
Sore hari pun tiba, Taehyung masih bergelut dengan pekerjaannya, sementara Jungkook sudah berada di kantor untuk menjemputnya.
"kau belum selesai?" tanya Jungkook
"sebentar lagi,kau pulanglah duluan" titah Taehyung
Jungkook justru mengambil kursi didepan Taehyung "tidak bisa,kau sudah berjanji untuk pulang kerumah bersamaku "
Taehyung menarik nafas kasar lalu melambatkan pekerjaannya
"kau sudah berjanji padaku" rengek Jungkook
Taehyung segera merapikan semua berkas yang ada di mejanya, Jungkook pun ikut membantunya
"Jika kau tak memecat Noona mungkin kau tak akan repot seperti ini,ingat kau harus membawa Noona kembali itu adalah hukuman keduamu kakak"
Taehyung menghentikan aktivitasnya "memangnya kau akan memberiku hukuman berapa banyak?" keluh Taehyung
"hmmmm akan ku pikirkan nanti" jawab Jungkook ngasal
Taehyung menggeleng lalu pasrah pada adik kesayangannya itu,setelah selesai mereka segera keluar dari kantor,mereka segera bergegas naik ke mobil.
Jungkook yang sedang menyetir sesekali memperhatikan kakaknya yang terlihat gugup
"Jangan gugup seperti itu"
Taehyung menoleh pada adiknya "aku tak gugup,hanya saja...... apa kau tak bisa merubah permintaan mu?"
Jungkook menggeleng dengan cepat "tidak... kau sudah berjanji padaku"
Beberapa lama kemudian mereka telah sampai dikediaman keluarga Kim, Taehyung tampak semakin gugup beberapa kali dia menarik nafasnya mencoba untuk menenangkan dirinya, Jungkook menepuk bahu kakaknya memberinya semangat
Di pintu masuk Taehyung dan Jungkook sudah disambut oleh sang ibu, Jungkook memberikan pelukan kepada ibu Kim,sementara Taehyung hanya diam mematung, Jungkook melepaskan pelukannya,ibu Kim mencoba memeluk Taehyung tapi anak keduanya itu menghindarinya
"Jungkook aku akan mandi terlebih dahulu badanku sudah lengket dengan keringat" Taehyung berlalu melewati sang ibu yang memandangnya sendu, Jungkook membawa sang ibu ke dalam "bersabarlah,dia butuh waktu" ibu Kim mengangguk
Setelah selesai mandi Taehyung berdiam diri di kamarnya,dia merasa canggung berada satu rumah dengan ibu Kim dan Seokjin. Sampai sang ayah datang mengetuk pintu kamarnya
tok tok tok "Taehyung kau didalam? ini ayah"
Taehyung segera membukakan pintu kamarnya "ayah"
Ayah Kim menatap wajah putra keduanya "kau tak merindukan ayah? kenapa kau tak datang ke kamar ayah? sehingga ayah yang harus mendatangi mu disini?"
"maafkan aku ayah" Taehyung membungkuk pada ayahnya
__ADS_1
ayah Kim menepuk bahu putranya "sudahlah ayah hanya bercanda,ayo kita makan malam bersama" ajak ayah Kim
Taehyung diam tak menjawab ajakan ayahnya,dia benar-benar merasa canggung dan bingung harus berbuat apa.
"ayolah kakak aku sudah lapar" teriak Jungkook yang tiba-tiba berada dibelakang sang ayah
Mereka bertiga menuruni tangga menuju ruang makan,di sana sudah ada ibu Kim dan Seokjin yang menunggu mereka, mata Taehyung bertemu dengan mata Seokjin,kakak sulungnya mencoba tersenyum padanya tapi Taehyung mengabaikannya,saat Taehyung akan mengambil tempat duduk Jungkook justru menyuruhnya untuk pindah
"kakak kau duduk di sana,di samping kak Seokjin" tunjuk Jungkook
Taehyung terlihat bingung "aku? lalu kau?" tanya Taehyung pada Jungkook
"tentu saja aku akan duduk di samping ibu" Jungkook memeluk ibu Kim sesaat
Taehyung akhirnya mengambil tempat duduk di samping Seokjin sesuai keinginan adiknya, sementara Jungkook berada di seberang tempat duduk Taehyung bersama ibu Kim,dan ayah Kim berada di tempat duduk utama.
Ibu Kim mengambilkan lauk untuk suami dan anak-anak termasuk Taehyung
"terima kasih sayang" ucap ayah Kim
"terima kasih ibu" ucap Jungkook
"terima kasih bu" ucap Seokjin
Sementara Taehyung hanya diam tak mengucapkan apapun bahkan lauk dari ibu Kim masih berada di pinggir nasinya, Taehyung tak menyentuhnya sama sekali. Jungkook yang melihat itu segera memberi sinyal pada Taehyung dengan menginjak kakinya,mata Taehyung terbelalak ketika adiknya berbuat seperti itu, Taehyung memelototi nya tapi Jungkook justru memberi isyarat kalau kakaknya harus memakan lauk itu, Taehyung menggeleng tanda menolak tapi Jungkook menatapnya tajam, akhirnya Taehyung pun memakan lauk yang diberikan ibu Kim,ibu Kim merasa terharu karena Taehyung mau memakan masakannya. Perasaan Taehyung menjadi tak karuan memakan masakan ibunya,dia teringat kenangan masa kecilnya bersama mereka, Taehyung mencoba menyembunyikan perasaannya,memasang wajah datar seperti biasanya.
