
Keduanya berhenti karena hampir menabrak sang ayah yang baru saja keluar dari kamarnya
"astaga apa yang kalian lakukan malam-malam begini?" tanya ayah Kim
Jungkook berlari ke belakang ayahnya "kakak yang mulai duluan,dia mengejar ku" tunjuk Jungkook pada kakaknya
Taehyung menggigit bibir bawahnya "kau sudah sebesar ini masih saja mengadu pada ayah?" ucap Taehyung kesal
Jungkook bergelayut di bahu ayahnya "lihat ayah kakak akan memukulku" adu Jungkook
ayah Kim tertawa melihat tingkah kedua putranya "hahaha kalian masih saja sama seperti dulu"
Jungkook juga ikut tertawa "hahaha aku sengaja melakukannya agar ayah bisa tertawa,lagi pula kalaupun kakak memukulku tetap saja kakak yang kalah jika melawanku"
Taehyung berdecak "ckkk ckkk lihat anak ini? kau menyombongkan diri di depanku?" Taehyung mengacak-acak rambut Jungkook
Jungkook menangkis tangan kakaknya,dia merasa tak senang Taehyung selalu mengacak-acak rambutnya,ayah Kim sangat senang melihat kedua putranya bermain seperti itu.
......................
Beberapa hari kemudian di kantor Taehyung telah selesai rapat namun mood nya menjadi buruk,beberapa pekerjaannya tidak berjalan sesuai rencana karena kelalaian karyawannya "bagaimana bisa aku memperkerjakan orang yang tidak kompeten?" dia terus menggerutu disepanjang lorong kantornya,tak peduli berapa banyak karyawan yang menunduk atau menyapanya dia tetap memasang wajah dingin yang mengintimidasi semua orang.
Noona sedikit berlari untuk menyamai langkah bosnya membuat suara langkah kakinya menjadi sedikit keras, Taehyung yang mendengarnya menjadi sangat kesal lalu berbalik ingin menegurnya namun langkah Noona yang terburu-buru membuatnya terpeleset sehingga dia jatuh ke pelukan Taehyung,keduanya menatap secara bersamaan membuat bibir mereka sedikit bersentuhan, Noona yang terkejut segera mendorong tubuh Taehyung hingga tersungkur, Noona menutup mulut dengan tangannya melihat Taehyung tersungkur kemudian segera menghampirinya untuk membantunya berdiri, Taehyung menggertakkan giginya kesal dia menangkis tangan Noona yang hendak membantunya, Taehyung segera berdiri dan merapikan kembali pakaiannya,menyibakkan debu di celananya,lalu segera melanjutkan langkahnya menuju ruangannya, Noona mengejar Taehyung untuk meminta maaf saat Noona sudah sampai didepan ruangan bosnya blammmmm pintu ruangan ditutup dengan kencang dan hampir mengenai wajahnya.
Noona mengetuk pintu ruangan bosnya namun tak ada jawaban,dia memberanikan diri membuka pintu itu "tuan Kim,saya datang untuk minta maaf"
Taehyung yang sedang memegang berkas di tangannya sedikit meremasnya
Noona menghampiri meja bosnya lalu kembali meminta maaf "tuan Kim maafkan saya,saya tidak sengaja, sungguh tuan Kim saya benar-benar minta maaf"
Taehyung tak menghiraukan sekertaris nya yang terus menerus meminta maaf padanya, alih-alih menjawab kata maaf Noona, Taehyung justru menyuruhnya untuk memeriksa beberapa berkas
"periksa semua berkas ini,sekarang sampai semua selesai kau tak boleh pergi kemanapun" titah Taehyung
__ADS_1
Noona melihat tumpukan berkas itu dengan mata pasrah, Taehyung yang melihatnya kembali bersuara "kenapa? bukankah kau ingin maaf mu diterima? jadi cepat selesaikan semuanya"
Noona segera mengambil tumpukan berkas itu hendak membawanya ke ruangannya
"mau kemana kau? selesaikan semuanya disini" titah Taehyung
Noona terbelalak mendengar perintah Taehyung,dia mencoba menenangkan dirinya agar tidak marah,lalu duduk dengan malas, Noona segera membuka lembaran berkas itu,memang ada beberapa kesalahan didalamnya,dia memperbaiki semuanya,keduanya mengerjakan pekerjaannya masing-masing.Sesekali Taehyung melirik ke arah Noona,dia teringat kejadian saat di lorong tadi,tanpa sadar Taehyung memegangi bibirnya,seutas senyum timbul di wajah tampannya namun ketika dia mengingat kembali saat di dorong Noona sampai tersungkur membuatnya kembali berdecak kesal "ckk ckkk ckk"
Noona melirik bosnya yang sedang berdecak, Taehyung membuang muka setelah Noona meliriknya, Noona mengerucutkan bibirnya merasa kesal pada bosnya itu, beberapa jam berlalu Noona mengerjakan pekerjaannya dengan cepat karena sudah tak tahan berada satu ruangan dengan Taehyung.
