Tuan Kim Untuk Noona

Tuan Kim Untuk Noona
Kecelakaan


__ADS_3

Dering ponsel Taehyung membuyarkan keduanya, Taehyung melepaskan ciumannya lalu mengangkat teleponnya setelah berbicara dengan orang di seberang telpon Taehyung menutup panggilannya segera bergegas membuat Noona sedikit khawatir "tuan Kim ada apa? apa terjadi sesuatu?"


"aku harus pergi ke Paris selama beberapa hari ada masalah perusahaan di sana" jelas Taehyung


"tuan Kim aku akan ikut denganmu" Noona menawarkan diri namun Taehyung menolaknya


"tetaplah disini,aku akan segera kembali aku janji" Taehyung memeluk Noona lalu mengecup keningnya kemudian segera pergi ke bandara.


Seminggu berlalu tuan Kim nya tak memberi kabar sedikitpun membuat Noona menjadi khawatir "apa kau baik-baik saja di sana? kenapa tak memberiku kabar?" Noona memainkan ponsel di ruangannya menunggu kabar dari Taehyung


Jungkook datang dan langsung bertanya padanya "dimana tuan Kim mu? apa dia sedang mencoba menghindari ku?"


"Jungkook... tuan Kim sedang ada urusan di Paris, sepertinya perusahaan di sana sedang bermasalah" jelas Noona


Jungkook menarik nafas panjang "baiklah kalau dia sudah pulang tolong kabari aku"


"Jungkook aku harap masalah kalian segera selesai" Noona menyemangati Jungkook


Jungkook mengangguk "terima kasih Noona"


Dua minggu berlalu tak kunjung ada kabar juga, sepulang kerja Noona ingin mampir sebentar ke kafe saat dia akan menyeberang jalan terlihat seorang pria paruh baya berlari mengejar seseorang yang hendak memasuki mobil taxi,mata Noona beralih pada seseorang yang di kejar pria paruh baya itu kemudian beralih kembali pada pria baya yang menyeberang saat lampu hijau menyala tanda kendaraan sedang berlalu lalang sebuah mobil menabrak pria paruh baya itu, Noona segera berlari dan menelpon ambulance,dia membawa pria itu ke rumah sakit.


Setelah sampai di rumah sakit Noona mendapat telepon darurat sehingga harus segera pergi meninggalkan pria itu. Sementara Pihak rumah sakit segera menghubungi keluarga dari pria paruh baya tersebut.


Jungkook segera pergi kerumah sakit ternyata pria paruh baya yang mengalami kecelakaan itu adalah Kim Seojun ayah Jungkook, Taehyung dan Seokjin


Ayah Kim kehilangan banyak darah sehingga harus mendapatkan transfusi namun stok darah dirumah sakit sedang tidak tersedia karena golongan darah tuan Kim langka, Jungkook ingin mentrasfusikan darahnya namun tak cocok,Dia segera menelpon Taehyung yang kebetulan baru saja tiba di bandara, Taehyung yang mendapat kabar kecelakaan ayahnya segera pergi ke rumah sakit.


Taehyung datang dengan keadaan lusuh dan kurus sepertinya seminggu ini dia tidak makan dengan baik,masalah perusahaan di Paris cukup serius sehingga dia bekerja keras untuk mengatasi semuanya beruntung Taehyung bisa menyelesaikannya tepat waktu.


Jungkook terkejut melihat kedatangan kakaknya seperti itu,dia menjadi merasa bersalah pada kakaknya


"kak? kau baik-baik saja? apa yang terjadi?" tanya Jungkook yang khawatir


alih-alih menjawab Taehyung justru bertanya tentang ayahnya "dimana ayah? bagaimana keadaannya?"


"ayah kehilangan banyak darah dia harus segera mendapatkan transfusi tapi stok darah disini sedang kosong,aku berniat mendonorkan darahku tapi tak cocok" jelas Jungkook membuat mata Taehyung terbelalak

__ADS_1


"aku akan segera menemui dokter" ucap Taehyung


Namum Taehyung juga tak bisa mendonorkan darahnya karena golongan darah Taehyung juga berbeda.


"aku akan menelpon kak Seokjin" ucap Jungkook membuat Taehyung menjadi marah dan mencengkram bajunya


"apa kau gila? kau ingin membawa dia kemari setelah apa yang dia lakukan pada ayah?"


"kak, hanya kak Seokjin harapan kita satu-satunya,ayah membutuhkan darah segera mungkin" jawab Jungkook


Jungkook segera meraih ponselnya untuk menelpon Seokjin tapi ditahan oleh Taehyung


"berani kau menelponnya? apa kau tahu luka yang dia berikan pada ayah? dia pergi meninggalkan tanggung jawabnya,dia meninggalkan kita demi cita-cita nya"


Saat kedua kakak beradik itu berdebat dokter datang menghampiri mereka, memberi kabar bahwa sang ayah sangat kritis membutuhkan donor darah sesegera mungkin.


