
Satu tahun berlalu Taehyung dan Jimin sedang berjalan-jalan disalah satu mall besar dipusat kota,di sana sedang diadakan pameran lukisan terbuka karya pelukis muda yang sedang naik daun.
Taehyung memperhatikan satu persatu lukisan itu mengingatkannya pada seseorang,dia terlarut dalam lamunannya. Jimin pun menghampiri Taehyung
"hey ayo ke sana, sepertinya kita bisa bertemu langsung dengan pelukisnya" ajak Jimin membuyarkan lamunan Taehyung
Taehyung tersadar dan mengikuti langkah kaki Jimin, ditengah mall itu terlihat seseorang berdiri dengan mikrofon ditangannya menyampaikan sepatah dua patah sebagai sambutan dari acara yang digelarnya.
Taehyung terus memperhatikan orang itu,mencoba lebih dekat lagi dengannya walaupun sulit karena harus berdesak-desakan dengan pengunjung lainnya.
orang itu adalah pelukis yang dimaksud Jimin, samar-samar Taehyung mengenali suara itu sampai pelukis itu menyampaikan sesuatu yang membuat menarik perhatian Taehyung
"aku sangat berterima kasih pada ibuku karena beliau adalah orang yang selalu mendukungku selama ini" ucap sang pelukis sembari menunjuk ke arah ibunya
semua pengunjung bertepuk tangan mendengar sambutan dari pelukis muda itu,mata Taehyung terbelalak mengikuti arah tangan pelukis yang menunjuk pada wanita paruh baya yang berdiri tidak jauh dari pelukis itu.
sampai akhirnya Taehyung bisa melihat dengan jelas wajah sang pelukis yang ternyata adalah Kim Seokjin kakak sulungnya dan yang ditunjuk Seokjin adalah ibunya.
Taehyung tidak percaya dengan apa yang dilihatnya,dia mencoba mendekati mereka namun desakan pengunjung lain menghalangi jalannya hingga Kim Seokjin dan ibunya sudah menghilang dari pandangannya.
Taehyung mencoba berteriak memanggil kakak dan ibunya namum lidahnya tiba-tiba kesulitan untuk berbicara saking terkejutnya melihat orang-orang yang dia rindukan selama ini.
Jimin yang tadi terpisah dengan Taehyung akhirnya bisa menemukan temannya itu
"wah penuh sekali tempat ini kurasa pelukis itu benar-benar orang yang luar biasa" ucap jimin
Taehyung tak menanggapi ucapan Jimin dia terus mencari kakak dan ibunya ditengah keramaian, Jimin yang melihatnya jadi penasaran lalu bertanya "kau sedang mencari siapa?"
sambil terus mencari akhirnya Taehyung buka suara "kakak dan ibuku"
jawaban Taehyung membuat Jimin terkejut "apa? apa kau sudah menemukan mereka? apa kau melihatnya disini?" tanya Jimin
Taehyung menghentikan langkahnya "pelukis itu..... kak Seokjin" jawab Taehyung pelan
__ADS_1
lagi-lagi Jimin dibuat terkejut oleh jawaban Taehyung "kau yakin?" tanya Jimin memastikan "tapi bagaimana bisa?" jimin kembali bertanya
Taehyung menggeleng,dia sendiri tidak mengerti situasinya saat ini,Jimin langsung menarik Taehyung menuju suatu tempat, Taehyung yang bingung karena tiba-tiba Jimin menarik lengan bajunya pun bertanya pada Jimin "mau kemana?"
Jimin berhenti dan melepaskan lengan baju Taehyung "memastikannya... hah... tentu saja mencari mereka,ayo" Jimin membawa Taehyung ke resepsionis pameran tersebut dan bertanya padanya "apa kami bisa bertemu dengan pelukisnya? kami mengenal... maksud kami,kami tertarik dengan lukisannya"
"maaf pelukis kami saat ini sedang sibuk,anda bisa membuat janji terlebih dahulu jika ingin bertemu dengannya" jawab resepsionis itu
Belum sempat Jimin berbicara kembali pada resepsionis itu, Taehyung tiba-tiba berlari kearah lain. Taehyung berlari ke arah kakak dan ibunya yang sedang berbincang dengan salah seorang wartawan yang sedang mewawancarai mereka, Taehyung memandang kakak dan ibunya dengan penuh haru,dia berjalan perlahan mendekati mereka namun langkahnya terhenti ketika dia mendengar pembicaraan mereka
"ibuku adalah orang yang paling berharga bagiku,hanya dia yang aku punya,yang selalu menemaniku hingga dititik ini" ucap Seokjin
"dia benar-benar berbakat,aku sangat bangga padanya,dia adalah anugerah terindah bagiku" balas Ibu Kim, Ibu kim sedikit bercerita tentang masa kecil Seokjin dulu
"wah mengagumkan, kalian memang luar biasa,kalian saling memuji satu sama lain,anak dan ibu yang sangat kompak" ucap wartawan itu penuh kagum
Taehyung perlahan berjalan mundur kemudian berbalik ketika mata sang Ibu menoleh kearahnya, Taehyung segera berjalan cepat menjauhi mereka.
