
Taehyung bangun dan berdiri kemudian mengulurkan tangannya pada Jimin membantu Jimin berdiri,lalu keduanya duduk di kursi
Taehyung pun memulai pembicaraan "terima kasih Jimin,tapi sepertinya aku sudah tak memerlukan nya lagi"
Jimin menoleh ke arah temannya itu penuh tanda tanya "kenapa? bukankah selama ini kau mencarinya? aku tahu kau sangat merindukan mereka" ucap Jimin yang memang sudah tahu kejadian kakak dan ibu Taehyung pergi dari rumah dulu.
Taehyung menatap kosong ke depan "tapi sepertinya mereka tidak merindukanku,bahkan mereka baik-baik saja tanpa kami"
"bagaimana kau bisa berpikir seperti itu? bahkan kau saja belum bertemu mereka" tanya Jimin
Taehyung menundukkan kepalanya lalu kembali berbicara "aku melihat mereka,mereka hidup bahagia,jika mereka merindukan kami bukankah harusnya mereka mencari ku dan Jungkook, apalagi kakakku sekarang telah menjadi orang sukses"
Jimin menepuk bahu Taehyung memberinya semangat "mungkin mereka juga sudah mencoba mencari kalian,bukankah seharusnya kita menemui mereka sekarang? kita bisa tahu semua yang terjadi jika menemui mereka"
Taehyung menggeleng "kurasa sudah tidak perlu,mereka sudah bahagia,aku tak ingin membuat keadaan menjadi rumit lagi seperti dulu"
"kau yakin? kesempatan mu untuk bertemu dengan mereka sudah didepan mata" tanya Jimin memastikan
Taehyung tak menjawab pertanyaan Jimin,dia meraih remote TV lalu menyalakannya,dia melihat ke layar televisi tapi tidak dengan pikirannya. Sebuah berita muncul di televisi berita tentang pelukis muda Kim Seokjin yang sedang diwawancarai oleh wartawan,ucapan yang sama persis kembali terngiang di telinga Taehyung, Taehyung segera mematikan televisi itu lalu meraih camilan didepannya. Jimin sudah mendengar kata-kata mereka di televisi itu pasti sangat menyakiti Taehyung,sekarang Jimin mengerti kenapa Taehyung menghentikan niatnya untuk bertemu dengan mereka.
Kim Seokjin dan Ibu Kim Nara hanya membahas tentang kehidupan mereka berdua,tak sekalipun menyebut atau membahas Taehyung dan Jungkook membuat Taehyung berkecil hati
Jimin kembali menepuk bahu Taehyung berusaha menguatkannya,dia tahu betul Taehyung pasti sangat kecewa tapi Taehyung tak pernah menunjukkan kekecewaan atau kesedihannya pada siapapun.
Jimin benar-benar salut pada Taehyung bahkan temannya itu bisa menahan segala perasaan yang dia rasakan, Taehyung sangat jarang berekspresi, lebih sering terlihat datar dalam keadaan apapun.
...****************...
Jungkook sedang berlibur ke Amerika menemui kakak kesayangannya,selama liburan Taehyung membawa Jungkook berkeliling membuat Jungkook senang dan merasa betah tinggal di Amerika
"ah pantas saja kakak tidak pernah pulang,disini sangat menyenangkan,aku juga tidak ingin pulang" ucap Jungkook
"kalau begitu kau saja yang tinggal disini!" ucap Taehyung ngasal
"benarkah? apa boleh? ah baiklah kalau begitu" jawab Jungkook membuat Taehyung tersenyum kecil mendengarnya
"apa kau sangat menyukai tempat ini?" Taehyung bertanya pada Jungkook
"tentu saja,siapa yang bisa menolak tempat indah seperti ini" lagi-lagi Jungkook menjawab dengan pasti
Taehyung mengangguk lalu berkata "setelah kau lulus kau bisa kuliah disini"
"apa ayah akan mengizinkanku? apa kakak akan bicara pada ayah?" tanya Jungkook antusias
"kau tak perlu memintaku bicara pada ayah,ayah akan menuruti semua keinginan mu,begitu juga aku" jawab Taehyung sembari mengacak-acak rambut Jungkook
"ah benar juga kalian memang yang terbaik" ucap Jungkook mengacungkan kedua jempolnya.
__ADS_1
Jungkook berlibur selama satu bulan penuh,kemudian kembali ke Korea.
"apa kau senang berlibur di sana?" tanya ayahnya
"tentu saja,aku jadi tidak sabar ingin kuliah di sana" jawab Jungkook
"putraku sudah besar, bagaimana ini? sepertinya ayah akan sedikit kesepian" ucap Ayah kim
Jungkook menoleh ke ayahnya kemudian berkata "jika ayah tidak ingin aku pergi,aku tak akan pergi,aku akan menemani mu disini,disini juga menyenangkan"
ucapan Jungkook membuat ayahnya tersenyum dia yakin Taehyung memberikan banyak nasihat pada anak bungsunya ini "ayah hanya bercanda,lagi pula jika kau ke Amerika ayah juga akan menyusul mu ke sana seperti kau menyusul kakakmu... hahaha" tawa sang ayah
"benar ayah juga harus sering berlibur" jawab Jungkook
mereka pun menghabiskan waktu makan berdua dengan canda tawa.