"tuan Kim saya sudah selesai, beberapa berkas juga sudah saya revisi" Noona menyusun tumpukan rapi berkas itu
Taehyung mengangguk,dia benar-benar kagum pada sekertaris nya yang bisa bekerja dibawah tekanan,bahkan pekerjaan Noona sudah tidak di ragukan lagi "baiklah kau boleh pergi" usir Taehyung
Noona segera keluar dari ruangan Taehyung dengan wajah kesal Jungkook yang kebetulan ingin menemui kakaknya berpapasan dengan Noona "oh kenapa wajahmu kesal seperti itu?" tanya Jungkook pada Noona
"kakakmu benar-benar menyebalkan" jawab Noona
Noona membuka mulutnya lebar mencoba mencerna ucapan Jungkook "tuan Kim? jatuh cinta? padaku? tidak.... tidak... tidak mungkin,arrghhh kenapa aku jadi memikirkan ucapan Jungkook,hah mereka bertiga benar-benar menyebalkan"
Sementara Jungkook memasuki ruangan kakaknya "kak apa kau membuat Noona kesal?"
Taehyung menoleh pada adik bungsunya "apa ini? kau baru saja datang langsung mengintrogasi ku? hah lihatlah aku sangat takut dengan tuan Jungkook" Taehyung sengaja menggoda Jungkook
Jungkook tertawa mendengarnya "hahaha sepertinya mood mu sedang bagus?" tanya Jungkook
Taehyung kembali memasang wajah datar "tidak juga,hari ini sangat berantakan tapi tak masalah aku bisa mengatasi semuanya" Taehyung berbicara dengan sedikit sombong
Jungkook menepuk bahu kakaknya "aku tahu tuan Kim Taehyung memang hebat dalam apapun"
"apa ini? kau memujiku?" tanya Taehyung yang terheran karena tiba-tiba Jungkook memujinya
Jungkook menaikkan kedua bahunya tak peduli,lalu membahas pekerjaan pada kakaknya "oh iya kak minggu ini kau bisa menggantikan ku untuk pergi ke pulau jeju? ada undangan dari tuan Kim Namjoon"
__ADS_1
"kau tak bisa pergi? aku bahkan mendapat undangannya juga" tanya Taehyung
"aku harus pergi ke Busan untuk bertemu dengan tuan Jung Hoseok,tolong sampaikan permohonan maaf ku karena tak bisa menghadiri undangannya" jawab Jungkook
Taehyung mengangguk "baiklah,kebetulan aku juga ada meeting bersama investor di sana"
"terima kasih kak,kau memang yang terbaik" puji Jungkook pada kakaknya "kalau begitu aku pamit ya" pamit Jungkook
Taehyung kembali mengangguk,dia memperhatikan kepergian adik bungsunya lalu melanjutkan pekerjaannya.
......................
Hari keberangkatan menuju pulau Jeju telah tiba, Taehyung sudah bersiap bersama Noona karena sebelum pergi ke acara tuan Namjoon mereka harus meeting terlebih dahulu dengan investornya.
Sesampainya di pulau Jeju mereka berdua langsung bertemu dengan investor,memulai meeting disebuah hotel ternama di sana,selesai meeting Taehyung menerima pesan dari Jungkook bahwa Noona harus mendampinginya ke acara undangan tuan Namjoon,karena mereka harus datang berpasangan. Taehyung terkejut melihat isi pesan itu lalu segera memesan kamar hotel untuk Noona karena kamar hotel untuknya sudah disiapkan jauh hari setelah dia menerima undangan dari tuan Namjoon,sementara Noona harus ikut dengannya secara mendadak untuk meeting dengan investor.
Saat Taehyung ingin memesan kamar ternyata semua kamar sudah terisi penuh,dia mencoba menghubungi hotel lain tapi kamar mereka juga sama sudah terisi semua mungkin karena banyaknya tamu undangan dari tuan Namjoon.
Akhirnya Taehyung membawa Noona ke kamar hotelnya "tidak ada pilihan lain, sementara kau tidur disini"
"tapi tuan Kim..." Noona merasa tidak nyaman sekamar dengan bosnya
"sudahlah kita harus bergegas" ajak Taehyung
Noona terlihat bingung karena Taehyung belum menceritakan apapun tentang undangan itu
"ikuti aku saja" Taehyung segera membawa Noona keluar dari kamar hotelnya menuju sebuah butik
"untuk apa kita kesini tuan Kim?" tanya Noona yang masih belum mengerti
"tentu saja membeli pakaian,jadi pilihlah aku akan menunggu,waktu kita tak banyak" titah Taehyung
Noona berpikir sejenak lalu pergi ke arah pakaian pria,dalam hatinya dia menggerutu "bahkan membeli pakaian saja dia menyuruhku? dasar bos yang suka seenaknya"
__ADS_1