
Tiga minggu berlalu Taehyung dan Noona menjadi seperti orang asing,mereka bekerja dengan sangat serius tanpa canda sedikit pun.
Taehyung masih bergelut dengan masalah keluarganya,dia merasa bersalah pada adiknya sehingga memilih untuk menjauhi Noona,dia menyalahkan dirinya sendiri karena merasa telah bersikap egois, Taehyung berpikir hidupnya yang selalu kesepian jauh lebih baik karena tak ingin menyakiti siapapun,sementara Jungkook belum juga kembali pulang kerumahnya.
Hari itu Noona akan berangkat ke kantor namun dia sedikit terlambat karena mobil yang dikendarainya tiba-tiba mogok,saat itu Seokjin kebetulan melewati Noona yang sedang menunggu taksi, Seokjin segera turun untuk menawarkan tumpangan pada Noona awalnya Noona menolak tapi akhirnya dia menyetujuinya.
Sesampainya di kantor Taehyung terkejut melihat Noona turun dari mobil Seokjin,mereka berdua saling bertukar senyum membuat hati Taehyung sedikit nyeri melihatnya.
Noona berjalan dengan cepat menuju ruangannya dia terlambat lima menit,baru saja dia sampai Taehyung sudah memanggilnya untuk datang ke ruangannya, Noona pun bergegas menemui bosnya
"maaf saya terlambat tuan Kim"
"jika kau sudah tak ingin bekerja disini silahkan mengundurkan diri,aku tak butuh pegawai yang tidak kompeten" titah Taehyung secara tiba-tiba membuat Noona terkejut
"tuan Kim saya benar-benar minta maaf saya datang terlambat hari ini karena....." belum sempat Noona bicara Taehyung sudah memotongnya
"aku tak suka alasan,kau dipecat" ucapan Taehyung kembali mengejutkan Noona
Noona menarik nafas panjang lalu membuangnya kasar "baiklah,ini surat pengunduran diri saya" Noona mengeluarkan surat pengunduran diri yang memang dia siapkan ketika dia sibuk merawat sang kakak.
Taehyung diam tak bergeming mendapat surat pengunduran dari Noona
"terima kasih untuk kerja samanya selama ini tuan Kim" Noona pamit begitu saja
Setelah kepergian Noona Taehyung mengambil surat pengunduran itu lalu meremasnya,dia berkata dalam hatinya "apa yang aku lakukan? bukankah ini yang aku inginkan, bahkan aku sendiri yang memecatnya,tapi apa ini? apa dia sudah menyiapkan ini sebelumnya? hah akhirnya aku tahu semua orang pasti akan meninggalkan ku" Taehyung merobek kertas itu lalu menghamburkannya ke atas
__ADS_1
Sementara Noona yang sudah selesai mengemasi barang-barangnya pulang kerumahnya dengan perasaan yang campur aduk. Dia mengingat kembali ucapan Ibu Kim selama diperjalanan menuju kantor, Noona menerima tawaran Seokjin karena didalam mobilnya juga ada Ibu Kim mereka bercerita banyak hal,ibu Kim juga bercerita tentang kedatangannya kembali ke Korea tapi tak membahas Taehyung atau apapun yang terjadi di keluarga mereka,ibu Kim tak ingin membuat Seokjin tersinggung.
Noona berpikir kalau kehidupan Taehyung sudah jauh lebih karena kedatangan ibu dan kakaknya,jadi dia putuskan untuk mengundurkan diri. Noona sudah berpikir matang-matang Bahwa dia akan pergi ke Amerika bersama sang kakak.
"kakak kau sudah berkemas?" tanya Noona yang tiba-tiba masuk ke kamar kakaknya
"tak bisakah kau mengetuk pintu dulu sebelum memasuki kamar ku?" protes Yoongi
"maaf" Noona menundukkan kepalanya didepan Yoongi
Yoongi yang sedang berkemas pun berhenti kemudian menatap adiknya "lihatlah kau selalu membuatku merasa bersalah dengan sikapmu yang seperti ini"
Noona memeluk kakaknya dengan erat "aku sayang menyayangimu kak"
Yoongi mengernyitkan dahinya "apa terjadi sesuatu?" kemudian membelai rambut adiknya dengan penuh kasih sayang
"kemanapun? kenapa tiba-tiba?" tanya Yoongi
Noona melepaskan pelukannya,dia duduk di ranjang kakaknya "bukankah aku sudah bilang kalau aku akan menjadi perawat mu? aku sudah mengundurkan diri dari pekerjaan ku"
Yoongi menyusul duduk di samping adiknya "sebenarnya ada apa? ku lihat kau sangat senang bekerja di sana,lalu sekarang kau mengundurkan diri dan ingin ikut denganku ke Amerika? pikirkanlah lagi Noona"
Noona menyandarkan kepalanya di bahu Yoongi "aku sudah memikirkan nya matang-matang,bersama dengan kakak adalah hal yang terbaik untukku"
"baiklah jika kau sudah memutuskan,kau tinggal bilang saja padaku jika suatu saat kau berubah pikiran" Yoongi menepuk pelan bahu adiknya.
