
Noona terkejut menoleh ke arah Taehyung dan memelototinya, Taehyung menatap Noona dengan tatapan yang sulit di artikan "aku sungguh-sungguh minta maaf"
Noona segera menghindari tatapan itu,membuat Taehyung kembali berkata "ku mohon maafkan aku"
Noona menarik nafas panjang lalu membuangnya kasar "baiklah tuan Kim"
"benarkah kau memaafkan ku?" Taehyung memastikan kembali ucapan Noona
Noona mengangguk pelan "iya,aku memaafkan mu tuan Kim"
Taehyung mengepalkan kedua tangannya "yes"
Noona sedikit tersenyum melihat tingkah tuan Kim nya, Taehyung yang sadar di perhatikan oleh Noona segera memasang wajah datar lalu mendorong sedikit tubuh Noona "yahhhh kau boleh duduk di sana" Taehyung menunjuk sofa disampingnya
"tuan Kim.... ini apartemen ku,kau tak bisa mengatur ku untuk duduk di sana,aku bebas duduk di mana saja yang aku mau" teriak Noona yang kesal
Taehyung tersenyum usil "apa kau sangat suka duduk di sampingku?"
Noona berdecak "cihh....." kemudian beralih tempat duduk
Taehyung menaikan kedua bahunya tak peduli,membuat Noona kembali berdecak "ckkkk"
Lima belas menit berlalu dengan keheningan tiba-tiba bunyi suara perut Noona terdengar krukkkk, Noona menunduk malu memegangi perutnya sementara Taehyung mencoba menahan tawanya "pffff" tak lama kemudian perut Taehyung juga ikut berbunyi kruukkkk, Taehyung menggaruk tengkuknya yang tidak gatal pura-pura tak mendengar suara tersebut
Noona menoleh ke arah Taehyung "sepertinya kau lapar tuan Kim" ejek Noona
"sepertinya kau lebih lapar Noona,suara perut mu lebih kencang" jawab Taehyung yang tak mau kalah
Noona menjadi kesal lagi "heyyy apa hubungannya dengan suara perut?"
Baru saja Taehyung akan membuka mulutnya untuk berbicara, Noona segera membekapnya dengan tangannya "diam,jangan terus membuatku kesal... mengerti?"
Taehyung terkejut lalu mengangguk pelan dengan posisi mulut masih dibekap Noona
"bagus" ucap Noona
keduanya saling bertatapan, Noona yang tersadar segera melepaskan bekapan tangannya dari mulut Taehyung lalu pergi ke dapur dan menyiapkan beberapa bahan makanan, Taehyung menyusul Noona ke dapur, Noona yang sedang membersihkan sayuran terkejut dengan kedatangan Taehyung "apa yang kau lakukan disini?"
Taehyung mencuci tangannya lalu mengambil alih sayuran yang dipegang Noona "aku akan membantumu memasak"
Noona mengernyitkan keningnya mendengar ucapan Taehyung "kau? ini memasak tuan Kim, bukan memeriksa berkas atau apapun yang berhubungan dengan pekerjaan kantor" Noona bertolak pinggang
Taehyung menoleh sesaat,kemudian memotong sayuran dengan cepat membuat Noona terbelalak, Taehyung kembali melirik Noona lalu menyunggingkan senyum padanya "kenapa? kau terkejut tuan Kim yang hebat ini pintar masak?"
Noona tak menjawab "sudahlah tuan Kim,aku bisa melakukannya sendiri" Noona mencoba merebut sayurannya kembali tapi tangannya ditahan oleh Taehyung acara saling tatap pun terjadi kembali,kali ini Taehyung melepaskan tangan Noona lalu mengambil beberapa daging yang sudah tersedia untuk dipanggang,sementara Noona melanjutkan memotong sayuran.
__ADS_1
Sesekali Noona melirik Taehyung yang sedang fokus memanggang membuatnya kesal karena mengingatkannya pada Seokjin. Dulu saat masih menjadi sepasang kekasih Seokjin dan Noona sering memasak bersama,bahkan Seokjin lah yang mengajari Noona memasak hingga pandai sampai sekarang.
Noona memotong sayuran dengan kasar, Taehyung yang merasa heran pun bertanya padanya "apa yang kau lakukan? kenapa kau memotong sayuran seperti itu?"
Noona yang kesal menghentikan kegiatannya "hah... tuan Kim sebaiknya anda tunggu saja didepan,anda membuatku kesal"
Taehyung mengernyitkan dahinya "memang apa yang ku lakukan? aku hanya membantu mu.... maksudku agar semua cepat selesai aku sudah sangat lapar"
Noona menarik nafas panjang lalu membuangnya kasar "hah..... kau mengingatkan ku pada kakakmu Seokjin yang juga menyebalkan seperti mu" ucap Noona yang sudah tak tahan
Taehyung menghentikan aktivitas memanggangnya,mencuci tangannya lalu kembali duduk di ruang tamu.
