
Keesokkan harinya mereka pergi ke kantor seperti biasa, Taehyung meminta Noona untuk datang ke ruangannya, Noona dengan cepat segera menghampiri bosnya, Taehyung terlihat sedang menyandarkan tubuhnya di atas kursi kejayaannya
"tuan Kim anda memanggil saya?" tanya Noona
Taehyung tak menjawab membuat Noona kembali bertanya padanya "tuan Kim anda baik-baik saja?"
Taehyung menatap Noona lalu mengangguk,tapi Noona justru terkejut melihat wajah pucat bosnya "tuan Kim kau yakin baik-baik saja? kau terlihat tidak sehat"
"tolong ambilkan aku air hangat" pinta Taehyung pada Noona
Noona segera mengambil air hangat dan memberikannya pada Taehyung, Noona yang khawatir akhirnya memberanikan diri memegang kening Taehyung,suhu badan Taehyung panas "tuan Kim anda demam,tunggu sebentar saya akan panggilkan dokter"
Noona hendak berbalik meninggalkan Taehyung tapi tangannya ditahan oleh Taehyung "tak perlu aku baik-baik saja,aku hanya perlu beristirahat sebentar"
Noona masih khawatir "tapi tuan Kim...." Taehyung memberi isyarat dengan memejamkan matanya sebentar
"baiklah,setidaknya kau harus minum obat,tunggu sebentar aku akan membawakannya untukmu" Noona berbalik mencari kotak obat dan memberikan Taehyung obat demam
Noona merasa kasihan pada Taehyung "sebaiknya anda istirahat tuan Kim,apa perlu saya panggilkan Jungkook mmm maksud saya tuan Jungkook?"
Taehyung menggeleng "tidak,jangan... aku tak ingin dia khawatir,aku akan beristirahat di sofa sebentar" Taehyung hendak berdiri untuk pindah ke sofa namun kepalanya terlalu pusing membuatnya sedikit kehilangan keseimbangan, Noona yang berada didepannya segera menghampiri Taehyung dan memapahnya ke sofa, Taehyung membaringkan diri lalu berbicara pada Noona "jangan beri tahu siapapun,terutama Jungkook"
Noona mengangguk mengerti tak lama kemudian Taehyung tidur terlelap Noona ingin pergi keluar tapi dia khawatir pada bosnya,dia merasa bersalah pada Taehyung karenabperistiwa kemarin. Noona menatap Taehyung yang sedang terlelap terlihat sedikit menggigil, Noona segera mengambil lap lalu mengompresnya,dia menemani Taehyung sambil mengerjakan semua tugasnya di ruangan bosnya,sesekali Taehyung mengigau "ibu aku merindukanmu... kenapa kau pergi meninggalkanku bu? apa kau tak kasihan pada Jungkook yang terus mencari mu.... apa kak Seokjin lebih berharga dari kami bu? jangan pergi bu jangan tinggalkan kami......"
Noona menggapai tangan Taehyung yang terus menerus terulur "tuan Kim tenanglah,kau tak sendirian kau masih punya Jungkook..... dan aku..."
Taehyung memegang erat tangan Noona sehingga membuatnya sedikit tenang tidak mengigau lagi, Noona merasa iba melihat bosnya dalam keadaan seperti ini "tak ku sangka kau bisa menyembunyikan semuanya seperti ini tuan Kim,bukankah akan lebih baik jika kau mengungkapkannya.... aku tak tahu kalau Seokjin juga pergi meninggalkan adik-adiknya seperti dia meninggalkanku...."
Setelah kurang lebih dua jam Taehyung tertidur akhirnya dia bangun dan melihat Noona yang tepat dihadapannya sedang terlelap duduk dilantai dan kepala disandarkan di sofa dengan memegangi tangan Taehyung, Taehyung perlahan melepaskan genggamannya lalu mengibaskan pelan rambut Noona yang menutupi wajah sekertaris nya itu, ditatap nya dalam-dalam senyuman kecil muncul di wajah tampannya,dia mencium aroma wangi rambut Noona tiba-tiba teringat sesuatu "wangi ini.... cantik?" benar dia ingat dulu saat pertama kali bertabrakan dengan seorang gadis wanginya sama persis dengan aroma wangi Noona, Taehyung kembali memperhatikan wajah Noona "jadi kita bertemu lagi? bagaimana bisa aku baru menyadarinya" kini Taehyung tersenyum lebar
Noona yang mendengar sesuatu membuka matanya perlahan,mereka saling memandang satu sama lain,perlahan Taehyung mulai mendekatkan bibirnya dengan posisi masih berbaring ke bibir Noona yang sedang terduduk dilantai masih bersandar pada sofa ketika bibir mereka sudah hampir menempel seseorang datang ke ruangan Taehyung dan mengejutkan keduanya
__ADS_1
"oh....." Jimin segera menutup mulutnya
Taehyung segera bangun dan duduk,sementara Noona segera berdiri dari duduknya keduanya tampak kikuk.
