
Sementara Seokjin memutuskan untuk menemui Jungkook,dia berpikir harus menyelesaikan semua masalah keluarganya satu persatu dimulai dari Jungkook,karena masalahnya dengan Taehyung akan selesai dengan bantuan adik bungsunya itu.
Seokjin memencet bel apartemen Jungkook,dia memang sudah tahu bahwa selama ini Jungkook tinggal salah satu apartemen di Busan,namun membiarkannya menenangkan pikiran,setelah sebulan lebih akhirnya Seokjin mencoba menemuinya
Jungkook membukakan pintu apartemennya lalu terkejut dengan kedatangan Seokjin "kakak? bagaimana kau bisa tahu aku disini?"
"aku sudah tahu sejak lama,tapi aku membiarkanmu,ku rasa kau butuh sedikit ketenangan" jawab Seokjin
Jungkook masih berdiri didepan pintu apartemennya "lalu untuk apa kau kemari?"
"aku kakakmu,apa aku tak boleh menemui adikku sendiri?" tanya Seokjin membuat Jungkook berkaca-kaca
Jungkook menggeleng pelan "tidak,kau bukan kakakku,aku juga bukan adikmu, pergilah"
Seokjin menatap sendu Jungkook "jangan bicara seperti itu,apapun yang terjadi kau adalah adikku,kita adalah keluarga tak peduli apapun,aku hanya ingin memastikan kalau kau baik-baik saja"
Jungkook berdiam diri tak tahu harus berkata apa,dia menjadi sedikit canggung dengan keadaan sekarang, akhirnya Jungkook mempersilahkan kakaknya masuk
"masuklah kak" ajak Jungkook
Seokjin pun mengikuti adiknya masuk ke dalam apartemen
"syukurlah kau hidup dengan baik,aku benar-benar khawatir tapi aku yakin kau bisa menjaga dirimu, Taehyung memberi pengaruh baik untukmu" ucap Seokjin
"bagaimana kabar kak Taehyung?" tanya Jungkook ragu
Seokjin menarik nafas berat "sejak kau pergi,dia juga pergi,kau tahu betapa bencinya dia padaku...."
__ADS_1
Jungkook menggeleng "tidak,kak Taehyung tak pernah membenci mu,dia sangat menyayangi mu kak,tapi dia sedikit gengsi untuk mengakuinya"
Seokjin tersenyum kecil "benarkah? aku senang sekali mendengarnya,kau bahkan lebih mengetahui banyak hal tentang Taehyung daripada aku" kemudian Seokjin tertunduk
"kak...." Jungkook menepuk pelan bahu kakaknya
"ayah dan ibu sudah cukup kehilangan anak-anaknya karena aku,mereka sangat merindukanmu,tak bisakah kau menemui mereka sebentar saja?" Seokjin menatap Jungkook dengan penuh harap lalu melanjutkan kata-katanya "aku ingin menebus semua kesalahanku,tapi aku tak tahu caranya,bisakah kau membantuku? aku ingin memperbaikinya mulai dari dirimu,katakan apa yang bisa ku lakukan untukmu Jungkook?"
Jungkook terdiam untuk beberapa saat "aku ingin tahu dimana orang tuaku... orang tua kandung ku...."
Seokjin sudah memperkirakan semuanya,dia yakin hal satu-satunya yang di inginkan Jungkook adalah keberadaan orang tua kandungnya
"aku tak bisa menjelaskan itu padamu Jungkook" kata-katanya Seokjin mematahkan semangat Jungkook
Seokjin kembali berkata "tapi jika kau ingin mengetahuinya,datanglah kerumah... kami akan menjelaskan semuanya padamu,aku tak bisa menjelaskannya sendirian,ayah dan ibu akan membantumu menjawab semua pertanyaan yang ingin kau dengar,kecuali Taehyung hanya kau yang bisa membawa dia kembali"
Seokjin pun pergi meninggalkan Jungkook yang masih termenung sendiri memikirkan perkataan kakak sulungnya.
Seminggu kemudian setelah berpikir dan mempertimbangkan semuanya Jungkook pun memutuskan untuk kembali ke Seoul untuk menemui keluarganya.
Ibu Kim memeluk erat Jungkook "anakku,anak bungsu ku,kemana saja kau? ibu sangat khawatir,apa kau baik-baik saja? kau makan dengan benar?"
Dengan ragu Jungkook membalas pelukan sang ibu "i....ibu...."
Ibu Kim mengelus manja pipi Jungkook "kau adalah anakku,anak kesayanganku"
Jungkook menoleh ke arah Ayah Kim yang menatapnya sendu "a...ayah"
__ADS_1
Ayah Kim segera memeluk Jungkook dengan air mata yang mengalir begitu deras "kenapa kau pergi meninggalkanku? apa kau tak menyayangiku? apa kau ingin aku mati karena kehilanganmu?"
