
Seokjin melepaskan cengkeramannya "apa? bagaimana dia bisa tahu? kau memberi tahunya?" selidik Seokjin pada adiknya
Taehyung berdecak "apa kau pikir aku seperti mu? yang dengan mudahnya menghancurkan kebahagiaan orang lain?" Taehyung melepaskan cengkeramannya lalu pergi meninggalkan kakaknya sendirian, Taehyung kembali ke kamarnya dan mengemasi semua barang-barangnya dia memutuskan untuk tinggal di apartemennya sementara waktu selama Seokjin masih ada dirumahnya, Taehyung memang memiliki apartemen sendiri tapi dia tak ingin Jungkook dan ayahnya merasa kesepian dirumah tanpanya.
Saat Seokjin dan Taehyung bertengkar di kamar Jungkook ternyata sang adik bungsu sempat datang kerumah dan mendengar percakapan mereka membuat hatinya kembali berkecamuk, Jungkook pulang kerumah untuk mengambil sesuatu namun setelah mendengar kedua kakaknya berdebat dia mengurungkan niatnya lalu pergi begitu saja.
Sementara Seokjin masih terkejut dengan ucapan Taehyung,dia tak tahu bagaiman perasaan Jungkook setelah mendengar kebenaran kalau dia bukan berasal dari keluarga Kim.
Saat Seokjin akan kembali kerumah sakit,dia melewati kamar sang ayah, Seokjin perlahan memasuki kamar itu,kamar yang tertata rapi,dia melihat sekeliling,matanya terbelalak ketika melihat satu foto yang berada di atas meja disamping tempat tidur sang ayah, Seokjin mengambil foto tersebut lalu mengusapnya pelan,itu adalah foto keluarga Kim yang lengkap di sana terdapat foto ayah,ibu, Seokjin dan kedua adiknya dua puluh tahun lalu, Seokjin menatap sendu foto itu, dibelakang foto tersebut ada sebuah kunci yang terselip, Seokjin mengambil kunci kecil itu, sebuah kunci laci. Seokjin membuka laci bawah dengan kunci kecil itu,didalam laci terdapat sebuah amplop coklat berukuran besar,Seokjin dengan ragu mengambil amplop itu lalu membukanya,dia terkejut karena didalam amplop tersebut ada berbagai macam fotonya bersama sang ibu dari dua puluh tahun hingga saat ini,bahkan foto saat dia berada di Amerika. Dibelakang foto-foto itu ada sebuah berkas hasil laporan keuangan dan sebagainya.
Tangan Seokjin bergetar, bulir-bulir air mata pun jatuh menetes di pipinya,dia tak percaya bahwa sang ayah selama ini membantunya secara diam-diam. Seokjin terlarut dalam pikirannya selama beberapa waktu kemudian dering ponsel menyadarkannya, panggilan masuk dari ibu Kim, Seokjin segera menghapus air matanya "halo,ya ibu" Seokjin menjawab panggilan telepon dari ibunya
Ibu Kim memberitahu bahwa ayahnya sudah sadar, Seokjin segera kembali kerumah sakit.
Sesampainya diruang inap sang ayah, Seokjin segera memeluknya dan meminta maaf padanya "maafkan aku ayah,maafkan aku ..."
Sang ayah yang baru saja siuman hanya bisa mengangguk lemah dengan air mata yang mengalir di pipinya, ibu Kim sangat terharu melihat keduanya.
Keesokan harinya Ibu Kim bertanya pada Seokjin tentang keberadaan kedua adiknya,disaat yang sama Taehyung datang setelah mendapat kabar ayahnya telah siuman, Seokjin membawa sang ibu keluar dari kamar rumah sakit,membawanya ke taman untuk membicarakan masalah Jungkook,dengan perlahan Seokjin menjelaskan semua yang terjadi semalam kepada sang ibu membuat ibunya terkejut
__ADS_1
"lalu dimana Jungkook sekarang?" tanya ibu Kim khawatir
"aku sedang menyuruh orang mencarinya bu,ibu tenanglah, sepertinya Jungkook butuh waktu sendiri" Seokjin mencoba menenangkan ibunya
"anakku Jungkook" ibu Kim menangis dalam pelukan putra sulungnya
Sementara di ruangan ayah Kim, Taehyung menggenggam tangan ayahnya "maafkan aku ayah,aku baru datang menemui mu"
"tak apa nak,kau pasti sangat sibuk dengan pekerjaan mu.... apa Jungkook juga sangat sibuk sehingga dia tak sempat kemari?" pernyataan sang ayah membuat Taehyung sedikit kebingungan untuk menjawabnya
"Jungkook sedang pergi ke luar negeri ayah,ada urusan bisnis yang tidak bisa dia tinggalkan" jawab Taehyung bohong
Taehyung memaksakan senyumnya "itu juga keinginannya ayah,dia bilang dia ingin menjadi sepertimu" Taehyung mencoba menghibur sang ayah
Sang ayah menatap dalam putra keduanya "jangan menjadi sepertiku,jadilah diri kalian sendiri,kejarlah apa yang menjadi mimpi kalian..."
