Tuan Kim Untuk Noona

Tuan Kim Untuk Noona
Bahagiakan Noona


__ADS_3

Dikamar Noona mencoba berbicara dengan Yoongi "kakak ada apa? apa Seokjin membuat kesalahan? kenapa kakak bersikap seperti itu padanya?"


Yoongi menatap wajah adiknya "tak apa, memangnya apa yang ku lakukan?" jawabnya dengan datar


"tak biasanya kakak bersikap seperti itu pada Seokjin, padahal kakak sangat akrab dengannya,lalu kenapa kakak seperti sedang memusuhinya?" tanya Noona


"itu hanya perasaanmu saja,lagi pula aku memang tak terlalu akrab dengannya" jawab Yoongi


"apa kakak menyembunyikan sesuatu dariku? ayah juga selalu menanyakan adik Seokjin,apa yang dikatakan Seokjin benar? kalau Taehyung adalah calon suamiku? apa benar aku kehilangan ingatan? tapi bagaimana bisa? kalau aku hilang ingatan,bagaimana bisa aku mengingat kakak,ayah dan Seokjin?" selidik Noona


Yoongi terdiam sesaat kemudian menjawab "sudahlah kau tak perlu memikirkan apapun,yang harus kau pikirkan adalah kesehatanmu"


"kakak....." Noona menatap sendu kakaknya karena bukan itu jawaban yang ingin dia dengar


"apa kau menyayangiku? jika iya,tolong menurut lah padaku" ucapan Yoongi membuat Noona segera mengangguk, Noona tahu betul sifat sang kakak.


Keesokkan harinya Taehyung datang ke rumah Noona untuk menjenguknya, Yoongi merasa tak senang dengan kedatangannya "apa Seokjin tak memberitahumu untuk jangan pernah datang lagi kesini?"


"Yoongi,biarkan saja,kenapa kau selalu bersikap seperti itu pada mereka?" ucap ayah Min


Taehyung menyapa ayah Min "ayah,apa kabarmu? maaf kemarin aku tak ikut menjemput Noona"


"aku mengerti,bersabarlah Taehyung, Noona pasti mengingatmu kembali" ayah Min tahu betul bahwa Taehyung sangat menyayangi putrinya


Yoongi berdecak mendengarnya "aku berharap Noona tak pernah mengingatmu dan Seokjin" Yoongi segera pergi meninggalkan Taehyung yang masih mematung


Tak lama kemudian Noona menghampiri ayahnya dan Taehyung "oh Taehyung?" Noona memperhatikan sekitarnya berharap Taehyung datang bersama Seokjin


Taehyung yang mengerti maksud Noona segera menjawab "aku datang sendiri,kak Seokjin sedang berada di galeri nya, bagaimana kabarmu?"


Noona mengangguk dengan kecewa "hmmm sudah lebih baik"


"ayah akan istirahat di kamar, sepertinya ayah sedikit lelah, Noona tolong temani Taehyung ya,dia datang untuk menjenguk mu" titah ayah Min yang sengaja memberi mereka ruang untuk berbicara berdua,ayah Min pun pergi ke kamarnya.

__ADS_1


Noona duduk di sofa depan Taehyung, keheningan memenuhi ruang tamu keluarga Min, Taehyung memperhatikan wajah Noona yang sedikit muram


"ada apa? apa kau sakit?" tanya Taehyung


Noona menggeleng "Tidak,aku hanya merasa..... ah ya.... akhir-akhir ini sepertinya kakakmu sangat sibuk,entah hanya perasaanku saja atau mungkin dia sudah berubah,apa Seokjin sudah tak menyukai ku lagi?" Noona mencoba mengungkapkan perasaannya


Taehyung menatapnya sendu, sedalam itukah perasaan Noona pada Seokjin, meskipun Taehyung tahu Noona mengalami amnesia tapi tetap saja hatinya merasa nyeri mendengar Noona berbicara seperti itu namun Taehyung mencoba untuk menyembunyikan perasaannya dan tetap memberi dukungan pada Noona


"kakakku sangat menyukaimu Noona,dia tak berubah sama sekali,dia hanya sedang sibuk dengan pekerjaannya,dia pasti akan meluangkan waktu untukmu"


Noona memaksakan senyumnya "terima kasih Taehyung,maaf aku jadi curhat seperti ini padamu"


"tak apa,aku justru senang karena kau mau terbuka padaku,jika kau butuh teman curhat, katakanlah aku akan selalu ada untukmu" hibur Taehyung


Noona mengangguk "tidak ada salahnya bukan,bahkan jika suatu saat aku menikah dengan Seokjin kau juga akan menjadi adik ipar ku,benarkan?" pertanyaan Noona membuat senyuman di wajah Taehyung menghilang


Perasaan Taehyung seperti tertusuk,rasanya dia sudah tak sanggup mendengar kata-kata Noona


"ah Noona maaf aku ada janji bertemu dengan klien,aku hanya memastikan kalau kau sudah lebih baik,kalau begitu aku pamit dulu,sampaikan salam ku pada ayah" Taehyung segera bangkit dari tempat duduknya,tanpa mendengar jawaban Noona,Taehyung segera pergi meninggalkan rumah Noona.