Sementara di Amerika Jimin dan Taehyung sedang asyik berbincang di kafe
"kau yakin mengizinkan Jungkook kuliah disini? bagaimana jika dia bertemu dengan Kak Seokjin dan Ibu Kim Nara?" tanya Jimin pada Taehyung
Taehyung meneguk minumannya lalu menjawab "Jungkook sudah besar dia bebas melakukan apa yang dia mau,kalau pun mereka bertemu mungkin memang sudah saatnya,jadi biarkan saja"
Jimin mengernyitkan dahinya "kenapa ucapan mu terlihat tidak yakin? apa kau sudah memberitahu Jungkook kalau kau bertemu dengan kakak dan ibumu?"
Taehyung hanya menggeleng, Jimin mengerti kenapa Taehyung tidak memberi tahu Jungkook karena Taehyung pasti akan kesulitan menjelaskannya,lagi pula Jungkook tak pernah tahu alasan kepergian kakak dan ibunya karena Jungkook masih sangat kecil dan belum mengerti,sekalipun Jungkook bertanya, Taehyung selalu bilang kalau kakaknya sedang belajar ke luar negeri dan ibunya menemani sang kakak pergi.
Taehyung sendiri tidak habis pikir bagaimana dia bisa bertemu dengan kakaknya di Amerika, bagaimana kakaknya bisa menjadi pelukis terkenal, kekecewaan menyelimuti hati Taehyung,kenapa kakak dan ibunya tidak berusaha mencari mereka bahkan di posisi Seokjin yang kini memungkinkan untuk menemukan mereka.
Jimin mengubah topik pembicaraan untuk menghibur Taehyung
"menurut mu bagaimana Olivia?"
Taehyung mengernyitkan dahinya mengingat nama itu "Olivia?" tanya nya bingung
"gadis yang selalu tebar pesona padamu,dia sangat cantik,kenapa kau tak coba berkencan dengannya?" Jimin mencoba menggoda Taehyung
"aku tidak tertarik" jawab Taehyung singkat
"kalau aku jadi kau,aku sudah mengencani nya" Jawab Jimin dengan menaikkan kedua alisnya
"lalu kenapa tidak kau saja yang berkencan dengannya?" Taehyung balik bertanya
Jimin menjawab dengan enteng "ah kau tahu Olivia hanya tertarik padamu bukan padaku lagi pula aku sudah punya Alexa"
"aku benar-benar penasaran apa kau memang tak pernah tertarik pada perempuan?" tanya Jimin penasaran
Taehyung mengangkat kedua bahunya
__ADS_1
Jimin menggaruk kepalanya yang tidak gatal kemudian kembali bertanya "apa kau benar-benar tidak normal?"
Taehyung melirik ke arah Jimin lalu menjawab "mungkin"
Jimin yang mendengarnya berdiri lalu berteriak "yahhhh..... apa kau benar-benar?"
pengunjung yang lain pun memperhatikan keduanya, Taehyung menarik lengan baju Jimin menyuruhnya untuk kembali duduk. Jimin pun duduk sambil memegangi pundaknya tertunduk malu
"kau benar-benar memalukan" bisik Taehyung
Jimin menoleh kearah Taehyung dan memelototi nya "itu karena kau yang asal bicara"
Taehyung berdecak "huh sudah tahu aku asal bicara dan kau masih saja percaya"
Jimin memainkan matanya ke kanan dan ke kiri lalu memiringkan kepalanya dia terlihat bingung dengan dirinya sendiri mendengar ucapan Taehyung
Taehyung teringat sesuatu, sedikit senyuman terpancar di bibirnya membuat Jimin bergidik
"apa kau sedang membayangkan sesuatu tentangku?" selidik Jimin
Taehyung mengernyitkan dahi nya "apa kau gila?" umpatnya
"bukankah kau yang gila? kau bahkan tersenyum sendiri" tunjuk Jimin tepat di hidung mancung Taehyung
Taehyung menangkis tangan Jimin "aku sedang membayangkan seseorang" ucap Taehyung dengan imajinasi nya
"benarkah? siapa?" tanya Jimin yang sangat penasaran
"cantik" jawab Taehyung dengan senyum khas nya yang menawan
Jimin mengarahkan telunjuknya ke kepala Taehyung lalu mendorong nya "kau benar-benar gila"
Taehyung tidak terima dengan perlakuan jimin "yahhh jiminahhh aku benar-benar serius gadis itu cantik,aroma parfumnya sangat khas"
"oh" Jimin memperhatikan Taehyung yang bicara sungguh-sungguh "namanya cantik? dimana kau bertemu dengannya? apa aku juga pernah bertemu dengannya?"
"kau ingat seseorang yang menabrak ku setelah aku busking dijalan?" tanya Taehyung
"ah kejadian itu.... benar-benar kejadian menegangkan,aku sangat ingat ketika kita khawatir ayahmu marah besar tapi itu juga menjadi busking pertama dan terakhir mu" jawab Jimin "bagaimana kalau kau busking disini?" ucap Jimin memberi saran pada Taehyung
"lupakan saja" jawab Taehyung
"tapi kau bilang kau bertemu dengan gadis itu emmm maksudku cantik, eh siapa namanya tadi?" tanya Jimin
Taehyung menundukkan kepalanya "ahhhh aku bahkan tidak tahu namanya tapi dia sangat cantik"
"setidaknya kau menyukai seorang gadis" ucap Jimin sembari menepuk bahu Taehyung
__ADS_1
Taehyung mengangkat kepalanya lalu berkata "aku tak peduli itu"
Jimin yang mendengarnya merasa kesal "ah anak ini benar-benar"