Ayah Kim menghela nafas sesaat kemudian melanjutkan kata-katanya "aku telah membuat kesalahan besar karena keegoisanku,aku telah membuat ibu dan kakakmu pergi dari rumah,aku telah memberimu beban yang berat,hingga Jungkook juga harus terjebak dengan dunia yang bukan keinginannya,jangan jadi seperti ku..."
Taehyung menoleh ke arah lain menghindari tatapan ayahnya,dia tahu maksud dari ucapan ayahnya tapi Taehyung belum bisa menerima kembali ibu dan kakak sulungnya.
__ADS_1
Ayah kim menggenggam erat tangan Taehyung "aku tak ingin kau menyesal seperti ku,semua yang terjadi dua puluh tahun lalu adalah kesalahan ku,bukan kesalahan ibu dan kakakmu"
Taehyung melepas genggaman itu,dia melihat jam ditangannya "maaf ayah,sepertinya aku harus kembali ke kantor,sebentar lagi aku akan meeting dan bertemu klien" Taehyung mencoba menghindari pembicaraan sang ayah
"aku akan segera kembali begitu aku selesai" pamit Taehyung lalu segera pergi meninggalkan rumah sakit
Ayah Kim menghela nafas panjang melihat kepergian Taehyung,ibu Kim yang baru saja datang segera menghiburnya "tak apa, Taehyung butuh waktu untuk menerima semuanya"
"bersabarlah sayang,aku tahu sebenarnya Taehyung sangat merindukanmu" ucap ayah Kim
Ibu Kim mengangguk dan tersenyum "aku tahu"
Beberapa hari kemudian kesehatan ayah Kim mulai membaik dan memutuskan untuk dirawat di rumah saja karena dia sudah merasa bosan dirumah sakit. Ayah Kim mengajak ibu dan Seokjin kembali kerumah,Seokjin menolak karena merasa tak enak pada kedua adiknya tapi ayahnya memohon padanya untuk menginap sehari saja dirumahnya, akhirnya Seokjin menyetujuinya.
Seokjin menelusuri kamar Taehyung,kamar yang begitu sederhana seperti kepribadian adiknya,tak ada hal khusus dikamar itu, Seokjin duduk di ranjang milik Taehyung,kakinya menyentuh sesuatu dibawah ranjang,Seokjin menunduk ke bawah untuk melihat sesuatu yang mengganjal kakinya, ternyata itu adalah sebuah kotak penyimpanan kecil, Seokjin yang penasaran segera membukanya,dia terkejut dengan isi dari kotak itu,lukisan pertama yang dibuat untuk Taehyung,dia mengingat kembali kejadian dua puluh lima tahun lalu ketika adiknya begitu antusias memperhatikannya yang sedang melukis,di sana juga terdapat buku harian Taehyung,pantas saja adiknya tak pernah mengungkapkan apa yang dia rasakan pada orang lain karena dia lebih suka mengungkapkannya lewat tulisan.
Seokjin membaca buku harian adiknya,saat dia meninggalkan rumah, seberapa sayangnya dia pada Jungkook dan ayahnya, sampai hubungannya dengan Noona pun tertulis di sana, Seokjin mengusap air matanya,dia tak tahu kalau selama ini adiknya begitu menderita, Taehyung hanya terlihat tegar diluar tapi hatinya begitu rapuh,dia menanggung semua beban sendirian, Seokjin menjadi paham mengapa adiknya begitu membencinya apalagi saat dia membaca bagian ketika Taehyung bertemu ibu Kim dan dirinya di Amerika saat acara pameran disebuah Mall besar di sana, Seokjin tak menyangka kalau Taehyung pernah bertemu dengan mereka tapi memilih diam tak mencoba menyapa mereka karena ucapannya pada wartawan saat itu.
Seokjin menutup buku harian itu lalu menyimpannya kembali ke tempat semula,dia membaringkan tubuhnya di ranjang Taehyung,menatap langit-langit dengan sendu, Betapa dia telah melakukan kesalahan kepada keluarganya hanya karena keegoisannya,perlahan matanya kian berat lalu dia terlelap tidur.
__ADS_1