
Kini Taehyung menjawab dengan pelan "aku akan memberikannya,apapun akan ku berikan untuknya bahkan jika dia meminta nyawaku,aku akan memberikannya"
Jimin terkejut mendengarnya dia tak menyangka sedalam itu rasa sayangnya pada Jungkook hingga dia bisa mengorbankan segalanya termasuk perasaannya,Jimin pikir omongan Taehyung waktu itu bercanda tapi ternyata Taehyung mampu berkorban sampai sejauh itu
"Taehyung dengarkan aku,aku tahu kau sangat menyayangi Jungkook tapi kau juga harus memikirkan dirimu sendiri,jika kau dengan mudahnya mengorbankan perasaanmu untuk Jungkook lalu bagaimana dengan perasaan Noona? apa kau akan memaksa nya untuk mencintai Jungkook? apa kau akan mempermainkan perasaannya? jika memang Jungkook ingin menemui ibunya biarkan saja,dia berhak menemui mereka,aku tahu kau sangat kecewa dan terluka tapi kurasa Jungkook tak sepenuhnya salah,kau juga perlu berdamai dengan masa lalu mu" ucap Jimin memberi saran pada Taehyung
"tinggalkan aku sendiri" pinta Taehyung
"pikirkanlah baik-baik" Jimin hendak pergi meninggalkan Taehyung tapi Jungkook tiba-tiba masuk,ternyata saat Jungkook diperjalanan dan hampir tiba di tujuan, dia melihat log panggilan masuk itu artinya kakaknya Taehyung mengangkat panggilan dari ibunya, Jungkook segera memutar kembali mobilnya menuju kantor Taehyung,ketika dia akan memasuki ruangan kakaknya dia mendengarkan semua percakapan mereka
"apa yang kau pikirkan? apa kau gila? kenapa kau seperti ini? kau tidak seperti kakak yang ku kenal dan ku banggakan,apa di matamu aku masih terlihat seperti anak kecil?" teriak Jungkook
Taehyung terkejut dengan kedatangan adik bungsunya "Jungkook kenapa kau disini?"
bukannya menjawab Jungkook justru meminta hal lain pada Taehyung "kau bilang akan menuruti semua keinginanku bukan? kalau begitu sekarang kau ikut aku bertemu dengan ibu dan kak Seokjin,aku ingin keluarga kita bersama kembali seperti dua puluh tahun lalu"
Taehyung membuang muka membuat Jungkook kembali bersuara "kenapa kau tak menjawab? bahkan kau bisa memberikan Noona untukku,lalu kenapa kau tak bisa ikut denganku? apa kau sepengecut itu?"
Taehyung mencengkram kerah baju Jungkook "tutup mulutmu,kau boleh meminta apapun dariku tapi tidak untuk pergi menemui mereka,apa kau sadar mereka meninggalkan kita"
"kau terlalu naif,kau bahkan membohongi dirimu sendiri,aku tahu sebenarnya kau juga merindukan mereka tapi kau terlalu malu untuk mengakuinya" ucap Jungkook
Taehyung melepaskan cengkeramannya lalu berbalik "kau tak tahu apa-apa tentangku,kau bilang aku membohongi diriku sendiri? lalu bagaimana denganmu? jika aku berbohong pada diri sendiri kau justru membohongi semua orang,kau menemui mereka diam-diam,menjanjikan mereka kebersamaan tanpa kau tahu bagaimana kesepian nya ayah"
"kau hanya menutupi semua kelemahan mu dengan mengatas namakan ayah" ejek Jungkook
Taehyung berbalik lalu bughhhh satu pukulan mendarat di pipi Jungkook, Jungkook balik membalas Taehyung "kau terlalu takut berdamai dengan masa lalu mu,kau pengecut kak"
Taehyung kembali memukul Jungkook perkelahian diantara mereka pun tertahankan
Noona yang baru saja tiba didepan ruangan Taehyung segera masuk setelah mendengar keributan dari dalam
Jimin mencoba melerai keduanya,namun mereka berdua sedang sama-sama emosi Noona yang baru datang memegangi tangan Jungkook karena tangan Taehyung sedang dipegang Jimin, Jungkook yang masih emosi tak sengaja mendorong Noona hingga jatuh tersungkur,Jimin segera melepaskan tangannya dari Taehyung kemudian membantu Noona berdiri
Taehyung kembali marah pada "apa yang kau lakukan?" Taehyung membabi buta menghajar Jungkook
__ADS_1
"hentikan... kenapa kalian bersikap seperti anak kecil begini,kita bisa bicara baik-baik" teriak Noona membuat keduanya berhenti berkelahi
"pergilah" usir Taehyung pada Jungkook
"tidak" tolak Jungkook
Taehyung menatap tajam adik bungsunya "kita tak perlu bicara apa-apa lagi...... ku bilang pergilah,temui mereka kali ini kau tak perlu bertemu diam-diam seperti itu lagi"
"kau masih saja ingin menghindar?" tanya Jungkook
"pergi" teriak Taehyung
Jungkook berbalik dengan kesal dan pergi meninggalkan ruangan Taehyung.
