
"apa aku boleh mencicipinya? aku sangat kelaparan" tanya Jungkook polos
Jimin melirik kearah Taehyung tapi Taehyung justru pura-pura tak melihatnya
"tentu saja,kau boleh mencicipinya untuk mu semua juga boleh" ucap Jimin dengan nada sedikit keras
Taehyung segera memelototi Jimin kini giliran Jimin yang pura-pura tak melihatnya
"wah kak ncim kau memang yang terbaik,selamat makan" Jungkook segera menyambar kotak makan siang Taehyung,Jimin juga ikut mencicipinya
"daebak,ini lezat sekali siapa yang memasak ini untukmu kak ncim?" puji Jungkook yang juga penasaran pada sang koki, Taehyung yang melihat adiknya makan dengan lahap menahan air liurnya Jungkook yang melihat kakaknya segera menyuapinya "buka mulutmu kak ini sangat lezat"
"untukmu saja aku sudah kenyang melihatmu makan dengan lahap" tolak Taehyung
Jungkook menggeleng "tidak,kau harus mencoba ini" paksa Jungkook akhirnya Taehyung membuka mulutnya,matanya berbinar menikmati bekal makanan dari Noona
"masakan Noo...... uhuk uhuk" ucapan Jimin terpotong karena Taehyung tiba-tiba mencengkram pundaknya membuat Jimin tersedak, Taehyung segera memberi minum "minum ini jiminahh kau terlalu banyak bicara saat makan,masakan nomor satu terbaik yang pernah kau makan bukan?"
Jimin minum air yang disodorkan Taehyung lalu mengangguk, Jungkook juga ikut mengangguk tanda setuju "benar ini masakan nomor satu"
Jungkook menghabiskan seluruh kotak makan siang hingga tandas lalu berpamitan kepada Taehyung dan Jimin
"wah aku sangat kenyang,terima kasih kak ncim lain kali tolong bawakan lagi yang seperti ini" pinta Jungkook
Taehyung memperhatikan adiknya yang hendak pergi "kau kesini hanya untuk makan?" tanya Taehyung
Jungkook mengangguk "tentu saja,ini kan sudah jam makan siang,apa kakak ada perlu sesuatu padaku?"
Taehyung menggeleng "tidak, hati-hatilah dijalan,jangan lupa nanti malam kita akan makan malam bersama ayah"
"siap kak,kalau begitu aku pamit ya... bye kak ncim" pamit Jungkook berbalik meninggalkan ruangan kakaknya
Setelah kepergian adik bungsunya Taehyung memegang kotak makan siang yang tadinya penuh kini tak tersisa satupun makanan diatasnya
__ADS_1
Jimin menggeleng menertawakan temannya "ckk ckk ckkk Jungkook luar biasa,kau tak ingin membaginya denganku tapi kau membiarkan adikmu menghabiskannya,tapi kenapa kau tidak katakan saja kalau itu masakan Noona? apa kau takut ketahuan Jungkook kalau kau menyukai Noona?"
Taehyung berdecak "huh hentikan dia hanya sekedar sekertaris,aku hanya tidak ingin Jungkook khawatir karena aku demam kemarin"
Jimin menatap Taehyung dengan penasaran lalu bertanya padanya "kau yakin Jungkook akan khawatir? ayolah dia tahu bahwa kau bisa menjaga dirimu dengan baik,kau terlalu menganggapnya seperti anak kecil sementara dia sudah tumbuh menjadi pria dewasa"
Taehyung menatap lurus ke depan "tapi bagiku dia tetap adik kecilku yang harus ku jaga dan ku lindungi"
Jimin menepuk pundak Taehyung "lalu bagaimana jika dia juga menyukai Noona? apa kau juga akan mengorbankan perasaan mu untuknya? ku lihat mereka sangat dekat dan sering menghabiskan waktu berdua"
Taehyung menoleh ke arah Jimin,temannya itu justru menyunggingkan senyum "ayolah jangan terlalu naif,aku hanya tak ingin kau menyesali semuanya,bagiku kau sudah sangat hebat menjadi kakak Jungkook,tapi Jungkook sudah dewasa dia bisa menjalani kehidupannya sendiri, pikirkanlah kehidupanmu juga,tak mungkin bukan kau akan terus hidup sendiri seperti ini?" tanya Jimin
Taehyung membalas menyunggingkan senyum "bukankah masih ada kau yang setia mendampingi ku?" Taehyung menaikan kedua alisnya membuat Jimin bergidik
"kau benar-benar tidak sehat bahkan pikiranmu juga sangat tidak sehat" ucap Jimin kesal
Taehyung tertawa puas mendengar ucapan Jimin,kemudian dia menyandarkan tubuhnya di sofa "aku akan memberikan apapun untuk Jungkook asal dia bahagia"
Jimin pun ikut menyandarkan tubuhnya di sofa lalu menoleh ke arah temannya itu "meski itu cintamu?"