Malam harinya dirumah Taehyung mencoba berbicara dengan kakaknya


"kak,aku ingin berbicara sesuatu denganmu" pinta Taehyung


Seokjin mengangguk setuju "bicaralah"


Taehyung menarik nafas dalam-dalam mencoba menenangkan suasana hatinya "kak,bisakah kau mengajak Noona berjalan-jalan,dia terlihat murung karena kau tak ada waktu untuknya.... aku tahu kakak tak ingin menyakiti ku,tapi aku juga tak ingin melihat Noona bersedih,jadi aku minta tolong padamu untuk selalu menemaninya"


Mata Seokjin terbelalak mendengar ucapan Taehyung "Taehyung,apa kau gila? aku tak ingin membuatmu semakin terluka,aku tak bisa melakukannya,itu sama saja kau menyuruhku untuk tetap membohonginya dengan berpura-pura menjadi kekasihnya"


Taehyung menatap sendu kakaknya "kak,aku mohon,aku tak peduli seberapa besar luka yang aku terima,aku hanya tak ingin melihat Noona bersedih,aku ingin melihatnya bahagia"


Seokjin memegang kedua bahu adiknya "Taehyung dengarkan aku,taku tahu kau mampu menahan luka apapun di hatimu,tapi aku kakakmu aku tak mungkin bisa melihatmu terluka terlebih karena aku,pikirkanlah baik-baik"

__ADS_1


Seokjin merasa obrolan mereka sudah cukup,dia hendak pergi ke kamarnya tapi Taehyung tiba-tiba tertunduk didepannya "kakak,aku mohon,demi aku"


"Taehyung apa yang kau lakukan? bangunlah jangan seperti ini" Seokjin mencoba mengangkat tubuh adiknya agar berdiri tapi Taehyung tetap pada posisinya


"berjanjilah padaku,kau akan membahagiakan Noona" pinta Taehyung


Seokjin menarik nafas kasar "baiklah, sekarang bangunlah" titah Seokjin


Taehyung pun bangun kemudian memeluk kakaknya "terima kasih kakak"


Seokjin tak menjawab adiknya,dia bahkan tahu kalau sebenarnya Taehyung sedang menangis dalam hatinya.


Diluar ruang keluarga, ternyata Jungkook mendengarkan percakapan kedua kakaknya "kak Taehyung kenapa kau selalu mengorbankan perasaan mu" Jungkook merasa iba melihat kakak keduanya.


......................


Setelah percakapan mereka waktu itu, Seokjin sebisa mungkin untuk selalu mengajak Noona pergi ke luar walau hanya untuk makan siang,raut kebahagiaan tampak di wajah Noona


"sayang, terimakasih sudah meluangkan waktu untukku,aku merasa bersalah karena sudah berpikir yang bukan-bukan tentangmu,maafkan aku" Noona meraih tangan Seokjin lalu menggenggamnya erat


Seokjin merasa canggung dengan perlakuan Noona dengan kikuk dia menjawab "tak apa... " Seokjin segera melepaskan genggaman tangan Noona "lanjutkan makan siang mu,selagi masih hangat" Seokjin mengalihkan perhatian Noona


Noona yang sedikit kecewa pun mengangguk dan menuruti ucapan Seokjin.


Dari kejauhan Taehyung memperhatikan keduanya,hati Taehyung benar-benar penuh dengan sayatan luka, Jungkook yang saat itu sedang makan siang bersamanya mencoba menenangkan kakaknya "kakak baik-baik saja? daripada mengorbankan perasaan kakak seperti ini,kenapa kakak tak memulai semua dari awal saja? hmmm maksudku ambil kembali hatinya,buat Noona jatuh cinta padamu untuk yang kedua kalinya" saran Jungkook


Taehyung menaikkan satu alisnya "benar juga,kenapa aku tak berpikir sampai kesitu,yahhh Jungkook kau memang yang terbaik"


"apa kau lupa aku adalah Kim Jungkook" Jungkook menyombongkan dirinya pada sang kakak membuat sang kakak terkekeh


"kak,aku sudah menyelidiki kecelakaan mu,supir itu sudah mengaku bahwa remnya blong,tapi ada sedikit kejanggalan,tali rem nya seperti sengaja di putus" kali ini Jungkook bicara dengan serius


Taehyung mengernyitkan dahinya "aku rasa ini memang sudah direncanakan,tapi aku tak tahu siapa pelaku sebenarnya"

__ADS_1


Jungkook mengangguk "benar, supir tersebut bahkan tak mau membuka mulutnya saat ku tanyai dia,ku rasa bosnya bukan orang sembarangan" jelas Jungkook


__ADS_2