Jungkook kembali meraih ponselnya untuk menelpon Seokjin "kita tak punya pilihan lain kak,tak peduli apapun yang terjadi dua puluh tahun lalu, sekarang yang terpenting adalah keselamatan ayah" ucap Jungkook pada Taehyung membuat kakaknya mundur perlahan tanda pasrah.


Jungkook menelpon Seokjin lalu beberapa lama kemudian Seokjin datang bersama sang ibu, Seokjin segera pergi untuk mendonorkan darahnya pada sang ayah, sementara ibu Kim, Taehyung dan Jungkook menunggu diluar ruangan. Jungkook memeluk sang ibu yang sedang menangis khawatir tentang keadaan suami tercintanya, Taehyung yang berada di ujung lorong rumah sakit memilih menyendiri.


Ibu Kim mencoba mendekati Taehyung namun Taehyung menolaknya membuatnya semakin sedih, Jungkook menenangkan sang ibu membawanya kembali ke pelukannya.


Seokjin mengangguk tanda berhasil, Jungkook menarik nafas lega. Mereka hanya perlu mendengar kabar dari tentang perkembangan selanjutnya


Hari sudah sangat larut, Jungkook meminta ibu Kim untuk pulang dan beristirahat


"ibu pulanglah dan beristirahat biar aku menjaga ayah disini"


ibu Kim menolak "tidak .. ibu tak mau pulang,ibu ingin menemani ayahmu disini"


"bu,tapi ibu sudah sangat lelah, ibu harus beristirahat, aku tak ingin ibu juga jatuh sakit" Seokjin mencoba membujuk ibunya


Taehyung yang sedari tadi diam akhirnya buka suara "kalian semua pergilah"


"kakak?" tanya Jungkook


"aku yang akan menemani ayah disini" jawab Taehyung

__ADS_1


Seokjin tidak setuju "tidak,aku juga akan disini"


"dia ayahku" Taehyung menatap tajam Seokjin


"apa maksudmu? dia juga ayahku,ayah kita" Seokjin membalas tatapan tajam Taehyung


"ayahmu? apa kau lupa telah mengabaikan keinginannya? apa kau lupa kau meninggalkannya demi keegoisanmu? kau meninggalkan tanggung jawab mu sebagai seorang anak dan kau masih bisa berkata dia ayahmu? ckkk ckkk ckkk" Taehyung berdecak


Seokjin menghampiri Taehyung dan mencengkram kerah bajunya "kau..."


belum sempat Seokjin bicara ibu Kim segera menghentikan putra sulungnya "hentikan,ayah kalian sedang kritis sementara kalian ingin membuat keributan disini?"


Seokjin melepaskan cengkeramannya, Taehyung segera merapikan kemejanya mengibaskan nya dengan tangannya.


Akhirnya ketiganya berada di rumah sakit hingga pagi,Setelah mendapatkan perawatan intensif ayah Kim dipindahkan ke ruang inap.


Satu persatu mereka bergantian untuk berganti pakaian dan makan, kecuali Taehyung yang selalu menghindari ketiganya. Jungkook menghampiri kakak keduanya


"setidaknya makanlah sedikit kak" ajak Jungkook


Taehyung tak menjawab dia memegang erat tangan sang ayah.


"pergilah,aku hanya ingin berdua dengan ayah" titah Taehyung


Ibu Kim mengangguk pada Jungkook dan Seokjin untuk membiarkan Taehyung berdua dengan ayahnya, mereka pun setuju


Taehyung menggenggam erat tangan sang ayah "maafkan aku ayah,aku tak menjagamu dengan baik" Taehyung menenggelamkan kepalanya di dekat tangan sang ayah lalu terlelap tidur karena lelah


Beberapa saat kemudian ibu Kim datang keruang inap suaminya,dilihatnya Taehyung yang sedang terlelap di kursi samping ranjang rumah sakit


"kau pasti sangat lelah nak,ah kau demam?" ibu Kim yang sedang mengelus rambut putranya terkejut saat dia meraba kening Taehyung yang panas


Ibu Kim segera memanggil Jungkook dan Seokjin, ternyata Taehyung juga jatuh pingsan,mereka memindahkan Taehyung ke sofa lalu memanggil dokter, Taehyung kelelahan setelah seminggu bekerja keras di Paris kemudian langsung ke rumah sakit tanpa istirahat dan makan membuat tubuhnya drop,diapun dipindahkan ke ruang inap samping kamar ayahnya.


Ibu Kim menjaga Taehyung, Seokjin menjaga ayahnya, sementara Jungkook pergi ke ruang dokter.


Ibu Kim terus mengelus rambut putranya yang sedang terlelap sesekali dia mendengar Taehyung mengigauka nya

__ADS_1


"ibu ... aku merindukanmu,kenapa kau pergi dan tak pernah kembali... Jungkook terus menangis mencari mu bu,apa kau tak menyayangi kami bu?" gumam Taehyung


Ibu Kim meneteskan air matanya,dia menggenggam erat tangan Taehyung "maafkan ibu nak,maafkan ibu,ibu juga merindukanmu,ibu sangat menyayangi kalian"


__ADS_2