Jimin mendengarkan Taehyung dengan seksama "bukankah kau bilang mereka sudah bertemu,lalu Jungkook tetap memutuskan untuk tinggal denganmu,itu juga membuktikan kalau Jungkook sangat menyayangimu"
"tetap saja dia adalah seorang anak ..." ucap Taehyung lirih kemudian menundukkan kepalanya
Jimin kembali menepuk bahu temannya "aku tahu kau juga merindukannya...."
Taehyung menggeleng "tidak,sama sekali untuk apa aku merindukan orang yang mengingkari janjinya padaku? ahhh sudahlah aku tak suka membicarakan ini" Taehyung segera bangkit dari sofa dan kembali ke kursi kejayaannya melanjutkan pekerjaannya.
Jimin menatap temannya sendu,dia bahkan tahu persis apa yang dirasakan Taehyung tapi sepertinya perasaan Taehyung terluka sangat dalam semenjak kepergian ibu dan kakaknya.
Ternyata diluar pintu ruangan Taehyung masih ada Jungkook yang mendengarkan semua pembicaraan mereka,tadinya Jungkook ingin meminta bantuan kakaknya tapi dia mengurungkan niatnya, Jungkook meninggalkan kantor Taehyung dengan wajah sendu.
......................
__ADS_1
Beberapa hari kemudian Jungkook pergi menemui Noona dan mengajaknya untuk pergi makan malam berdua, Noona menyetujuinya karena memang mereka sudah sangat akrab,mereka bertemu di restoran mewah dengan nuansa romantis. Noona sedikit terkejut karena Jungkook mengajaknya bertemu ditempat seperti itu, Jungkook mempersilahkan Noona duduk di kursi yang sudah tertata rapi.
"kenapa kau terlihat tidak nyaman?" tanya Jungkook
Noona menggaruk tengkuknya yang tidak gatal "sebenarnya kenapa kau mengajakku kesini Jungkook?"
Jungkook menatap mata Noona lalu menggenggam tangannya "aku menyukaimu"
mata Noona terbelalak mendengar kata-kata yang keluar dari mulut Jungkook,dia benar-benar tidak percaya dengan apa yang didengarnya "Jungkook,aaaa.... aku..."
"aku tahu kau tak menyukaiku" potong Jungkook
"Jungkook aku menyukaimu tapi sebagai teman.... maaf" ucap Noona dengan perasaan bersalah
Jungkook tersenyum manis melihat Noona "aku tahu, aku rasa aku juga menyadari sesuatu bahwa aku juga menyukaimu sebagai teman"
Noona terlihat bingung dengan kata-kata Jungkook, sementara Jungkook kembali menjelaskan "aku pikir aku perlu memastikan sesuatu apakah aku benar-benar menyukaimu atau hanya mengagumi mu,setelah mendengar jawabanmu aku justru merasa lega dan entah kenapa aku malah senang,apakah artinya itu bukan cinta?"
"a... apa?" Noona benar-benar tidak mengerti maksud Jungkook
Jungkook melepaskan genggaman tangannya "aku terus menceritakan tentangmu pada semua orang yang ku kenal,aku selalu bilang bahwa aku suka Noona, tapi aku tak sekalipun tahu tentang mu,selama ini ku pikir cinta itu cukup dengan mengagumi tapi ternyata aku salah,cinta tak sebatas itu,terima kasih telah membuatku menyadarinya lebih awal,mungkin jika tidak aku akan terus menganggap bahwa cinta itu cukup mengagumi.... cinta itu...."
"Jungkook kau teman terbaikku" ucap Noona dengan senyum manisnya
Jungkook membalas senyumannya "kau benar aku adalah teman terbaikmu dan kau adalah teman terbaikku"
Noona mengangguk setuju, kemudian Jungkook ingat sesuatu "ah pantas saja aku selalu gagal dalam percintaan ternyata karena ini masalahnya"
Noona terkekeh mendengar pertanyaan Jungkook "jadi berapa banyak mantan yang kau punya? lalu apakah kau dengan mudahnya mengatakan suka kemudian mengatakan putus saat kau tak lagi mengaguminya?"
"oh bagaimana kau bisa tahu?" tanya Jungkook yang terkejut dengan ucapan Noona
Noona tertawa melihat reaksi Jungkook lalu kembali bertanya "apa kau juga tak pernah merasa sedih ketika memutuskan hubungan dengan kekasihmu?"
__ADS_1
Jungkook menggeleng dengan polos "tidak,kak Taehyung tak pernah membiarkan ku bersedih oleh hal apapun,tapi dia juga tak pernah ikut campur urusan pribadi ku" Jungkook menaikan kedua bahunya
Noona terdiam mendengar ucapan Jungkook,dia tahu betul bagaimana keadaan tuan Kim nya.