__ADS_1
"kalau begitu sekarang bantu aku berkemas" titah Yoongi
Noona memberi hormat pada kakaknya "siap"
Akhirnya Noona pun pergi bersama sang kakak ke Amerika, Yoongi memiliki jadwal acara yang cukup padat di sana mungkin bisa menghabiskan waktu sekitar enam bulan juga untuk tour dunia yang akan digelarnya dibeberapa negara besar.
......................
Semenjak Noona mengundurkan diri, Taehyung sudah beberapa kali memecat sekertaris nya,tak satupun cocok dengan kriteria nya. Taehyung benar-benar berubah setelah kepergian Jungkook dan Noona,dia menjadi lebih dingin dari es, Taehyung juga sering pergi minum dan pulang dalam keadaan mabuk,hanya Jimin yang selalu disampingnya saat ini
"hey kenapa kau jadi seperti ini? jika kau mencintai Noona kejar dia,jika kau menyayangi Jungkook cari dia,dan jika kau ingin keluarga mu hidup rukun maka kembalilah,jangan bersikap seperti ini teman,masalahmu tak akan selesai jika kau hanya membuang-buang waktumu" Jimin menasihati Taehyung yang sedang mabuk
Taehyung yang sedang mabuk pun menjawab "ibu dan kakakku meninggalkanku, Jungkook meninggalkanku,Noona juga meninggalkanku,semua orang meninggalkanku"
Jimin menatap temannya sendu "ayolah jangan begini, mereka semua tak meninggalkan mu,aku juga ada disini bersamamu,kenapa kau selalu berpikir seperti itu?"
"semua karena keegoisanku,andai dulu aku tak memuji kakak mungkin dia tak akan membulatkan tekad menjadi pelukis,mungkin dia akan menjadi penerus kebanggaan ayah dan Jungkook tak akan kehilangan keluarganya,andai dulu aku tak membiarkan ibu pergi dari rumah,mungkin Jungkook tak akan kehilangan kasih sayang seorang ibu,andai dulu aku tak jatuh cinta pada Noona mungkin Jungkook sudah bahagia bersamanya" Taehyung mengoceh tak karuan
"semua hal yang kau katakan adalah tentang Jungkook,aku tahu kau sangat menyayangi adikmu,tapi semua yang terjadi adalah takdir, berhentilah menyalahkan dirimu sendiri" Jimin memberi semangat pada Taehyung
"Jungkook kehilangan kedua orangtuanya karena aku,andai aku dulu tidak bermain dijalan mungkin kecelakaan itu tak akan terjadi, mungkin saat ini Jungkook hidup bahagia bersama kedua orangtuanya"
Taehyung terisak mengingat kejadian di masa lalu nya saat dia berumur tiga tahun,dia sedang bermain bola bersama kakaknya di taman,saat itu bola yang dia mainkan menggelinding ke jalan, Taehyung mencoba mengambilnya tanpa tahu kalau di sana ada mobil yang sedang lewat didepannya,mobil itu membanting setir ke kiri hingga menabrak tiang,sepasang suami istri meninggal dunia atas kecelakaan itu sementara hanya bayi nya yang selamat,bayi tersebut adalah Jungkook. Oleh karena itu Taehyung selalu merasa bersalah pada Jungkook sehingga dia mampu mengorbankan segalanya untuk Jungkook.
Hari-hari Taehyung berlalu dengan seperti itu,kehampaan dan kesepian menyelimuti hidupnya,ayahnya sudah beberapa kali meminta Taehyung untuk kembali dan mencoba menyelesaikan masalah mereka,namun Taehyung masih enggan berdamai dengan masa lalunya ditambah lagi Jungkook masih belum juga kembali.
__ADS_1
Sebenarnya Taehyung sudah tahu keberadaan Jungkook tapi dia terlalu takut menemui adik kesayangannya itu,dia tidak ingin membuat Jungkook tak nyaman dan terus menerus menghindarinya,dia juga tak tahu harus bagaimana cara menjelaskan semua yang terjadi di masa lalu atas kecelakaan yang menimpa Jungkook dan kedua orangtuanya, Taehyung terlalu khawatir dengan semua hal belum terjadi.
......................