Noona memegangi kepalanya "huh apa yang ku lakukan?" Noona kembali memasak dengan perasaan yang tak karuan,setelah selesai Noona mengajak Taehyung untuk makan bersama, tapi Taehyung sudah bersiap untuk pulang
"tuan Kim kau mau kemana?" tanya Noona
"pulang" jawab Taehyung dingin
Ketika Taehyung melangkahkan kakinya, Noona menahan tangannya "tuan Kim aku sudah memasak banyak untuk mu setidaknya makanlah dulu"
"tak perlu" Taehyung melepaskan tangan Noona perlahan
Noona kembali menahan tangan Taehyung "tuan Kim.... setidaknya makanlah dulu ku mohon... maafkan aku,aku tak bermaksud menyinggung perasaan mu"
"tidak" Noona menjawab dengan pasti
"tapi kau masih mengingatnya" Taehyung menatap tajam Noona
"kau benar tuan Kim, seharusnya aku tak mengingatnya,itu hanya akan menyakiti perasaan ku saja" Noona melepaskan tangannya yang menahan Taehyung
Namun Taehyung justru menahan tangan Noona "aku bukan dia.... aku tak akan menyakiti perasaan mu, tolong jangan samakan aku dengannya"
Noona menatap manik-manik mata Taehyung,di sana terdapat sesuatu yang tak dapat dia artikan, Noona kembali teringat kata-kata Jungkook "tuan Kim mu itu jatuh cinta padamu"
Noona segera membuyarkan kalimat itu "tuan Kim sebaiknya anda makan dulu" Noona mencoba mengalihkan pembicaraan
Taehyung mengerti kalau Noona sengaja menghindari pembicaraannya,mereka berdua duduk di meja makan dan makan dengan hening.
Setelah selesai makan Taehyung pamit pulang karena hari sudah malam.
Setelah kepergian Taehyung,Noona merebahkan diri di kamarnya,dia menatap langit-langit dengan segala pemikiran nya "apa yang dimaksud tuan Kim? semenjak perkataan Jungkook waktu itu aku jadi terus memikirkannya"
Tiba-tiba ponselnya berdering panggilan masuk dari Jungkook
Noona "halo"
__ADS_1
Jungkook "kau tak adil"
Noona "kenapa?"
Jungkook "kau membiarkan kakakku mengantar mu pulang ke apartemen mu, tapi kau tak pernah mengizinkan ku mengantarmu,aku bahkan tak tahu dimana apartemen mu"
Noona "Jungkook bukan seperti itu,tadi begitu mendadak,aku tak punya pilihan...."
Jungkook "aku marah padamu" Jungkook menutup telponnya
Noona " Jungkook.... Jungkook"
Noona menaruh kembali ponselnya "hah apa lagi ini? apa Kim bersaudara memang selalu seperti itu"
Noona termenung lagi-lagi teringat perkataan Jungkook,selain Taehyung memang belum pernah ada yang dia izinkan masuk ke apartemennya "kenapa aku melakukan itu? ada apa denganku? tidak... tidak mungkin,ini pasti karena tuan Kim atasanku dan karena dia selalu berkata aku tak suka penolakan akhirnya aku selalu menyetujui semua keinginannya,benar.... benar seperti itu Noona tidak ada perasaan apapun"
Meskipun mulutnya bicara seperti itu hatinya justru sedang berdetak kencang mengingat semua hal bersama Taehyung apalagi ketika mata mereka saling memandang.
Keesokkan harinya di kantor saat berada di ruangan Taehyung, Noona memandangi tuan Kim nya yang sedang serius memeriksa berkas,dalam hatinya berkata "kenapa dia terlihat sangat tampan?"
Taehyung membereskan semua berkasnya kemudian bangkit dari kursinya "ayo" ajak Taehyung
Noona masih mematung ditempatnya, Taehyung kembali memanggilnya "Noona"
Noona yang tersadar dari lamunannya menjadi sedikit tidak fokus "ya?"
"ayo" ajak Taehyung
"kemana?" tanya Noona polos
"meeting,memangnya kemana lagi? apa kau ingin pergi ke suatu tempat denganku?" Taehyung balik bertanya pada Noona
Noona tersipu malu mendengarnya "ti.. tidak tuan,ah kita harus pergi meeting sekarang" Noona berbalik lalu melangkah keluar ruangan Taehyung namun dia tiba-tiba berhenti dan kembali berbalik ke arah Taehyung "ah kenapa aku berjalan mendahuluinya" dukkkkk Noona menabrak tubuh Taehyung.
Taehyung menahan tubuh Noona tetap menempel padanya "apa kau suka sekali menabrak ku?"
Tangan Noona berada di dada bidang Taehyung "ma...maaf tuan Kim aku tak sengaja"
"kau ingat saat menabrak ku pertama kali? saat berada di halte bis dekat SMA HiT?"
Noona terdiam sejenak kemudian mengingat kejadian itu,mata Noona terbelalak "a... apa? i.. itu kau tuan Kim?"
"saat kau menabrak ku di Mall X di Amerika" lanjut Taehyung
Noona kembali terkejut dia menunduk dan menggigit bibir bawahnya membuat Taehyung berfokus pada bibir mungil sekertaris nya itu.
__ADS_1