"ayah maafkan aku...." Jungkook ikut terisak
Ayah Kim membawa mereka ke ruang keluarga, Seokjin sudah memberitahu kabar tentang Jungkook kepada ayah dan ibunya, sehingga mereka mengerti apa yang harus mereka lakukan saat ini,tidak ada yang harus mereka tutupi lagi tentang Jungkook
Dengan perlahan ayah Kim menjelaskan kejadian dua puluh tiga tahun lalu,saat Jungkook diangkat menjadi bagian dari keluarga Kim
"Saat itu Taehyung sedang bermain bola bersama Seokjin,bola itu menggelinding ke jalan, Taehyung mencoba mengambil bola tersebut namun disaat bersamaan mobil yang ditumpangi kau dan kedua orangtuamu sedang melintas,tapi rem mobil mereka blong,lalu mobil itu membanting stir ke kiri sehingga menabrak tiang,ayahmu meninggal ditempat,sementara ibumu meninggal saat perjalanan ke rumah sakit,beliau berpesan agar kami merawat mu dengan baik,karena mereka sudah tidak punya sanak saudara lagi,kami pun menyetujui permintaan terakhir mendiang ibumu"
Jungkook sedikit terkejut mendengar kejadian orang tuanya meninggal karena kecelakaan tapi tak sedikitpun dia menyalahkan Taehyung atas kejadian tersebut,karena meskipun tak ada Taehyung di sana mereka akan tetap mengalami kecelakaan yang sama karena rem mobil yang blong.
Ayah Kim kembali berbicara "kami tak bermaksud menyembunyikan semuanya darimu,hanya saja kami sedang menunggu waktu yang tepat untuk memberitahumu,aku juga mengkhawatirkan keadaan Taehyung,dia terus merasa bersalah padamu,saat kejadian ini terungkap Taehyung lah yang paling terguncang,dia takut kau membencinya... jadi aku mohon padamu Jungkook jangan benci Taehyung,semua karena kelalaian ku ..... "
Jungkook segera berlutut pada sang ayah "ayah,apa yang kau katakan,aku sama sekali tak membenci kak Taehyung,semua yang terjadi adalah takdir jadi jangan salahkan dirimu, aku bahkan sangat berterima kasih pada kalian yang telah merawat dan membesarkan ku,andai tidak ada kalian aku tidak tahu hidupku akan menjadi seperti apa,aku sungguh-sungguh berterima kasih" tetesan air mata kembali membanjiri pipi Jungkook
Jungkook menyadari betapa beruntungnya dia berada diantara keluarga Kim,tapi di sisi lain dia juga mengkhawatirkan keadaan Taehyung yang mungkin selalu dihantui rasa bersalah padanya.
"apa aku boleh tahu dimana mereka dikuburkan?" tanya Jungkook
"aku akan mengantarmu" jawab Seokjin
Setelah pembicaraan itu selesai Seokjin mengantar Jungkook ke sebuah pemakaman,di sana terdapat nisan bertuliskan nama Jeon Woong yang merupakan ayah Jungkook dan disampingnya Jeon Jiwoo yang merupakan ibu Jungkook
Jungkook memandangi kedua nama itu "jadi aku adalah Jeon Jungkook?" Jungkook tersenyum kecil kemudian kembali berkata "ayah,ibu maaf aku baru datang menemui kalian setelah sekian lama,kalian tak usah khawatir aku hidup dengan baik bersama keluarga Kim, lihat lah bahkan aku mempunyai kakak sekarang,aku datang bersama kak Seokjin... tampan bukan? aku juga mempunyai satu kakak laki-laki lagi namanya Kim Taehyung,dia adalah kakak,ayah,ibu dan teman bagiku,apa kalian tahu mereka begitu menyayangiku,terutama kak Taehyung... suatu saat aku pasti akan membawanya kemari lalu memperkenalkannya pada kalian, beristirahat lah kalian dengan tenang,aku akan sering mengunjungi kalian,aku janji ayah... ibu...." air mata kembali menetes di pipi Jungkook, Seokjin menepuk bahu adik bungsunya memberikan semangat padanya.
Seokjin memandangi Jungkook saat beberapa kali adik bungsunya itu menyebut nama Taehyung,dia menyadari betapa besarnya rasa sayang Jungkook pada Taehyung, membuat Seokjin semakin bertekad untuk menyatukan keluarganya kembali "fighting Seokjin kau bisa melakukannya" ucapnya dalam hati
__ADS_1