"tinggalkan aku sendiri" pinta Taehyung pada Noona dan Jimin
Noona pergi mencari kotak obat lalu mendekati Taehyung
"ku bilang aku ingin sendiri" Taehyung menatap tajam Noona
"aku akan pergi setelah membersihkan luka mu" jawab Noona
Noona tetap tak menyerah bahkan hendak memberikan obat luka di wajah tuan Kim nya,Taehyung membuang muka menolak untuk di obati dia hanya ingin sendirian untuk saat ini,tapi Noona memegangi wajah Taehyung agar kembali menoleh ke arahnya untuk di obati,akhirnya Taehyung pasrah ketika Noona mengobati lukanya.
Jimin merasa sedikit tenang melihat Taehyung yang setidaknya menurut pada Noona
Setelah selesai mengobati luka Taehyung, Noona membereskan semuanya "tenangkan lah dirimu tuan Kim" kemudian pergi meninggalkan ruangan bosnya itu disusul dengan Jimin.
Jimin berterima kasih pada Noona "terima kasih sudah menjaganya dengan baik,anak itu benar-benar keras kepala"
"tuan Park kalau boleh tahu apa yang terjadi dengan mereka sebenarnya?" tanya Noona yang penasaran
Jimin berpikir sejenak kalau masalah ini juga sebenarnya ada hubungannya dengan Noona namun jimin harus menyembunyikan nya "masalah keluarganya,kakak sulung dan ibunya...." belum sempat Jimin menjelaskan Noona sudah mengangguk mengerti
"apa kau sudah tahu masalah keluarga mereka?" Jimin balik bertanya padanya
__ADS_1
"Jungkook sudah menceritakannya padaku" jawab Noona
Mereka berdua kemudian berbincang membahas keluarga Taehyung, disela-sela percakapan mereka Jimin bertanya pada Noona "sepertinya kau sangat dekat dengan Jungkook?"
"kami berteman baik" jawab Noona jujur
"tapi ku rasa Jungkook menganggap mu lebih dari itu" celetuk Jimin
Noona berpikir sejenak "dia memang pernah mengungkapkan perasaannya padaku,tapi ....."
Jimin terkejut mendengarnya "oh? benarkah? kapan? lalu apakah kau menerimanya?" tanya Jimin yang penasaran
Noona menjawab dengan polos "sudah lama,tapi ku rasa aku lebih suka berteman dengannya"
"uhhh apa itu artinya kau menolak Jungkook? lalu bagaimana dengan Taehyung?" Jimin terus mengulik pertanyaan pada Noona
"a... apa maksud anda tuan Park?" Noona menjawab dengan sedikit gugup
Jimin sangat suka melihat Noona gugup seperti itu "bagaimana pendapatmu tentang Taehyung?"
"tuan Kim baik.... ah sepertinya aku harus menyelesaikan pekerjaanku,tuan Park aku permisi dulu" Noona mencoba menghindari pertanyaan Jimin lalu segera melihat semua berkas di mejanya.
Ternyata dibalik pintu Taehyung mendengarkan percakapan terakhir Noona dan Jimin.
Setelah pulang kantor Taehyung menelusuri jalanan tanpa arah lalu pergi minum hingga larut malam,dia enggan pulang kerumah tak ingin membuat ayahnya khawatir,dia juga tak ingin kembali berdebat dengan Jungkook. Taehyung tak tahu arah tujuannya tiba-tiba mobilnya berhenti di parkiran apartemen Noona,awalnya dia ingin melajukan kembali mobilnya tapi kemudian dia berpikir lagi kali ini hanya Noona yang bisa membuatnya tenang dan nyaman.
Taehyung memencet bel apartemen Noona dengan ragu, Noona melihat siapa yang datang berkunjung malam-malam ke apartemennya,dia terkejut dengan kedatangan tuan Kim nya,lalu segera membukakan pintu untuknya
"tuan Kim kenapa kau datang malam-malam begini?" tanya Noona yang khawatir
"apa aku boleh masuk?" Taehyung balik bertanya
Noona mengangguk kemudian membawa tuan Kim nya masuk ke dalam, Taehyung duduk di sofa ruang tamu Noona, Noona hendak pergi mengambilkan air untuk nya namun Taehyung menggapai tangan Noona menyuruhnya duduk disampingnya, Noona menurut pada tuan Kim nya itu, tiba-tiba Taehyung merebahkan kepalanya di pangkuan Noona "biarkan seperti ini sebentar saja" pinta Taehyung
Noona menatap Taehyung sendu,dia mengusap kepala Taehyung dengan penuh kasih sayang membuat Taehyung merasa tenang, Taehyung datang ke tempat yang tepat
__ADS_1
"tuan Kim seberapa besar masalah yang kau hadapi percayalah kau bisa melalui semuanya,kau pria yang hebat tuan Kim" ucap Noona memberi Taehyung semangat
Taehyung bangun menatap dalam mata Noona,mereka saling bertatapan,perlahan Taehyung mendekatkan wajahnya pada wajah Noona lalu mencium bibir mungil sekertaris nya, Noona tak menolak dan menikmati ciuman tuan Kim nya itu.