik pada Jungkook "aku sudah melakukannya"
Jungkook memberi jempol pada kedua kakaknya, Mereka pun kembali ke kamar mereka masing-masing.
Keesokkan harinya semua sudah berkumpul untuk sarapan,ibu Kim seperti biasa menyuguhkan lauk untuk suami dan anak-anaknya
"terima kasih sayang" ucap ayah Kim
"terima kasih bu" ucap Seokjin
__ADS_1
"terima kasih ibu" ucap Jungkook
Taehyung pun ikut mengucapkan terima kasih pada ibunya "terima kasih ibu"
Semua orang terkejut tapi Taehyung hanya tersenyum.
Untuk pertama kalinya setelah dua puluh tahun berlalu makan bersama keluarga Kim terasa hangat.
Selesai sarapan mereka semua berpamitan pada ibu Kim
"sayang aku berangkat dulu" pamit ayah kim
"bu aku juga berangkat,hari ini aku tak perlu bawa bekal karena akan makan siang bersama tuan Namjoon" pamit Seokjin
"ibu aku berangkat,tolong jangan terlalu rindu padaku" pamit Jungkook
Saat mereka bertiga hendak pergi Taehyung mendekati sang ibu "ibu,aku juga berangkat,apa kau membuatkan bekal makan siang untukku?" tanya Taehyung
Ibu Kim tersenyum bahagia,dia segera mengambil kotak makan siang milik Taehyung "tentu saja,ini bekal makan siang mu nak"
"terima kasih ibu" Taehyung memeluk ibunya
Membuat ketiga orang yang melihatnya bernafas dengan lega,tiba-tiba Jungkook kembali menghampiri sang ibu setelah kakaknya melepaskan pelukannya, Jungkook menggeser tubuh Taehyung langsung memeluk ibunya "ibu aku menyayangimu"
Seokjin yang tak mau kalah melepaskan paksa pelukan Jungkook pada ibunya, kemudian Seokjin memeluk ibunya "kau yang tebaik bu"
Ayah Kim hanya menggeleng melihat tingkah ketiga putranya, Taehyung tersenyum ke arah sang ayah kemudian memeluknya "apa ayah bahagia?"
"tentu saja,terima kasih Taehyung kau pasti sangat kesulitan,tapi kau berhasil melaluinya" ayah Kim mengelus punggung putra keduanya
Jungkook yang melihat itu menarik kakak dan ibunya untuk ikut memeluk sang ayah,mereka semua berpelukan.
"bukankah kita seperti reuni keluarga?" tanya Jungkook
Ibu Kim melepaskan pelukannya "ibu rasa kalian sudah terlambat"
Ketiga putranya dengan kompak melihat jam tangan mereka "ah benar,ini semua karena kak Taehyung" keluh Jungkook
"kenapa kau menyalahkan ku? jelas-jelas kau dan kak Seokjin yang tak mau kalah dariku" protes Taehyung
"yahh kenapa kau membawa-bawa namaku,memangnya aku tak boleh memeluk ayah dan ibuku? jelas ini salah Jungkook yang selalu mengikuti mu" protes Seokjin
Ayah Kim menarik nafas panjang "hentikan kalian sudah bukan anak kecil lagi,cepat berangkat bekerja"
"baik ayah" ucap ketiganya secara bersamaan
Mereka berangkat tapi masih saja saling menyalahkan "kalian berdua tak mau mengalah padaku" keluh Jungkook
"jelas-jelas kalian yang mengikuti ku" protes Taehyung
"tidak bisa,kalian berdua yang seperti anak kecil" protes Seokjin
__ADS_1
Mereka pun berangkat dengan mengendarai mobilnya masing-masing.