Jimin yang memergoki keduanya sangat ingin menggoda Taehyung "wah apa ini? ternyata bukan hanya berpelukan di kantor kalian juga....." Jimin menyatukan tangannya isyarat mereka sedang berciuman
Noona benar-benar malu dia tak sadar apa akan mereka lakukan tadi "tuan Park anda salah paham,kami sama sekali tak melakukan seperti itu,tadi tuan Kim mmm maksud saya...." Noona kebingungan dengan kata-katanya sendiri
"Park Jimin jika kau kesini untuk menggodaku pergilah" ucap Taehyung
Jimin masih belum puas menggoda temannya itu "wah lihat,apa kau merasa terganggu dengan kehadiran ku?"
Taehyung menatap tajam Jimin "Park Jimin"
Jimin tertawa puas melihat Taehyung yang kesal "hahaha ini sangat menyenangkan,aku ingin sekali pergi tapi aku ada sedikit urusan penting denganmu"
Taehyung menoleh kearah Noona yang mematung tak berani mengangkat kepalanya "kembalilah ke ruangan mu"
"ya ampun apa yang tadi aku lakukan? kenapa tuan Kim mendekat seperti itu? ah ini pasti karena dia sedang demam,lupakan Noona.... anggap saja tak terjadi apa-apa dengan kalian.. mmm memang aku melakukan apa? tidak...tidak kenapa aku jadi seperti ini?" Noona merasa bingung dengan dirinya sendiri
Sementara Taehyung dan Jimin sedang berbincang di dalam "apa kau sakit?" tanya Jimin yang melihat bekas kompresan di meja Taehyung
"tidak apa,aku hanya sedikit demam tadi sekarang sudah jauh lebih baik" jawab Taehyung
"syukurlah,aku rasa Noona menjagamu dengan baik" Jimin menaikan kedua alisnya
Taehyung tak mempedulikan Jimin yang mencoba menggodanya,dia segera mengalihkan pembicaraan ke arah pekerjaan mereka.
......................
Esoknya Noona bangun pagi dan menyiapkan bekal makanan untuk Taehyung,Noona benar-benar merasa bersalah pada bosnya yang menjadi demam karena memberikan jasnya pada Noona.
__ADS_1
Setelah semua siap Noona segera pergi ke kantor dan memberikan kotak makan siang untuk Taehyung, Taehyung menaikan satu alisnya melihat kotak makan itu "apa ini?"
"ini sebagai ucapan terima kasih saya tuan karena anda sudah menjaga saya agar tidak kehujanan waktu itu" jawab Noona
Taehyung menyunggingkan senyumnya "hah jadi kau merasa hutang budi padaku?"
Noona menarik nafas kasar "tuan Kim saya hanya ingin berterima kasih pada anda,anda mau menerima atau tidak terserah anda tuan Kim,saya pamit kembali keruangan saya" Noona berbalik dengan kesal
Jimin yang baru datang melihat Noona seperti itu terlihat lucu dimatanya "apa yang kau lakukan pada sekertaris mu? dia terlihat kesal" tanya nya pada Taehyung
Taehyung hanya mengangkat kedua bahu nya tak peduli,tapi matanya terus memperhatikan kotak makan siang yang diberikan sekertaris nya itu,Jimin yang juga melirik ke kotak makan siang menjadi semakin penasaran "sejak kapan kau membawa bekal seperti ini? ah... apa sekertaris mu yang memberikan ini untukmu? lagi-lagi kau menaklukkan hati sekertaris mu? tapi aku tak yakin Noona bisa takluk olehmu" ejek Jimin
Taehyung menatap Jimin kemudian mengacuhkannya, lagi-lagi Taehyung lebih suka membahas pekerjaan daripada urusan pribadinya, mereka kembali berbincang masalah pekerjaan sampai waktu makan siang.
Jimin menoleh ke kotak makan Taehyung "sepertinya sudah waktunya memakan bekal makan mu,aku ingin mencoba seperti apa masakan Noona?"
"kau pikir aku akan membaginya?" tanya Taehyung sinis
"yahhh memangnya kenapa? itu hanya sebuah makan siang" protes Jimin
Taehyung masih berbicara acuh "lalu kenapa aku harus membaginya denganmu?"
Jimin menggelengkan kepalanya "wah lihat anak ini,aku hanya mencobanya sedikit kenapa kau pelit sekali"
Taehyung mengacuhkannya membawa bekal makan siang ke pelukannya,mereka berebut makanan seperti anak kecil yang berebut mainan,sampai Jungkook datang dan menghentikan keduanya, Taehyung menaruh kembali bekal makan siangnya, Jungkook yang melihat bekal makan siang yang terlihat lezat itu segera menghampiri nya "wah apa ini? sepertinya enak,apa ini milikmu kak?" tanya Jungkook pada Taehyung
Taehyung menjawab dengan ragu "i... iya Jimin yang membawanya untukku"
Jimin mengernyitkan keningnya menatap tajam Taehyung, Taehyung memberi isyarat dengan mengangguk, Jimin menggeleng tapi Taehyung segera memelototi nya.
"ah iya tiba-tiba aku ingin membawa bekal dan makan bersama Taehyung seperti saat sekolah" ucap Jimin bohong
__ADS_1