Seokjin melihat kearah ibu nya lalu bertanya "ada apa bu?"
"apa yang ibu bicarakan? kita di Amerika bu, mana mungkin Taehyung disini, sepertinya ibu sudah terlalu lama diluar,ibu harus istirahat dulu" ucap Seokjin menenangkan ibunya
Seokjin pun mengakhiri wawancara nya dan mengajak ibu nya beristirahat sebentar
Taehyung yang berjalan cepat tanpa melihat sekeliling beberapa kali bertabrakan dengan orang lain cacian orang-orang yang ditabraknya tak digubris sedikit pun dia hanya terus berjalan dengan cepat sampai dia kembali menabrak seseorang brukkkk "aduh" seseorang yang ditabraknya sedikit merintih Taehyung mencium aroma parfum yang sepertinya dia kenal lalu dia berhenti dan melihat orang yang ditabraknya
seorang wanita cantik yang sedang memegang bahunya yang terasa ngilu karena bertabrakan dengan Taehyung
Taehyung memandangi wanita itu lalu bergumam "cantik"
wanita tersebut terkejut mendengar gumaman Taehyung "apa?" tanyanya
"ma...maaf maafkan aku,aku tidak sengaja" ucap Taehyung
__ADS_1
Tak lama Jimin datang menghampiri keduanya "ah darimana saja kau? aku mencari mu dari tadi.... ini" Jimin menyerahkan kartu nama Seokjin pada Taehyung,namun Taehyung menolaknya "tak perlu" lalu dia berbalik keluar dari mall
sementara wanita yang ditabraknya tadi juga berjalan kearah berlawanan dengan Taehyung
Jimin mengejar Taehyung mencoba menghentikan nya "kau bilang ingin mencari mereka? sekarang kita hanya perlu menemui mereka saja" ucap Jimin dengan nafas yang tersengal-sengal
"aku tak butuh" lagi-lagi Taehyung menolak, membuat Jimin merasa aneh beberapa menit yang lalu Taehyung sangat tergesa-gesa untuk menemukan keberadaan kakak dan ibunya tapi setelah mereka mendapatkan petunjuk Taehyung menolaknya begitu saja
"hey apa yang terjadi? apa kau sudah bertemu mereka?" teriak Jimin karena Taehyung terus berjalan cepat tanpa henti bahkan diperjalanan pulang sampai tiba di lobby apartemen pun Taehyung tetap diam seribu bahasa membuat Jimin menjadi kesal pada temannya itu
"ambil ini, terserah kau saja,lakukan apapun kau yang kau mau,aku tak perduli" umpat Jimin pada Taehyung sembari memberikan kartu nama Seokjin, Jimin masuk ke apartemennya lalu membanting pintu dengan keras,tapi Taehyung tidak bergeming dia meremas kartu nama itu kemudian masuk ke apartemennya.
Seminggu berlalu semenjak kejadian itu Jimin terus menghindari Taehyung karena kesal, awalnya Taehyung membiarkannya karena mereka memang sering bertengkar seperti itu dari kecil,namun Taehyung sadar Jimin telah berusaha keras membantunya selama ini.Akhirnya Taehyung menemui Jimin di apartemennya
Taehyung memencet bel apartemen Jimin,Jimin membuka pintunya namun hanya diam saja melihat Taehyung kemudian hendak menutup kembali pintunya tapi tertahan karena ucapan Taehyung "maaf"
Jimin melipat kedua tangannya memperhatikan Taehyung,dia ingin tahu apalagi yang akan dikatakan temannya itu namun Taehyung bukannya berbicara malah nyelonong masuk ke apartemen Jimin lalu duduk santai sambil menikmati cemilan yang ada dimeja, Jimin sudah terbiasa dengan tingkah temannya itu hanya bisa berdecak "ckkk"
selama tiga puluh menit hanya ada keheningan diantara mereka sampai membuat jimin kembali kesal pada temannya itu "jika kau hanya ingin bersantai seperti ini pulanglah ke apartemen mu" usir Jimin
"jiminahhhhh kenapa kau jadi seperti ini padaku?" protes Taehyung
"kau masih bertanya aku kenapa? bukankah aku yang harusnya bertanya padamu hah?" teriak Jimin
"kenapa kau harus harus berteriak? ah lihatlah kerutan di wajahmu itu?" goda Taehyung
Jimin semakin kesal pada Taehyung "apa kau pikir lucu?"
tiba-tiba Taehyung terduduk dibawah kaki Jimin "baiklah baiklah.... maafkan aku tuan Jimin"
Jimin menahan tawanya melihat tingkah temannya yang aneh itu
Taehyung segera berdiri "oke karena kau sudah memaafkan ku,aku pulang sekarang" ucap Taehyung sambil berbalik hendak pergi
__ADS_1
membuat Jimin kembali kesal lalu menendang pantat Taehyung "kau ini benar-benar" umpat Jimin
"kau menendang ku?" gerutu Taehyung kemudian kembali berbalik untuk membalas Jimin, Jimin yang sadar akan hal itu segera menghindar mereka pun saling kejar lalu berguling dilantai akhirnya keduanya tertawa dengan sangat bebas.