"aku sedikit lelah,aku akan istirahat di kamar" jawab Taehyung
"ayolah kak ini masih sore,kita bahkan sering bergadang bersama" pinta Jungkook untuk tetap berkumpul bersama mereka
"benar,sudah lama ayah tak berbincang denganmu nak, bagaimana pekerjaan mu?" ayah Kim ikut membujuk putra keduanya
Taehyung pun kembali duduk "pekerjaan ku baik ayah,semua berjalan lancar"
"Apa ayah tahu, kakak sudah berapa kali memecat sekertaris nya,ckkk ckkk ckk bukankah dia sangat kejam" adu Jungkook
Ayah Kim tertarik dengan ucapan Jungkook "benarkah? kenapa kau melakukan itu Taehyung?"
Taehyung menggaruk tengkuknya yang tidak gatal "aku hanya mencari orang yang kompeten ayah"
Jungkook memicingkan matanya "kemarin dia mendapatkan sekertaris yang pintar dan kompeten bahkan semua pekerjaan kakak menjadi lebih ringan,tapi apa ayah tahu? kakak memecatnya juga, keterlaluan" Jungkook menggelengkan kepalanya
Taehyung berusaha mengancamnya dari kejauhan "kau ini dasar bocah nakal selalu mengadu pada ayah"
Senyum kecil terlintas di wajah Seokjin melihat kedua adiknya seperti itu,Ibu Kim yang penasaran pun ikut bertanya pada Jungkook "apa itu Noona?"
__ADS_1
Jungkook mengangguk cepat "benar, bagaimana ibu bisa tahu?"
"sebenarnya ibu bertemu di jalan beberapa waktu lalu,mobil yang dia tumpangi mogok,ibu dan kakakmu Seokjin memberikan tumpangan padanya dan mengantarnya ke kantor kakakmu Taehyung,jadi sekarang Noona sudah tak bekerja lagi ditempat mu nak?" tanya ibu Kim pada Taehyung
Taehyung tak menjawab ibunya,diam memilih diam dan menghindari kontak mata dengannya.
"wah kakak sudah ku bilang kau melakukan kesalahan,dasar bo......" belum sempat Jungkook berbicara Taehyung sudah membekap mulut adiknya
"berhenti memanggilku bodoh,bocah nakal" Taehyung mengacak rambut adiknya
"berhenti memanggilku bocah nakal,aku bukan bocah lagi" protes Jungkook
Seokjin mencoba menahan tawanya "pffff"
Jungkook segera menoleh pada kakak sulungnya itu "oh apa itu? kau mentertawakan kami? bagaimana bisa kau seperti itu? seharusnya kau melerai kami,kau kan kakak tertua"
"yahhh... Jungkook,berhenti memanggilku tua" protes Seokjin
"aku bilang kau kakak tertua,artinya kakak sulung,tapi baguslah jika kau ingat dengan umurmu" jelas Jungkook
Seokjin kembali protes "memangnya kenapa dengan umurku? apa kau pikir kau akan selalu muda?"
Jungkook menggeleng "aigoo aigooo lihatlah tingkahnya yang tak mau kalah"
"yahhh dasar kau bocah nakal" Seokjin mencoba meraih tangan Jungkook, ingin sekali dia menyentil kepala adik bungsunya itu
Dengan repleksnya Taehyung memberikan Jungkook pada kakak sulungnya,sehingga sekarang Jungkook berada dalam genggaman kedua kakaknya
"ayah,ibu lihat kedua anak mu ini, mereka menyiksaku" adu Jungkook pada kedua orangtuanya.
"Taehyung hentikan" titah sang ayah
"Seokjin hentikan" titah sang ibu
Keduanya melepaskan Jungkook begitu saja, Jungkook merasa senang kemudian mengejek kedua kakaknya "Dasar bodoh" Jungkook segera melarikan diri karena teriakan dari ke empat orang itu "Jungkook" teriak ayah Kim,ibu Kim, Seokjin dan Taehyung secara bersamaan
"kemari kau bocah nakal" panggil Seokjin
"aku tak akan melepaskan mu bocah" teriak Taehyung
mereka berdua mengejar Jungkook,aksi kejar-kejaran pun terjadi di ruang keluarga
"yahhh Taehyung kau jaga di sana,aku akan menjaga disini" titah Seokjin
Taehyung menuruti perintah sang kakak, Jungkook pun tertangkap oleh mereka berdua,ketiganya tertawa sangat puas.
__ADS_1
Seokjin mengangkat tangannya mencoba mengajak tos kepada Taehyung karena mereka berhasil menangkap Jungkook, Taehyung pun mengangkat tangannya saat akan melakukan tos mereka menjadi canggung. Taehyung segera menurunkan kembali tangannya lalu pamit untuk kembali ke kamarnya "ah aku sudah lelah,aku akan istirahat,selamat malam"